INTOKSIKASI

Dr. Wahyu Djatmiko, SpPD

Lab/SMF Ilmu Penyakit Dalam FKIK UNSOED- RSMS PURWOKERTO

PENDAHULUAN • Dx dan Rx harus cepat tanpa menunggu hasil evaluasi toksikologi • Dx  Ax. Px dan Lab yg relevan .

obat disekitar pasien • Kesesuaian label dengan isi kemasan obat / makanan . kebiasaan pasien • Sisa makanan. dan tidak lengkap • Riwayat menelan/ minum sebelumnya perlu ditanyakan  Obat. vitamin. makanan dan minuman tertentu • Riwayat pengobatan.ANAMNESIS • Seringkali sulit.

Pendekatan Sindrom Otonom : • Alfa Adrenergik • Beta Adrenergik • Adrenergik Campuran • Simpatolitik • Nikotinik • Muskarinik • Kolinergik campuran • Anti kolinergik .PEMERIKSAAN FISIK A.

adrenergik Adrergik campuran  ~  HR    Pupil  ~  Keringat  ~  Peristaltik  ~  Simpatolitik Nikotinik Muskarinik Kolinergik campuran Anti kolinergik    ~     ~   ~              .Tensi α .adrenergik β .

amfetamin : Opiat. antidepresan . kafein : Cocain. karbamat • Anti kolinergik : Atropin. fenotiazin : nikotin : tidak ada yg spesifik : organofosfat. teofilin. clonidin.Contoh • Alfa Adrenergik • Beta Adrenergik • Adrenergik Campuran • Simpatolitik • Nikotinik • Muskarinik • Kolinergik campuran : Fenilpropanolamin. antihistamin. fenilefrin : Terbutalin. metildopa.

KULIT • Berkeringat • Flushing • Pucat • Sianosis E. MATA • Ukuran pupil • Nistagmus C. mesenterika? D. BAU • Intoksikasi bahan tertentu memberikan bau khas .B. ABDOMEN • Ileus  faktor mekanik? Infeksi? • Distensi + ileus  akibat infark? ec Hipotensi? / Spasme a.

LABORATORIUM • Serum osmolaritas • Osmolar gap / Anion gap • Elektrolit : Na. K • Glukosa • Ureum – Kreatinin • LFT • Urinalisis • EKG • Skrining Toksikologi* .

8 Normal Na Glukosa : 290 mosm/L : mEq/L : mg/dL BUN : mg/dL OSMOLAR GAP : Selisih nilai normal dg nilai terukur : Na – Cl – HCO3 : 8 – 12 mEq/L ANION GAP Normal .OSMOLARITAS = 2 (Na) + Glukosa/18 + BUN/2.

OSMOLARITAS MENINGKAT • Aseton • Etanol • Etil Eter • Etilen glikol • Isopropil alkohol • Magnesium • Manitol • Metanol • Propilen glikol • CKD tanpa dialisis • Alkoholik ketoasidosis • Asidosis Laktat .

PENINGKATAN ANION GAP ACIDOSIS ASIDOSIS LAKTAT •Obat Beta adrenergik • Kafein • CO • Sianida • Hidrogen disulfid • Ibuprofen • Besi • Isoniasid • Phenformin • Salisilat • Teofilin • Kejang LAINNYA • Benzil Alkohol • Etanol • Etilen glikol • Formaldehide • Metaldehide • Metanol NAPAS KUSSMAUL !!! .

arang aktif • Eliminasi lanjutan : • Diuresis paksa • Hemodialisis  membran semipermeabel • Hemoperfusi  material adsorben • Peritoneal dialisis .TATA LAKSANA UMUM • Dekontaminasi : • kulit • mata • paru  ec inhalasi gas?  perlu oksigenasi ? • lambung : emesis. kumbah lambung.

tertelan • Gejala klinik : 1 . arang aktif .CONTOH ORGANOFOSFAT • Racun serangga • Rute : inhalasi. berkeringat • Reseptor nikotinik • CNS • Terapi • ABC • Atropinisasi : tremor. muntah. kejang dan koma • Dekontaminasi : kumbah lambung. nyeri perut. bronkospasme miosis. hipersalivasi. kelemahan : Agitasi. bradikardia.2 jam • Reseptor muskarinik : mual.

kejang.KARBONMONOKSIDA • Gas tak berwarna. mati •Terapi : • ABC  terutama Oksigenasi k/p oksigenasi hiperbarik . sinkope. mual. koma. angina. pusing. tak berasa • Hasil pembakaran material mengandung karbon • Terikat pd Hemoglobin • Menghambat sitrokom oksidase • Hipotensi sistemik berat  kerusakan otak • Klinik : nyeri kepala. tak berbau.

sulit tidur. kejang. kumbah lambung.AMFETAMIN • Aktivasi sistem saraf simpatis • Gambaran klinik : • Efek akut CNS : eforia. arang aktif . paranoid kelemahan. kardiomiopati. agitasi. paranoia. koma • Manifestasi perifer : berkeringat. takikardia. bicara nglantur. tremor. rigiditi. hipertensi AMI • Kematian • Kronik :  BB. kelemahan. cemas. depresi • Terapi : Simtomatik.

pandangan kabur.METANOL • Spirtus. dancing dan flashing spot • midriasis pupil yang menetap • hiperemi pada diskus optikus • edema retina dan kebutaan . depresi miokard  kematian • Dosis toksik methanol per oral berkisar antara 30 – 240 mL ( 20 – 150 mg ) • Kematian dapat terjadi pada periode laten 6 – 30 jam setelah terpapar • Manifestasi intoksikasi methanol pada mata • terjadi 15 – 30 jam setelah tertelan • mata berkabut. pembersih • Methanol tidak terlalu berbahaya • Hanya memiliki efek depresi SSP setengah dari potensi ethanol • Metabolitnya sangat toksik :  formaldehide  as format  as metabolik  koma. vernis. pelarut cat. kejang.

v.v.TATALAKSANA INTOKSIKASI METHANOL •JAGA JALAN NAPAS  VENTILATOR JIKA GAGAL NAPAS • PERBAIKI HEMODINAMIK • BILAS LAMBUNG  KURANG DARI 60 MENIT • ARANG AKTIF  TIDAK EFEKTIF UNTUK METHANOL • ANTIDOTUM SPESIFIK  ETHANOL oral / i. TIAP 4 JAM • HEMODIALISIS . • SASARAN KADAR DALAM DARAH 100 mg/dl • LOADING DOSE = 750 mg/KgBB dlm 20 – 30 mnt • MAINTENANCE = 100 – 150 mg/KgBB • ASAM FOLAT 50 mg i.

bengkak. koagulopati. disartri. muntah. eritema. syok : .GIGITAN ULAR • Lokal efek • Neurotoksik • Efek sistemik • Terapi • ABC • Luka  konsul dr Bedah • Insisi ?  15’ dilanjutkan suction  efektivitas eliminasi racun ? • Torniquet ?  Memambah efek lokal ? Nekrosis meluas ? • Profilaksis tetanus • Antibiotik spektrum luas • ABU* : nyeri terbakar. gagal napas. ekimosis : parestesis perifer : mual. ptekiae.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful