Anda di halaman 1dari 29

VOLTAMETRI

Galdila Maslindo M Mutiara Jiwa Iskandar Ami Malia Pratiwi Rizki Holis Salma Khairunnisa G Shinta Patika Salma Faradina Duvenjary Refi Nurul Fazwah Ratu Nida Farihah 260110090080 260110090082 260110090084 260110090087 260110090088 260110090089 260110090090 260110090093 260110090095

VOLTAMETRI
Teknik analisis elektrokimia dengan mempolarisasi elektroda dalam sel elektrokimia pada serangkaian potensial range tertentu dan mengamati perubahan arus yang dihasilkan oleh sel akibat adanya proses oksidasi dan reduksi analit. Potensial dari mikro elektroda kerja divariasikan dan arus yang dihasilkan dicetak sebagai fungsi dari poetnsial (voltamograf). Kelebihan: sensitivitas, selektifitas, alatnya sederhana dan mudah penganalisisannya (Haryadi, 1993).

Komponen alat: larutan elektrolit dan 3 elektroda (elektroda pembanding, elektroda


kerja & elektroda pembantu)

(Laidler, 1996).

ELEKTRODA DAN ELEKTROLIT


VOLTAMETRI

Elektroda kerja Elektroda pembanding


Elektroda pembantu

ELEKTRODA KERJA
Variasi potensial yang diberikan akan memberikan nilai arus yang berbeda tergantung analit yang dianalisis

Tempat terjadi reaksi redoks dan analit

Nilai arus diketahui dari puncak voltamogram yang diperoleh

ELEKTRODA PEMBANDING
Nilainya tidak bergantung pada jenis dan komposisi larutan yang diukur

Yang biasa digunakan elektroda ag/agcl, kalomel jenuh (ekj).

Potensial elektroda kerja dibandingkan dengan potensial elektroda pembanding

ELEKTRODA PEMBANTU

Terbuat dari bahan yang seperti pt

Digunakan untuk mengalirkan arus antara elektroda kerja dan elektroda pembantu, sehingga arus dapat diukur.

Dalam sel elektrokimia, ketiga elektroda tersebut dicelupkan dalam larutan yang mengandung analit maupun pelarut elektrolit non reaktif yang disebut elektrolit pendukung.

Elektrolit pendukung dibutuhkan pada analisis yang dikendalikan oleh potensial


untuk mengurangi tahanan dari larutan dan efek elektromigrasi serta menjaga kekuatan ion. Dalam pengerjaan, elektrolit pendukung.

ARUS YANG DIHASILKAN PADA TEKNIK

VOLTAMETRI

Arus difusi Arus migrasi Arus konveksi

Perpindahkan materi di dalam larutan :

Perpindahan secara migrasi


Materi yang bermuatan, karena adanya gaya tarik menarik elektrostatik, maka materi bermuatan bergerak menuju kutub dengan muatan yang berlawanan, yakni kation-kation menuju katoda dan anion-anion menuju anoda.

Perpindahan secara difusi


Partikel-partikel mengalir dari daerah yang lebih rapat (pekat) menuju daerah yang lebih renggang--> kibat perubahan gradient konsentrasi pada lapis difusi dan besarnya sebanding dengan konsentrasi analit dalam larutan.

Perpindahan secara konveksi


Pengaruh temperatur dan goyangan atau pengadukan menyebabkan partikel berpindah dari tempat ke tempat lain.

JENIS DAN TEKNIK VOLTAMETRI


Polarografi

Amperometri

Jenis dan teknik voltametri

Hydrodynamic Voltametri

Stripping Voltametri

A. POLAROGRAFI
Polarografi adalah suatu bentuk elektrolisis dimana elektroda kerja berupa suatu elektroda yang istimewa, suatu elektroda merkuri tetes, dan direkam suatu kurva arus voltase (voltammogram).
Menggunakan teknik potensial terkontrol dengan pengukuran arus yang dihasilkan. Reaksi yang terjadi adalah : O+ne R Dimana: O dan R= bentuk analit dalam keadaan oksidasi dan reduksi e= elektron yang terlibat dalam reaksi

n= jumlah elektron yang terlibat dalam reaksi

INSTRUMENTASI POLAROGRAFI
Mercury Elektroda (Elektroda Merkuri)
Elektroda merkuri merupakan elektroda kerja dalam sistem polarografi, disamping 2 elektroda yang lain yaitu elektroda pembanding (Ag/AgCe atau kolonel jenuh) dan elektroda pembantu (Auxiallary elektroda) (Pt atau Au). Ketiga elektroda ditempatkan dalam satu tabung yang mengandung analit.

Potensiostat
Potensiostat merupakan bagian instrument yang terdiri dari rangkaian listrik yang berguna untuk menjaga potensial dan mengatur potensial tetap pada nilai tertentu.

Alat pembaca (Readout)


Pada prinsipnya polarografi adalah mengukur arus yang keluar akibat pemberian potensial tertentu. Alat ukur yang paling sederhana adalah mikroampermeter. Pada perkembangannya pembacaan arus secara digital bahkan komputerise.

HAL-HAL PENDUKUNG PADA POLAROGRAFI


1. Pelarut dan elektrolit pendukung

Elektrolit pendukung berfungsi untuk menekan arus migrasi, mengontrol potensial agar tahanan larutan dikurangi serta menjaga kekuatan ion total yang konstan.
Polarografi dapat dilakukan pada fase air dan fase organik.

Pada fase air biasanya digunakan elektrolit pendukung garam-garam seperti KCl, KNO3, NH4Cl dan NH4NO3.
Pada polarografi dengan fase organik (seperti : asetonitril, propilen karbonat, dimetil formamid, dimetil sulfoksid dan alkohol) biasanya dipakai elektrolit pendukung garam tetra alkil amonium. Sedangkan buffer (seperti asetat, fostat atapun sitrat) digunakan apabila pH larutan sangat perlu untuk dikontrol.

2. Pengusir Oksigen Oksigen dapat mengalami reduksi dalam dua tahap, yaitu : O2 + 2H+ + x = H2O2 E H2O2 + 2H+ + x = 2H2O E = -0,1 Volt = -0,9 Volt

Apabila polarografi digunakan untuk analisis spesi zat yang mempunyai nilai potensial reduksi sekitar 0,1 Volt dan 0,9 Volt, maka adanya oksigen akan mengganggu pengukuran. Oleh sebab itu diperlukan zat pengusir gas oksigen. Umumnya untuk kasus ini digunakan gas nitrogen untuk mengusir gas oksigen

KELEBIHAN & KEKURANGAN POLAROGRAFI


menawarkan sensitivitas dan selektivitas tinggi untuk logam yang mudah teroksidasi atau tereduksi

Modal dan operasional biaya yang murah.

Instrumentasi sederhana Polarografi jauh lebih meluas penggunaanya dibandingkan voltametri yang menggunakan mikroelektroda lain Penerapan polarografi tidak terbatas untuk toksisitas merkuri.

Adanya oksigen yang mengganggu pengukuran

B. HYDRODYNAMIC VOLTAMETRI
Arus pada hydrodynamic voltametri diukur sebagai fungsi dari aplikasi potensial pada elektroda kerja. Profil potensial yang sama digunakan untuk polarografi, seperti sebuah pengamatan linear atau pulsa diferensial, digunakan dalam hydrodynamic voltametri.

Hasil voltamogram yang identik untuk polarografi, kecuali untuk kekurangan arus menghasilkan osilasi dari penambahan tetes merkuri. Karena hydrodynamic voltametri tidak dibatasi untuk elektroda Hg, hydrodynamic voltametri bermanfaat untuk analisis reduksi atau oksidasi pada potensial yang lebih positif.

Contoh aplikasi: Pengesanan Pb(II) dalam darah menggunakan kaedah voltametri hidrodinamik dengan sistem suntikan aliran dan alat pengesan 'wall jet (Jaenickeet at. 1998).

c. Stripping Voltametri

Anodic Stripping
Metode analisis untuk senyawa yang membentuk amalgam dengan logam Hg.

STRIPPING VOLTAMETRY

Cathodic Stripping
Metode analisis dari analit yang membentuk garam sukar larut degan Hg, biasanya untuk analit halogen

Adsorptive Stripping
Untuk senyawa yang teradsorpsi pada permukaan Hg

Tahapan Metode Voltametry

DEPOSISI ion-ion logam pada potensial negatif akan direduksi, kemudian dikonsentrasikan (dipekatkan) pada elektroda kerja.

STRIPPING potensial elektroda dinaikkan linier ke arah positif, sehingga terjadi oksidasi dan ion-ion logam yang semula mengendap pada elektroda akan melarut kembali.

CONTOH ANALISIS DENGAN CATHODIC STRIPPING VOLTAMETRY


Analisis ClPada tahap deposisi, energi potensial yang diberikan lebih positif dari energi awal Pada tahap stripping, energi potensial yang diberikan lebih negatif dari energi awal Yang akan diukur adalah difusi (proses perpindahan konsentrasi)

CONTOH ANALISIS DENGAN ADSORPTIVE STRIPPING VOLTAMETRY

Senyawa yang dianalisis pada saat deposisi menempel di permukaan elektroda, namun tidak bereaksi dengan elektroda tersebut. Pada saat stripping dapat tereduksi ataupun teroksidasi, tergantung pemberian potensial.

D. AMPEROMETRI
Amperometri merupakan prosedur untuk indikasi elektrometrik pada titrasi. Pada indikasi amperometri titrasi yang diukur adalah perubahan kekuatan arus antara

dua elektroda, dimana dipasang suatu konstanta tengangan dan tengan


searah tertentu (Khopkar, 1990). Elektrodenya merupakan elektroda ukur (misalnya elektroda tetes raksa, elektrode terotasi atau elektrode tertentu yang sesuai lainnya) dan elektroda pembanding, yang dicelupkan ke dalam larutan yang hendak diperiksa dan dipasang dengan tegangan konstan tertentu (Khopkar, 1990).

Aplikasi amperometri adalah dalam kontruksi sensor kimia. Sensor amperometri yang pertama dikembangkan untuk melarutkan O dalam darah, yang mana dikembangkan pada 1956 oleh L.C. Clark. Dewasa ini, biosensor telah banyak diteliti dan dikembangkan oleh para peneliti dan industri, dan dalam dunia biosensor research, topik yang sedang berkembang sekarang ini adalah biosensor yang berbasis DNA (genosensor). Berikut contoh dari biosensor untuk hibridisasi asam nukleat (DNA) (Palecek dan Fojta, 2001).

STRIPPING VOLTAMMETRI VS AMPEROMETRI


Stripping Voltammetry : metoda voltametri yang menggunakan elektroda kerja (elektroda bentuk khusus stationer) proses analisisnya ada 2tahap: 1.tahap praelektrolisis atau pengendapan : . Pada tahap praelektrolisis ion-ion logam dalam contoh, pada potensial negatif akan direduksi, kemudian dikonsentrasikan pada elektroda kerja, sehingga metode stripping ini akan lebih sensitif, karena konsentrasi logam dalam elektroda 100 sampai 1000 kali lebih banyak dari pada konsentrasi ion logam dalam larutan 2. tahap stripping atau pelarutan kembali: Pada tahap stripping (pelarutan kembali), harga potensial elektroda dinaikkan linier ke arah positif, sehingga terjadi oksidasi dan ion-ion logam yang semula mengendap pada elektroda ak'an melarut kembali. Pada potensial oksidasi dari masing-masing ion yang dianalisis, dihasilkan arus stripping sebagai fungsi dari potensial oksidasi elektroda, sehingga dapat digunakan untuk menentukan ion-ion logam pada daerah konsentrasi ppb. Setelah metode ini mengalami bermacam-macam pengemba-ngan dan dengan adanya kemajuan-kemajuan dibidang elektro-nika, maka cara stripping ini mengalami kemajuan ya-ng sangat pesat.

Amperometri: Teknik voltametri yang mana potensial konstan diaplikasikan pada elektroda kerja, dan arus diukur sebagai fungsi waktu Karena potensial tidak discan, amperometri tidak mendorong kearah voltammogram.

Aplikasi yang penting dari amperometri adalah dalam kontruksi sensor kimia. Sensor amperometri yang pertama dikembangkan untuk melarutkan O dalam darah, yang mana dikembangkan pada 1956 oleh L.C. Clark. Bentuk dari sensor amperometri ditunjukkan pada dan sama dengan elektroda membran pada potensiometri. Contoh lain pada sensor amperometri adalah sensor glukosa (David, 2000).

POLAROGRAFI VS HIDRODINAMIK
Elektroda pada polarografi adalah merkuri tetes Pada hidrodinamik, elektroda tidak dibatasi elektroda Hg Mass transport pada polarografi adalah difusi radial Pada hidrodinamik, elektroda kerja diputar pada tingkat yg tinggi

TERIMA KASIH