Anda di halaman 1dari 67

Materi Kespro: Yati Isnaini S

Anatomi
Letak : terletak pada setiap sisi sternum & meluas setinggi antara costae & ke-6 payudara terletak pada fasia superfisialis dinding rongga dada di atas musculus pectoralis mayor & dibuat stabil oleh ligamentum suspensorium. Bentuk : berbentuk tonjolan setenganh bola & mempunyai ekor (cauda) dari jaringan yang meluas ke ketiak/ axilla (disebut : Cauda axillaris spence). Ukuran : ukurannya berbeda pada setiap individu & umur tergantung pada stadium perkembangan & umur.

Materi Kespro: Yati Isnaini S

Struktur Makroskopis
Cauda Axillaris adalah jaringan payudara yang meluas ke arah axillaris. Areola adalah daerah lingkaran yang terdii dari kulit yang longgar & menglami pigmentasi & masing-masing payudara bergaris tengah kira-kira 2,5 cm. Papila Mammae terletak di pusat areola mammae setinggi iga (costae) ke empat.
Materi Kespro: Yati Isnaini S 3

Struktur Mikroskopis
Alveoli mengandung sel-sel yang mensekresi air susu ke setiap alveolus di lapisi oleh sel-sel yang mensekresi air susu. Ductus Lactifer adalah saluran central yang merupakan muara beberapa tubulus lactifer. Ampulla adalah bagian dari ductus lactifer yang melebar yang merupakan tempat menyimpan susu.
Materi Kespro: Yati Isnaini S 4

Pemasukan Darah (vaskularisasi) ke payudara di lakukan oleh arteri mammaria interna. Arteri mammaria externa & arteriaarteria intercostalis superior. Drainage vena melalui vasa-vasa yang sesuai dan masuk kedalam vena mammaria interna & vena axillaris.
Drainage Limfe terutama ke dalam fissura portal hepar & lymphonadi mediastinum, vasa lymphatica dari masing-masing payudara berhubungan satu sama lain. Inervasi fungsi payudara terutama di kendalikan oleh aktivitas hormon, tetapi kulitnya di inervasi oleh cabang-cabang nervus thoracalis. Juga terdapat sejumlah saraf simpatis, terutama di sekitar areola & papilla.
Materi Kespro: Yati Isnaini S 5

Pemeriksaan Payudara secara Sarari


Inspeksi Palpasi (perabaan) Pemijatan Putting Payudara Periksa B.H

Materi Kespro: Yati Isnaini S

Inspeksi
Di lakukan di ruang terang di depan cermin, & lurus ke muka, kemudian badan berputar ke kanan & ke kiri kemudian badan membungkuk. Lalu ke dua tangan diangkat lurus ke arah disamping kepala supaya payudara terangkat ke atas. kedua tangan berada diatas dada & menekan dada dengan kuat, sehingga otot dada berkontraksi & menyebabkan payudara sedikit terangkat.

Materi Kespro: Yati Isnaini S

Materi Kespro: Yati Isnaini S

Materi Kespro: Yati Isnaini S

Dalam melakukan pemeriksaan, perlu diperhatikan : Buah dada - Benjolan - Mengkerut (kerutan) buah dada (seperti kulit jeruk) - Tonjolan - Pembesaran putting perhatikan - Penarikan - Pendataran - Keluar cairan

Materi Kespro: Yati Isnaini S

10

KEGANASAN PADA PAYUDARA

Materi Kespro: Yati Isnaini S

11

KEGANASAN PADA PAYUDARA

Materi Kespro: Yati Isnaini S

12

KEGANASAN PADA PAYUDARA

Materi Kespro: Yati Isnaini S

13

Materi Kespro: Yati Isnaini S

14

Palpasi (Perabaan)
Dilakukan dengan posisi tidur terlentang, dibawah bahu di ganjal bantal, sehingga payudara terletak datar di atas dinding dada dengan putting susu di tengah. Kemudian 4 jari dari jari telunjuk sampai kelingking di gerakkan memutar (menekan) payudara dari arah samping menuju ke putting, seperti arah jarum jam dari 12 kemudian 11, 10, & seterusnya. Gerakan memutar ini, dilakukan berulang-ulang sampai seluruhh payudara terperiksa semua.

Materi Kespro: Yati Isnaini S

15

Kemudian dari payudara sebelah kiri, pindah ke payudara sebelah kanan, dilakukan dengan gerakan yang sama perlu waspada/ lebih teliti pada daerah payudara 1/4 dekat ketiak, karena pada daerah ini paling sering timbulnya kanker payudara (terdapat kelenjar getah bening sebagai tempat penjalaran (berkembang) kanker payudara)

Materi Kespro: Yati Isnaini S

16

Pemijatan Putting Susu Dilakukan dengan menekan putting susu dari arah samping menuju putting susu, sehingga dapat dipehatikan adanya cairan yang keluar dari payudara.

Periksa B.H
Adakah darah yang keluar spontan dari putting ? Berupa kerak/ cairan warna merah/pun nanah.

Materi Kespro: Yati Isnaini S

17

Pemeriksaan Payudara (Saranis)


Ax (Anamnese) Pemeriksaan Fisik

Materi Kespro: Yati Isnaini S

18

Ax (Anamnese)
Riwayat penyakit Harus di tanya Gejala Retraction - Penarikan putting susu sebagai akibat proses di bawah areola & akan selalu di ketahui penderita

- Sebagai suatu gejala kanker payudara

Materi Kespro: Yati Isnaini S

19

Pemeriksaan Fisik
Inspeksi Palpasi

Ada beberapa metode mutakhir yang menambah sarana pemeriksaan : - Termografi


- Mammografi

Materi Kespro: Yati Isnaini S

20

Macam pemeriksaan pada payudara dalam deteksi dini : SARARI (pemeriksaan payudara sendiri) SARANIS (pemeriksaan secara tehnis) TERMOGRAFIS (pemeriksaan dengan pemanasan suhu)

MAMMOGRAFI (pemeriksaan dengan sinar X)

Materi Kespro: Yati Isnaini S

21

Penyulit
Mastitis Nekrose lemak payudara Ektasia ductus lactiferus Cytic Disease of the breast

Materi Kespro: Yati Isnaini S

22

Mastitis Adalah peradangan payudara baik pada wanita yang tidak hamil maupun pada wanita yang pernah hamil. Etologi : - Putting susu yang luka/ lecet - Kuman perkontinuitatum menjalar ke ductulus dan sulus. Ex : - Nyeri - diinsisi - anti biotika - pakai perban elastis yang kuat - abses & tambah hebat kulit mengkilat di atas abces, suhu tinggi (39C - 40 C) - hentikan lactasi Materi Kespro: Yati Isnaini S 23

Nekrose lemak payudara Adalah timbulnya tumor kuas di payudara & jarang yang membesar dengan konsistensi keras. Etiologi : Necrose lemak Ex : - kadang ada retrasi kulit - ada perdatahan pada biopsi - infeksi menahun Tx : Biopsi & eksisi
Materi Kespro: Yati Isnaini S 24

Ektasia ductus lactiferus


Etiologi : Obstruksi pada ductus lactiferus.

Tx : Biopsi

Materi Kespro: Yati Isnaini S

25

Cytic Disease of the breast


Adalah tumor yang mengandung banyak kista. Ex : - Kista yang multiple - Proliferasi epitel - Fibrosis - Kadang nyeri hebat

Tx : OP

Materi Kespro: Yati Isnaini S

26

SECUNDARY PREVENTION PADA CERVIX Anatomi & Fisiologi Servix


Letak : Cervix membentuk sepertiga bagian bawah uterus & merupakan daerah di bawah isthmus yang meliputi ostium internum & ostium externum. Bentuk : Berbentuk fudiformis & cervix secara keseluruhan cenderung berbentuk barrel. Ukuran : Pada kehidupan dewasa panjang cervix 2,5 cm, & membentuk sepertiga panjang seluruh uterus.
Materi Kespro: Yati Isnaini S 27

Organ-organ Internal
Dua ovarium (indung telur) Dua tuba fallopii (saluran telur) Uterus (rahim) Vagina

Materi Kespro: Yati Isnaini S

28

Struktur Makroskopis
Portio supravaginalis adalah bagian dari servix yang terletak diluar & diatas vagina. Portio vaginalis adalah bagian dari servix yang menonjol ke dalam vagina. Ostium internum adalah bermuara ke dalam cavitas uteri walaupun bukan merupakan sphineter dalam arti sebenarnya, tetapi ostium internum ini mengalami dilatasi pada saat persalinan.

Materi Kespro: Yati Isnaini S

29

Materi Kespro: Yati Isnaini S

30

Ostrium externum bermuara pada vagina diujung bawah canalis cervisis. Canalis cervisis terletak antara ostium internum & ostium externum.

Materi Kespro: Yati Isnaini S

31

Materi Kespro: Yati Isnaini S

32

Struktur Mikroskopis
Endometrium adalah lapisan dalam mengandung kelenjar resemosa, beberapa diantara kelenjar ini mempunyai cilia yang memudahkan lewatnya spermatozoa. Otot serabut-serabut otot involunter bercampur dengan jaringan kolagen padat yang menyebabkan cervix bersifat fibrosa. Peritonium menutup bagian servix yang terlrtak diatas vagina peritorium ini menutup secara longgar di daerah peritorium membalik keatas di atas vesika urinaria.
Materi Kespro: Yati Isnaini S 33

Vascularisasi pemberian darah oleh arteia uterina, & drainase venosanya melewati vena-vena uterina. Drainase Limfa Drainase limfa ke dalam lymphonodi Iliaci Interni & Lymphonodi Sacrales. Inervasi Oleh syaraf simptis & para simpatis dari plexus franked enhauser (plexus sacralis).

Materi Kespro: Yati Isnaini S

34

Penopang
Ligamen cervicale transersum dinding lateral pelvis. Ligamentum pubocervicale cervix ke Os. Pubis. Ligamentum uterosactale berjalan kebelakang ke sacrum. : meluas dari cervix ke

: berjalan ke depan dari

:meluas dari cervix &

Materi Kespro: Yati Isnaini S

35

Fungsi Cervix
Membantu mencegah masuknya infeksi ke dalam uterus Mengadakan dilatasi & menarik diri selama peraslinan untuk memungkinkan kelahiran fetus & plasenta lewat vagina setelah kelahirann, cervix kembali keukuran semula, hampir sama dengan ukuran saat tidak hamil

Materi Kespro: Yati Isnaini S

36

Perubahan Cervix Pada Saat Kehamilan


Cervix dan Kehamilan vaskularisasi ke cervix meningkat selama kehamilan, sehingga cervix menjadi lebih lunak & warnanya lebih biru Glandula cervicalis mensekresi lebih banyak mukus, akan menutupi canalis cervisis akhir kehamilan, kenaikan kadar hormon relaksin memberikan pelunakan kandungan kolagen yang terdapat pada servix 2 minggu terakhir kehamilan canalis cervisis pada primigravida terangkat keatas setinggi segmen

Materi Kespro: Yati Isnaini S

37

Canalis cervisis tidak lagi berbentuk fusiform, tapi berbentuk corong Pada pasien multigravida yang tonus otot-otot perutnya lebih lemah dibanding primigravida, kepala fetus baru akan turun sampai saat persalinan Terjadi kenaikan cervix kalau kepala fetus telah turun Kenaikan & pembukaan (dilatasi) cervix kemudian terjadi secara serenntak demikian persalinan berlangsung

Materi Kespro: Yati Isnaini S

38

Penyulit Kehamilan pada Cervix


Erosi Cervix - sering menyebabkan keluarnya sedikit darah, tapi biasanya akan menjadi bersih dengan sendirinya Polip Cervix - didiagnosis dengan inspeksi saat pemeriksaan vagina, tidak perlu pengobatan jika menyebabkan sedikit keluar darah Kelainan Kongenital ditemukan pertama kalinya saat pemeriksaan vagina selama hamil

Materi Kespro: Yati Isnaini S

39

Carsinoma Cervix apabila terdiagnosis ada carsinoma cervix, pengobatan tergantung pada beberapa lanjut penyakit & pada tahap apa kehamilan di diagnosis Cervix inkompeten pada ostium internum - dapat disebabkan oleh trauma selama persalinan yang sulit - apabila terdapat riwayat abortus berulang-ulang yang di sebabkan oleh cervix yang inkompeten, maka dapat dilakukan Operasi Shirodkar

Materi Kespro: Yati Isnaini S

40

KANKER SERVIK

Materi Kespro: Yati Isnaini S

41

Diagnosis Dini Kanker Cervix


Insidensi Carsinoma Cervix a. Umur - umur 33 - 35 tahun dipandang mempunyai resiko tinggi untuk timbulnnya kanker cervix - wanita yang sangat muda, mis: 16 tahun b. Promiskuitas - hubungan langsung antara laki-laki yang menderita penyakit kelamin (terutama syphilis) & kanker cervix pada mitra hubungan seksualnya c. Kelompok pekerjaan/ sosial ekonomi - terdapat hubungan antara kanker cervix & pekerjaan suami
Materi Kespro: Yati Isnaini S 42

Faktor Penyebab - virus herpes berhubungan dengan timbulnya kanker cervix

Materi Kespro: Yati Isnaini S

43

Diagnosis - semua wanita yang secara aktif sebaiknya dilakukan screening secara teratur. Uji Arus Cervix (papsmear) Tindak lanjut (follow up) - berumur di bawah 35 tahun, pemeriksaan dilakukan 5 tahun sekali - berumur lebih dari 35 tahun, pemeriksaan dilakukan 3 tahun sekali
Materi Kespro: Yati Isnaini S 44

AIDS

ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SINDROM


Pengertian AIDS adalah kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh oleh virus yang di sebut HIV. Acquired : Didapat, bukan penyakit keturunan

Immune Deficiency Sindrom

: Sistem kekebalan tubuh : Kekurangan : Kumpulan gejala penyakit

Materi Kespro: Yati Isnaini S

45

Penyebab
HIV (Human Immunodeficiency Virus) yaitu retrovirus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.

Materi Kespro: Yati Isnaini S

46

Perjalanan AIDS
Menyerang salah satu jenis dari sel-sel darah putih Masa inkubasi, tergantung pada daya tahan masing-masing orang (+/- 5-10 tahun)

Limfosit akan pecah & sel T-4 otomatis menurun


semakin rendahnya T-4, semakin rusak fungsi kekebalan tubuh

Materi Kespro: Yati Isnaini S

47

Gejala AIDS
- Gejala Minor Batuk kronis selama lebih dari 1 bulan Infeksi pada mulut & tenggorokan yang disebabkan oleg jamur candida filbicans Pembentukan kelenjar getah bening yang menetap di suluruh tubuh Munculnya herpes zoster berulang Bercak-bercak gatal di seluruh tubuh
Materi Kespro: Yati Isnaini S 48

- Gejala utama Demam berkepanjangan lebih dari 3 bulan Diare kronis lebih dari 1 bulan berulang maupun terus menerus Penurunan BB lebih dari 10% dalam 3 bulan

Materi Kespro: Yati Isnaini S

49

Stadium dalam AIDS


Stadium Pertama (HIV) Stadium Kedua (asimtomatik) Stadium Ketiga (pembesaran kelenjar limfe) Stadium Keempat (AIDS)

Materi Kespro: Yati Isnaini S

50

Cara Penularan
Melalui Hubungan Seksual Secara Parenteral Secara Perinatal

Materi Kespro: Yati Isnaini S

51

Perilaku yang Beresiko Tinggi


Berhubungan sex yang tidak aman (tanpa kondom) Ganti-ganti mitra seksual Ganti-ganti jarum suntik/ alat-alat lain yang kontak dengan cairan tubuh orang lain Memperoleh transfusi darah yang tidak di tes HIV

Materi Kespro: Yati Isnaini S

52

Kelompok Resiko Tinggi


Pria Homosexual Pecandu Obat Bius Penerima Tranfusi darah/ komponen darah Wanita & pria tuna susila Orang yang heterosexual dengan banyak mitra sexual Anak yang lahir dari ibu yang menderita HIV Mitra sexual dari semua kelompok diatas

Materi Kespro: Yati Isnaini S

53

Pemeriksaan Penunjang
Uji yang membuktikan adanya antibodi & antigen HIV dengan cara ELISA (Enzime Linked Immuno Sorbent Assoy) Uji yang memperlihatkan adanya penurunan imunitas tubuh

Pemeriksaan yang menunjukkan adanya keganasan/ infeksi oportunistik

Materi Kespro: Yati Isnaini S

54

Gambaran Laboratorium
Limfopenia (<1500/ml) Lekopenia Trombositopenia (<10.000/ml) Anemia Blastugenesis Peningkatan gamaglobutin Penurunan jumlah sel T helper (<400/ml)

Materi Kespro: Yati Isnaini S

55

Pencegahan Terhadap Penularan HIV


Prinsip monogami Melakukan hubungan sexual yang mengandung resiko harus memakai kondom Skrining terhadap darah yang akan di transfusi oleh PMI Penggunaan jarum suntik sekali pakai Penularan terhadap anak yang lahir dari ibu yang terinfeksi HIV tidak selalu dapat dicegah Mencegah kontaminasi di instansi pelayanan kesehatan

Materi Kespro: Yati Isnaini S

56

Cara Pencegahan Penularan HIV Secara Luas Dalam Masyarakat


Menggunakan kehidupan beragama & membantu masyarakat agar lebih mematuhi ajaran moral agamanya, terutama yang berkaitan dengan moral hubungan sexualnya Konselling dengan tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang AIDS & merubah sikap/ perilaku masyarakat ke arah positif Mengurangi kegiatan masyarakat terutama pada bisnis hiburan yang melecehkan moral agama Hanya berhubungan dengan pasangan sexual suami isteri yang diikat oleh perkawinan yang syah

Materi Kespro: Yati Isnaini S

57

Suami isteri menjaga diri agar tetap setia & berhubungan diluar pasangan syah Hubungan sexual dengan extra sexual yang terinfeksi/ dicurigai HIV harus dilakukan dengan memakai kondom Tidak memakai obat-obatan narkotika terutama dengan suntikan

Materi Kespro: Yati Isnaini S

58

Infeksi HIV & Kehamilan


Penularan melalui Plasenta, pada saat janin masih dalam kandungan Penularan pada saat persalinan dimana terjadi kontak antara bayi dengan darah/ sekrat vagina/ Crevix ibu yang mengandung virus Penularan melalui lokrasi: - HIV dapat ditemukan dalam ASI - Kontak antara cairan tubuh ibu dengan kulit/ mukosa bayi yang terluka

Materi Kespro: Yati Isnaini S

59

Pengaruh Kehamilan terhadap infeksi HIV


Pada kasus asimtomatik tidak ditemukan pengaruh kehamilan terhadap perjalanan infeksi HIV dalam jangka pendek, namun belum diketahui pengaruhnya dalam jangka panjang

Pada kasus simtomatik kehamilan akan meningkatkan progressifitas penyakit sehingga makin berat penyakitnya & waktu hidup penderita memendek

Materi Kespro: Yati Isnaini S

60

Pengaruh infeksi HIV terhadap Kehamilan


Pada kasus asimtomatik tidak didapatkan peningkatan resiko komplekasi kehamilan pada kasus simtomatik terjadi peningkatan angka kejadian kematian janin, abortus, prematuritas BBLR & ketuban pecah prematur

Materi Kespro: Yati Isnaini S

61

Penanganan Kehamilan dengan Infeksi HIV


Penanganan antenatal perawatan antenatal tidak jauh berbeda dengan penanganan kasus kehamilan lainnya.
Penanganan Persalinan a. Pencegahan penularan Intra partum pada bayi - hindari tindakan yang dapat melukai kulit bayi - pada waktu melakukan penghisapan lendir untuk membersihkan jalan nafas/ resisutasi, harus hati hati jangan sampai menimbulkan luka/ trauma pada mukosa
Materi Kespro: Yati Isnaini S 62

- Segera setelah bayi lahir, bayi dibersihkan dari darah & sekrat ibu dengan cara memandikan dengan air yang mengalir - Bila prelu pemberian suntikan, maka kulit/ daerah yang akan disuntikkan harus dibersihkan & disucihamakan dengan sempurna

Materi Kespro: Yati Isnaini S

63

b. Pencegahan penularan HIV terhadap tim penolong Penularan terhadap petugas kesehatan dapat melalui : - Inopulasi darah/ cairan tubuh penderita ke petugas kesehatan - Kontak antara darah/ cairan tubuh penderita dengan kulit kesehatan yang luka - Percikan darah/ cairan tubuh penderita ke mukosa

Materi Kespro: Yati Isnaini S

64

Untuk menghindari hal tersebut, dianjurkan : persalinan dilakukan dikamar isolasi memakai sarung tangan pada waktu menangani segala hal yang menyangkut darah/ cairan tubuh penderita, membersihkan alas tempat tidur bekas persalinan pada semua tindakan/ terapi dianjurkan menggunakan sarung tangan rangkap memakai baju pelindung, termasuk pelindung kaki yang tidak tembus darah melakukan pengisapan lendir/ alat resusitator. Hindarikan penggunaan mulut penolong/ petugas

Materi Kespro: Yati Isnaini S

65

Penanganan Paska Persalinan - penderita ditempatkan dikamar isolasi - bila pengganti ASI tersedia cukup, dianjurkan untuk tidak menyusui untuk mencegah hal yang lebih buruk pasda bayi - penderita dianjurkan untuk tidak hamil lagi

Materi Kespro: Yati Isnaini S

66

Bayi Positif HIV - perawatan suportif - memberikan nutrisi yang cukup & seimbang serta immunisasi lengkap - dukungan psikologis pada orang tua, keluarga & anak itu sendiri bila sudah besar - pengobatan antiretroviral - pemberian zidovialine sesuai dengan petunjuk dokter.

Materi Kespro: Yati Isnaini S

67