Anda di halaman 1dari 26

MANAJEMEN RUMAH SAKIT

Dr. Bambang Hariyana, M.Kes


bb_hariyana@yahoo.com

SUBSISTEM UPAYA KESEHATAN


Sinergi UPAYA KES MASYARAKAT ( UKM ) & UPAYA KES PERORANGAN ( UKP )
PUBLIC PRIVATE MIX

Pem
Puskesmas Pos2 Kes

Swasta / UKBM Strata 1

Pem

Swasta
Dr Kel SJKN

Puskesmas Praktek 2 Nakes , Klinik


Apotik , Lab ,T. Obat , Optik dll Praktek Nakes spes

DinKes Kab/Kota UPT DinKes Prov Depkes Institut2 Kes

RS C & B ~ RS Khusus Strata 2


Apotik , Lab ,Optik , T.Obat Balai 2 Kes , dll .

Praktek Nakes Spes


Strata 3
Konsultan RS B & A ~ RS Khusus Apotek , Lab , Optik , Toko Obat Pst 2 Unggulan Nas Dll .

Tugas
a. melaksanakan upaya kesehatan secara berdayaguna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan, pemulihan yang dilakukan secara serasi, terpadu dengan upaya peningkatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya rujukan; b. melaksanakan pelayanan yang bermutu sesuai standar pelayanan Rumah Sakit.

Fungsi
a. pelayanan medis; b. pelayanan penunjang medis dan non medis; c. pelayanan dan asuhan keperawatan; d. pelayanan rujukan; e. pendidikan dan pelatihan; f. penelitian dan pengembangan; g. pelayanan administrasi umum dan keuangan.

RSUP Dr. Kariadi

Klasifikasi Rumah Sakit


Kepemilikan Jenis pelayanan Akreditasi Pengelolaan sistem keuangan

A. Kepemilikan
1.

2.
3. 4.

5.
6.

RS milik Pemerintah : RS milik Militer RS milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RS swasta milik Yayasan Keagamaan dan Kemanusiaan RS swasta milik Dokter RS swasta milik Perusahaan

RS milik Pemerintah

Pemerintah Pusat Misal : RSCM, RSDK, dll Pemerintah Daerah


Provinsi misal : RS Sutomo, RS Margono, dll Kabupaten/Kota misal : RS Kartini, dll

RS milik Militer
Tentara misal : RSPAD Gatot Subroto, RSPAL Kepolisian misal : RS Bhayangkara

RS milik BUMN
Pertamina Aneka tambang Pelni Perusahaan Perkebunan

B. Jenis Pelayanan

RS Umum
memberi pelayanan terhadap semua jenis penyakit RSU milik pemerintah dibagi dalam 4 tipe/kelas (A,B,C,D)

RS Khusus Misal : RSIA, RSJ, RSK

TIPE/KELAS RUMAH SAKIT

KELAS D

adalah rumah sakit umum yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medis dasar

KELAS C
adalah rumah sakit umum yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medis spesialitik dasar yang meliputi spesialis :

penyakit dalam, kesehatan anak, kebidanan dan kandungan bedah.

KELAS B

adalah rumah sakit umum yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medis sekurang-kurangnya 11 spesialistik dan sub spesialistik terbatas.

Penyakit dalam, Kesehatan anak, Kebidanan dan penyakit kandungan, Bedah, Anesthesi, THT Kulit dan Kelamin, Radiologi, Pathologi klinik, Psikiatri, Neurologi, Mata, Bedah Digestif/Ortopedi Kardiologi

KELAS A

adalah rumah sakit umum yang mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayanan medis spesialistik luas dan sub spesialistik luas.

Penyakit dalam, Kebidanan dan penyakit kandungan, Bedah, Kesehatan anak, Telinga, hidung dan tenggorokan, Mata, Syaraf, Jiwa, Kulit dan kelamin, Jantung, Paru, Radiologi, Anesthesi, Rehabilitasi medis, Patologi klinis, Patologi anatomi. dll

C. Akreditasi

Pengertian : merupakan pengakuan/legalisasi penerimaan dan kepercayaan yang diberikan oleh Badan Akreditasi Nasional dalam hal pemenuhan standar pelayanan, sehingga rumah sakit tersebut dapat dinilai kemampuannya dalam mengupayakan peningkatan mutu pelayanan.

Bidang yang diakreditasi :


Administrasi dan manajemen 2. Pelayanan medis 3. Pelayanan gawat darurat 4. Pelayanan keperawatan 5. Rekam medis 6. Kamar operasi 7. Perawatan perinatal risiko tinggi 8. Pelayanan radiologi 9. Pelayanan laboratorium 10. Pengendalian infeksi di rumah sakit 11. Pelayanan sterilisasi 12. Keselamatan kerja, kebakaran dan kewaspadaan bencana
1.

Keputusan akreditasi :
Tidak akreditasi; belum memenuhi standar 2. Akreditasi bersyarat; minimal 5, berlaku 1 tahun 3. Akreditasi penuh; memenuhi standar, berlaku 3 tahun 4. Akreditasi istimewa; 3 periode berturutturut
1.

D. Status hukum
Institusi Birokrasi (unit pelaksana teknis) Korporasi (BUMN):

perusahaan jawatan/perjan, di mana seluruh modalnya dimiliki oleh pemerintah dan merupakan kekayaan negara yang tidak dipisahkan atas sahamsaham, perusahaan umum (perum) di mana seluruh modalnya dimiliki negara dan tidak terbagi atas saham perseroan terbatas (persero) di mana modalnya terbagi dalam saham-saham dengan kepemilikan paling sedikit 51% sahamnya dimiliki oleh negara.