Anda di halaman 1dari 58

TUMOR OTAK DAN MEDULA SPINALIS

INSIDEN
Insiden tumor otak tertinggi usia anak-anak 3-12 tahun, usia dewasa 50-70 tahun. Insiden pd pria hampir sama dg wanita, astrositoma > pd pria, sedang meningioma > pd wanita Di USA ,1998 tumor otak primer34.000, 170.000 tumor otak metastasis. Tahun 2003 ,18.300 kasus baru dg kematian 13.100 orang.

DEFINISI
Tumor otak adalah pertumbuhan jinak atau

ganas dari jaringan otak / selaputnya, yang menyebabkan proses desak ruang,dan menyebabkan perubahan patologis. Tumor primer (50%) dari seluruh tumor otak t.d: Glioma 50%, meningioma (20%),adenoma (15%), neurinoma (7%) Tumor sekunder (50 %) t.d : tumor metastasis Letak tumor , dua pertiga (60%) pd anakanak,terletak infra tentorial,berasal dari:serebellum,batang otak dan mesensefalon Pada orang dewasa 80-85% terletak supra tentorial,dan berasal dari korteks dan hemisfer otak

ETIOLOGI TUMOR OTAK Penyebab pasti belum diketahui.


1. Bawaan : mis : Meningioma , astrositoma, neurofibroma. 2. Sisa jar.embrional,mengalami degenerasi perubahan neuroplastik, mis: kraniofaringioma, teratoma intra kranium, kordoma ( berasal dari: kantung rathke, mesenkim-ektoderma embrional, korda dorsalis)

ETIOLOGI TUMOR OTAK (2)


3. Radiasi : Dosis subterapi dapat merangsang pertumbuhan sel mesenkim menjadi tumor. 4. Virus : Telah terbukti oleh Burkitt , bahwa limfoma pd penduduk Afrika di sebabkan oleh infeksi virus. 5. Zat karsinogenik: Methylcholantrone, nitroseethyl- urea ,dpt menyebabkan tumor otak pada percobaan binatang.

ISI KRANIUM
1. 2.

Isi kranium: selalu konstan, berisi: otak, cairan serebrospinal,pembuluh darah dg isinya Otak mikroskopis t.d: NEURON , NEUROGLIA (Astrosit fibosa & protoplasmatis, mikroglia, oligodendroglia,dan sel ependim) dan MENING, PEMBULUH DARAH.

ISI KRANIUM (2)


Volume otak

: 1400 ml , cairan LCS : 150 ml,

darah : 150 ml Hukum Monro Kellie: total volume dari ketiga komponen selalu konstan Bila ada kenaikan volume salah satu komponen ,akan terjadi kompresi komponen lainnya.

NEOPLASMA OTAK
NEOPLASMA INTRA NEOPLASMA EKSTRA -

AKSIAL, GLIAL,GLI0MA
Asal;parenkim otak,

AKSIAL, NON GLIAL


Asal : luar otak

neuron,neuroglia SIFAT : infiltratif Contoh:Astrositoma , Ependimoma, Meduloblastoma, Oligodendroglioma

,Meningen, Hipofisis,embrional, metas SIFAT:ekspansif Contoh:Meningioma, neurinoma akustikus,adenoma hipofise, kranioparingioma,tumor epidermoid.

1. LOW GRADE ASTROSITOMA =BENIGN ASTROSITOMA


1. 2.

Incidence Age

3.

Pathologi

4.

CT scan

5.

Survival

: 25-30 % of Astrositomas : Generally occur in younger, Childhood Adult from 20-40 years : No necrosis No neovascularity Hemorrhage rare Edema uncommon Maybe either focal or diffusely Infiltrating : Typically well- delinated Low density mass With little or no enhancement : 3 -10 years

2. ANAPLASTIC ASTROSITOMA = MALIGNANT ASTROSITOMA


Incidence Age Pathology Radiology

Survival

:25-30% of Astrositoma :Greater than 40 years : = Low grade Astrositoma :Compared with LG Astrost Less well defined More mass effect More contrast enhancement : 2 3 years

10

3. GLIOMA MULTIFORME
Incidence Age Pathology Radiology

: 50 % of Astrocytoma : 5th-7th decades : Worse prognosis : Characterized by necrosis : and hemorrhage : Compared with Benign Astrocytoma : - Greater mass effect - Vasogenic edema - Heterogeneity and enhancement

11

4.OLIGODENDROGLIOMA
Incidence

: 5% of Primery brain tumor Age : Adult : Children + 8:1 Peak age : 35-40 years Location : 85% Supratentorial Pathology : -Well defined, circumscrib, globuler. Hemorrhage and cyst formation rare. Calcification in more than 70%. Nearly 50% considered mixed Radiology/CT scan: - : Heterogenous mass, Usually partially calcified, With variable enhancement , Edema in less than one third.

12

5. EPENDIMOMA
Incidence

common children. Age

: 5% of Intracranial tumor, but third most intra cranial neoplasma in : Children and Adolescent 50% younger than 5 years Second, much smaller in adult 30-40 years

0ld Location

: 60-70% infratentorial (mostly in children), 70% from fourth ventricle. 30-40% supratentorial. Pathology : Several type : celluler, epithelial :rosettes ,papillary mixopapillary. Calcification in 50% . Cyst

common. Hemorrhage uncommon


(40%). Radiology/ CT scan Surival
13

: Isodense, calcified in 50%. : 25-50% : 5 years survival.

6..MEDULOBLASTOMA
Incidence

: 6% of primary intracranial tumor.

Second most common childhood


brain
Age

tumor. : 75% < 15 years .50% < 10

Location Pathology

years.Second peak at 20- 30 years : Exclusively cerebellar : Densely cellular neoplasma with
hiperchromatic nuclei. May from pseudorosettes. : Approximately 90% are well defined, hiperdense, midline posterior fossa

Radiology/CT

14

7. MENINGIOMA
Incidence

: 15-20% of primary intracranial tumor, most common non glial

neoplasm. Age

: Peak incidence: 40-60 years Female: Male = 2:1 (brain) 4:1 (spine)

15

7. MENINGIOMA (b)
Location

: Tumor can be : Globular en plaque intra osseus. Parasagital convexity:30-40% , Sphenoid wing : 15-20% , Olfactory groove/planumsphenoid:10 %, Suprasellar : 10% , Falx 5% Pathology : Meningepithelial,syncytial, whorl. Fibroblastic : sheets. Transitional.
16

MENINGIOMA (c)
Radiology

: Skull film ( sclerosis, vascular channel,

increased calcification, bone destruction,pneumosinus

dilatans CT scan

: Sharply delinated , 75% homogeneusly

hyperdense,
isodense.
17

on non
enhanced CT , 25%

KARAKTERISTIK TUMOR OTAK


1.

2. 3.

4.

Menurut Lokasi : Tumor otak mempunyai gejala khas sesuai gangguan fungsi vital dimana tumor berada. Menurut Jenis tumor: Tumor otak tertentu mempunyai sifat dan manifestasi klinik ttt. Menurut Ukuran tumor : Tumor otak yang besar menyebabkan kerusakan otak yang lebih luas, dg gejala klinik yang lebih kompleks. Menurut Jumlah tumor : tunggal tumor primer, multiple biasanya metastasis.

18

MANIFESTASI KLINIK TUMOR OTAK (1)


Tanda gejala lokalisatorik yg benar. Dasar : Bagian otak ttt punya fungsi ttt Bila ada ggn fs ttt pasti ada ggn organik pada otak ttt tadi Tanda-gejala ini sering lepas dari pengamatan, setelah ada proses desak ruang baru disadari. 2. Gejala ini timbul sebelum ada manifestasi TIK meninggi, mis : monoparesis,hemiparesis, hemianopsia, anosmia.
1.

19

MANIFESTASI KLINIK TUMOR OTAK (2)


2. Gejala dan tanda lokalisatorik yang menyesatkan. Tak sesuai dengan ggn fs bagian otak dimana tumor berada. Mis : - kelumpuhan N III , IV , VI - refleks pathologis ke-2 sisi - gangguan mental -gangguan endokrin - encephalomalasia
20

MANIFESTASI KLINIK TUMOR OTAK (3)


3. Tanda dan gejala akibat TIK meninggi. Mis : Gangguan kesadaran, sefalgia, muntah, kejang,gangguan mental, rasa abnormal , papiledema , pembesaran kepala anak , bradikardi- tensi meninggi, gangguan irama napas dll. -Gejala umum ini terjadi o.k : akibat langsung dari massa tumor, edema otak atau obstruksi LCS.

21

MANIFESTASI KLINIK TUMOR OTAK (4)


Tanda tanda fisik diagnostik : - Papil edema. -Pembesaran kepala anak ,dgn pelebaran sutura -Hipertensi yang progresif, sebagai mekanisme kompensasi, bradikardi. -Irama dan frekwensi pernapasan yg berubah.

22

MANIFESTASI KLINIK TUMOR OTAK (5)


GANGGUAN KESADARAN : Akibat tekanan intrakranial meninggi, timbul ancaman herniasi otak, dgn akibat penurunan kesadaran. Misalnya : Sindroma unkus atau kompresi diensephalon ke lateral,sindroma kompresi sentro rostrokaudal thd BO, Herniasi otak kecil ke foramen magnum. Keadaan ini menyebabkan kegawatdaruratan medik.

23

DIAGNOSIS TUMOR OTAK (1)


ANAMNESIS ; - Keluhan yang sifatnya kronis-progresif. - Misalnya : Nyeri kepala m.l.m hebat dlm bbrp minggu / bulan. Atau nyeri kepala ,kmdn diikuti defisit neurologik yang lain mis :gangguan motorik, sensorik.

24

DIANOSIS TUMOR OTAK (2)


INGAT GEJALA UMUM: 1.Sefalgia : berdenyut, terasa pagi hari, meningkat bila

mengejan, batuk atau angkat berat. 2. Muntah : pagi hari, tak bhb dg makanan ,sifatnya proyektil. 3.Kejang : fokal / umum, tumor dekat girus pre sentralis. 4. Perubahan mental: demensia,apatis,gangg. berpikir dan daya ingat. 5.Papiledema dgn pem funduskopi. 6.Pembesaran kepala anak. 7.Bradikardi dan hipertensi.

25

DIAGNOSIS TUMOR OTAK (3)


INGAT SINDROM FOKAL/ LOKALISATORIK : Lobus Frontalis : sefalgia & gangg .mental Lobus Temporalis: tinitus,halusinasi

auditorik, afasi sensorik. Daerah Pre sentralis:kejang dan hemiparesis , kontralateral. Lobus Parietalis : Gangg. Sensibilitas , asteriognosia ( tak mampu mengenal barang yang dipegang.

26

DIAGNOSIS TUMOR OTAK (4)


INGAT SINDROM FOKAL: Lobus Oksipitalis :sefalgia, gangg.medan

penglihatan, agnosia visual. Serebelum :ataksia, disdiadokokinesis, dismetri, rebound phenomen, disartri. Batang Otak : gangg.kesadaran & gangg. saraf spinal.

27

DIAGNOSIS TUMOR OTAK (5)


INGAT TANDA-TANDA LOKALISATORIK YANG

MENYESATKAN : Kelumpuhan N III , IV , VI Refleks patologis positif. Gangguan mental < demensia dll. Gangguan endokrin.

28

PEMERIKSAAN PENUNJANG TUMOR OTAK (1)


X FOTO KRANIUM: -sejak 1895 : William Roentgent -Gambaran destruksi sella tursika - Kalsifikasi (+) pada astrositoma - Sutura kepala anak : melebar 2. EEG: kumpulan gelombang lambat, menunjukkan lokasi tumor. 3.ARTERIOGRAFI: - sejak 1927 : Monitz - tampak pbl.darah di otak sebagai : neovaskularisasi.
1.

29

PEMERIKSAAN PENUNJANG TUMOR OTAK (2).


BRAIN CT SCAN : -Sejak 1972 : Godfrey Hounsfield -Dapat melihat : letak tumor,besar, jumlah, adanya edema otak, kalsifikasi . 2.MAGNETIC RESONANCE IMAGING(MRI). -Ditemukan sejak 1980, masuk Indonesia 1990.,Hasilnya lebih unggul dari CT Scan, terutama tumor otak yang letaknya di fossa kranii posterior.
1.

30

PENGELOLAAN TUMOR OTAK(1)


1.

TERAPI KONSERVATIF. A. Sefalgia : R/ Analgetika. B. Kejang diberikan anti kejang. C. Pemberian antiedema, misalnya ; R/ Asetolamide(Diamox) S 3dd I R/ Dexametason S 4dd I.

31

PENELOLAAN TUMOR OTAK (2)


2. TERAPI PEMBEDAHAN.

- Tujuannya adalah dekompresi , mereduksi efek massa , penyelamatan jiwa. -Craniotomy , diupayakan pengangkatan secara intoto , pembedahan paliatif dilakukan utk mengurangi TIK tinggi, bila terjadi hidrosefalus, dengan pemasangan VP shunt, sebelum operasi tumor dillaksanakan. - Pembedahan berupa reseksi partial ,sering memerlukan radioterapi pd tumor yg radiosensitif.
32

PENGELOLAAN TUMOR OTAK (3)


3.RADIOTERAPI : - untuk tumor radioresponsif, post kraniotomi atau yg tak mungkin dioperasi. - perhatikan toleransi jar. otak sehat. - diperlukan tehnik pemberian radiasi dg. presisi yang tinggi, steriostaksik. - 6000 rad dg dosis terbagi.

33

PENGELOLAAN TUMOR OTAK (4)


4. TERAPI SITOSTATIKA.

34

-Kurang memuaskan -Dapat diberikan secara sistemik atau intratekal , misalnya : vinkristin, metrotexate, nitrosuria (BCNU). 5. REHABILITASI MEDIK. - Untuk memulihkan defisit neurologi ke arah kehidupan sehari-hari (ADL) yang lebih baik .

PROGNOSIS TUMOR OTAK TERGANTUNG :


1. 2. 3.

4.
5. 6.

Jenis tumor : intraaksial(glial) atau ekstra aksial (non glial ) Ukuran tumor : kecil, sedang, besar. Lokasi tumor : tempat penting atau daerah silence area. Malignancy : ganas atau jinak. Diagnosis dini atau terlambat. Pengaruh pembedahan / penyinaran.

35

TUMOR MEDULA SPINALIS SPINAL CORD TUMOR


JENIS TUMOR MS SEMUA UMUR : 1. Meningioma ; 25% 2. Neurofibroma : 25% 3. Glioma : 15% 4. Sarcoma : 10% 5. Angioma : 5% 6. Metastasis : 10% 7.Miscellaneous : 10% UNTUK ANAK-ANAK : 1. Glioma : 25% 2. Dermoid : 15% 3.Sarcoma : 15 %

36

MEDULA SPINALIS
M S : berisi neuron-neuron dan jaras-jaras yg mempunyai fungsi tertentu: - cornu anterior - cornu lateralis - cornu posterior - tractus spinothalamicus - tractus spinoserebellar - tractus corticospinal 2. MS memanjang dlam kanalis MS , dari For.magnum spi batas atas vert. Lumb -2. 3. Gejala dan tanda lesi MS tergantung: a. Tinggi lesi/ letak lesi. b. Luas lesi, transversal partial / total.
1.

37

GEJALA LESI : Medula spinalis


1. Keluhan motorik: lemah kedua tungkai atau

ke-4 anggota gerak. 2. Keluhan sensorik: rasa semuten, tebaltebal, dari kedua kaki sampai batas tertentu di bagian tubuh. 3. Keluhan otonom : tak keluar keringat, gangg.miksi, defekasi maupun fungsi seksual. 4. Keluhan nyeri leher, pinggang atau pinggang bawah (LBP) dll.

38

TANDA LESI : Medula spinalis


1. GANGGUAN MOTORIK :

a. Setinggi lesi : LMN b. Dibawah lesi : UMN 2. GANGGUAN SENSIBILITAS : a. T4 : setinggi papila mamae b. T10 : setinggi umbilicus c. L1 : setinggi lipat paha. d. Lainnya lihat peta dermatom. 3. GANGGUAN FUNGSI OTONOM : a. Gangguan miksi ; retensio / inkontinensia urine. b. Gangguan defikasi: retensia / inkontinensia alvi. c. Gangguan seksual: gg. Ereksi / ejakulasi.

39

CONTOH KLINIK LESI TRANSVERSAL TOTAL MS.


1. C4

: tetraplegi spastika 2. C5 : tetraplegi lengan tipe flaksid ( LMN ) tungkai tipe spastik ( UMN ) 3. T : paraplegi spastika 4. conus medularis : Motoorik normal / kel.tak nyata Saddle anesthesi simetris Gangguan miksi,defikasi,retensio alvi / urinae. Gangguan fungsi seksual, ereksi , ejakulasi.

40

CONTOH DIAGNOSIS TUMOR MS


1.D K

DT DE

: Paraplegi inferior spastika. Anestesia setinggi umbilikus Inkontinensia urine et alvi : Medula spinalis setinggi T 10. : Lesi kompresi transversal total MS. DD/ SOL.

41

MANIFESTASI KLINIK TUMOR MEDULA SPINALIS


1. 2. 3. 4. 5. 6.

Perjalanan penyakit kronis- progresif. Tidak ada riwayat trauma , sakit panas dan batuk kronis. Keluhan tungkai m.l.m. berat. Gangguan sensibiltas sesuai tinggi lesi MS Gangguan fungsi otonom. DD/ : -HNP - Mielitis transversal - Oclusi a. spinalis anterior - Servical spondylosis - Syringomieli servical - Pott`s disease (TBC).

42

TUMOR INTRADURAL INTRA MEDULER


Etiologi: Astrositoma

Ependymoma Syingomieli Tanda khas: MS bengkak fusiform Fusiform cord swellin Batas blok: smooth Displacement of the cord negatif Forament enlargment (-) Pedicle : Bilateral flattening.

43

TUMOR INTRADURAL EXTRAMEDULAR


Etiologi : Meningioma

44

Neuroblastoma Characteristic mielogarphic sign : sub arachnoid cup Border of the block : smooth Displacementbof the cord (+) Forament enlargement (+/) Pedicle :unilateral erosion. .

TUMOR EXTRADURAL
Etiologi: Tumor metas.

Lymphoma Sarcoma HNP Pott`s diseas Characteristic mielographic sign: shape,shadow tapering Broder of the block: irregular Displacement of the cord (+)
45

DIFFERENTIAL DIAGNOSIS
HERNIA NUKLEI PULPOSUS adl su. keadaan dimana sebagian atau seluruh nu.pulposus mengalami penonjolan ke canalis spinalis , shg menimbulkan defisit neurologis sesuai dermatum saraf yang tertekan. 2. SINDROMA KAUDA EKUINA. adl kumpulan gejala yang t.d. nyeri pinggang bawah, uni/bilateral sciatic, kelemahan tungkai ,gangguan sensorik, disfungsi visceral( miksi, defikasi) , saddle anestesi dsb.
1.
46

LESI KAUDA EKUINA


I. AKUT :

1. Herniasi diskus sentral. 2. Kolaps vertebra ok metastasis. 3. Spinal sub arachnoid hemorage. 4. Hematoma akut ekstradural. 5. Trauma . II. KRONIS : 1. Tumor ekstrinsik. 2. Tumor primer kauda ekuina. 3. Spinal stenosis. 4. Hernia diskus sentral kronik. 5. Infeksi, abses- tuberkuloma.

47

HERNIA NUKLEI PULPOSUS (HNP)


Hernia diskus sentral, sering terjadi :

Pada arah dorsolateral. Segmen tersering : L4-5. L5-S1. Derajat herniasi : 1. Disc degeneration. 2. Prolapse. 3. Extrusion. 4. Squestration

48

HNP (2)
GEJALA KLINIS:

1. Tergantung : a. Derajat herniasi.


b. Ukuran kanalis spinalis. c. Jumlah radiks yg.terlibat. 2. HNP Ringan: Sindrom terbatas, Saddle anestesi Disfungsi sphincter.

49

HNP (3)
3. HNP Masif :

a. Sindroma sacral bilateral. b. Hipestesi. c. Nyeri perineum, bokong, tungkai blk. d.Kelemahan tungkai. e. Disfungsi sphincter.

50

HNP (4)
4. SINDROMA KAUDA EKUINA.

a. Nyeri radikuler berat pinggang bawah sampai tungkai. b. Gangguan miksi dan defikasi. c. Distensi kandung kemih berlanjut, inkontinen over flow. d. Refleks fisiologis menurun.

51

DIFERENTIAL DIAGNOSIS
SINDROMA KAUDA SINDRMA KONUS

EKUINA
1. Sifat nyeri:radikuler 2.Hipestesi: saddle

hypesths. 3.Defisit motorik:


Asimetrik, arefleks paraplegi

4. Sphincter: retensio urine 5. Disfungsi seksual :


Impotensi JARANG.

MEDULARIS. 1.nyeri pinggang, nyeri radikuler sedang 2. Terbatas regio perineal. 3. Paresis ekstremitas` bawah bag.distal. 4.Retensio urine dan atonik sphincter anal. 5. Impotensi SERING.

52

GAMBARAN KLINIK LESI DI L4 L5 S1


1. Sensorik : Anteromed. tungkai 2. Motor: Extension weakness of Quadric F Ant-lat tungkai med-pedis Gluteus med. Dorsoflex. great toe & foot Heel walking Non reliable + Sisi latpedis Hallux flexi Plantarflex great toe & foot Walking in toe Ankle jerk+

3. Screening Squat & rise exam 4. Reflex : Knee jerk 5. Sciatic strech 30-70

53

GAMBARAN KLINIK LESI DI L4


Sensorik hipestesi : Anteromed.tungkai 2. Motori weakness : Extension of quadri.F & atrofi. 3. Screening exam : Squqt & rise. 4. Reflex : Knee jerk diminished 5. Sciatic leg strech : Lasseque : 30-70 Bowstring sign (+)
1.

54

GAMBARAN KLINIK LESI DI L5


Sensorik hipestesi: Anterolateral tungkai , + sisi medial pedis spi ibu jari . 2.Motor weakness : gluteus med.+ trendelen berg limb., dorsoflexion of great toe and foot. 3. Screening exam : Heel walking. 4. Reflex : non reliable. 5. Sciatic leg strech: Lasseque 30-70 Bowstring sign (+0.
1.
55

GAMBARAN KLINIK LESI DI S1


1.

2.
3. 4. 5.

Sensrik, hipestesi: Sisi lateral pedia. Motor weakness : Hallux flexi, & eversi pedis,plantar flextion . Reflex : Ankle jerk diminished. Screening exam : Walking on toe. Sciatic leg strech : Lasseque 30-70 Bowstring sign (+).

56

PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. EMG : Iritasi , tak perlu 0perasi.

Kompresi , perlu operasi. 2.RADIOLOGI : Foto polos Mielografi/ Kaudografi MRI Diskografi.

57

TATALAKSANA
1. Medikamentosa. Analgetika , walau kurang menolong. Steroid, metilprednisolon, utk trauma. 2. Operasi : a. Disektomi : mengeluarkan diskus. b. Laminektomi: memotong sebagian vertebra. 3. Pengembalian defisit neurologi lama ,dan tak memuaskan, operasi segera maks 24 jam keluhan. Fungsi kandung kemih problem paling lama bisa membaik.

58