Anda di halaman 1dari 24

Metabolisme vitamin

Vitamin adalah senyawa organik yang dibutuhkan dalam jumlah kecil untuk kerja metabolisme tubuh secara normal dan tidak dapat dibuat oleh tubuh. Jumlah vitamin yang dibutuh setiap orang bervariasi,bergantung pada faktor-faktor seperti ukuran tubuh, kecepetan pertumbuhan,jumlah latihan, dan kehamilan.

Jumlah kebutuhan vitamin harian


A Tiamin Riboflavin Niasin Asam askorbat D E K Asam folat B12 Piridoksin Asam pantotenat 5000 UI 1,5 mg 1,8 mg 20 mg 45 mg 400 UI 15 UI 70g 0,4 mg 3g 2 mg tidak diketahui

Vitamin A
Vit A tidak terdapat pada sayuran tapi provitamin untuk pembentukan Vit A banyak terdapat pada sayuran. Provitamin tersebut berupa pigmen karotenoid kuning dan merah,yang mengandung struktur kimia yang mirip Vit A dan dapat diubah menjadi Vit A di dalam hati.

Manfaat Vitamin A Membentuk pigmen penglihatan yang dapat mencegah buta senja,Vit A juga penting untuk pertumbuhan normal sebagian besar sel tubuh ,kususnya pertumbuhan dan proliferasi normal berbagai jenis sel epitel yang berbeda.

Defisiensi Vit A akan mengakibatkan : 1. Kulit bertanduk dan kadang-kadang jerawat 2. Kegagalan pertumbuhan termasuk terhentinya pertumbuhan tulang 3. Kegagalan reproduksi kususnya mengganggu daur haid wanita 4. Keratinisasi kornea yang menimbulkan kekeruhan kornea dan kebutaan

Tiamin (Vitamin B1) Tiamin bekerja pada sistem metabolisme tubuh terutama dalam bentuk tiamin pirofosfat. defisiensi tiamin menyebabkan penurunan penggunaan asam pirufat dan sebagian asam amino oleh jaringan tetapi terjadi peningkatan penggunaan lemak. selain itu defisiensi tiamin juga menyebabkan degenerasi selubung meilin serat saraf baik pada saraf perifer maupun sistem saraf pusat. defisiensi tiamin juga memperlemah otot jantung yang dapat mengakibatkan gagal jantung. Defisiensi tiamin mengakibatkan gangguan pencernaan, kostifasi berat, anoreksia, atoni gaster, dan hipoklorhidria.gejala-gejala diatas merupakan gejala beri-beri.

Niasin disebut asam nikotinat yang bekerja dalam tubuh sebagai koenzin dalam bentuk nikotinamida adenin dinukleotida(NAD) dan nikotinamida adenin dinukleotida fosfat (NADH). Defisiensi niasin yang ringan menyebabkan kelemahan otot dan sekresi kelenjar yang buruk.tetapi defisiensi niasin yang berat dapat mengakibatkan kematian jaringan yang nyata,menyebabkan kulit sukar memperbaiki kerusakannya. Selain itu dapat menyebabkan iritasi dan inflamasi selaput lendir mulut serta pendarahan saluran cerna.

Riboflavin (Vitamin B2) Biasanya berikatan dengan asam fosfat di dalam jaringan untuk membentuk dua koenzim yakni flavin mononukleotida (FMN) dan flavin adenin dinukleotida(FAD). Defisiensinya dapat menyebabkan gangguan pencernaan , rasa terbakar pada kulit dan mata, pecahnya sudut mulut, nyeri kepala, depresi mental, dan mudah lupa.

Vitamin B12 Dalam metabolisme bertindak sebagai koenzim aseptor hidrogen yang mereduksi ribonukletida menjadi deoksiribonukleotida dalam replikasi gen. Fungsi Vitamin ini adalah meningkatkan pertumbuhan serta meningkatkan pembentukan dan pematangan sel darah merah. Defisiensi vitamin ini dapat mengakibatkan anemia pernisiosa sehingga penderita kehilangan sensasi perifer yang berat dan pada kasus yang berat dapat mengakibatkan kelumpuhan.

Asam folat (Asam Pteroiglutamat) Yang berfungsi sebagai pembawa gugus hidroksimetil dan formil. Asam folat berperan penting dalam sintesis purin dan timin yang dibutuhkan untuk pembentukan asam DNA.kekurangan asam folat dapat mengakibatkan anemia makrositik yang hampir identik dengan anemia pernisiosa. Vitamin D Vitamin meningkatkan absorpsi kalsium dari saluran cerna dan juga membantu mengontrol penyimpanan kalsium dalam tulang. Vit D terutama meningkatkan pembentukan protein pengikat kalsium dalam sel epitel usus yang membantu absorpsi kalsium.

Piridoksin (Vitamin B6) Peran piridoksin yang penting yaitu sebagai koenzim dalam proses transaminasiuntuk sintesis asam amino.peridoksin bekerja pada transpor beberapa asam amino melintasi membran sel. Pada anak-anak defisiensi Vitamin ini mengakibatkan kejang, dermatitis, dan gangguan cerna seperti mual dan muntah. Asam pantotenat Asam pantotenat diubah menjadi koenzim A di dalam tubuh yang membantu poses metabolisme tubuh. Diperkirakan hampir dalam setiap jenis makanan ditemukan vitamin ini mungkin dapat disintesis dalam tubuh.

Asam Askorbat (Vitamin C) Asam ini penting untuk mengaktifkan enzim prolil hidroksilase yang menunjang tahap hidroksilasi dalam pembentukan hidroksiprolin suatu unsur integral kolagen. Vitamin ini penting untuk pertumbuhan dan kekuatan serat dalam jaringan subkutan, kartilago, tulang, dan gigi.kekurangan Vit ini selama 20 sampai 30 minggu mengakibatkan skorbut seperti gagal penyembuhan luka,terhentinya pertumbuhan tulang serta dinding pembuluh darah menjadi sangat rapuh.

Vitamin E fungsi vitamin E berhubungan dengan asam lemak tak jenuh,yaitu menyediakan perlindungan untuk mencegah oksidasi lemak tak jenuh. Bila tidak ada vitamin E jumlah lemak tak jenuh di dalam sel berkurang ,menimbulkan kelainan struktur dan fungsi dari organel selular seperti mitokondria,lisosom, dan membran sel. Vitamin K Kekurangan vitamin K menyebabkan pembekuan darah terhambat sehingga proses penyembuhan luka jadi terganggu.

Metabolisme mineral
Magnesium Magnesiun ditemukan sekitar seperenam jumlah kalium di dalam sel. Magnesium dibutuhkan sebagai katalis pada kebanyakan reaksi enzimatik intraseluler terutama yang berkaitan dengan metabolisme karbohidrat.peningkatan konsentrasi magnesium ekstraseluler akan menekan aktifitas sistem saraf juga menekan kontraksi otot rangka. konsentrasi magnesium yang rendah menyebabkan peningkatan iritabilitas sistem saraf, vasodilatasi perifer dan aritmia jantung terutama setelah infrak miokard akut.

Kalsium Kalsium terdapat dalam tubuh terutama dalam bentuk kalsium fosfat dam tulang. Kelebihan jumlah ion kalsium dalam cairan ekstraseluler dapat menyebabkan jantung berhenti pada sistol dan dapat bekerja sebagai faktor depresan bagi kejiwaan. Kadar kalsium yang rendah dapat menyebabkan lepas muatan serat saraf secara spontan sehingga menyebabkan tetani.

Jumlah kebutuhan mineral harian


Na K Cl Ca P Fe I Mg Co Cu Mn Zn 3,0 gram 1,0 gram 3,5 gram 1,2 gram 1,2 gram 18,0 mg 150,0 g 0,4 gram tidak diketahui tidak diketahui tidak diketahui 15 mg

Fosfor Adalah anion utama cairan intraseluler.fosfat mempunyai kemampuan berkombinasi bolak-balik dengan sejumlah besar sistem koenzim dan juga sejumlah besar senyawa lain yang penting pada proses metabolisme. Besi Besi berkaitan dengan pembentukan hemoglobin.dua pertiga besi dalam tubuh terdapat dalam bentuk hemoglobin terutama dalm hati dan dalm sumsum tulang. Besi sangat penting dalam tubuh baik untuk transpot oksigen ke jaringan maupun untuk mempertahankan sistem oksidasi di dalam sel jaringan.

Iodium Seluruh tubuh kira-kira hanya mengandung 14 mg iodium. Iodium merupakan elemen esensial untuk pembentukan tiroksi dan triiodotironin,dua hormon esensial untuk mempertahankan laju metabolisme normal dalam seluruh sel. Seng Seng adalah bagian integral dari kebanyakan enzim,salah satu yang penting adalah karbonik anhidrase yang terdapat dalam konsentrasi yang tinggi di sel darah merah.enzim ini bertanggung jawab pada penggabungan karbondioksida dengan air dalam sel darah merah pada peredaran darah kapiler periferdan untuk pelepasan karbondioksida dari darah kapiler paru ke dalam alveoli.seng penting untuk pencernaan proteindalam saluran cerna.

Flour Flour akan melindungi gigi dari karies.flour menghambat kerja berbagai logam renik yang diperlukan untuk mengaktifkan enzim bakteri yang menyebabkan karies,oleh sebab itu bila terdapat flour enzim tetap tidak aktif dan tidak menimbulkan karies gigi. Kelebihan flour dapat menyebabkan fluorosis yang menimbulkan gejala ringan seperti gigi geligi dengan bercak-bercak dan tulang yang membesar.

Metabolisme Air
Tubuh tersusun atas sekitar 65 sampai 70% cairan tubuh. Air merupakan produk utama dari metabolisme oksidatif makanan.dua pertiga jumlah total air tubuh(55-65% berat badan pada laki-laki dan 10% lebih rendah pada wanita) terdapat sebagai cairan intrasel.dari cairan extraseluler sisanya,plasma darah menyusun kurang lebih 25%. Pengaturan keseimbangan air bergantung pada mekanisme hipotalamus dalam mengendalikan rasa haus,pada hormon antidiuretik (ADH) dan pada retensi atau ekskresi air oleh ginjal dan kehilangan evaporatif karena respirasi dan perspirasi.

Cairan ekstrasel

Cairan tubuh

Cairan intrasel

Air dalam tubuh diatur oleh asupan cairan yang diatur oleh faktor-faktor yang menentukan rasa haus dan ekskresi ginjal yang diatur oleh berbagai faktor yang mempengaruhi filtrasi glomerolus dan reabsorpsi tubulus. Bila terdapat kelebihan air dalam tubuh dan osmolaritas cairan tubuh menurun,ginjal akan mengeluarkan urin dengan osmolaritas serendah 50 mOsm/liter,yaitu konsentrasi yang hanya sekitar seperenam dari osmolaritas cairan ekstraseluler normal.sebaliknya bila terjadi kekurangan air dan osmolaritas cairan ekstraselular tinggi ginjal akan mengeluarkan urin dengan konsentrasi sekitar 1200 sampai 1400 mOsm/liter.

Bila osmolaritas cairan tubuh meningkat diatas normal (yaitu,zat terlarut dalam cairan tubuh menjadi terlalu pekat), kelenjar hipofise posterior mengeluarkan lebih banyak ADH, yang meningkatkan permiabilitas tubulus distal dan duktus koligentes terhadap air. Keadaan ini memungkinkan terjadinya reabsorpsi air dalam jumlah besar dan penurunan volume air, tapi tidak menghambat ekskresi zat terlarut oleh ginjal. Bila terdapat yang berlebihan di dalam tubuh dan osmolaritas cairan ekstraseluler menurun, sekresi ADH oleh hipofase posterior menjadi menurun. Oleh sebab itu menurangi permeabilitas tubulus distal dan duktus koligentes terhadap air, yang menghasilkan jumlah urine encer yang banyak.

Air terus hilang dari tubuh dari paru-paru melalui evaporasi ke dalam udara ekspirasi, traktus gastrointestinal melalui feses. Kulit melalui evaporasi dan perspirasi. Ginjal melalui ekresi urin. Bila terdapat kekurangan air dalam tubuh, ginjal membentuk urin pekat dengan terus menerus mengekskresikan zat terlarut sementara meningkatkan reabsorpsi air dan menurunkan volume urin yang terbentuk.