Anda di halaman 1dari 25

AUTISME

Timothea Stephanie 030.08.241

Definisi
Gangguan perilaku pada awal kehidupan anak yang disebabkan oleh gangguan perkembangan otak yang ditandai dengan ciri pokok yaitu terganggunya perkembangan komunikasi sosial, interaksi sosial, dan imajinasi sosial.

Epidemiologi
2003 14-39 bayi per 10.000 Laki-laki : wanita = 4:1

Etiologi
1. 2. 3.

Teori Psikoanalitik Teori Genetika Studi biokimia dan riset neurologis

Patofisiologi
Hiperserotoninemia Sistem pencernaan tidak sempurna

Susu

sapi (casein) dan tepung terigu (gluten) amino + peptida peptida diserap tubuh aliran darah dan otak diubah oleh reseptor opioid gliodorphin dan casomorfin merusak sel otak fungsi kognitif, reseptif, atensi dan perilaku terganggu

Gambaran Klinis

Terganggu interaksi sosial Tingkah laku sterotipes Abnormal terhadap respon rangsangan sensorik Intelijen

Diagnosis
Kriteria DSM IV Enam atau lebih gejala dari (1), (2), and (3), dengan paling sedikit 2 dari (1) dan 1 dari masing-masing (2) and (3)

1.Gangguan kualitatif interaksi sosial, yang terlihat sebagai paling sedikit 2 dari gejala berikut: 1.1.Gangguan yang jelas dalam perilaku non-verbal (perilaku yang dilakukan tanpa bicara) misalnya kontak mata, ekspresi wajah, posisi tubuh, dan mimik untuk mengatur interaksi sosial. 1.2.Tidak bermain dengan teman seumurnya, dengan cara yang sesuai. 1.3.Tidak berbagi kesenangan, minat, atau kemampuan mencapai sesuatu hal dengan orang lain, misalnya tidak memperlihatkan mainan pada orang tua, tidak menunjuk ke suatu benda yang menarik, tidak berbagi kesenangan dengan orang tua. 1.4.Kurangnya interaksi sosial timbal balik.Misalnya: tidak berpartisipasi aktif dalam bermain, lebih senang bermain sendiri.

2.Gangguan kualitatif komunikasi yang terlihat sebagai paling tidak satu dari gejala berikut: 2.1.Keterlambatan atau belum dapat mengucapkan kata-kata berbicara, tanpa disertai usaha kompensasi dengan cara lain misalnya mimik dan bahasa tubuh. 2.2.Bila dapat berbicara, terlihat gangguan kesanggupan memulai atau mempertahankan komunikasi dengan orang lain. 2.3.Penggunaan bahasa yang stereotipik dan berulang, atau bahasa yang tidak dapat dimengerti. 2.4.Tidak adanya cara bermain yang bervariasi dan spontan, atau bermain meniru secara sosial yang sesuai dengan umur perkembangannya.

3.Pola perilaku, minat dan aktivitas yang terbatas, berulang dan tidak berubah (stereotipik), yang ditunjukkan dengan adanya 2 dari gejala berikut: 3.1.Minat yang terbatas, stereotipik dan menetap dan abnormal dalam intensitas dan focus. 3.2.Keterikatan pada ritual yang spesifik tetapi tidak fungsional secara kaku dan tidak fleksibel. 3.3.Gerakan motorik yang streotipik dan berulang, misalnya flapping tangan dan jari, gerakan tubuh yang kompleks. 3.4.Preokupasi terhadap bagian dari benda.

Keterlambatan atau fungsi abnormal pada keterampilan berikut, yang muncul sebelum umur 3 tahun. Interaksi sosial. Bahasa yang digunakan sebagai komunikasi sosial. Bermain simbolik atau imajinatif. Bukan lebih merupakan gejala sindrom Rett atau Childhood Disintegrative Disorder.

Diagnosis Banding
1.

2. 3.

4.

Skizofrenia dengan onset masa anak-anak Sindroma Rett Sindroma Asperger Retardasi Mental

Penatalaksanaan

Obat seratogenik Metode Lovaas (ABA):


Kemampuan memperhatikan Kemampuan menirukan Bahasa reseptif Bahasa ekspresif Kemampuan preaakademis Kemampuan mengurus diri sendiri

3 Prinsip ABA
Terstruktur menggunakan teknik yang jelas Terarah kurikulum jelas untuk membantu mengarahkan terapi Terukur keberhasilan dan kegagalan menghasilkan perilaku yang diharapkan, diukur dengan berbagai cara, tergantung kebutuhan

Terapi Applied Behavior Analysis (ABA) anak autistik, mesti mendasarkan proses pengajaran pada pemberian stimulus (intruksi), respon individu (perilaku) dan konsekuensi (akibat perilaku)

Prognosis

Berat ringannya gejala atau kelainan otak Usia Kecerdasan Bicara dan bahasa Terapi yang intensif dan terpadu

Sindrom Rett

kelainan neurodegenerative dengan etiologi yang belum diketahui yang terjadi hanya pada anak wanita

Epidemiologi

prevalensi sekitar 1/15000 atau 1/22000.

Etiologi

diperkirakan merupakan akibat dari pewarisan dominant terkait-X yang mematikan pada janin laki-laki

Manifestasi Klinis

Perkembangan berjalan secara normal sampai usia 1 tahun saat terjadi kemunduran dalam kemampuan berbicara dan motorik serta mikrosefali didapat menjadi tampak. Tremor gerakan tangan halus atau gaya berjalan ataksik merupakan temuan neurologist awal. menarik napas yang aneh dengan masa apnea sebentar-sebentar disertai dengan sianosis gerakan tangan meremas berulang hilangnya penggunaan tangan bertujuan dan spontan, yang mungkin tidak tampak sampai umur 2-3 tahun.

Daftar Pustaka
1. 2.

3. 4. 5. 6. 7.

8.
9. 10.

Kasran, Suharko. 2003. Autisme: Konsep yang Sedang Berkembang. Bagian Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti. Jurnal Kedokteran Trisakti, Vol 22 No. 1; 24-30. Sadock, B. J dan Alcot, V. 2007. Kaplan and Sadocks Synopsis of Psychiatry Behavioural Sciences/Clinical Psychiatry. 10th Edition. University School of Medicine New York; Chapter 42. Campbell JM, Morgan SB, et al. 2004. Autism Spectrum Disorder and Mental Retardation. Chamberlin, Stacey; Narins, Brigham. 2005. The Gale Encyclopedia of Neurological Disorders volume 1. USA; p 122-26 Sidharta P. 1994. Neurologi Klinis dalam Praktek Umum. Dian Rakyat. Jerald Kay; Allan Tasman. 2006. Essentials of Psychiatry. John Wiley & Sons, Ltd. Azwandi, Yosfan. 2005. Mengenal dan Membantu Penyandang Autisme, Jakarta. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Yatim, Faisal. 2003. Autisme Suatu Gangguan Jiwa pada Anak-anak. Jakarta: Pustaka Popular Obor. Danuatmaja, B. 2003. Terapi Anak Autis di Rumah, Jakarta: Puspa Suara Sutadi Rudi, Bawazir L.A, et al. 2003. Penatalaksanaan Holistik Autisme. Jakarta Pusat Informasi dan Penerbitan Bagian Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: FKUI