Anda di halaman 1dari 17

PERIODONTIK-ENDODONTIK

Disusun Oleh : 1. Winnaty Krisma (04091004010) 2. Erres Tifani (04091004011) 3. Sefty Rohma Ningrum (04091004012) 4. Tri Akbarisyah (04091004013) 5. Diah Tanjung Permata (04091004014) 6. Desi Sri Astuti (04091004015) 7. Ni Wayan Sriwijayanti (04091004016) 8. Dini Dwi Puspita (04091004017) 9. Meikhy Eka Saputra (04091004018)

Jaringan pulpa dan periodontal mempunyai hubungan yang erat, baik secara anatomis maupun fungsional. Inflamasi dapat meluas dari pulpa ke periodonsium atau sebaliknya dari periodonsium ke pulpa lesi endoperiodontal. Hubungan antara periodonsium dengan pulpa gigi melalui foramen apikal, kanal lateralis dan kanal aksesoris.

Klasifikasi lesi endodontik-periodontik


1. Menurut Walton & Torabinejad
berdasarkan defek (kerusakan) periodontium hasil prosedur diagnosis klinis. a. Defek yang Berasal dari Endodontik dihubungkan dengan gigi yang pulpanya nekrosis atau gigi yang telah mendapat perawatan endodontik yang kurang baik. b. Defek yang Berasal dari Periodontik cenderung melebar dan berbentuk V. Gambaran radiologik biasanya memperlihatkan kehilangan tulang yang menyeluruh baik vertikal maupun horisontal sepanjang permukaan pada ketinggian yang berbedabeda.

c. Kombinasi Murni Lesi Endodontik-Periodontik terdiri atas dua lesi yang terjadi bersamaan, satu merupakan lesi periradikuler yang berasal dari pulpa nekrosis, yang lain lesi periodontik yang berdiri sendiri yang meluas ke apikal menuju periradikuler.

2. Menurut Oliet dan Pollock berdasarkan pada prosedur perawatan.

a. Lesi yang Hanya Memerlukan Prosedur Perawatan Endodontik Gigi dengan jaringan pulpa nekrosis. Abses periapikal kronis. Fraktur akar, longitudinal dan horizontal. Perforasi akar, patologik dan iatrogenik. Gigi yang memerlukan hemiseksi atau radiseksi. Akar terpendam sebagian (submergence).

b. Lesi yang Hanya Memerlukan Prosedur Perawatan Periodontik Trauma oklusal yang menyebabkan pulpitis reversibel. Trauma oklusal dengan inflamasi gingival yang menyebabkan pembentukan poket. c. Lesi yang memerlukan Prosedur Perawatan Gabungan Endodontik-Periodontik Tiap lesi pada kelompok satu yang menghasilkan reaksi ireversibel pada membran periodontium dan memerlukan perawatan periodontik. Tiap lesi kelompok dua yang menghasilkan reaksi ireversibel pada jaringan pulpa dan memerlukan perawatan endodontik.

3. Menurut Cohen & Burn dan Simon

a. Lesi endodontik primer dengan keterlibatan periodontal sekunder


dapat terjadi karena perforasi akar pada PSA atau peletakan pin atau post yang salah selama restorasi koronal. respons yang terjadi dapat merupakan reaksi akut atau kronis. akut pembentukan abses periodontal, sakit, pembengkakan, adanya pus atau eksudat, pembentukan saku periodontal dan gigi mobiliti. kronis terjadi tanpa rasa sakit dan timbulnya saku dengan perdarahan sewaktu probing atau adanya eksudat.

b. Lesi periodontal primer dengan keterlibatan endodontik sekunder bakteri dan produk inflamatori dari periodontitis dapat memasuki pulpa melalui kanal aksesoris, foramen apikal atau tubulus dentin. c. Lesi kombinasi sebenarnya Lesi kombinasi sebenarnya terjadi bila pada gigi terdapat lesi endodonti dan juga terlibat periodontitis marginalis. Kedua lesi tersebut dapat bergabung ataupun terpisah. Masing-masing lesi tersebut bisa berlanjut sampai lesi menyatu.

Efek Penyakit Pulpa dan Prosedur Endodontik terhadap Jaringan Periodontium a. Iritan dari Jaringan pulpa nekrosis Akibat terbentuknya lesi endodontik, jaringan periodontium diganti oleh jaringan ikat inflamasi tanpa kerusakan permanen dari pelekatan jaringan ikat pada permukaan akar. b. Prosedur perawatan endodontik ekstirpasi pulpa, pembersihan & pembentukan saluran akar mendorong debris ke dalam membran periodontium terjadinya reaksi inflamasi akut di dalam periodontium berupa resorpsi sementum dan tulang alveolar. perforasi dasar kamar pulpa, akar, fraktur vertikal saat obturasi atau pemasangan pasak merusak jaringan periodontium.

c. Bahan-bahan saluran akar. Bahan yang dipakai di dalam saluran akar selama perawatan, dapat meresap melalui tulubus dentin dan menyebabkan nekrosis pada sementum. Hal ini akan menghambat penyembuhan jaringan periodontium yang terinflamasi.

Efek Penyakit Periodontium dan Prosedur Perawatannya terhadap Jaringan Pulpa a. Penyakit periodontium yang progresif. dapat mengakibatkan migrasi pelekatan ke arah apikal dan terbukanya permukaan akar pada rongga mulut dan masuknya iritan (bakteri plak). Saluran akar yang terbuka dapat meneruskan produk toksik ke dalam pulpa yang dapat menyebabkan kelainan atropik, degeneratif, inflamatif dan resorptif. Akumulasi plak pada akar dekat apeks, dapat menyebabkan inflamasi dan nekrosis pulpa.

b. Perawatan periodontium yang invasif. misalnya kuretasi yang dalam, akan merusak pembuluh darah di apikal dan menyebabkan nekrosis pulpa. Skeling dan root planing permukaan akar akan membuang sementum dan mengakibatkan terbukanya tubulus dentin dan saluran akar lateral.

Faktor-faktor Etiologi Lain yang Berpengaruh terhadap Lesi Kombinasi


a. Faktor-faktor anatomis tidak khas Susunan gigi yang jelek merupakan faktor pemicu trauma, misalnya impaksi makanan dan trauma oklusi. Adanya gigi berakar banyak pada posisi yang biasanya ditempati oleh gigi berakar tunggal, atau pada gigi berakar banyak ada akar-akar tambahan, terpisah atau bersatu. Adanya saluran-saluran tambahan yang mengakibatkan perubahan dalam morfologi gigi berakar tunggal atau banyak. Projeksi email servikal ke dalam furkasi gigi berakar banyak. Saluran-saluran lateral yang besar pada bagian koronal atau bagian tengah akar.

b. Trauma Trauma dapat menimbulkan poket periodontal yang dalam atau terbukanya furkasi pada gigi berakar banyak. Bila terdapat saluran lateral yang besar pada daerah poket, pulpa biasanya akan terbuka terhadap lingkungan mulut sehingga menyebabkan timbulnya masalah periodontal dan juga dapat mengakibatkan terjadinya pulpitis ireversibel. Kemungkinan trauma menyebabkan fraktur mahkota, fraktur akar atau migrasi akar yang dapat mengakibatkan terjadinya pulpitis ireversibel, nekrosis atau penyakit periapikal. Kemungkinan trauma melibatkan pulpa dan gangguan membran periodontium, dengan fistula yang mengalir melalui jaringan periradikuler dan keluar melalui krevis gingival.

c. Faktor-faktor lainnya Kesalahan iatrogenik, misalnya perforasi ke dalam furkasi gigi berakar banyak pada waktu terapi saluran akar, perfokasi akar pada waktu preparasi pasak, atau perforasi pada bagian apikal akar bengkok pada waktu instrumentasi. Kemungkinan faktor-faktor sistemik, misalnya penyakit sistemik (diabetes) yang dapat menyebabkan terjadinya lesi gabungan.