Hecting – Penjahitan Luka

Sandy H. S.kep.,Ners

Luka (Vulnus)
• Luka adalah kerusakan anatomi karena hilangnya kontinuitas jaringan oleh sebab dari luar. • Luka terbagi menjadi dua : - Luka terbuka (Vulnus Appertum) dan - Luka tertutup (Vulnus Occlusum).

1. Macam luka terbuka : - Luka iris (Scissum ) - Tusuk (Ictum), - Bakar (Combustio), - Lecet (Excoriasi/Abrasio), - Tembak (Sclopectorum), - Laserasi, Penetrasi, Avulsi, - Open Fracture dan - Luka Gigit (Vulnus Morsum).

2. Macam luka tertutup : - Memar (Contusio), - Bula, Hematoma, Sprain, - Dislokasi, Close Fracture, - Laserasi organ dalam.

calor.Klasifikasi luka berdasar ada tidaknya kuman : a. luka steril : luka dibuat waktu operasi. dolor. b. tumor. (golden period) c. . luka infeksi luka yg mengandung kuman dan telah berkembangbiak dan telah timbul gejala lokal maupun gejala umum. (rubor. fungsio lesa). luka kontaminasi : luka mengandung kuman tapi kurang dari 8 jam .

Teknik Perawatan Luka  Desinfeksi  Irigasi  Debridement  Perawatan perdarahan  Penjahitan Luka  Balut Luka  Angkat Jahitan .

 Jahitan digunakan u/ hemostasis atau u/ menghubungkan struktur anatomi yg terpotong (Sabiston. . jahitan merupakan hasil penggunaan bahan berupa benang u/ mengikat atau ligasi pembuluh darah dan menghubungkan antara dua tepi luka  Dapat disimpulkan bahwa penjahitan merupakan tindakan menghubungkan jaringan yg terputus atau terpotong u/ mencegah pendarahan dgn menggunakan benang.  Sodera dan Saleh (1991).1995).

prinsip–prinsip umum yg harus dilaksanakan • Penyembuhan akan terjadi lebih cepat bila tepi-tepi kulit dirapatkan satu sama lain dgn hati-hati. • Tepi kulit harus ditarik dgn ringan. Ini dpt dicapai dgn memotong atau merapikan kulit secara hati–hati sebelum dijahit. ini dilakukan dgn memakai traksi ringan pada tepi–tepi kulit dan lebih rentan lagi pada lapisan dermal daripada kulit yg dijahit. .Prinsip Umum Penjahitan luka dlm penjahitan luka laserasi : Brown (1995). • Tegangan dari tepi–tepi kulit harus seminimal mungkin atau k/ mungkin tdk ada sama sekali.

• Jahitan halus tetapi banyak yg dijahit pada jarak yg sama lebih disukai daripada jahitan yg lebih besar dan berjauhan. . • Pemakaian forsep dan trauma jaringan diusahakan seminimal mungkin. baik dgn jahitan subcutaneus yg dpt diserap atau dgn mengikut sertakan lapisan ini pd waktu menjahit kulit. • Semua luka harus ditutup sebersih mungkin.• Setiap ruang mati harus ditutup.

Komplikasi Menjahit Luka • Overlapping • Nekrosis • Infeksi • Perdarahan • Hematoma • Dead space (ruang/rongga mati) • Sinus • Dehisensi • Abses .

.!!!!! ! .Tetap semangat….

b. bentuk segitiga dan bentuk bulat . Needleholders f. Tissue forceps ( pinset ) terdiri dari dua bentuk yaitu tissue forceps bergigi ujungnya ( surgical forceps) dan tanpa gigi di ujungnya yaitu atraumatic tissue forceps dan dressing forceps. Dissecting scissors ( Metzen baum ) d. Scalpel handles dan scalpel blades c. Suture needles ( jarum ) dari bentuk 2/3 circle. Suture scissors e. Vi circle .PENGENALAN ALAT DAN BAHAN PENJAHITAN • Alat (Instrumen) a.

Hemostatic forceps ujung tak bergigi ( Pean) dan ujung bergigi (Kocher) i. Sponge forceps (Cotton-swab forceps) h. Retractors. Towel clamps .g. double ended j.

.

.

.

di antara ibujari serta jari kedua dan ketiga.CARA MEMEGANG ALAT • Instrument tertentu seperti pemegang jarum. sementara jari kedua dan ketiga dipakai u/ memperkuat pegangan tangan. • • . Jarum dipegang di daerah separuh belakang . Pinset lazim dipegang dengan tangan kiri. Sarung tangan dipakai menurut teknik tanpa singgung. gunting dan pemegang kasa: yaitu ibu jari dan jari keempat sebagai pemegang utama. U/ membuat simpul benang setelah jarum ditembuskan pada jaringan. benang dilingkarkan pada ujung pemegang jarum.

.

alkohol. Secara fisik yaitu dgn : 1) Panas kering ( oven udara panas ) ♦ Selama 20 menit pada 200° C ♦ Selama 30 menit pada 180° C ♦ Selama 90 menit pada 160° C .PERSIAPAN ALAT Sterilisasi dan cara sterilisasi Sterilisasi :tindakan u/ membuat suatu alat-alat atau bahan dlm keadaan steril. savlon. b. Sterilisasi dapat dilakukan dengan cara : a. Secara kimia : yaitu dgn bahan bersifat bakterisid . seperti formalin.

Uap bertekanan ( autoclave): selama 15 menit pada 120° C dan tekanan 2 atmosfer 3.2. Panas basah. yaitu di dlm air mendidih selama 30 menit. . Cara ini hanya dianjurkan bila cara lain tdk tersedia.

. Plain Cat Gut : Benang ini hanya memiliki daya serap pengikat selama 7-19 hari dan akan diabsorbsi secara sempurna dlm waktu 70 hari.JENIS-JENIS BENANG Benang yg dpt diserap (Absorbable Suture ) Alami ( Natural) 1). Chromic Cat Gut Dari bahan yg sama dgn plain cat gut . 2). namum dilapisi dgn garam Chromium u/ memperpanjang waktu absorbsinya sampai 90 hari.

dan 3) Polydioxanone ( merk dagang PDS II ). 2) Polyglycapron ( merk dagang Monocryl atau Monosyn). diserap secara lengkap dlm waktu 90-120 hari. seperti Polyglactin ( merk dagang Vicryl atau Safil). 4) Benang jenis ini memiliki daya pengikat lebih lama .1) Benang yg dibuat dari bahan sintetis. yaitu 2-3 minggu. Buatan ( Synthetic ) .

Buatan ( Synthetic ) . b. yg terkandung di dlm serabut sutera hasil produksi ulat sutera. kelompok ini terdapat benang dari bahan dasar nylon ( merk dagang Ethilon atau Dermalon ). Alamiah ( Natural) Silk ( sutera ) yg dibuat dari protein organik bernama fibroin.Benang yg tdk diserap ( nonabsorbable suture ) a. Polyester ( merk dagang Mersilene) dan Poly propylene ( merk dagang Prolene ).

• Jarak antara dua jahitan sebaiknya kurang lebih sama dgn tusukan jarum dari tepi luka. • Tempat tusukan jarum sebaiknya sekitar 1-3 cm dari tepi luka. . • Ukuran kulit yg diambil dari kedua tepi luka harus sama besarnya. • Tepi luka diusahakan dlm keadaan terbuka keluar ( evferted ) setelah penjahitan.TEKNIK PENJAHITAN KULIT Prinsip yg harus diperhatikan : • Cara memegang kulit pd tepi luka dgn surgical forceps harus dilakukan secara halus dgn mencegah trauma lebih lanjut pd jaringan tersebut.Khusus” daerah wajah 2-3mm.

Macam-macam jahitan luka 1. Jahitan Simpul Tunggal Jahitan Terputus Sederhana.Simpul tunggal dilakukan dgn benang absorbable dgn jarak antara 1cm.Benang dipotong kurang lebih 1 cm. • Teknik : – Melakukan penusukan jarum dgn jarak antara setengah sampai 1 cm ditepi luka dan sekaligus mengambil jaringan subkutannya sekalian dgn menusukkan jarum secara tegak lurus pd atau searah garis luka. Simple Inerrupted Suture • Merupakan jenis jahitan yg sering dipakai.Simpul di letakkan ditepi luka pd salah satu tempat tusukan . digunakan juga u/ jahitan situasi. . . .

Jahitan matras Horizontal • Sinonim : Horizontal Mattress suture. . • Memberikan hasil jahitan yg kuat. Interrupted mattress • Jahitan dgn melakukan penusukan seperti simpul.2. sebelum disimpul dilanjutkan dgn penusukan sejajar sejauh 1 cm dari tusukan pertama.

Jahitan Matras Vertikal • Sinonim : Vertical Mattress suture. . Near to near and far to far • Jahitan dgn menjahit secara mendalam dibawah luka kemudian dilanjutkan dgn menjahit tepi-tepi luka.3. • Biasanya menghasilkan penyembuhan luka yg cepat karena di dekatkannya tepi-tepi luka oleh jahitan ini. Donati.

Jahitan Jelujur sederhana • Sinonim : Simple running suture. Simple continous. • Biasanya menghasilkan hasil kosmetik yg baik. . tdk disarankan penggunaannya pd jaringan ikat yg longgar. Continous over and over • Jahitan ini sangat sederhana. sama dgn kita menjelujur baju.5.

6. Jahitan Jelujur Feston • Sinonim : Running locked suture. Merupakan variasi jahitan jelujur biasa. Interlocking suture • Jahitan kontinyu dengan mengaitkan benang pd jahitan sebelumnya. biasa sering dipakai pd jahitan peritoneum. .

Intradermal burried suture. . biasanya dipakai u/ menjahit area yg dlm kemudian pd bagian luarnya dijahit pula dgn simpul sederhana. • Jahitan simpul pd daerah intrakutan.7. Interrupted dermal stitch. Jahitan Jelujur horizontal • Sinonim : Running Horizontal suture • Jahitan kontinyu yg diselingi dgn jahitan arah horizontal. Jahitan Simpul Intrakutan • Sinonim : Subcutaneus Interupted suture. 8.

Jahitan Jelujur Intrakutan • Sinonim : Running subcuticular suture. jahitan ini terkenal menghasilkan kosmetik yg baik . Jahitan jelujur subkutikular • Jahitan jelujur yg dilakukan dibawah kulit.9.

.

Pengertian • Pengangkatan jahitan luka adalah mengangkat/membuka jahitan pd luka yg dijahit. B.PENGANGKATAN LUKA JAHITAN A. mencegah terjadinya infeksi dari benang 2. mencegah tertinggalnya benang . Tujuan 1.

Angkat Jahitan • • • • • • • • Berdasarkan lokasi dan hari tindakan: Muka atau leher hari ke 5 Perut hari ke 7-10 Telapak tangan 10 Jari tangan hari ke 10 Tungkai atas hari ke 10 Tungkai bawah 10-14 Dada hari ke 7 Punggung hari ke 10-14 .

Nacl 0.9% 12. steril 4. gunting angkat jahit : 1 buah. steril 2. sarung tangan / gloves 7. 1 beerisi cairan disinfektan 13. alkohol 70% dalam tempatnya 10. kain pembalut atau veband secukupnya . gunting verban 8. bengkok 2 buah. mangkuk kecil : 3 buah. pinset sirurgis : 2 buah steril 3. steril 6. pinset anatomi : 2 buah. kasa steril 5. plester 9. Iodin povidon sulution 10% atau sejenis 11.Peralatan 1.

menempatkan alat didekat pasien dgn benar Tahap Orientasi .Prosedur Pelaksanaan Tahap Pra Interaksi .memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik .menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan .menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pd keluarga/klien .mencuci tangan .melakukan verifikasi data sebelumnya bila ada .

Membuka peralatan .Membuka balutan lapis terluar .Tahap Kerja .Membuka balutan tipis dalam .Membasahi plester dengan alkohol/wash bensin dan buka dengan menggunakan pinset .Menekan kedua tepi luka (sepanjang luka) .Mengatur posisi klien sehingga luka dapat terlihat jelas .Membersihkan sekitar luka dan bekas plester .Memakai sarung tangan .

shg benang yg berada didalam kulit kelihatan Menggunting benang dan tarik hati-hati. buang ke kassa Membilas dgn mengunakan cairan NaCl Melakukan kompres betadine pada luka / memberi obat / menutup dgn kassa steril Memasang plester pd seluruh tepi kassa (4 sisi) .- - Membersihkan luka dgn menggunakan cairan NaCl Mendisinfeksi luka dgn Iodine Povidone Meletakkan kassa steril didekat luka Menarik simpul jahitan sedikit keataas secara hatihati dgn memakai pinset sirurgis.

Membereskan alat-alat .Memcuci tangan .Tahap Terminasi .Mencatat kegiatan dalam lembar catatan .Melakukan evaluasi tindakan .Berpamitan dengan klien .

Review dulu .

Sebutkan jenis instrumen dibawah ini • 1 • 3 • 2 • 4 .

1. Apa yg dimaksud dengan Dead space (ruang/rongga mati) pada hecting 4. Hari ke berapa jahitan di tungkai bawah dapat dilakukan hecting aff. Apa saja komplikasi dari hecting ? 3. . Apa yang di maksud dengan luka kontaminasi ? 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful