Anda di halaman 1dari 27

OLEH: CITRA ANNISA AYU,sKed

PEMBIMBING: Dr.KRISTON SILITONGA,SpA

PENDAHULUAN
Pengetahuan tentang transfusi darah dimulai pada tahun 1628 oleh Harvey. Proses transfusi darah pertama, dilaporkan pada tahun 1667. Dasar penting bagi transfusi darah adalah sistem golongan darah. Yang biasa digunakan adalah gol.darah system ABO & sistem antigen Rh.

Darah adalah organ tubuh terbesar (dalam volume), yang berada didalam ruang-ruang kardiovaskular. Darah terdiri darah terdiri dari berbagai macam sel yang berfungsi khusus dimana produksinya dilakukan oleh sel induk (stem cell) yang hidup dalam sumsum tulang.

Darah berperan dalam: Organ transportasi dan distribusi O2 & CO2 Hb Fungsi imunologik leukosit (granulosit & limfosit), protein plasma khusus (immunoglobulin). Fungsi hemostasis trombosit serta faktor-faktor pembekuan lainnya.

GOLONGAN DARAH
Dalam praktek klinik digunakan: Sistem ABO, yang dikelompokkan menjadi 4 , yaitu: A, B, O, AB ,yang ditentukan oleh antigen A dan B. Faktor Rh, yang ditentukan oleh antigen Rh (dikenal juga sebagai antigen D).

DEFINISI Memasukkan produk darah kedalam tubuh seseorang dinamakan transfusi yang diberikan melalui sebuah jarum penghubung kecil kedalam vena.

INDIKASI TRANSFUSI (SECARA UMUM)


Mengembalikan & mempertahankan suatu volume normal peredaran darah. Mengganti kekurangan komponen selular atau kimia darah. Meningkatkan oksigenasi jaringan. Memperbaiki fungsi hemostasis.

KOMPONEN DARAH
Darah lengkap (whole blood)

Darah segar (fresh blood) Darah simpan (preserved blood)

Sel darah merah

Sel darah merah pekat (packed red cell / PRC) Suspensi sel darah merah (red cell suspension) Sel darah merah yang dicuci (wash red cell)

Trombosit (platelet)

Plasma kaya trombosit (platelet rich plasma/ PRP) Trombosit konsetrat (platelet concentrate)

Leukosit konsetrat / granulosit konsetrat / buffy coat Plasma darah dan derivatnya
Plasma biasa tunggal Plasma segar tunggal Plasma segar beku (fresh frozen plasma) Plasma kering (lyophilized pooled plasma)

Derivat plasma / fraksi plasma:


1).Fraksi protein : a). Fraksi plasma protein (PPF) b). Albumin

2).Imunoglobulin / imuno serum globulin fraksi plasma dan mengandung antibody 3).Faktor pembekuan spesifik : a). Kriopresipitat b). Konsentrat faktor VIII (faktor anti hemofilia) c). Konsentrat faktor IX

Darah lengkap (whole blood)

Sel darah merah

Jumlah darah yang diberikan


Darah lengkap BB (kg) x 6 x (Hb diinginkan Hb tercatat)

Packed red cells BB (kg) x 4 x (Hb diinginkan Hb tercatat)

Trombosit
INDIKASI Perdarahan karena trombositopeni. Kegagalan fungsi sumsum tulang Profilaksis pada tindakan bedah

Plasma darah dan derivatnya


Kepentingan utama pemberian plasma adalah:
Mengganti/menambah faktor-faktor pembekuan spesifik Sebagai cairan pengganti untuk mengembalikan volume sirkulasi, nutrisi. Menambah/mengganti serum imunoglobulin.

Imunologis Inkompabilitas Reaksi panas Reaksi alergi TRALI Reaksi cepat (1-2 jam pasca Transfusi) Reaksi-reaksi transfusi Non imunologis

Reaksi lambat (bbrp hari,mgg, Bln pasca transfusi)

Imunologis DHTR Aloimunisasi Purpura post Transfusi GVHD


Non imunologis Iron overload Infeksi

TRANSFUSI DARAH PADA BAYI & ANAK


TRANSFUSI ERITROSIT Anak
Bayi dalam umur 4 bulan
pertama Hb < 13.0 g/dl dan penyakit paru berat Hb < 10.0 g/dl dan penyakit paru sedang Hb < 13.0 g/dl dan penyakit jantung berat Hb < 10.0 g/dl dan operasi besar Hb < 8.0 g/dl dan anemia bergejala

Kehilangan akut > 25% volume darah sirkulasi Hb < 8.0 g/dl pada periode preoperative Hb < 13.0 g/dl dan penyakit kardiopulmonar berat Hb < 8.0 g/dl dan anemia kronis bergejala Hb < 8.0 g/dl dan gagal sumsum tulang

TRANSFUSI TROMBOSIT
Anak Tromb < 50 x 109/L dan perdarahan Tromb < 50 x 109/L dan prosedur invasif Tromb < 20 x 109/L dan kegagalan sumsum dengan faktor resiko perdarahan tambahan Tromb < 10 x 109/L dan kegagalan sumsum tanpa faktor resiko perdarahan tambahan Defek trombosit kualitatif, tapi dengan disfungsi trombosit tambah perdarahan atau prosedur invasive Bayi dalam umur 4 bulan pertama Tromb < 100 x 109/L dan perdarahan Tromb < 50 x 109/L dan prosedur invasif Tromb < 20 x 109/L dan secara klinis stabil Tromb < 100 x 109/L dan secara klinis tidak stabil Defek trombosit kualitatif, tapi dengan disfungsi trombosit tambah perdarahan atau prosedur invasif

TRANSFUSI NEUTROFIL (GRANULOSIT)


Anak
Neutrofil < 0.5 x 109/L dan infeksi bakteri yang tidak memberi respons yang memadai terhadap terapi antimikroba Defek kualitatif neutrofil dan infeksi (bakteri atau jamur) yang tidak memberi respons yang memadai terhadap terapi antimikroba.

Bayi dalam umur 4 bulan pertama


Neutrofil < 3.0 x 109/L (minggu pertama) atau < 1.0 x 109/L (setelahnya) dan infeksi bakteri fulminan

TRANSFUSI PLASMA BEKU SEGAR


Bayi dan Anak
Def faktor pembekuan yang berat & perdarahan Def faktor pembekuan & prosedur invasif Pembalikan darurat efek warfarin Koagulapati pengenceran & perdarahan Penggantian protein antikoagulan (AT-III, protein C dan S) Cairan pengganti tukar plasma untuk purpura trombotik trombositopenik

Transfusi sel darah merah hampir selalu diindikasikan pada kadar Hb kurang dari 7 g/dl. Transfusi sel darah merah dapat dilakukan pada kadar Hb 7-10 g/dl. Transfusi tidak dilakukan bila kadar Hb kurang dari 10 g/dl kecuali bila ada indikasi tertentu Transfusi pada neonatus dengan gejala hipoksia dilakukan pada kadar Hb 11 g/dl.

Sel darah merah

Trombosit diberikan untuk mengatasi perdarahan pada pasien dengan trombositopenia, bila hitung trombosit < 50.000 /uL, bila terdapat perdarahan mikrovaskular difus batas menjadi < 100.000 /uL. Pada kasus DHF dan DIC diharapkan merujuk standar penatalaksanaan setempat. Profilaksis dilakukan bila hitung trombosit < 50.000 /uL pada pasien yang akan menjalani operasi, prosedur-prosedur invasif lainnya atau sesudah transfusi masif. Pasien dengan kelainan fungsi trombosit yang mengalami perdarahan.

Trombosit

Plasma beku segar


Mengganti defisiensi faktor IX (hemofilia B) dan faktor inhibitor koagulasi baik yang didapat atau bawaan, bila tidak tersedia konsentrat faktor spesifik atau kombinasi. Netralisasi hemostasis setelah terapi warfarin bila terdapat perdarahan yang mengancam jiwa. Adanya perdarahan dengan parameter koagulasi yang abnormal setelah transfusi masif atau operasi pintasan jantung pada pasien dengan penyakit hati.

Profilaksis pada pasien dengan defisiensi fibrinogen yang akan menjalani prosedur invasif dan terapi pada pasien yang mengalami perdarahan. Pasien dengan hemofilia A atau penyakit Von Willebrand yang tidak mengalami perdarahan atau yang tidak responsif terhadap pemberian desmopresin asetat atau akan mengalami operasi.

Kriopresipitat

Kesimpulan
Transfusi darah merupakan bentuk pengobatan yang dapat menyelamatkan jiwa. Harus selalu terpatri dalam benak kita bahwa transfusi darah adalah upaya untuk menyelamatkan jiwa dan mencegah perburukan. Setiap transfusi yang tanpa indikasi adalah suatu kontra indikasi.