Anda di halaman 1dari 26

ASUHAN KEPERAWATAN IBU HAMIL DENGAN PRE-EKLAMPSI DAN EKLAMPSI

Ns.Dhiana Setyorini.M.Kep.,Sp.Mat

PENGKAJIAN

1. Mengidentifikasi sedini mungkin semua ibu yang berisiko mengalami preeklampsia :


a. b. c. d. e. f. Primigravida/multigravida dg usia lebih tua Usia <18 th atau >35 tahun Berat: <50 atau gemuk Adanya penyakit kronis. Kehamilan mola Komplikasi kehamilan: multiple, janin besar, hidrp janin, polihidramnion

g. PE pada kehamilan sebelumnya.

PENGKAJIAN

2. kunjungan prenatal pertama: Menemukan adanya faktor-faktor etiologi 3. Kunjungan berikutnya: dikaji gejala terjadinya preeklampsia. 4. Primi gravida: 6 -8 kali lebih mudah terkena preeklampsia (Consensus report, 1990). 5. wanita dari ibu dg cenderung preeklampsia daripada ibu yang tidak memiliki riwayat (OBrien, 1992).

PENGKAJIAN

7. Wanita usia > 18 tahun dan < 35 tahun, tidak menikah, memiliki insiden preeklampsia yang lebih tinggi secara bermakna. 8. Kondisi obstetric yang bakaitan dengan peningkatan massa plasenta, seperti gestasi multijanin dan mola didatidosa, penyakit pembuluh darah kolagen, penyakit ginjal, dan diabetes mellitus, membuat risiko preeklampsia menjadi lebih tinggi (Robert, 1990).

Pemeriksaan Fisik
Wanita dg MAP lebih dari 85 mmHg pada trimester kedua memiliki risiko lebih besar untuk mengalami hipertensi pada trimester ketiga (OBrien, 1992). 1. 2. 3. 4. Pemeriksaan tekanan darah Observasi edema Edema dependen keterlibatan sistem saraf pusat (SSP) dan system penglihatan biasanya menyertai edema wajah. seperti nyeri ulu hati atau oliguria. Refleks tendon profunda (RTP)

5.

Pengkajian yang penting :

1. Menentukan status janin. 2. Tonisitas rahim dievaluasi untuk mencari tanda persalinan dan solusio plasenta.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Ansietas yang berhubungan dengan: Preeklampsi dan efeknya pada ibu dan bayi 2. Kurang pengetahuan tentang penatalaksanaan (diet, tirah baring) 3. Koping individu / keluarga tidak efektif yang berhubungan dengan keterbatasan aktivitas ibu dan kekuatiran ibu tentang komplikasi kehamilan atau ketidakmampuan ibu untuk bekerja di luar rumah

4. Ketidakberdayaan yang berhubungan dengan ketidakmampuan untuk mengendalikan prognosis


5. Perubahan perfusi jaringan / organ, menurun, yang berhubungan dengan: Hipertensi, Vasospasme siklik, Edema serebral, Perdarahan.

6. Resiko tinggi edema paru yang berhubungan dengan -Penurunan tekanan osmotik koloid -Peningkatan resistensi vaskular sistemik -Kerusakan endotelium vaskular paru

7. Resiko tinggi gangguan pertukaran gas yang berhubungan dengan Terapi MgSO4
8. Resiko tinggi perubahan curah jantung, menurun, yang berhubungan dengan -Terapi antihipertensi yang berlebihan -Jantung terkena dalam proses penyakit 9. Resiko tinggi solusio plasenta yang berhubungan dengan Vasospasme sistemik Hipertensi Penurunan perfusi uteroplasenta

DIAGNOSA kEPERAWATAN 10. Resiko tinggi cedera janin yang berhubungan dengan - Insufisiensi plasenta - Kelahiran prematur - Solusio plasenta 11. Resiko tinggi cedera pada ibu yang berhubungan dengan - Iritabilitas SSP akibat edema otak, - vasospasme, penurunan perfusi ginjal - Terapi magnesium sulfat dan antihipertensi

TINDAKAN KEPERAWATAN
mencegah perjalanan penyakit dan mengusahakan agar kehamilan dapat terus berlangsung;

1. Terapi yang paling efektif adalah pencegahan. 2. Peran Perawat sbg advokat: meningkatkan pendidikan masyarakat dan kemudahan untuk memperoleh perawatan antenatal: Konseling, rujukan, mobilisasi sistem pendukung, informasi tentang adaptasi normal pada kehamilan

TINDAKAN KEPERAWATAN
3. Peran perawat sebagai pendidik : memberi informasi kepada ibu: kondisi dan tanggung jawabnya dalam menatalaksana preeklampsia, baik di rumah maupun di rumah sakit 4. Dukungan emosional dan psikologis penting untuk membantu ibu dan keluarganya mengatasi keadaan mereka

HASIL AKHIR YG DIHARAPKAN


Ibu akan mengenali dan segera melaporkan tanda dan gejala abnormal untuk mencegah keadaan memburuk. Ibu akan tetap menjalani pengobatan medis untuk mengurangi resiko terhadap dirinya sendiri dan janinnya. Orang terdekat memberi dukungan dalam perawatan dan penatalaksanaan penyakit untuk mengoptimalkan prognosis emosi dan fisik Ibu akan mengungkapkan rasa takut dan kekhawatirannya dalam mengatasi keadaan.

Ibu dan janin tidak mengalami efek samping preeklampsia atau penatalaksanaannya. Ibu tidak akan mengalami eklampsia dan bahaya akibat komplikasi eklampsia. Janin tidak distres, bayi akan lahir dalam keadaan optimal. Ibu akan melahirkan dalam keadaan optimal tanpa akibat tertentu pada kondisi dan penataklaksanaannya. Keluarga akan mampu mengatasi secara efektif resiko tinggi ibu, penatalaksanaannya, dan hasilnya.

Preeklampsia Berat / Sindrom HELLP


Pemberian magnesium sulfat (MgSO4) untuk mencegah kejang pemberian obat antihipertensif jika tekanan darah diastolik lebih dari 110 mmHg. Hipoglikemia bisa didapati pada ibu dengan sindrom HELLP: Gula darah kurang dari 40 mg/dl dikaitkan dengan peningkatan mortalitas maternal (Egley,dkk., 1985 ).

Perawatan di Rumah sakit


Perawat harus memiliki:

pengetahuan yang tentang proses penyakit, program pengobatan, komplikasi potensial pada ibu dan janin .

Perawatan antepartum berpusat pada penstabilan dan persiapan kelahiran


Pendidikan pasien tentang proses penyakit dan tindakan sportif
Pemeriksaan meliputi tinjauan ulang sistem kardiovaskuler, pulmuner, ginjal, hematologi, dan saraf pusat. Pemeriksaan kesehatan janin (misal., NST, Profil biofisik, velosimetri, doppler) Pemeriksaan laboratorium

Asuhan keperawatan intrapartum pada ibu dengan preeklampsi berat atau sindrom HELLP Meliputi:
Kewaspadaan kejang Pemerikasaan ibu dan janin seiring kemajuan persalinan Pemeriksaan dan pencegahan hipoksia dan perdarahan jaringan (dpt menimbulkan gangguan penglihatan permanen)

PERAWATAN IBU DENGAN TERAPI MAGNESIUM SULFAT (MgSO4)


Observasi yang harus dilakukan perawat adalah: Pencatatan jumlah urine ibu (minimal 120 ml/4 jam, atau 30 ml/jam) Tanda dan gejala keracunan MgSO4: hilangnya reflek lutut, depresi pernafasn, oliguri, henti nafas dan henti jantung. Tekanan darah, denyut nadi dan status pernafasan harus dipantau tiap 15 menit. Pemantauan ketat cairan intravena, asupan oral dan urine penting untuk menghindari kelebihan cairan. Perhatikan kadar kreatinin serum: jika kadar serum mendekati 1mg/di, ginjal tidak lagi mengekskresi magnesium Apabila ada oliguri atau gangguan ginjal, infus magnesium sulfat bisa dikurangi atau dihentikan.

KEDARURATAN KERACUNAN MAGNESIUM SULFAT (MGSO4):

TANDA & GEJALA:


Pernafasan <12x/mnt Hiporefleksia/tidak ada reflek Jumlah urine <30 ml/jam Kadar serum toksik >9,6mg/dl Tanda distress janin Penurunan tekanan darah dan nadi ibu secara bermakna.

KEDARURATANKERACUNAN MAGNESIUM SULFAT (MGSO4):

INTERVENSI:
Hentikan MGSO4 segera dan ganti dengan cairan rumatan Panggil bantuan dan beritahu dokter supaya mendapat perawatan segera. Beri kalsium glukonas sesuai program (mis: 1 gr iv selama 3 mnt) Lakukan pemantauan pernafasan, dan jumlah urine

Eklampsia
Tanda dan gejala eklampsia: Kejang Hipertensi yang ekstrim, Hiperefleksia, Proteinuria +4, Edema umum sampai hipertensi ringan tanpa edema. Ibu melaporkan adanya nyeri kepala dengan atau tanpa gangguan penglihatan selama 1-4 hari selama kejang timbul, 20 % ibu mengalami proteinuria. (Vilar , Sibai 1988). Temuan laboratorium bervariasi.

KEDARURATAN EKLAMPSIA
TANDA KEJANG TONIK-KLONIK Tahap invasi : dua sampai tiga detik; mata terfiksasi; kejang otot wajah Tahap kontraksi : 15 sampai 20 detik; mata menonjol (protrusi) dan melotot; semua otot tubuh dalam keadaan kejang tonik. Tahap kejang : otot rileks dan berkontraksi secara bergantian (klonik). Pernapasan terhenti dan mulai lagi disertai inhalasi dalam dan panjang. Terjadi koma.

INTERVENSI
SAAT KEJANG Jaga agar saluran napas tetap paten palingkan kepala kesalah satu sisi

letakkan bantal di bawah bahu atau punggung, jika memungkinkan.


Cari bantuan. Lindungi dengan penahan sisi ranjang dan bantal. Observasi dan catat kejadian kejang.

INTERVENSI SETELAH KEJANG


Observasi koma setelah kejang, inkontinensia. Gunakan suction sesuai kebutuhan Beri oksigen melalui masker dengan dosis 10 lpm Mulai pemberian cairan IV dan pantau kemungkinan timbulnya kelebihan cairan Berikan MgSO4 atau anti kejang sesuai program Pasang kateter indwelling

INTERVENSI SETELAH KEJANG Pantau tekanan darah Pantau status janin dan rahim Pemeriksaan laboratorium sesuai program untuk memandu fungsi ginjal, hati, sistem koagulasi, dan kadar obat.Pertahankan higiene dan lingkungan yang tenang Beri dukungan kepada ibu dan keluarga Bersiaplah untuk proses melahirkan bila ibu berada dalam keadaan stabil

EVALUASI
Ibu dan janin tidak menderita gejala sisa akibat preeklampsia atau penatalaksanaanya. Ibu tidak akan mengalami eklampsia atau komplikasi yang berat. Janin tidak akan mengalami distres. Bayi baru lahir akan dilahirkan dalam kondisi optimal tanpa suatu efek akibat penyakit maternal dan penatalaksanaannya. Ibu akan melahirkan dalam kondisi optimal tanpa suatu akibat pada kondisi dan penatalaksanaannya. Keluarga akan mampu berkoping secara efektif terhadap keadaan ibu yang beresiko tinggi, penatalaksanaan, dan hasil akhirnya.