Anda di halaman 1dari 18

Strategi Proses

Bab 7

Strategi Proses
Sebuah keputusan penting yang dilakukan oleh manajer operasi adalah menemukan cara produksi yang terbaik Sebuah strategi proses (process strategy) atau transformasi adalah sebuah pendekatan organisasi untuk mengubah sumber daya menjadi barang dan jasa.

Tujuan strategi proses adalah menemukan suatu cara memproduksi barang dan jasa yang memenuhi persyaratan pelanggan dan spesifikasi produk yang berada dalam batasan biaya dan manajerial lain. Proses yang akan mempunyai dampak jangka panjang pada efisiensi dan produksi, begitu juga pada fleksibelitas biaya, dan kualitas barang yang diproduksi

EMPAT STRATEGI PROSES


1. 2. 3. 4. Fokus pada proses Fokus berulang Fokus pada produk Fokus pada mass customization.

Fokus pada Proses


Tujuh puluh lima persen dari semua produksi global berdedikasi untuk membuat produk yang bervolume rendah, tetapi bervariasi tinggi, pada tempat yang disebut dengan job shop. Fasilitas seperti itu diatur sesuai dengan aktivitas atau proses tertentu

Dalam sebuah pabrik, proses yang ada mungkin berupa departemen yang menangani pengelasan, penghalusan, dan pengecatan. Dalam sebuah kantor, proses yang ada dapat berupa penanganan utang, penjualan, dan pembayaran. Dalam sebuah restoran proses tersebut, mungkin berupa bar, panggangan, dan pembuat roti.

Fokus Berulang
Proses berulang berada di antara strategi yang terfokus pada produk dan proses. Proses berulang menggunakan modul. Modul adalah bagian atau komponen yang telah dipersiapkan sebelumnya, yang sering berada dalam proses yang kontinu.

Lini proses berulang (repetitive process) sama dengan lini perakitan klasik. Lini yang secara luas digunakan di dalam hampir seluruh perakitan mobil dan peralatan rumah tangga; lebih terstruktur dan karenanya menjadi lebih tidak fleksibel dibandingkan adanya customizing yang lebih dibandingkan suatu proses kontinu; modul (sebagai contoh, daging, keju, saus, buah tomat, bawang) dirakit untuk mendapatkan suatu quasi-custom produk, yaitu roti lapis keju.

Dengan cara ini, perusahaan memperoleh keunggulan ekonomis dari model yang kontinu (di mana banyak modul disiapkan) dan keunggulan umum model, yaitu volume rendah, dengan banyak variasi

Fokus pada produk


Proses yang memiliki volume tinggi dan variasi yang rendah adalah proses fokus pada produk (product-focused). Fasilitas diatur di sekeliling produk. Proses ini disebut juga dengan proses kontinu, sebab mempunyai lintasan produksi yang sangat panjang, dan kontinu.

Produk seperti kaca, kertas, lembaran timah, bohlam lampu, bir, dan baut dibuat melalui suatu proses yang kontinu Beberapa produk, seperti bohlam lampu, dibuat dalam proses yang diskrit; yang lain, seperti gulungan kertas, adalah non-diskrit

Perusahaan dapat mendirikan fasilitas yang terfokus pada produk hanya dengan standardisasi dan pengendalian kualitas yang efektif. Sebuah organisasi yang memproduksi bola lampu yang sama, atau roti hot dog setiap hari dapat mengatur fasilitas di sekitar produk. Sebuah organisasi memiliki kemampuan yang tidak bisa dipisahkan untuk menetapkan standar dan menjaga kualitas tertentu, yang berbanding terbalik dengan organisasi yang memproduksi produk unik tiap hari, seperti percetakan atau rumah sakit umum.

Fokus Mass Customization


Dunia kita yang semakin canggih dan kaya ini membutuhkan jasa dan barang-barang yang dengan kebutuhan tiap individu. Ledakan variasi barang dan jasa terjadi pada jenis mobil, film, serea. beribu area lain. Terlepas dari adanya perkembangbiakan produk ini, kualitas telah meningkat dan biayabiaya menurun.

Para manajer operasi telah memproduksi jasa dan barang pilihan ini melalui apa yang dikenal sebagai mass customization. Tetapi mass customization bukan hanya tentang variasi produk, tetapi bagaimana secara ekonomis mengetahui dengan apa yang diinginkan pelanggan dan kapan pelanggan menginginkannya

Mass customization merupakan pembuatan produk dan jasa yang dapat memenuhi keinginan pelanggan yang semakin unik, secara cepat dan murah. Mass customization memberikan kita variasi produk yang biasanya disediakan oleh manufaktur yang bervolume rendah (terfokus pada proses) dengan biaya seperti manufaktur yang bervolume tinggi dan terstandardisasi (terfokus pada produk).

Bagaimanapun, untuk mencapai mass customization merupakan suatu tantangan yang membutuhkan peningkatan kemampuan operasional. Kaitan antara logistik, produksi dan penjualan semakin erat. Para manajer operasi harus menggunakan sumber daya organisasi yang imajinatif dan agresif untuk membentuk proses yang gesit, yang memproduksi produk tertentu dengan cepat dan murah.

Customer-Contact Model for Processes


Less Customer Contact and Customization
Service Package Process Characteristics
(1) High interaction with customers, highly customized service (2) Some interaction with customers, standard services with some options (3) Low interaction with customers, standardized services

Less Complexity, Less Divergence, More Line Flows

(1) Jumbled flows, complex work with many exceptions

Front office

(2) Flexible flows with some dominant paths, moderate job complexity with some exceptions

Hybrid office

(3) Line flows, routine work easily understood by employees

Back office

Figure 3.3

To Accompany Krajewski & Ritzman Operations Management: Strategy and Analysis, Seventh Edition 2004

Product-Process Matrix for Processes


Less Customization and Higher Volume Product Design
(1) One of a kind products, made to customer order (2) Low volume, low standardization (3) Multiple products moderate volume (4) Few major products, higher volume (5) High volume high standardization, commodity products

Process Characteristics
Less Complexity, Less Divergence, More Line Flows
(1) Complex and highly customized process, unique sequence of tasks (2) Jumbled flows, complex work with many exceptions (3) Disconnected line flows, moderately complex work (4) Connected line, routine work (5) Continuous flows, highly repetitive work

Project process

Job process Batch process Line process Continuous process To Accompany Krajewski & Ritzman Operations Management: Strategy and Analysis, Seventh Edition 2004

Figure 3.6