Anda di halaman 1dari 12

TULANG ALVEOLAR

Riya Laksmi Dewi Komang 10611037

TULANG ALVEOLAR
Tulang alveolar adalah bagian tulang rahang (maksila dan mandibula) yang membentuk dan mendukung soket (alveoli) gigi
Komposisi Selular:
1. Osteoblas 2. Osteoklas 3. Osteosit

KOMPOSISI EKSTRASELULAR
KOMPOSISI PROC. ALVEOLAR

2/3 ANORGANIK

1/3 ORGANIK

1. 90% Kolagen Tipe I 2. Fosfoprotein 3. Proteoglikans.

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Kalsium Fosfat Hidroksi Karbonat Sitrat Natrium Magnesium Fluor Garam mineral sekitar 65-70 %.

ANATOMI

Alveolar Bone Proper

Cancellous Bone

Compact Bone

PROPER BONE
PROPER BONE (TULANG ALVEOLAR SEJATI) Lapisan tipis tulang yg mengelilingi akar dan memberikan tempat perlekatan bagi ligamen periodontal. Nama lainnya adalah lamina dura (gambaran radiografis/ sinar X) atau disebut juga plat kribriform (cribriform plate) / lamina kribosa

Alveolar Bone Proper

PROPER BONE
CANCELLOUS BONE (TRABECULARE/ SPONGY) Kanselous berada diantara lapisan tulang kompak dan tulang alveolar sejati berisi sumsum tulang. Septum interdental terdiri dari trabekula kanselous yang mendukung tulang dan menutupi bagian dalam border tulang kompak

Cancellous Bone

PROPER BONE
COMPACT BONE (KEPING KORTIKAL EKSTERNAL) Dibentuk oleh tulang Havers dan lamella tulang kompak. Keping kortikal eksternal menutupi tulang alveolar dan lebih tipis pada bagian facial. Keping kortikal eksternal berjalan miring kearah koronal untuk bergabung dengan tulang alveolar sejati dan membentuk dinding alveolar dengan ketebalan sekitar 0,1-0,4 mm. Dinding alveolar dilalui oleh pembuluh darah dan pembuluh lymph serta saraf yang masuk ke dalam ruang interdental melalui sejumlah kanal kecil (Kanal Volkmann)

Compact Bone

GAMBARAN HISTOLOGIS

GAMBARAN RADIOGRAFIK

LAMINA DURA

FENESTRATION & DEHISCENCE


Gigi yang labioversi atau dengan akar yang besar biasanya tulang bagian labialnya lebih tipis dan bagian lingual tebal, untuk kasus yg extrim, sebagian akar gigi terbuka (misalnya pada gigi kaninus).
Fenestration

Gigi yang labioversi, sering menonjol keluar dari prosesus, menyebabkan cacat plat kortikal alveolar berupa fenestrasi (lubang kecil) dan dehisensi (celah) alveolar.

Dehiscence

Terima Kasih.

Anda mungkin juga menyukai