Anda di halaman 1dari 27

Medula Adrenal

Lucky Resa Santoso 121 0211 036

KELENJAR ADRENAL
Kelenjar adrenal adalah sepasang kelenjar yang masing-masing terletak diatas ginjal Setiap kelenjar adrenal terdiri atas 2 kelenjar terpisah yaitu korteks dan medula. Korteks berwarna kuning akibat adanya lemak

Medula
Medula merupakan bagian kelenjar adrenalin di sebelah dalam Sel medula berbentuk lonjong atau polihedral dan tersusun dalam kelompok korda pendek dan saling beranastomosis, dikelilingi venula dikapiler

BIOSINTESIS

Medula adrenal sebenarnya adalah bagian modifikasi dari saraf simpatis. Medulla adrenal tersusun atas neuron simpatis pasca ganglion modifikasi.Neuron medulla tidak memiliki akson yang berakhir pada efektor. Sama seperti serat simpatis lain medulla adrenal menghasilkan hormon katekolamin, yaitu hormon dari bentukan peptide tirosin , norepinefrin, namun produksi utamanya ada epinefrin.

Epinfrin dan non ephinefrin adalah sama,perbedaannya hanyalah epinefrin memiliki gugus metil.

Epinefrin disintesis dari tirosin (merupakan prekursor langsung katekolamin) melalui 4 tahap: 1) hidroksilasi cincin Tirosin diubah menjadi L-dihidroksifenilalanin (Ldopa) dengan bantuan enzim tirosin hidroksilase yang berfungsi sebagai oksidoreduktase dengan kofaktor berupa tetrahidropteridin. 2) dekarboksilasi L-dopa mengalami konversi menjadi 3,4dihidroksifeniletilamin (dopamin) dengan bantuan enzim dopa dekarboksilase dan piridoksal fosfat.

3) hidroksilasi rantai samping Dopamin mengalami konversi menjadi norepinefrin melalui peran dopamin b-hidroksilase (DBH) yang merupakan enzim oksidase dengan bantuan askorbat, tembaga dan fumarat. 4) N-metilasi Reaksi N-metilasi yang dialami oleh norepinefrin dikatalisis oleh enzim feniletanolamin Nmetiltransferase (PNMT), membentuk epinefrin

PENYIMPANAN DAN SEKRESI


Medula adrenal memiliki granul kromafin, yaitu organel yang mampu melaksanakan biosintesis, ambilan, penyimpanan dan sekresi. Disamping mengandung katekolamin, granul kromafin juga mengandung ATP-Mg2+, Ca2+ dan DBH. Katekolamin masuk ke dalam granul melalui mekanisme pengangkutan yang melibatkan ATP.

Norepinefrin juga disimpan dalam granul ini, bila terbentuk epinefrin maka epinefrin akan memasuki granul yang baru.
Stimulasi neuron pada medula adrenal mengakibatkan fusi membran granul dengan membran plasma dan peristiwa ini menimbulkan pelepasan eksositosis epinefrin dan norepinefrin. Proses pelepasan epinefrin dan norepinefrin bergantung pada kalsium, dirangsang oleh preparat kolinergik dan b-adrenergik serta dihambat oleh a-adrenergik

METABOLISME

AMBILAN

Ambilan neuronal : 85 -90% amin amin yang dilepaskan akan ditarik kembali lagi oleh badan badan akhir saraf tempat zat itu dilepasakan. Setelah diambil oleh neuron kembali, amin amin akan digunakan kembali oleh MAO dan metabolit metabolitnya dilepaskan.
Fungsi utama MAO adalah 1)mengatur kandungan dopamine dan norepinefrin di neuron, 2)menghancurkan amin yang diambil, 3)metabolisme katekolamin

Ekstraneuronal : Jaringan ektraneuron juga akan mengambil katekolamin, namun pengambilan oleh sel sel ekstraneuron tidak spesifik hanya untuk katekolamin. Pada ambilan ini,katekolamin akan di metabolisme oleh COMT

KONJUGASI

Katekolamin2 dan hasil dan metabolitnya dapat berkonjugasi dengan sulfat atau glukouronida.
Proses reaksi ini terjadi terutama di hepar dan usus. Baru2 ini hasil penelitian menunjukan SDM yg bersirkulasi adalah lokasi signifikan untuk lokasi sulfasi pada manusia.

SIRKULASI

Pada waktu dilepas ke dalam sirkulasi, amin-amin berikatan dengan albimin atau berikatan erat dengan protein yang berafinitas rendah dan berafinitas tinggi.

EFEK BIOLOGIS

Katekolamin bekerja melalui 2 kelompok utama reseptor yaitu a-adrenergik dan b- adrenergik, keduanya mempunyai 2 sub kelompok yaitu a1, a2 dan b1, b2. Epinefrin terikat dan mengaktifkan baik reseptor a maupun b, sedangkan norepinefrin terutama terikat pada reseptor a.

Hormon yang terikat pada reseptor b1, b2 akan mengaktifkan enzim adenilil siklase dan membentuk cAMP sedangkan hormon yang terikat pada reseptor a2 akan menghambat enzim ini.

Reseptor a1 dirangkaikan dengan proses yang mengubah konsentrasi ion kalsium intrasel atau memodifikasi metabolisme fosfatidilinositida atau keduanya. Kompleks protein G juga terlibat dalam proses ini.

PERANAN KATEKOLAMIN PADA REGULASI SEKRESI HORMON

Katekolamin melepaskan renin oleh sel2 jukstaglomerolus melalui rseptor beta. Katekolamin menstimulasi sel B pankreas oleh aktifasi reseptor beta. Dan pada sel A dengan aktifasi reseptor alfa. Katekolamin meningkatkan sekresi tiroksin, kalsitonin, paratiroid, dan gastrin melalui reseptor beta.

REFERENSI
Endokrinologi Dasar dan Klinik, Greenspan linik http://blogs.unpad.ac.id/

http://pustaka.unpad.ac.id/
Kedokteran Klinis, David R.