Anda di halaman 1dari 22

Gamma-glutamyltransferase atau gamma-glutamil transpeptidase (juga glutamyltransferase, GGT, GGTP, gamma-GT) adalah enzim yang mentransfer glutamil gamma-kelompok

fungsional. Gamma GTditemukan dalam banyak jaringan, terutama hati, dan memiliki signifikansi dalam kedokteran sebagai penanda diagnostik.

Fungsi enzim gamma-glutamil transferase ialah mengkatalisis pemindahan gugus gamma-glutamil dari suatu peptida yang mengandung gugus tersebut, misalnya glutation, ke peptida lain atau ke asam amino. Sebagai akseptor gugus gamma glutamil airpun dapat berperan, dan bila ini terjadi maka yang berlangsung adalah proses hidrolisis

Aktivitas GGT in vitro dapat dirangsang oleh aktivator-aktivator khusus. Di dalam tubuh enzim juga dapat dirangsang oleh berbagai zat, antana lain oleh estrogen, narkotika, sedativa, zat-zat karsinogen dan etilalkohol.

Metode Pengukuran gamma GT

Pemeriksaan kwantitatif aktivitas gammaglutamil transferase berdasarkan atas menghilangnya substrat atau dibentuknya produk-produk oleh enzim tersebut. Substrat yang dipakai dalam pemeriksaan GGT merupakan substrat yang sintetik yang mengandung gugus glutamil yang dapat dipindahkan oleh enzim ke suatu akseptor, yaitu suatu asam amino atau dipeptida. Sebelum ditemukan substrat sintetik, glutation sering dipakai sebagai substrat.

Kemudian berbagai macam substrat sintetik digunakan dalam pemeriksaan GGT, antara lain N (DL gamma-glutamil) anilin, alfa-(N-gamma-DL glutamil) aminonitril, gamma-L-glutamil-alfanaphthylamide,N DL-gammaglutamilanilide dan gamma-L-glutamil-pnitro-anilide. Sebagai akseptor gugus glutamil dipakai suatu dipep-tide, yaitu glisilglisin. Pada pemecahan substrat terbentuk

Metoda Szasz menggunakan asam Lglutamat-5-(4-nitroamilide) sebagai substrat. Gamma-glutamil Transferase akan memindahkan gugus gamma-glutamil ke suatu akseptor, yaitu glisilglisin. 4-Nitroanilin yang terbentuk dari pemecahan substrat dapat mengabsorpsi gelombang 405 nm . Perubahanpada pembacaan kolorimeter per waktu unit adalah sebanding dengan laju pemecahan substrat dan dengan demikian sebanding pula dengan aktivitas enzim

Dalam klinik pemeriksaan GGT dalam serum terutama dipakai untuk menentukan penyakit-penyakit hati dan saluran empedu. Dari angka-angka yang meninggi pada berbagai macam penyakit hati dapat diambil kesimpulan bahwa derajat peninggian aktivitas GGT dalam serum atau plasma darah dapat dijadikan parameter untuk diagnosis diferensial penyakit-penyakit hati.

Pada ikterus obstruksi, GGT lebih dini meninggi daripada enzim fosfatase alkali dan kenaikan kadarnya juga lebih tinggi. Pada hepatitis virus GGT pun lebih cepat meninggi daripada enzim-enzim lainnya dan selama stadium penyembuhan kadar GGT masih terus tinggi. Bahkan bila aktivitas enzim-enzim lain, misalnya transaminase, sudah kembali ke normal, GGT masih lebih tinggi daripada normal

Penyakit-penyakit lain yang dapat menyebabkan peninggian aktivitas GGT dalam serum adalah penyakit-penyakit pankreas dan jantung. Pada pankreatitis akut GGT serum dapat meninggi sampai 10 kali dari normal, namun peninggian alfaamilase dan lipase dalam serum masih mempunyai nilai diagnostik yang lebih besar. Pada karsinoma pankreas nilai GGTserum dapat mencapai 30 kali dari normal tanpa gejala-gejala yang menunjukkan kelainan pada hati.

Rendah GT terjadi sebagai spektrum mulai dari berat ke ringan. Bentuk parah. Progresif intrahepatic cholestasis, tipe 1 dan 2:

Type 1 [PFIC1; parah FIC1 disebabkan oleh mutasi

pada ATP8B1 Type 2 [PFIC2; parah BSEP (ekspor garam empedu pompa) disebabkan oleh mutasi pada ABCB11

Bentuk ringan. Jinak intrahepatic cholestasis, tipe 1 dan 2:


Type 1 [BRIC1; ringan FIC1 disebabkan oleh mutasi

pada ATP8B1 Type 2 [BRIC2; ringan BSEP (ekspor garam empedu pompa) disebabkan oleh mutasi pada ABCB11

Diagnosis bentuk-bentuk yang parah harus dipertimbangkan pada anak-anak dengan bukti primer cholestasis (pruritus berat dan serangan penyakit kuning) dan efek sekunder (disfungsi hepatik progresif dan fibrosis / sirosis, keterlambatan pertumbuhan). Anak-anak dengan bentuk-bentuk yang parah biasanya mulai menunjukkan gejala-gejala cholestasis dalam beberapa bulan pertama kehidupan, sementara kemudian presentasi biasanya diamati pada individu dengan penyakit ringan. Lain manifestasi klinis yang berhubungan dengan lemak-lemak dan vitamin yang larut malabsorpsi, termasuk pendarahan dari kekurangan vitamin K, berminyak bangku, dan kurangnya berat badan, dapat hadir pada variabel umur, termasuk bayi baru lahir. Bentuk yang parah akhirnya berkembang untuk stadium akhir penyakit hati.

Jinak berulang intrahepatic cholestasis (BRIC1 dan BRIC2) adalah bentuk-bentuk yang lebih ringan rendah GT intrahepatic cholestasis, dan ditandai dengan episode cholestasis, pruritus berat, dan penyakit kuning; kerusakan hati kronis tidak berkembang. Awalnya episode cholestasis parah diikuti oleh interval bebas penyakit; Pruritus biasanya parah dan gigih. Kelambatan pertumbuhan menjadi jelas pada anak usia dini. Sirosis, kegagalan hati, dan kematian biasanya terjadi kemudian dalam dua dekade pertama kehidupan dengan tidak adanya intervensi bedah.

Individu dengan bentuk berat rendah GT intrahepatic cholestasis (PFIC1 dan PFIC2) biasanya mulai menunjukkan gejalagejala cholestasis (pruritus dan serangan penyakit kuning) dalam beberapa bulan pertama kehidupan; manifestasi sekunder seperti malabsorpsi, berminyak bangku, dan berat badan menurun dapat hadir lebih awal dari tiga bulan usia.

Vitamin yang larut lemak suplemen menggunakan persiapan khusus vitamin E sangat berguna dalam cholestasis parah.

Selain hal tersebut, hal yang dapat menurunkan kadar gama-GT adalah apabila mengkonsumsi obat Obat yang termasuk golongan clofibrate dan pil KB.

Penyakit jantung juga disertai oleh peninggian aktivitas GGT dalamserum. Dalam klinik dapat dipakai untuk memperkuat diagnosis infark jantung

Sebenarnya, Gamma Gt dan HbA1C tidak begitu terkait dan berhubungan karena, gamma GT merupakan enzim plasma non fungsional yang dapat membantu penegakan diagnosis berbagai macam penyakit hepar. Sedangkan HbA1C merupakan hemoglobin terglikosilasi yang dapat mencerminkan konsentrasi glukosa darah rata-rata selama 6-8 minggu sebelumnya

Biasanya HbA1C yag tinggi menunjukkan buruknya pengendalian glukosa darah( pada kasus diabetes mellitus) Kaitan dengan gamma Gt dapat diambil dari peningkatan HbA1C pada penderita diabetes mellitus menyebabkan proses lipolisis dan oksidasi beta meningkat. Akibatnya kadar FFA dalam darah tinggi dan meningkatkan mobilisasi FFA ke hepar.

Di dalam Hepar, Triasil gilserol dalam yang tiggi dapat menyebabkan terjadinya Fatty livere dimana keadaan ini dapat memengaruhi peningkatan enzim-enzim plasma non fungsional hepar seperti SGOT, SGPT, dan Gamma GT

Seorang Pria Usia 48 tahun adalah seorang pemabuk yang mengaku sudah tidak minum minuman beralkohol sejak 5 tahun yang lalu. 1 minggu terakhir ini, ia mengeluh nyeri dada kiri setelah makan pagi. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar gamma GT = 100 U/L at 370C. Apa yang terjadi pada pria ini?

Nilai normal gamma GT pada pria diukur pada 370C adalah 10-50 U/L, jadi pada pria ini terjadi peningkatan kadar gamma GT Yang menimbulkan peninggian GGT yang terbesar dari jenis jenis perlemakan hati adalah yang disebabkan oleh intoksikasi alkohol,yaitu sampai 10 kali dari normal. Peningkatan kadar gamma GT dapat dipakai sebagai marker dalam penyakit cardiovascular, jadi nyeri dada kiri dapat diinterpretasikan sebagai tingginya kadar gamma GT dalam darah

Anda mungkin juga menyukai