LAPORAN KASUS “ KELAINAN UTERI “

Rizky Zulfa Afrida Pembimbing : dr. Rachmat Memet, Sp. Rad Kepaniteraan Radiologi RSI Cempaka Putih

ANATOMI UTERI • Uterus :
– Terdapat dalam rongga panggul, bentuknya seperti buah peer, panjang 6,5 cm – 6 cm dan tebal 2,5 cm – 4 cm. – Uterus terletak di belakang kandung kencing dan di depan rectum. – Kanalis servikalis berbentuk spindle, panjangnya 2 cm – 3 cm. Biasanya pada nullipara ostium uteri eksterna terbuka hanya 0,5 cm

.

• Uterus arkuatus Kelainan ini dapat mengganggu kehamilan dan persalinan. . • Uterus bikornis unikolis. dan 1 vagina. • Uterus sepsus : 1 korpus. septum.Kelainan Kongenital • Uterus di delfis : terdapat 2 korpus. 1 serviks. partus prematurus dan kelainan his. kelainan letak dan posisi. Misalnya terjadi abortus. 2 serviks dan 2 vagina.

.

Hal ini tidak menimbulkan gejala.Kelainan Letak Rahim • Pada hamil tua. kecuali agak mendesak dan kadang-kadang menekan pada ulu hati . uterus membengkok dengan sumbunya kekanan disebut latero-fleksi dekstra.

Retrofleksia uteri gravida inkarserato (RUGI) KELAINAN LETAK RAHIM Abdomen Pendulum .

Abdomen Pendulum Dijumpai pada multipara atau grandemultipara karena melemahnya dinding perut. Makin tua kehamilan.. Selama kehamilan. dianjurkan memakai guritakorset atau ikat perut yang agak ketat dan kencang. terganggu  kepala janin tidak masuk ke ruang panggul  proses persalinan akan terganggu. yang menyokong perut dari bawah . uterus makin bertambah kedepan sehingga fundus uteri lebih rendah dari simfisis  letak janin.

posisi genusemakin pectoral selama 3 perlengket defekasi. memasuki diketahui (fiksata). dan mendorong korpus an atau uteri kearah atas rongga penuh keluar rongga oleh sebab panggul. kali 15 perhari atau besar anlangsung dikoreksi rasa terkurung melalui vagina perlengket dengan 2 jari dalam sakit. (3) rongga tidak keluar Reposisi operatif panggul.Retrofleksia uteri gravida inkarserato Definisi (RUGI) RUGI ialah Etiologi uterus Retrofleksi. GejalaPenanganan hamil yang gejala Bila tidak terjadi tertahan perlekatan dapat semakin ganggua dilakukan: (1) karena lama Koreksi dengan adanya n miksi. panggul. (2) Posisi didalam Trendelenberg lain yang dan tidak dapat istirahat. rongga .

Tingkat III : uterus keluar seluruh dari vagina dengan inversion vaginae.PROLAPSUS UTERI Tingkat II : sebagian uterus keluar dari vagina. Descensus uteri atau turunnya uterus dibagi dalam 3 tingkat: . Tingkat 1 : uterus turun dengan serviks uteri sampai introitus vagianae.

.

.

Frekwensi mioma uteri sekitar 1 % Dengan nama lain leiomioma.MIOMA UTERI Mioma uteri adalah tumor jinak otot polos uterus yang dilipat oleh pseudo kapsul. yang berasal dari sel otot polos yang imatur. fibroid dan fibromioma .

mioma dibagi menjadi : • Mioma intramural (tumor tumbuh tetap di dalam dinding atau otot uterus) • Mioma submukosa (tumor tumbuh dan menonjol ke arah kavum uteri) • Mioma subserosa (mioma tumbuh ke arah luar dan menonjol pada permukaan uterus) .Tempat mioma : • Korpus uteri (97%) • Cervix uteri (3%) Menurut letaknya.

.

Terapi medikamentosa • • • • • • • GnRH analog Progesteron Danazol Gestrinon Tamoksifen Goserelin Antiprostaglandi n .

CARSINOMA UTERI • Kanker rahim yang sering dijumpai: – Kanker leher rahim (karsioma servisis uteri) – Kanker korpus rahim (karsioma korpus uteri) .

dan stadium kanker.Penanganan: Tindakan bergantung pada umur. • Dilakukan konisasi atau amputasi portio. kemudian diberikan pengobatan radiasi. Bila anak cukup sebaiknya dikerjakan histerektomi. kemudian diberikan dosis penyinaran. Wanita relatif yang masih mendambakan tambahan anak dengan kanker leher rahim. Dalam triwulan II kehamilan. tua kehamilan. paritas. • Segera dilakukan histerotomi untuk mengeluarkan hasil konsepsi. . Wanita yang relatif muda dan hamil tua dengan kanker stadium dini • melahirkan janin secara spontan. Dalam triwulan I dijumpai kanker leher rahim • Dilakukan abortus buatan.

melihat bayangan rongga rahim dan bentuk tuba fallopi. HSG tidak boleh dilakukan karena ada kemungkinan masuknya kontras ke dalam pembuluh darah . • Biasanya dilakukan untuk mengetahui penyebab terjadinya infertilitas • Waktu optimumnya yaitu pada hari ke 9 -10 sesudah haid muIai.HSG (Histerosalpingografi ) • Pemeriksaan dasar untuk mengetahui anatomi dan fisiologi alat genital wanita. • Jika masih ada pendarahan.

Pasien tiduran dengan posisi litotomi Bagian vaginadibersihkan dengan betadine lalu di pasangkan speculum cocor bebek . .Teknik Pemasangan Kontras Membuat foto polos dari pelvis dan instruksikan pasien untuk mixie Masukkan sonde untuk mengukur seberapa besar ruangan uteri . Masukkan alat “Salphinogram” yang dihubungkan dengan spuit berisi bahan kontras . Masukkan bahan kontras dan akan mengisi cavum uteri dan tuba uterina .

polip adenomatous uteri.INDIKASI • Sterilisasi primer dan sekunder. • Perdarahan pervaginam yang berat. • Penyakit ginjal dan . • Infertilitas primer dan sekunder. • Menentukan lokasi IUD • Pendarahan pervagina minimal. akibat mioma. • Kelainan bawaan uterus KONTRA INDIKASI • Hipersensitifvitas pada zat kontras • Pasien yang baru di kuretase • 7 hari sebelum haid dan < 7 hari post haid • Proses-proses inflamasi yang akut pada abdomen merupakan kontra indikasi. • Abortus habitualis trisemester II yang dicurigai akibat inkompetensi cerviks.

.

memandu ukuran. miometrium posisi plasenta dan kelainan janin Tuba Fallopi Ovarium : tampat secara umum sebagai struktur tidak terlihat oval di lateral secara adekuat uterus. . tepi. berukuran kecuali jika kecil dan atrofik terdapat pada wanita hidrosalphing pascamenopouse. posisi mendeteksi dan kelainan amniosintesis kehamilan ektopik.ULTRASONOGRAFI USG berguna untuk Uterus : USG mengkonfirmasi adanya kehamilan USG juga dapat dapat menilai dini yang viabel.

.

KASUS • Nama : Ny. A • Usia : 45 thn • Jenis Kelamin : perempuan Tampak massa Hypoechoic berbatas tegas dengan ukuran 3 x 6 cm DIAGNOSA : Myoma Uteri DD : .

Scan • MRI .SARAN PEMERIKSAAN • CT.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful