Anda di halaman 1dari 24

HIV

Oleh : Azmi elvita Lisa delpiana Ratna sari dewi Sahmul hidayah S Tengku nana Pembimbing : dr Syukri Delam, SpOG

HIV
Human Immunodeficiency Virus

Virus
Menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.

Virus HIV

AIDS

Acquired Immuno Deficiency Syndrome


Muncul setelah 1 atau lebih virus (HIV) penyakit dapat menyerang Sistem timbul sistem kekebalan beberapa kekebalan tubuh menjadi penyakit bisa tubuh kita menjadi lebih lemah selama 5-10 parah daripada tahun atau biasanya lebih.

Virus HIV Terdapat Dalam Sebagian Cairan Tubuh


Darah

Air mani

Air susu ibu (ASI) Cairan vagina

CARA PENULARAN HIV-AIDS


Bersenggama dengan orang HIVpositif

Memakai jarum suntik yang bekas pakai orang lain, dan yang mengandung darah yang terinfeksi HIV

Menerima transfusi darah yang terinfeksi HIV

CARA PENULARAN HIV-AIDS


Penularan dari ibu HIVpositif ke bayi dalam kandungan, waktu melahirkan, dan saat menyusui

Penularan dari sikat gigi, pisau cukur yang meninggalkan darah orang dengan HIV positif

Virus HIV tidak menular melalui :


Bersalaman, berpelukan, Berciuman Batuk, bersin Memakai peralatan rumah tangga seperti alat makan, telepon, kamar mandi, WC, kamar tidur, dll Gigitan nyamuk
Bekerja, bersekolah, berkendaraan bersama Memakai fasilitas umum misalnya kolam renang, WC umum, sauna, dll.

HIV tidak dapat menular melalui udara

Virus ini juga cepat mati jika berada di luar tubuh HIV tidak dapat diserap oleh kulit yang tidak luka
Virus ini dapat dibunuh jika cairan tubuh yang mengandungnya dibersihkan dengan cairan pemutih (bleach) seperti Bayclin atau Chlorox, atau dengan sabun dan air

AIDS disebabkan oleh virus Human Immunodeficiency Virus. Apabila terinfeksi HIV, maka tubuh akan mencoba untuk melawan infeksi tersebut. Tubuh akan membentuk antibodi, yaitu sistem pertahanan khusus untuk melawan HIV.

Tes darah untuk HIV berfungsi untuk mencari keberadaan antibodi tersebut. Apabila anda memiliki antibodi ini dalam tubuh anda, maka artinya anda telah terinfeksi HIV. Orang yang memiliki antibodi HIV disebut ODHA. Harus diingat bahwa seseorang yang mengidap HIV biasanya tidak menunjukkan tanda-tanda selama paling sedikit beberapa bulan sampai beberapa tahun.

Ciri-ciri mayor HIV AIDS Pada orang dewasa, adalah :

Kehilangan 10% dari berat badan lebih dari satu bulan tanpa penyebab. Diare (BAB cair) lebih dari satu bulan.

Demam yang berlangsung selama lebih dari satu bulan

Ciri-ciri minor adalah :

Kulit gatal dan cacar di seluruh tubuh yang tidak kunjung sembuh.
Sariawan pada mulut maupun lidah yang sulit disembuhkan Muncul benjolan di leher dan ketiak yang tidak hilang

Dicurigai mengidap HIV AIDS

J I K a

Memiliki dua tanda mayor dan satu tanda minor

Ciri-ciri HIV AIDS Pada anak-anak, 3 tanda mayor adalah:


Berat badan menurun, atau pertumbuhan lambat.
Diare (BAB cair) selama 14 hari atau lebih. Demam selama lebih dari satu bulan.

Pada anak-anak, 5 tanda minor AIDS adalah:


Kulit gatal di seluruh tubuh. Pembengkakan kelenjar (di leher, ketiak, atau selangkangan). Sariawan di dalam mulut, lidah. Infeksi pada telinga, tenggorokan, dan infeksi lainnya. Batuk yang tidak sembuh-sembuh.

Cara Pencegahan HIV AIDS :

Pastikan untuk tidak berhubungan seks dengan orang yang terinveksi virus HIV. Berganti-ganti pasangan seksual sangat beresiko tinggi mudah tertular virus HIV.
Pastikan bahwa darah yang akan di transfusi bebas dari kontaminasi virus HIV.

Ibu yang terinveksi HIV sebaiknya tidak hamil.

Penyalahgunaan jarum suntik seperti penggunaan narkoba sangat mudah sekali menularkan virus HIV. Setiap alat yang di gunakan untuk orang banyak yang beresiko membawa virus HIV harus disterilkan terlebih dahulu dengan menggunakan lisol, detol, atau alkohol.

Penyalahgunaan jarum suntik seperti penggunaan narkoba sangat mudah sekali menularkan virus HIV. Setiap alat yang di gunakan untuk orang banyak yang beresiko membawa virus HIV harus disterilkan terlebih dahulu dengan menggunakan lisol, detol, atau alkohol.

Orang-orang yang memiliki kebiasaan seks bebas, bertato, pemakaian narkoba dengan jarum termasuk mereka yang beresiko tinggi terkena AIDS. Untuk itu perlu mengubah kebiasaan untuk hidup lebih sehat dan aman. Pencegahan penularan melalui pernikahan. Pernikahan dengan orang-orang yang memiliki riwayat pekerjaan atau kebiasaan hidup beresiko tinggi tertular HIV sebaiknya dilakukan tes HIV AIDS.

Pengobatan Penyakit AIDS:


Kendatipun dari berbagai negara terus melakukan penelitiannya dalam mengatasi HIV AIDS, namun hingga saat ini penyakit AIDS tidak ada obatnya termasuk serum maupun vaksin yang dapat menyembuhkan manusia dari Virus HIV penyebab penyakit AIDS.

Penanganan sampai saat ini adalah untuk membantu memperbaiki daya tahan tubuh, meningkatkan kualitas hidup bagi mereka yang diketahui terserang virus HIV

Kesimpulan

Pencegahan merupakan upaya terampuh untuk terhindar dari infeksi HIV

Penularan HIV tidak melalui jabatan tangan, maupun lewat udara.

Jangan jauhi ODHA (orang dengan HIV AIDS)