Anda di halaman 1dari 12

KIPI CAMPAK

Oleh : Dr. Charles Hutasoit, SpA

PENYAKIT CAMPAK
Penyakit

virus akut, oleh virus campak Penyebaran : droplet, m.inkub : 10-14 hr Sgt infeksius, awal prodromal sp 4 hr stlh ruam timbul Ms prodromal (2-4 hr) : demam, batuk, coryza(pilek), konjungtivitis Ruam makulopapular dari belakang telinga, leher, wajah, menyebar ke bawah sp tangan dan kaki

Komplikasi

: otitis media, bronkopneumpnia, ensefalitis akut, SSPE (Subacute Sclerosing PanEncephalitis) yg dpt menyebabkan kerusakan otak progresif. Komplikasi lbh berat pd peny.kronis & anak kecil (neg. berkembang)

IMUNISASI CAMPAK

Kemanjuran imunisasi campak (USA, 1963) : dari 400.000 kasus tiap tahun, setelah program imunisasi nasional berjalan ditemukan reduksi sebanyak 99% dari kasus yg dilaporkan. Vaksin campak sdh dikembangkan >40 thn yg lalu dan sdh diberikan pd ratusan juta anak di seluruh dunia. Sejak thn 2001, sdh mengurangi angka kematian dunia akibat campak sebanyak 60%, menyelamatkan 2,3 jt anak dlm jgk wkt 6 thn

Vaksin

campak aman utk anak kecil, dpt diberikan pad anak dgn demam ringan, ttp ditunda bl demam berat atau peny. serius. Vaksin campak yg dipakai adlh keluaran PT.BIOFARMA yg telah lulus standarisasi WHO

KEJADIAN IKUTAN PASKA IMUNISASI (KIPI) CAMPAK


Reaksi

KIPI yg bs tjd pd sbgn anak, sgt jrg bersifat serius Gejala klinis : ruam2 kulit ringan, demam ringan, pilek Reaksi sistemik : malaise, demam atau ruam, srg tjd 1 mgg setelah imunisasi dan berlangsung selama 2-3 hr Dapat terjadi kejang (0,1%),, dlm 6-11 hr stlh imunisasi

PENGKAJIAN DAN PENANGGULANGAN KIPI

Pelaporan kasus KIPI sgt penting dan hrs selalu dibuat dan dikirim ke komisaris daerah (Komda) PP KIPI di propinsi, dgn mengisi formulir KIPI yg telah tersedia Tdk semua kejadian ikutan paska imunisasi disebabkan oleh imunisasi, krn sbgn besar ternyata tdk ada hubungannya dgn imunisasi. Oleh karena itu untuk menentukan KIPI diperlukan keterangan mengenai :

- besar frekwensi KIPI pd pemberian vaksin ttt. - sifat kelainan tsb : lokal / sistemik - derajat sakit resipien apkh memerlukan perawatan, menderita cacat, atau menyebabkan kematian - apkh penyebab dpt dipastikan, diduga atau tdk terbukti - apkh dpt disimpulkan bhw KIPI berhub dgn vaksin, kesalahan produksi atau kesalahan prosedur

Komnas

pengkajian dan penanggulangan KIPI mengelompokkan etiologi KIPI dlm 2 klasifikasi : 1. klasifikasi lapangan menurut WHO Western Pacific (1999) utk petugas di lapangan 2. klasifikasi kasualitas menurut IOM 1991 dan 1994 untuk telaah Komnas PP KIPI

KLASIFIKASI LAPANGAN

Sesuai dgn manfaatnya di lapangan maka KN PP KIPI memakai kriteria WHO Western Pacific untuk memilah KIPI dlm 5 kelompok penyebab : 1. kesalahanprogram 2. reaksi suntikan 3. reaksi vaksin 4. koinsiden 5. sebab tdk diketahui

Kesalahan Program / Tehnik Pelaksanaan (programmatic error)


Sbgn

besar kasus KIPI berhubungan dgn masalah tehnik pelaksanaan yg meliputi kesalahan penyimpanan, pengelolaan dan tatalaksana pemberian vaksin, mis : - dosis antigen terlalu banyak - lokasi dan cara menyuntik - sterlisasi semprit dan jarum suntik

- jarum bekas pakai - tindakan a dan antiseptik - kontaminasi vaksin & peralatan suntik - penyimpanan vaksin - pemakaian sisa vaksin - jenis & jumlah pelarut vaksin - tdk memperhatikan petunjuk pemakaian dan indikasi kontra