Anda di halaman 1dari 28

K 3 KONSTRUKSI BANGUNAN

Progdi D3&D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja Fak Kedokteran UNS.

Jenis,Macam dan Lingkup Konstruksi Bangunan


Jenis Pekerjaan: Sipil Basah& Sipil Kering. Konstruksi Bangunan meliputi seluruh tahapan ditempat kerja yaitu pekerjaan penggalian,pemancangan/pekerjaan beton, pembangunan konstruksi,pembongkaran, perobahan,perbaikan,pemeliharaan dan pek. Operasi yang terkait dengan konstruksi. K3 nya meliputi: K3 konstruksi bgn. Gedung, K3 konstruksi jalan dan jembatan, K3 konnstr. bangunan basah &K3 konstr.bawah tanah.

Bahan Training/Pelatihan K3 Konstruksi Bangunan


Obyek pengawasan K3 konstruksi bangunan Persyaratan teknis industri konstruksi pada tempat kerja dan perlengkapan, perancah & tangga,permesinan & alat berat,alat angkatangkut,tali&simpul,tali baja &rantai,pekerjaan bawah tanah,penggalian2,pemancangan, pengerjaan beton&pembesian,pembongkaran ,pekerjaan kelistrikan,peralatan penanggulang an kebakaran,kesehatan tenaga kerja,alat & sarana perlindungan lingkungan&bencana alam dsb,pengawasan dampak &pengaruh lingkungan.

Sumber-sumber Bahaya di Pekerjaan Konstruksi Bangunan


Tempat kerja dimanadikerjakan pembangunan ,perbaikan,perawatan,pembersihan atau pembongkaran bangunan termasuk bangunan pengairan,saluran,terowongan dsb. Dilakukan pekerjaan yang mengandung bhya jatuh atau kejatuhan,terkena pelantingan alat atau benda,tertimbun,terperosok, hanyut. Dilakukan pekerjaan dalam sumuran/lobang.

Sumber2 Bahaya Konstruksi (lanjutan)


Dilakukan pekerjaan dalam ketinggian diatas tanah atau perairan. Dilakukan pekerjaan dibawah tekanan ,suhu yang tinggi atau rendah ,cuaca yg ekstreem. Dilakukan pekerjaan didalam pengaruh radiasi atau gelombang elektromagnetik,asap,debu. Dilakukan pekerjaan dalam ruangan terbatas (confined-space).

Pekerjaan Penggalian dan pemancangan.


Penggalian lebih dari 1,4 m harus berizin,krn: kemungkinan terperosok&tertimbun, gasberbahaya,atau banjir/tenggelam. Pemancangan beton pancang atau paku-bumi diwaspadai bahaya alat-berat & suara/getaran Penggalian terowongan/gorong2/sanitasi hrs sesuai aturan keamanan termasuk instalasi listrik &penangkal petir dibawah tanah.

Pemasangan kontruksi baja&beton


Pemakaian peralatan dan mesin sesuainK3nya. Pemakaian APD sesuai jenis pekerjaan dan JSA Bekerja lebih tinggi dari 1,6/2 meter berlaku aturan/UU bekerja di ketinggian. Urutan dan prioritas pembangunan konstruksi sesuai blue-print yang ditetapkan. Penggunaan sistim out-sourcing harus diatur dan dibuat perjanjian,terutama hal siapa dan bagaimana SOP bila terjadi kecelakaan kerja.

Keamanan Stuktur
Bobot dan beban konstuksi beserta stuktur bangunannya betul2 harus diperhitungkan dgn teliti sesuai mekanika teknik oleh ahlinya Beban dan gaya yg bekerja bermcam jenis. Beban statis bisa berupa gaya tarik,tekan, lengkung atau bengkok serta gaya gunting. Beban dinamis dari gerak dan beban yg kelak numpang dikonstruksi,bisa manusia,alat,mesin,perlengkapan dsb dlm gerak&getarannya.

Kegagalan & Rusaknya Struktur, Analisa Penyebabnya:


Salah design,misal salah asumsi bobot dlm lift. Kesalahan dan sifat material,memuai karena panas,spesifikasi yg dipalsukan,korosi dsb. Cacat pisik dari material,baik sebelum&proses pemasangan,pemakaian,cuaca atau bencana. Overloading atau beban yg tdk diprediksi. Kesalahan SDM saat pemasangan/pemakaian Keliru pemeliharaan/perawatan/inspeksi.

Lantai kerja, Slip&Fall.


Lantai permukaan tempat kerja sangat berpengaruh dalam terjadinya kecelakaan. Lantai yg kering,bersih dan permukaan agak kasar dan kondisi kering lebih aman. Tumpukan bahan dan alat ditata/diatur. Perubahan kondisi lantai misalnya dari kering ke basah,menjadi licin,miring dsb berbahaya. Pelatihan K3 menghadapi slip&fall dianjurkan

Kenyamanan di Tempat Kerja.


Penerangan(dlm lux):untuk pekerjaan teliti 1000,sedang 500,biasa 100 & kasar 50. Jendela/pintu/blow-plank=1/6 luas lantai. Kecepatan udara>25 cm/detik jadi gangguan. Tempat kerja nyaman per orang>10 mtr kubik Luas lantai kerja per orang>2 meter persegi. Tinggi langit-langit aman&nyaman= 4 meter.

Tangga dalam Bangunan


Tangga Bangunan punya persyaratan K3 sbb: 1.Uniformity,kesamaan ukuran&bentuk anak tangga. 2.Slip-resistance,bahan atau konstuksi antislip. 3.Slope,kemiringan;tidak boleh terlalu tajam. 4.Visibility,pandangan dan penerangan yg cukup. 5.Perhitungan beban struktur. 6.Lebar anak tangga dan pegangan sekaligus pagar. 7.Pandangan atau situasi yg mengganggu.

Perancah (Scaffolding).
Pada saat pembangungunan gedungtinngi atau diperlukan pekerjaan di ketinggian, banyak di gunakan perancah baik dari bambu,kayu atau pipa besi;perancah ini sering dipakai sebagai landasan/platform dalam bekerja. Dalam aturan Depnaker,perancah adalah: 1.Tempat/landasan utk bekerja di ketinggian. 2.Tempat kerja sementara. 3.Yang boleh ada diatasnya hanya pekerja,bahan dan alat kerja secukupnya.

Macam2 Perancah
Perancah jalur tunggal, 1 sisi nempel dinding. Perancah bebas,mimbar yang disangga oleh tiang2 tegak bebas dgn balok pembaring & penahan datar dan silang. Perancah gantung,mimbar perancah diikat di 2 sisi dgn kabel baja yang digantung /dicantol pada balok atau kerangka besi yang kuat; ada yg dipasang mesin utk naik turun otomatis. Perancah dgn balok penahan masuk dinding.

Penggunaan Perancah
1.Perancah harus dibuat dan dirubah oleh ahli yg bersertifikat. Ada pemeriksaan rutin dan berkala dalam pemakaian sehari hari. 2.Sebelum suatu proyek menggunakan perancah harus masuk perencanaan yang dilaporkan & disahkan Disnaker setempat. 3.Platform untuk bekerja harus kuat,rata,bebas hambatan dan timbunan serta punya dinding tepi pengaman jatuh dan berjarak 60 an cm dari bangunan yang dikerjakan.

Pekerjaan Penggalian
1.Sebelum penggalian stabilitas tanah harus diuji dan segala instalasi bwh.tnh.diperiksa. 2.Prasarana umum harus dimatikan/diputus alirannya;bila tidak mungkin maka ditarik keatas, dipagari dan dilindungi,dikontrol harian. Koordi nasikan utk pipa gas/air,kabel listrik/telepon. 3.Tepi penggalian dibuat kemiringan tertentu, biasa nya 45 derajat & > 1,2 m harus ada tangga. 4.Harus ada pengujian gas.Proses harian dijelaskan. 5.Tersedia penerangan&udara segar yg cukup. 6.Kalau memakai eksavator harus >50 cm dari pipa gas.

Masalah Safety Konstruksi


Di Amerika Serikat,juga di negara2 lain,tercatat bahwa prosentase kecelakaan dibidang konstruksi terbukti memegang rekor tertinggi dlm prosentase kecelakaan kerja. Mengapa? 1.Karena sangat banyaknya macam/jenis pekerjaan. 2.Alat berat,hand-tools dll peralatan beragam. 3.Pendidikan&training pekerja umumnya kurang 4.Banyak macam pekerjaan yg di out-sourcingkan.

Masalah K3 Konstruksi(2)
5.Aturan yg terlalu beragam membuat sistim pengawasan sulit. 6.Banyak kecelakaan karena mutu alat/material 7.Khusus peralatan berat. a.Kurang kontrol kelaikan&ijin sblm dipakai. b.Pemakaian tidak sesuai SOP. c.Uji sertifikasi&lisensi operator blm ditaati. d.JSA masing2 peralatan kurang dikuasai .

Masalah K3 Konstruksi(3)
8.Aturan penggalian dan bekerja diketinggian kurang ditaati. 9.APD umumnya dan utk bekerja diketinggian banyak tidak dipakai sesuai SOP. 10.Pengaruh cuaca menggangu proyek. 11.Masalah perilaku dan kesembronoan pekrja. 12.Pertanggung jawaban tertulis antar pihak sering tidak dilakukan.

Alat Angkat Angkut (Umum)


Alat angkat-angkat kapasitasnya sesuai ketentuan pabrik ;modifikasi atau alih fungsi akan menjadikan kapasitasnya berubah. Alat2angkat angkut konstruksi akan berbahaya bila tidak dioperasikan atau dirawat dgn benar ; cara oprerasibdan perawatan harus sesuai MANUAL pabriknya. Bila manual hilang atau rusak harus segera dicari gantinya. Operator dan tenaga perawatan harus betul2 menguasai tugasnya sesuai standard&lisensi.

Alat Angkat-Angkut ( Set-Up )


Alat harus posisi datar dan ditopang kuat; pemakaian dilapangan memakai outriggers. Outriggers untuk crane dan excavator harus sesuai standard/manual& ditest lebih dahulu. Bila menggunakan kaki2 tambahan harus chek prosedur tertulisnya/manual pabriknya. Bila menggunakan beban pengimbang harus dipasang/diikat kuat&diuji-coba lebih dulu. Bila menggunakan tambahan boom,panjang tali-baja,roda/jig penyangga,sesuai manual.

Tata Operasi Alat Angkat-Angkut.


Tabel aturan besar beban&panjang jangkauan penggunaan alat harus dipatuhi,chek manual. Beban dites dan tidak boleh melebihi aturan. Bila menggunakan buckle max. 80% aturan. Di AS menggunakan SAE 1063&765 OCT 80. Beban harus dihitung dgn tali &pengikatnya. Bila kecepatan angin melebihi 32 km/jam, daya angkat-angkut harus dikurangi ( crane ). Untuk telescope-crane,chek sesuai manualnya

Check-list sebelum Operasi Alat


1. 2. 3. 4. 5. 6. Apakah alat/mesin sudah pada posisi datar? Apakah roda penyangga&kaki2 sudah kokoh? Apakah extended-outriggers landasan kuat? Bila alat beroda bannya tekanannya cukup? Berapa sudut angkat boomnya? Berapa panjang dan posisi angkat boom dan sistim cantolan bebannya? 7. Brp beban yang akan diangkat&bentuknya?