Anda di halaman 1dari 51

REFERAT

TUMOR SINONASAL

KARTIKA ACHMAD -- C111 06 005 NUR RAHMAH RASYID C 111 08 134 PEMBIMBING : Dr. ANTONIUS PASULU

DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU KESEHATAN THT-KL FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2013

PENDAHULUAN
Penyakit di mana terjadinya
DEFINISI

pertumbuhan sel (ganas) pada sinus paranasal dan rongga hidung

Jarang, terbanyak kedua dari KNF Asia > Amerika EPIDEMIOLOGI Laki-laki > Wanita Predileksi : Maxillaris > Ethmoid > Frontal > Sphenoidal

ANATOMI & FISIOLOGI


HIDUNG

SINUS

ETIOLOGI & FAKTOR RISIKO


Multifaktorial
Respon berbeda tiap individu Inhalan spesifik

virus
usia Sinar ion/ radiasi

TUMOR SINONASAL

Jenis kelamin
Penggunaan tembakau dan olahannya

Alkohol

PATOMEKANISME
Diferensiasi

Sel normal
Onkogen

Sel Kanker

Etiologi Faktor Resiko - karsinogen


Proto onkogen

Transformasi gen

Inisiasi

Promosi
Progresi

Induksi In situ Invasi Diseminasi

KLASIFIKASI TUMOR

Jinak

Papiloma skuamosa Papiloma Inversi Displasia Fibroma Angiofibroma Nasofaring Juvenile


Karsinoma sel skuamosa Undifferentiated Carcinoma Rhabdomyosarkoma Chondrosarkoma Limfoma Maligna Sinonasal Adenokarsinoma Sinonasal

Ganas

TUMOR JINAK
JENIS TUMOR PAPILOMA SKUAMOSA KARAKTERISTIK Paling sering Mirip polip, tetapi lebih vaskuler, padat dan tidak mengkilap Jarang Mirip polip Dapat residif ganas dan invasif Tumbuh lambat, sekitar usia pubertas Jarang nyeri PENATALAKSANAAN Eksisi lesi

PAPILOMA INVERTED

Bedah radikal (rinotomi lateral dam maksilektomi medial) Pembedahan tergantung deformtas dan nyeri Surgical resection (lateral rhinotomi dan medial maksilektomi), terkadang radioterapi untuk yang persistent

DISPLASIA FIBROSA

ANGIOFIBROMA Paling sering usia NASOFARING remaja, dan laki-laki JUVENIL Berasal dari post. Cavum nasi tumbuh ke nasofaring Tumbuh lambat

TUMOR GANAS
JENIS TUMOR Karsinoma Sel Skuamosa KARAKTERISTIK Jenis paling umum Terdiri atas : keratinizing dan nonkeratinizing PENATALAKSANAAN Pembedahan atau radioterapi lesi dini (T1-T2) multimodal terapi tahap lanjut (T3-T4) Terapi optimal belum ada, Chemoradiotherapy diikuti oleh pembedahan Multimodal terapi

Undifferentiated Jarang Carcinoma Sangat agresif dan histogenesisnya tidak pasti. Rhabdo myosarcoma 3045% terjadi pada daerah kepala dan leher dan 10% terjadi pada sinonasal agresif Lambat 5-10% pada kepala dan leher, >> maxilla dan mandibula.

Chondro sarkoma

Pembedahan dan radiasi pembedahan (dianjurkan hasil histologi)

JENIS TUMOR

KARAKTERISTIK

PENATALAKSANAAN

Limfoma Maligna Sinonasal


Adenokarsino ma Sinonasal

5.8-8% dari limfoma ekstranodal pada kepala dan leher.


10 hingga 14% dari keseluruhan tumor ganas nasal dan sinus paranasal Agresif, invasif namun tidak bermetastasis

radioterapi lesi lokal kemoterapi keterlibatan sistemik dan rekurensi sistemik.


pembedahan dan adjuvant radioterapi

Olfactory 7-10% keganasan di Neuroblastoma sinonasal pada / ENB kisaran usia 10-20 dan 50-60 Mukosal Melanoma Maligna

Bedah eksisi, radioterapi postoperatif

1% keganasan Reseksi tumor dan dengan origin kepala radioterapi lokoregional dan leher Polipoid, keabuabuan

DIAGNOSIS
PEMERIKSAAN FISIS

ANAMNESIS

PEMERIKSAAN PENUNJANG

STAGING

1. ANAMNESIS
Gejala Nasal

Gejala Orbital Gejala Oral Gejala Fasial Gejala Intrakranial


Riwayat Pekerjaan/Lingkungan Riwayat Lifestyle Riwayat Paparan Bahan Kimia Karsinogen

2. PEMERIKSAAN FISIS

Inspeksi

Rhinoscopy

Palpasi

3. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Biopsi / PA CT Scan

Endoskopi

X-Ray

MRI

PET Scan

PEMERIKSAAN BIOPSI / PATOLOGI ANATOMI


Tujuan :
Mengetahui jenis histologi tumor Mengetahui sifat tumor Mengetahui derajat diferensiasi sel Mengetahui stadium penyakit Mengetahui radikalitas operasi

PEMERIKSAAN ENDOSKOPI

NASOENDOSKOPI

SINUSKOPI

PEMERIKSAAN X-RAY

PEMERIKSAAN CT SCAN

PEMERIKSAAN MRI

PEMERIKSAAN PET SCAN

4. STAGING (T.N.M.)
Tx T0 Tis
T1 SINUS MAKSILLARIS 3,7,12 Tumor primer tidak dapat ditentukan Tidak terdapat tumor primer Karsinoma in situ Tumor terbatas pada mukosa sinus maksilaris tanpa erosi dan destruksi tulang. Tumor menyebabkan erosi dan destruksi tulang hingga palatum dan atau meatus media tanpa melibatkan dinding posterior sinus maksilaris dan fossa pterigoid. Tumor menginvasi dinding posterior tulang sinus maksilaris, jaringan subkutaneus, dinding dasar dan medial orbita, fossa pterigoid, sinus etmoidalis. Tumor menginvasi bagian anterior orbita, kulit pipi, fossa pterigoid, fossa infratemporal, fossa kribriformis, sinus sfenoidalis atau frontal.

T2

T3

T4a

Tumor menginvasi salah satu dari apeks orbita, duramater, otak, fossa T4b kranial medial, nervus kranialis selain dari divisi maksilaris nervus trigeminal V2, nasofaring atau klivus.

Kavum Nasi dan Ethmoidal 3,7,12 Tx Tumor primer tidak dapat ditentukan T0 Tidak terdapat tumor primer Tis Karsinoma in situ Tumor terbatas pada salah satu bagian dengan atau tanpa T1 invasi tulang Tumor berada di dua bagian dalam satu regio atau tumor T2 meluas dan melibatkan daerah nasoetmoidal kompleks, dengan atau tanpa invasi tulang Tumor menginvasi dinding medial atau dasar orbita, sinus T3 maksilaris, palatum atau fossa kribriformis. Tumor menginvasi salah satu dari bagian anterior orbita, T4a kulit hidung atau pipi, meluas minimal ke fossa kranialis anterior, fossa pterigoid, sinus sfenoidalis atau frontal. Tumor menginvasi salah satu dari apeks orbita, dura, otak, T4b fossa kranial medial, nervus kranialis selain dari V2, nasofaring atau klivus.

Nx N0 N1

N2 N2a N2b
N2c N3

Kelenjar Getah Bening Regional (N) 3,7 Tidak dapat ditentukan pembesaran kelenjar Tidak ada pembesaran kelenjar Pembesaran kelenjar ipsilateral 3 cm Pembesaran satu kelenjar ipsilateral 3-6 cm, atau multipel kelenjar ipsilateral <6 cm atau metastasis bilateral atau kontralateral < 6 cm Metastasis satu kelenjar ipsilateral 3-6 cm Metastasis multipel kelanjar ipsilateral, tidak lebih dari 6 cm Metastasis kelenjar bilateral atau kontralateral, tidak lebih dari 6 cm Metastasis kelenjar limfe lebih dari 6 cm Metastasis Jauh (M) 3,7 Metastasis jauh tidak dapat dinilai Tidak terdapat metastasis jauh Terdapat metastasis jauh

Mx M0 M1

*American Joint Comitte in Cancer (AJCC) 2010

0 I II III

IVa

IVb IVc

STADIUM TUMOR GANAS DAN SINUS PARANASAL Tis N0 M0 T1 N0 M0 T2 N0 M0 T3 N0 M0 T1 N1 M0 T2 N1 M0 T3 N1 M0 T4a N0 M0 T4a N1 M0 T1 N2 M0 T2 N2 M0 T3 N2 M0 T4a N2 M0 T4b Semua N M0 Semua T N3 M0 Semua T Semua N M1

*American Joint Comitte in Cancer (AJCC) 2010

PENATALAKSANAAN
Pembedahan
Kuratif Paliatif

Radioterapi
Single modality Adjuvant Neoadjuvant Concomittant

Kemoterapi
Adjuvant Neoadjuvant Concomittant Paliatif

KOMPLIKASI PEMBEDAHAN
Perdarahan

Diplopia

CSF Leakage

Epifora

Infeksi

PROGNOSIS
Riwayat obat & terapi Perluasan tumor Status batas sayatan Status Imunologis

Asal tumor primer

Lamanya follow up

Diagnosis Histologi

DLL

BACK

BACK

BACK

BACK

BACK

SCC Keratinizing (left) SCC Non Keratinizing (right)

Olfactory Neuroblastoma (ENB)

SNUC

Papiloma Inverted

The T2W-image on the left confirms the cystic element (yellow arrow). The coronal CT nicely demonstrates remodelling of the bone and expansion (arrowheads). This proved to be an inverting papilloma. The localisation is rather typical.

Limfoma SN

On the CT-images the findings are: Soft tissue mass in the maxillary sinus (red arrow). Destruction of the sinus wall (yellow arrow). Remodelling and destruction of the pterygoid bone (blue arrow). Large soft tissue mass in the masticator space (asterisk). The image on the right is more cranial. There is opacification of the sphenoid sinus with destruction of and osteopenia of the sphenoid bone. CT nicely demonstrates the bone destruction and some of the soft

Displasia Fibrosa

On CT this is classic fibrous dysplasia (FD) with cortical sparing and ground-glass appearance. Many of the fibrous dysplasia lesions in the clivus, skull base or sino-nasal cavity and in children may have large cystic components

Angiofibroma Nasofaring Juvenil

Coronal CT scan of the lesion filling the left nasal cavity and ethmoid sinuses, blocking the maxillary sinus and deviating the nasal septum to the right side.

Adeno Ca

Soft tissue mass in the right nasal cavity, adherent to the nasal septum, focally growing through this structure (arrowhead). The lesion reaches the lamina cribrosa, but the anterior cranial fossa structures (including the olfactory bulb) appear normal (arrow). Retro-obstructive infl ammatory changes are seen in the ipsilateral maxillary sinus; compared to the peripheral part, the central part of the maxillary sinus shows lower intensity on the T2-weighted image and higher intensity on the plain T1-weighted image due to thickening of intraluminal secretions. Also in the posterior ethmoid cells (curved arrow) infl ammatory changes are seen, separating the tumor from the lamina papyracea.

SNUC

On CT this is classic fibrous dysplasia (FD) with cortical sparing and groundglass appearance. Many of the fibrous dysplasia lesions in the clivus, skull base or sino-nasal cavity and in children may have large cystic componentsModerately enhancing soft tissue mass in the left nasal cavity, growing into the posterior ethmoidal cells and sphenoid sinus. Extension into the pterygopalatine fossa (indicated by arrowhead on opposite side) and into the cavernous sinus (arrow), encasing the internal carotid artery, and reaching the anterior margin of Meckels cave (curved arrow). Thickening and increased enhancement of the medial and inferior rectus muscle (arrows), corresponding to neoplastic involvement. apart from the muscular thickening, some infi ltration of the periorbital fat is also noticed (arrowhead). Biopsy revealed undifferentiated carcinoma.

ONB

Large expansile mass in the right ethmoid, middle nasal meatus and maxillary sinus. Note deformation of the lamina papyracea and orbital fl oor. Bowing and irregular aspect of the anterolateral wall of the maxillary sinus. The lamina cribrosa and fovea ethmoidalis appear intact. Extensive intralesional calcifi cations are present.

Rhabdomyosarcoma

large mass in the left maxillary sinus, growing through the orbital fl oor, and into the nasal cavity and adjacent ethmoidal cells; high signal intensity just below the fovea ethmoidalis probably corresponds to thickened secretions (white arrowhead)

ONB

Large midline nasal mass, showing overall high intensity but transversed by low-intensity bands. The nasal septum can not be recognized. The lesion reaches the left lamina cribrosa, but there is no evidence of erosion of this structure. The inferior and middle nasal conchae (arrows) are pushed against the lateral nasal wall. Infl ammatory changes in the surrounding paranasal sinuses.