Anda di halaman 1dari 26

PROYEKSI UTM (UNIVERSAL TRANSVERSE MERCATOR)

KU

KS

PROYEKSI UTM (UNIVERSAL TRANSVERSE MERCATOR


CIRI-CIRI: 1. Merupakan proyeksi silinder tranversal konform 2. Bidang silinder memotong bola bumi (secant) di dua buah meredian, yang dinamakan meridian standard dengan faktor skala (k) = 1 3. Lebar zone (wilayah) = 6o , sehingga untuk seluruh bumi terbagi dalam 60 zone Ukuran zone = 6o Bujur X 8o lintang (satuan daerah/lbr peta)

4. Tiap zone memiliki meridian tengah sendiri dengan angka perbesaran / faktor skala (ko) = 0.9996. 5. Zone nomor 1 dimulai dari meridian 180o B 174o B, dilanjutkan ke arah Timur sampai nomor 60
Y= BO

KU

Ekuator

P N M L

KS
1 Zone

Gambar Kedudukan Silinder Terhadap Bola Bumi

k = 0.9996

Zone 48

Zone 49

Zone 50 k=1
X: 500.000m Y: 0m

X: 500.000m Y: 10.000.000m

108 BT

111 BT

114 BT

Klik
Meredian Tengah

Gambar 1 Zone Proyeksi UTM

6. Tiap zone mempunyai sistem koordinat sendiri, yaitu : Sumbu X/T : Ekuator Sumbu Y/U : Meredian tengah (Bo) Titik nol : perpotongan meridian tengah dengan ekuator (dinamakan titik nol semu) Absis semu : 500.000 m pada meredian tengah Ordinat semu : 0 m di ekuator, untuk titik-titik di belahan bumi utara 10.000.000 m di ekuator untuk titik-titik di belahan bumi selatan

Klik

7. Wilayah Indonesia terbagi dalam 9 zone, mulai dari meredian 90o BT sampai 144o BT dengan batas garis paralel 10o LU sampai 15o LS (4 satuan daerah yaitu L,M,N,P ) , serta tercakup dalam zone nomor 46 s/d 54 dengan meredian tengahnya (Bo) seperti terlihat pada tabel berikut:

Tabel Nomor zone dan harga meredian tengah pada proyeksi UTM untuk wilayah Indonesia Zone Batas meredian (o) 90 96 96 102 102 108 108 114 114 - 120 120 126 126 132 Bo

46
47 48 49 50 51 52

93
99 105 111 117 123 129

53
54

132 - 138
138 144

135
141

TRANFORMASI KOORDINAT GEODETIS (, ) KE PETA UTM (X, Y)

Sebelum melakukan proses tranformasi, perhatikan :


1. Koordinat geodetis dari titik yang akan di tranformasikan. Bujurnya () dari Greenwich atau Jakarta Jika dari jakarta + 106o 48 27,79 2. Dari harga , tentukan zone dari titik tersebut serta Meredian Tengahnya (Bo) 3. Koordinat , titik tersebut : di sebelah Utara atau Selatan Ekuator di sebelah Barat atau Timur Meredian tengah (Bo) 4. Ellipsoid referensi yang dipakai

TRANFORMASI KOORDINAT GEODETIS (, ) KE PETA UTM (X, Y) 5. Perhitungan memakai rumus / tabel 6. Ketelitian yang diminta, untuk menentukan banyaknya desimal dari p (0.0001 x )

RUMUS X = T = [ IV ] p + [ V ] p3 + [ B5 ] p5 Y = U = [ I ] + [ II ] p2 + [ III ] p4 + [ A6 ] p6 p = 0.0001 x (i - Bo) Tandanya selalu positip Untuk titik di Utara Ekuator : Y = U = U Untuk titik di Selatan Ekuator : Y = U = 10.000.000 m - U Untuk titik di sebelah Timur Meredian tengah : X = T = 500.000m + T Untuk titik di sebelah Barat Meredian tengah : X = T = 500.000m - T

CATATAN : - Harga koefisien [I], [II], [III], [IV], [V], [A6], [B5], dihitung menggunakan argumen (lintang titik yang akan di tranformasikan) - Rumus dapat dilihat di lampiran - Untuk menentukan banyaknya desimal dari p agar memenuhi persyaratan ketelitian koordinat yang diminta, seperti tabel berikut
Ketelitian koordinat 1,0 m Harga p p P2 P3 P4 P5 P6 6 desimal 4 desimal 3 desimal 1 desimal 1 desimal 1 desimal 7 desimal 5 desimal 4 desimal 2 desimal 2 desimal 2 desimal 8 desimal 7 desimal 6 desimal 4 desimal 4 desimal 4 desimal 0.1 m 0.01 m

CONTOH SOAL : Titik P (5o 26 2.096 ; 1o 35 45.383) terletak di atas ellipsoid GRS 67 . Hitunglah koordinat titik P tersebut di atas peta UTM dengan ketelitian sampai 0.01m. Bujurnya beracuan dari meredian jakarta.

TAHAP PERHITUNGAN

1. Tentukan zone dari titik P : Bujur titik P (p) diukur dari meredian Jakarta sehingga harga bujurnya dari meredian Greenwich : p = 106o 48 27,79 + 1o 35 45,383 = 108o 24 13,17 Dari tabel batas zone p terletak pada zone nomor 49 dengan meredian tengahnya (Bo) = 111o

TAHAP PERHITUNGAN 2. Letak titik P : - Disebelah Utara Ekuator, karena p positip - Disebelah Barat Meredian tengah, karena p < Bo 3. Ellipsoid GRS 67 a 1/f = 6378160,00m = 298.247

4. Hitunglah harga p dengan jumlah desimal sesuai ketelitian yang diminta (0.01 m) = (p Bo) = 9346.827002 p p2 p3 p4 p5 p6 = = = = = = (tandanya selalu positip) ( 8 desimal) ( 7 desimal) ( 7 desimal) ( 4 desimal) ( 4 desimal) ( 4 desimal)

0.0001 x = 0.93468270 0.8736318 0.8165685 0.7632 0.7134 0.6668

TAHAP PERHITUNGAN 5. Hitunglah harga- harga koefisien [I] , [II], [III], [IV], [V], [A6], dan [B3] dengan menggunakan argumen lintang titik P(p) = 5o 26 2.096 Perhitungan menggunakan rumus 6. Dari hasil hitungan menggunakan rumus yang terlampir diperoleh : [I] = 600631.0156 m [II] = 706.3783 m [III] = 0.6925 m [A6] = 0.0007 m [IV] = 307718.4092 m [V] = 119.1817131 m [B5] = 0.0686 m

7.

Hitung koordinat UTM dari titik P sesuai dengan rumus

Hasil perhitungan dalam bentuk tabel


Titik : P (P = 5o 26 2.096 ; Zone : 49 Ellipsoid GRS 67 [IV] [V] [B5] p [IV] p [V] p3 [B5] p5 T T = XP = 307718.4092 = = = 119.1817131 0.0686 0.93468270 = 287619.0736 = = 97.3200 0.0489 [I] [II] [III] [A6] [I] [II] p2 [III] p4 [A6] p6 = 288716.4425 m = 212283.5575 m ; P = 108o 24 13,17 ) = 9346.827002 = 600631.0156 = = = 706.3783 0.6925 0.0007 = 600631.0156 = = = 617.1145 0.5285 0.0005

Bo = 111o

U = 601248.6591 m U = YP = 601248.6591 m

TRANFORMASI KOORDINAT PETA UTM (X, Y) KE GEODETIS (, )


Sebelum melakukan proses tranformasi, perhatikan :
1. Koordinat peta (X,Y) dari titik yang akan di tranformasikan. Terutama absisnya (X) Jika X > 500.000 m Sebelah Timur Meredian Tengah Jika X < 500.000 m Sebelah Barat Meredian Tengah 2. Letak titik pada zone nomor berapa, serta berapa Meredian Tengahnya (Bo)

3. Ellipsoid referensi yang dipakai


4. Ketelitian yang diminta, untuk menentukan banyaknya desiamal dari q (10-6 x T).

TRANFORMASI KOORDINAT GEODETIS (, ) KE PETA UTM (X, Y)


RUMUS = L = L - [ VII ] q2 + [ VIII ] q4 - [ D6 ] q6 = [ IX ] q - [ X ] q3 + [ E5 ] q5 q = 10-6 x (T 500.000 m) Tandanya selalu positip Untuk titik di Timur Meredian Tengah : = B = Bo + Untuk titik di Barat Meredian Tengah : = B = Bo -

CATATAN : - L () = ordinat (U) dari titik tersebut , dapat diperoleh dari interpolasi hasil perhitungan koefisien [I] , menggunakan U sebagai argumen (untuk lintang utara); untuk lintang selatan dipakai (10.000.000 U) sebagai argumen.
- Harga koefisien [VII]], [VIII], [IX], [X]. [D6] & [E5] dihitung menggunakan L sebagai argumen

CATATAN : - Rumus matematiknya dapat dilihat pada lampiran - Pedoman untuk menentukan banyaknya desiamal dari q agar memenuhi persyaratan ketelitian koordinat yang diminta, dapat dilihat pada tabel berikut :
Ketelitian koordinat 0.1 detik Harga q q q2 q3 q4 q5 q6 6 desimal 6 desimal 6 desimal 5 desimal 5 desimal 5 desimal 7 desimal 7 desimal 7 desimal 6 desimal 6 desimal 6 desimal 8 desimal 8 desimal 8 desimal 7 desimal 7 desimal 7 desimal 0.01 detik 0.001 dtk

CONTOH SOAL : Diketahui koordinat UTM titik P (212283.5575 m ; 601248.6591 m) yang terletak pada zone 49. Hitunglah koordinat geodetis dari titik P tersebut di atas ellipsoid GRS 67 , dengan ketelitian sampai 0.001 dtk. Bujurnya beracuan dari meredian jakarta. TAHAP PERHITUNGAN : 1. Dari nomor zone yang sudah diketahui, tentukan harga Meredian Tengahnya. Dari tabel batas zone zone nomor 49 meredian tengahnya (Bo) = 111o 2. Letak titik P: - di sebelah Utara Ekuator - di sebelah Barat Meridian Tengah, karena Xp < 500.000 3. Ellipsoid GRS 67 a 1/f = 6378160,00m = 298.247

TAHAP PERHITUNGAN : 4. Hitunglah harga q dengan jumlah desimal sesuai ketelitian yang diminta (0.001 dtk) lihat tabel

= T - 500.000 m = 212283.5575 - 500.000 = 287716.4425 m (tandanya selalu positip)


= = = = = = = 10-6 x T 10-6 x 287716.4425 = 0.28771644 0.08278075 0.02381738 0.0068527 0.0019716 0.0005673

q q2 q3 q4 q5 q6

( 8 desimal) ( 8 desimal) ( 8 desimal) ( 7 desimal) ( 7 desimal) ( 7 desimal)

TAHAP PERHITUNGAN 5. Hitung harga L menggunaakan argumen U (karena Lintang Utara) Hitung harga L sampai satuan menit 1 = 1842.229 m = 601248.6591 /1842.229 = 326.370206 = 5o 26 (hitung sampai satuan menit bulat. Sisa pembagian diinterpolasi dari nilai I menggunakan argumen 5o 26 dan 5o 27

dari hasil perhitungan diperoleh 5o 26 [I] = 600566.6565 m 5o 27 [I] = 602408.9966 m


Hitung selisih tiap detiknya () dengan cara (602408.9966 - 600566.6565)/60 = 30.70567 m (tiap detik) Selisih antara argumen U dengan harga [I] : 601248.6591 m 600566.6565 m = 682.0026 m

TAHAP PERHITUNGAN

Perbedaan = 682.0026/30.70567 x 1 = 22.211 Maka harga L definitifnya = 5o 26 + 22.211 L = 5o 26 22.211


6. Dengan menggunakan harga L , serta rumus terlampir diperoleh nilai koefisien : [VII] = 243.198515 m [VIII] = 2.5064 m [IX] = 32497.54317 m [X] = 136.5447854 m [D6] = 0.0253 m [E5] = 0.8679 m 7. Hitung koordinat UTM dari titik P sesuai dengan rumus

Hasil perhitungan dalam bentuk tabel


Titik : P (XP = T = 212283.5575 ; Zone : 49 Ellipsoid GRS 67 ; YP = U = 601248.6591 ) T = 287716.4425 m

Bo = 111o

L
[VII] [VIII] [D6]

= 5o 26 22.211
= = = 243.198515 2.5064 0.0253

[IX]
[X] [E5] q

= 32497.54317
= = = 136.5447854 0.8679 0.28771644

L -[VII] q2
+[VIII] q4 -[D6] q6

= 5o 26 22.211 =
=

[IX] q -[X] q3
[E5] q5

= 9350.0775 = =

20.1321
0.0172 0.000

3.2521
0.0017

=L

= 5o 26 02.096

= 9346.8271

= 5o 26 02.096 U

P = 108o 24 13.17 T

Harga P yang diperoleh dari hasil hitungan di atas adalah diukur dari meredian Greenwich

LAMPIRAN RUMUS (koefisien yang digunakan pd proyeksi UTM)


[I] = ko . m m : panjang busur meredian dihitung dari ekuator, m dapat dihitung menggunakan rumus dengan menggunakan harga 1 = 0 = ko N Sin Cos Sin2 1 . 108 /2

[II]

[III]
[IV] [V]

= ko N Sin Cos3 Sin4 1 . 1016 (5 - tg2 + 9e 2 Cos2 + 4 e 4 Cos4 ) /24


= ko N Cos Sin 1 . 104 = ko N Cos3 Sin3 1 . 1012 (1- tg2 + e 2 Cos2 ) /6

[VII]
[VIII] [IX] [X] [XII]

= Tg (1 + e 2 Cos2 ) 1012 / (2 ko2 N2 Sin 1)


= Tg (5 + 3 tg 2 + 6 e2 Cos2 - 6 e2 Sin2 - 3e4 Cos4 - 9e 4 Cos2 Sin2) 1024 / (24 ko4 N4 Sin 1) = 106 / (ko N Cos Sin 1) = (1 + 2tg 2 + e 2 Cos2 ) 1018 / (6 ko3 N3 Cos Sin 1) = Sin 10

LAMPIRAN RUMUS (koefisien yang digunakan pd proyeksi UTM)


[XIII] [XV] [XVI] [XVIII] [XIX] [XX] [XXI] [A6] [B5] [C5] [D6] [E5] [F5] = Sin Cos2 Sin2 1 (1+3e 2 Cos2 + 2e 4 Cos4 ) 1012 /3 = Tg 106 / (ko N Sin 1) = Tg (1+tg2 - e 2 Cos - 2e 4 Cos4 ) 1018 / (3ko3 N3 Sin1) = (1 + e 2 Cos2 ) 1012 / (2 ko2 N2 ) = 1024 / (2 ko4 N 4) = Cos2 (1+e 2 Cos2 ) 108 Sin2 1 /2 = Cos4 (5 Tg2 - 30 e 2 Cos2 ) 1016 Sin4 1 /24 = ko N Sin6 1 Sin Cos5 (61 -58 Tg2 + Tg4 + 270 e 2 Cos2 330 e 2 Sin2 ) 1024 / 720 = ko N Cos5 Sin5 1 (5 - 18 Tg2 + Tg4 + 14 e 2 Cos2 58 e 2 Sin2 ) 1020 / 120 = Sin Cos4 Sin4 1 (2-Tg2 ) 1020 / 15 = Tg (61+ 90 Tg2 +45Tg4 + 107 e 2 Cos -162 e 2 Sin2 - 45 e 2 Tg2 Sin2 ) 1036 / (720 ko N6 Sin 1) = (5 + 28 Tg2 24 Tg4 + 6e 2 Cos2 + 8e 2 Sin2 ) 1030 / (120 ko5 N5 Cos Sin 1) = Tg (8+ 5 Tg2 + 3Tg4 )1030 / (15 ko5 N5 Sin 1)

LAMPIRAN RUMUS (Panjang Busur Meredian m/S dari 1 s/d 2)


m=s = a(1-e2) [(A (2 - 2)/) B/2 (Sin 22 - Sin 21 ) + C/4 (Sin 42 - Sin 41) D/6 (Sin 62 - Sin 61 ) + E/8 (Sin 82 - Sin 81 ) f/10 (Sin 102 - Sin 101 ) = 206264.8062 A = 1+3/4 e2+45/64 e4 +175/256 e6 +11025/16384 e8 + 43659/65536 e10 + .. B = C = D = E = F = 3/4 e2+15/16 e4 +525/512 e6 + 2205/2048 e8 + 72765/65536 e10 + .. 15/64 e4 +105/256 e6 + 2205/4096 e8 + 10395/16384 e10 + .. 35/512 e6 + 315/2048 e8 + 31185/131072 e10 + .. 315/16384 e8 + 3465/65536 e10 + .. 693/131072 e10 + ..