Anda di halaman 1dari 27

SYOK

Kondisi yg mengancam jiwa, yg ditandai dgn tdk adekuatnya aliran darah ke jaringan dan sel-sel tubuh. Ketidakseimbangan antara volume darah dgn ruang susunan vaskular.

Syok Neurogenik Vasodilatasi tjd akibat kehilangan tonus simpatis. Co: anastesi umum, anastesi spinal, cedera medula spinalis.

Syok Anafilaktik Kondisi alergi dimana curah jantung dan tekanan arteri menurun dgn hebat. Basofil dan sel mast mkeluarkan histamin: dilatasi vena, dilatasi arteri, pe permeabelitas kapiler yg luar biasa.

Syok Septik Infeksi bakteri yg msebar luas ke seluruh tubuh shg msebabkan kerusakan yg luas. Co: peritonitis, infeksi gangrenosa.

Adalah:
Terganggunya sistem sirkulasi akibat dari volume darah & pembuluh darah berkurang.

Etiologi:
Perdarahan Kehilangan plasma: luka bakar. Kehilangan CES: diare, vomitus, dehidrasi.

Gejala klinis:
Ekstermitas dingin Takikardi Oliguri Vena kolaps Hipotensi Takipnea

Tatalaksana: Tempatkan pasien kaki lbh dari kepala. Berikan cairan sesuai indikasi.
Kristaloid: Ringer Laktat, NaCL. Kolloid: WB, PRC, Plasma, dekstran.

Berikan obat vasokonstriktor ventrikel.


Dopamin Dobutamin Epinefrin

Adalah Etiologi

Gangguan yg disebabkan o/ pe curah jantung sistemik pd keadaan volume intravaskular yg cukup & dpt makibatkan hipoksia jaringan.

Koroner: Infark Miokard Akut. Nonkoroner: kerusakan katup, tamponade jantung, disritmia.

Tatalaksana:
Pemberian cairan 250 ml dlm 10 mnt (tdk ada bendungan paru). Oksigenisasi yg adekuat. Pemberian obat vasokonstriktor spt: dopamin, dobutamin, epinefrin. DC Shock sesuai indikasi. Revaskularisasi : IABP (Intra Aortic Balloon pump), PCI (Percutaneus Coronary Intervensi).

Adalah: Keadaan terjadi penurunan TD disertai kegagalan sirkulasi akibat proses infeksi dimana patogen atau toksin dilepaskan ke dlm sirkulasi darah shg tjd aktivasi proses inflamasi. Etiologi: Endotoksin yang dilepaskan o/ mikroba.

Oksigenisasi yg adekuat. Terapi cairan. Tatalaksana: Vasopresor & inotropik: Dopamin, Dobutamin, Epinefrin.

Adalah
Reaksi alergi terjadi hipotensi dan kolaps sirkulasi darah.

Etiologi:
Obat: Antibiotik, dll Zat Kimia

Gejala dan tanda

Umum: Rasa tak enak yg sulit dilukiskan, lesu lemah. Pernafasan: Sesak nafas, rasa tercekik, stridor. Kardiovaskuler: Pingsan, takikardi, hipotensi. Gastrointestinal: Mual, muntah, kolik. Kulit: Urtikaria di bibir, muka atau ekstermitas. SSP: gelisah, kejang.

Tatalaksana:

Pemberian obat epinefrin 1 : 1000 0,1-0,3 ml.

Oksigen

Cairan kristaloid (NaCL)

Antihistamin

Kortikosteroid

Adalah Suatu keadaan dimana terjadi vasodilatasi akibat kehilangan tonus simpatis. Etiologi: Anastesi umum Anastesi spinal Cedera medula spinalis

Tatalaksana: Meninggikan bagian kepala tempat tidur 15-20 derajat. Pemberian methylprednisolon Infus dekstran (mperbaiki aliran darah kapiler) & Inf manitol (mcegah edema). Pemakaian stocking (mcegah pbentukan trombus). Heparinisasi.

Fase Kompensatori Fase Progresif Fase Ireversibel

Arteri koronaria

Asam laktat

{Multiple organ dysfunction syndrom (MODS)}

K/U lemah Perfusi: kulit pucat, dingin, basah Takikardi TD me, sistolik < dari 90 mmHg atau turun > 50 mmHg dari tekanan semula. Hiperventilasi Sianosis perifer Gelisah, kesadaran menurun. Prod urine me

Diagnosa Keperawatan: Defisit volume cairan b/d kehilangan darah Penurunan kardiak output b/d penurunan aliran balik vena

Defisit volume cairan:

Terapi cairan intravena (sesuai jenis shock):


Kristaloid: utk mengembalikan cairan elektrolit. Co: RL, NaCL.

Kolloid: utk mengembalikan volume plasma dan mengembalikan tek osmotik. Co: WB, PRC, Plasma, Dekstran, dll.

Penurunankardiak output: Pemantauan hemodinamik Terapi oksigen Mempertahankan pemberian cairan. Kolaborasi pemberian obat-obatan spt:
Vasokonstriksi: Dopamin, Epinefrin. Me kontraksi miokard: dobutamin, epinefrin. Perfusi miokard: nitrogliserin.