Anda di halaman 1dari 35

NINA AMELIA 2006.04.0.

0055

Fibroadenoma tumor jinak pada payudara yang paling umum ditemukan. terjadi pada wanita muda, usia di bawah 30 tahun dan relatif jarang di wanita postmenopause. ada peningkatan resiko relatif 2 sampai 4x tentang kanker payudara, tergantung dari adanya kompleks perubahan pada FAM, penyakit proliferasi jinak di jaringan parenkim ,dan riwayat keluarga

Embriologi :
mgg ke 5-6, 2 kelompok lapisan ektoderm bagian ventral mulai terbentuk pada embrio sepanjang garis mamme. berjalan dari pangkal ekstremitas atas (aksilaris anterior) ke regio ekstremitas bawah (area inguinal) yang berada di daerah pektoralis yang akan bertahan yang akan berkembang menjadi payudara

Payudara 12 sampai 20 lobulus kelenjar ke papilla mammae, y duktus laktiferus. Ligamentum coper : jar ikat di antara lobulus memberi rangka untuk payudara Papilla mammae : otot polos yang terbentang melingkar sepanjang jaringan ikat dan secara longitudinal di antara duktus utama berperan pada ereksi papilla mammae yang terjadi pada stimuli sensorik. Kulit pada ujung papilla mammae >> ujung akhiran saraf sensorik dan Meissner's corpuscles. penting pada saat hisapan dari bayi rantai neurohumoral keluarnya air susu.

Vaskularisasi:
cabang arteri perforantes anterior dari arteri mammaria interna, arteri torakalis lateral yang bercabang dari arteri aksilaris dan beberapa arteri interkostalis Tiga kelompok vena utama pada payudara dan dinding dada adalah cabang perforantes dari v. thoracic interna, cabang perforantes danri v. intercosta posterior, cabang dari v.axillaris.

Inervasi
Kulit payudara : cabang pleksus servikalis dan n. interkostalis. Jar payudara : saraf simpatik. N. interkostobrakialis sensitibilitas daerah aksila dan bagian medial lengan atas : n. kutaneus brakius medial m. pektoralis mayor dan minor : n. pektoralis m.latisimusdorsi : n. torakodorsalis m. serratus anterior : n. torakalis longus

Aliran Limfatik
75% mengalir ke axila, sebagian lagi ke kelenjar parasternal, terutama dari bagian sentral dan medial dan ada pula pengaliran ke kelenjar interpektoralis. 6 kelompok kelenjar limfe yang dikenal oleh para ahli bedah :(4)
Kelompok vena axillaris (lateral) Kelompok mammaria eksterna (anterior or pectoral group) Kelompok scapular (posterior or subscapular) Kelompok sentral Kelompok subclavicular (apical) Kelompok interpectoral (Rotter's)

Kelompok Aksila (lateral) dibagi menjadi 3 tingkat berdasarkan hubungannya dengan muskulus pektoralis minor yakni :
Tingkat I (low-axilla) : kelenjar limfe terletak lateral dari muskulus pektoralis minor, terdiri dari kelompok kelenjar limfe vena aksila, mammaria eksterna dan scapular Tingkat II (mid-axilla) : kelenjar limfe terletak superfisial atau profunda dari muskulus pektoralis minor, terdiri dari kelompok kelenjar limfe sentral dan pectoral. Tingkat III (apical axilla) : kelenjar limfe terletak medial atau batasan atas dari muskulus pektoralis minor, terdiri dari kelompok kelenjar limfe subklavikular

tiga macam perubahan yang dipegaruhi oleh hormon : masa pubertas, masa fertilitas, sampai ke klimakterium, dan menopause. Pubertas : estrogen dan progesteron duktus berkembang dan timbulnya asinus Perubahan sesuai dengan siklus haid : hari ke8 haid, payudara jadi lebih besar dan beberapa hari sebelum haid berikutnya terjadi pembesaran maksimal tdk mgkn dipalpasi

masa hamil : payudara menjadi besar karena epitel duktus lobus dan duktus alveolus berproliferasi, dan tumbuh duktus baru. Menyusui : prolaktin (hipofisis anterior) Air susu diproduksi oleh sel sel alveolus mengisi asinus duktus uting susu.

adalah tumor jinak yang solid terdiri dari unsur-unsur stroma dan epitel. Di Amerika Serikat, merupakan lesi payudara yang paling umum, pada wanita dengan usia < 30 tahun, >40 tahun : 8 10 % wanita berkulit gelap usia lebih muda dibandingkan wanita berkulit putih

Penyebab pasti fibroadenoma tidak diketahui. beberapa faktor peningkatan mutlak aktivitas estrogen, prekursor embrional yang dormant di kelenjar mammaria yang dapat memicu pembentukan fibroadenoma yang akan berkembang mengikuti aktivitas ovarium

proses hiperplasia dan proliferasi pada satu duktus terminal, perkembangannya dihubungkan dengan suatu proses aberasi perkembangan normal. sel stroma neoplastik faktor pertumbuhan yang memengaruhi sel epitel. Peningkatan mutlak aktivitas estrogen, diperkirakan berperan dalam pembentukannya. siklus haid dan selama hamil Lesi mungkin membesar Pascamenopausemengecil dan mengalami kalsifikasi

1. Benign simple fibroadenoma Wanita muda usia 16-24 tahun. Tumor ini dapat berasal dari lobulus mammae. biasanya terjadi pada wanita muda saat di mana terjadi perkembangan dari lobuler Stroma jaringan ikat : memiliki selularitas yang rendah dan sitologi yang biasa masa dengan ukuran diameter 2-3 cm dan dapat digerakkan

2. Giant fibroadenoma 2 rentang usia yang berbeda sangat jauh pada masa reproduksi usia 14-18 tahun dan 45-50 tahun Giant fibroadenoma pada usia muda disebut

Juvenille fibroadenoma

berukuran diameter 4-5 cm hingga diameter 10 cm. stroma hiposeluler dan komponen epitel yang bervariasi, jarang adanya mitosis berbeda pada tumor phylloides menunjukkan selularitas yang tinggi, pleomorfik, dan aktivitas mitosis yang tinggi, namun makroskopik, keduanya memiliki ciri yang sama.

pasien datang dengan nyeri yang berhubungan dengan pembesaran cepat massa di payudara. Pada pemeriksaan, payudara membesar dengan pergerseran dari letak puting. Kulit di atasnya tampak mengkilat dan tampak dilatasi dari vena. Pada kasus yang terabaikan, nekrosis dapat terjadi.

Anamnesa 1. Massa payudara Kapan dan bagaimana massa terdeteksi Perubahan ukuran massa dan perubahan ukuran massa sehubungan dengan siklus haid Nyeri 2. Ada atau tidak adanya nipple discharge Yang perlu diperhatikan pada nipple discharge: Warna jernih (serous), berdarah, menyerupai susu

Unilateral atau bilateral Keluar spontan atau setelah dipijat Keluar bila seluruh mammae ditekan atau dari segmen tertentu Berhubungan dengan siklus haid Premenopause atau pascamenopause Penggunaan obat hormon 3. Ada tidaknya borok (ulcus) pada payudara 4. Riwayat penderita riwayat keluarga, riwayat menarche, menopause, menikah, mempunyai anak, penggunaan obat-obatan terutama terapi hormonal dan riwayat penyakit payudara

Pemeriksaan Fisik Inspeksi Penderita duduk tegak atau berbaring dengan tangan terangkat ke atas lalu perhatikan kedua payudara, warna kulit, tonjolan, lekukan (dimpling), retraksi kulit tanda-tanda radang (ulcus), peau dorange. Putting payudara dilihat apakah ada retraksi, inversi, atau deviasi.

Palpasi
Palpasi dilakukan dengan jari-jari tangan yang digerakkan perlahan-lahan tanpa tekanan di tiaptiap kuadran. Bila ditemukan massa, perhatikan letaknya di kuadran mana, ukuran, bentuk (simetris atau tidak), batas, konsistensi, mobilitas (mobile/fixed) pada kulit, otot pektoralis dan dinding dada Pemijatan putting susu untuk mengetahui ada cairan atau tidak dibandingkan kanan dan kiri.

Pemeriksaan KGB regional Harus diperiksa adakah pembesaran KGB supraklavikula, infraklavikula, dan axilla.

fibroadenoma biasanya bermanifestasi sebagai : massa soliter, diskret, dan mudah digerakkan, selama tidak terbentuk jaringan fibroblast di sekitar jaringan payudara, dengan diameter kira-kira 1 3 cm, lokasi tersering adalah pada quadran lateral atas payudara

Pemeriksaan Penunjang 1. Radiologis


Mamografi
Karena fibroadenoma seringkali terjadi pada wanita yang muda, mamografi jarang dilakukan sebagai pemeriksaan rutin. Pada pasien yang lebih tua,FAM massa soliter, halus, dan dengan densitas yang mirip dengan jaringan sekitarnya,kalsifikasi dapat tampak.

USG
berguna menentukan solid atau kistik. menentukan kontur dan sifat dari lesi

2. Sitologi
Secara makroskopis padat dengan warna cokelat putih pada irisan, dengan bercak bercak kuning merah muda yang mencerminkan daerah kelenjar Secara histologis, tumor terdiri atas jaringan ikat dan kelenjar dengan berbagai proporsi dan variasi. Tampak storma fibroblastik longgar

Cystosarcoma Phyllodes. Kista Payudara. Papilloma intraduktus. Adenosis Sklerosis Kelainan Lain

pada wanita premenopause(30-50 tahun) jarang pada wanita berusia 20 tahun. berdiameter kecil, sekitar 3 4 cm, tetapi sebagian besar terus tumbuh cepat dan masif sehingga menyebabkan payudara membesar Kulit payudara dapat menjadi kemerahan dan pada kasus yang parah bisa terdapat ulcer

Pada wanita berusia di atas 30 tahun, Kista dapat terasa nyeri dan mungkin terdapat hubungan antara siklus mens dan peningkatan nyeri pada payudara sebelum menstruasi. Pada palpasi dapat ditemukan permukaan yang halus dan tegang. diidentifikasi dengan aspirasi dan ultrasonografi

berasal dari duktus laktiferus dan 75% tumbuh di bawah areola mamma. Papilloma memberikan gejala berupa sekresi cairan serous atau berdarah

Secara klinis, adenosis teraba seperti kelainan fibrokistik, tetapi secara histopatologik tampak proliferasi jinak sehingga ahli patologi sering terkecoh, mengira suatu karsinoma

Lipoma, leiomioma, dan kista sebasea yang merupakan tumor yang mungkin terdapat di payudara, tetapi tidak ada sangkut pautnya dengan jaringan payudara.

Jika fibroadenoma dibiarkan tidak diobati, kebanyakan dari fibroadenoma akan membesar dari diameter 1-3 cm dalam waktu sampai 5 tahun. Fase aktif pertumbuhan sekitar 6-12 bulan sepertiga kasus, fibroadenoma akan tetap atau perlahan mengecil. Operasi eksisi merupakan satu-satunya pengobatan untuk fibroadenoma.

terdapat 3 tipe insisi yang biasa digunakan, yaitu


Radial Incision, yaitu dengan menggunakan sinar. Circumareolar Incision Curve/Semicircular Incision

paling sering digunakan tipe radial. Tipe circumareolar meninggalkan sedikit bekas luka dan deformitas,pembukaan yang terbatas pada FAM tunggal dan kecil dan lokasinya sekitar 2 cm di sekitar batas areola. Semicircular incision FAM yang besar dan berada di daerah lateral payudara

Prognosis dari penyakit ini baik, walaupun penderita mempunyai resiko yang tinggi untuk menderita kanker payudara. bagian yang tidak diangkat harus diperiksa secara teratur