Anda di halaman 1dari 16

A.

LATAR BELAKANG Berkurangnya kesuburan tanah yang dimiliki Indonesia Banyaknya pembangunan yang mempengaruhi keadaan tanah Hasil pembuangan pabrik industri yang berupa limbah yang mengandung bahan kimia berbahaya Perlunya pengetahuan tambahan untuk menanggulangi pencemaran tanah

RUMUSAN MASALAH Apakah pencemaran tanah itu? Bagaimana cara menanggulangi pencemaran tanah? C. TUJUAN Sebagai bahan kajian para mahasiswa mengenai Pencemaran Tanah. Sebagai cara untuk mencari berbagai cara untuk menanggulangi dampak pencemaran.
B.

A.

PENCEMARAN LINGKUNGAN Pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi. Suatu zat dapat disebut polutan apabila : 1. Jumlahnya melebihi jumlah normal. 2. Berada pada waktu yang tidak tepat. 3. Berada di tempat yang tidak tepat. sifat polutan : merusak sementara dan merusak dalam waktu lama

B.

PENGERTIAN PENCEMARAN TANAH Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami.

C. SUMBER PENCEMARAN TANAH a. Limbah Rumah tangga b. Limbah Pertanian c. Limbah Pertambangan D. KOMPONEN PENCEMARAN TANAH 1. Senyawa organik yang dapat membusuk

karena diuraikan oleh mikroorganisme 2. Senyawa organik dan senyawa anorganik yang tidak dapat dimusnahkan/ diuraikan oleh mikroorganisme seperti plastik, serat, keramik, kaleng-kaleng dan bekas bahan bangunan, menyebabkan tanah menjadi

3. Pencemar udara berupa gas yang larut dalam air hujan 4. Pencemar berupa logam-logam berat yang dihasilkan dari limbah industri seperti Hg, Zn, Pb, Cd dapat mencemari tanah. 5. Zat radioaktif yang dihasilkan dari PLTN, reaktor atom atau dari percobaan lain yang menggunakan atau menghasikan zat radioaktif.
E.

PENDUGAAN TINGKAT PENCEMARAN TANAH


Gejala pencemaran tanah dapat diketahui dari tanah yang tidak dapat digunakan untuk keperluan fisik manusia.

1.

2.

3.

Pencemaran Ringan Pencemaran ringan yaitu pencemaran yang mulai menimbulkan gangguan pada ekosistem lain Pencemaran Kronis Pencemaran kronis yaitu pencemaran yang mengakibatkan penyakit kronis Pencemaran Akut Pencemaran akut yaitu pencemaran yang mengakibatkan tanah tidak dapat lagi dimanfaatkan seperti sediakala

F.

DAMPAK KERUSAKAN TANAH Pada Kesehatan Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung pada tipe polutan, jalur masuk ke dalam tubuh dan kerentanan populasi yang terkena. Pada Ekosistem Perubahan kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari adanya bahan kimia beracun/berbahaya bahkan pada dosis yang rendah sekalipun. Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan metabolisme dari mikroorganisme endemik dan antropoda yang hidup di lingkungan tanah tersebut. Akibatnya bahkan dapat memusnahkan beberapa spesies primer dari rantai makanan, yang dapat memberi akibat yang besar terhadap predator atau tingkatan lain dari rantai makanan tersebut.

Ada beberapa langkah penangan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh pencemaran tanah. Diantaranya: 1.Remidiasi Remediasi adalah kegiatan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Ada dua jenis remidiasi, yaitu : in-situ dan ex-situ. pembersihan in-situ adalah pembersihan dilokasi. Pembersihan ex-situ meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian dibawa ke daerah yang aman. Pembersihan ex-situ ini jauh lebih mahal dan rumit.

2. Bioremidiasi
Bioremediasi adalah proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). Bioremediasi bertujuan untuk memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon dioksida dan air). Jenis-jenis bioremidiasi: Biostimulasi Bioaugmentasi Bioremidiasi Intrinsik

Proses Bioremidiasi 1. Detoksikasi, yaitu konversi dari molekul yang bersifat toksik menjadi produk yang tidak bersifat toksik. 2. Degradasi, yaitu transformasi dari substrat kompleks menjadi produk yang lebih sederhana 3. Konjugasi, yaitu pembentukan senyawa kompleks, atau reaksi penambahan, dimana suatu organisme dapat menghasilkan substrat yang lebih kompleks dan mengkombinasikannya dengan pestisida dengan sel metabolis

4. Aktivasi, yaitu konversi substrat yang nontoksik menjadi molekul toksik seperti bahan aktif awal dari pestisida. 5. Proses defusi, yaitu konversi molekul nontoksik berasal dari pestisida yang sedang dalam proses aktivasi secara enzimatik, menjadi produk nontoksik yang tidak lagi dalam proses enzimatik 6. Perubahan spektrum toksisitas. Contoh bioremediasi bagi lingkungan yang tercemar minyak bumi.

BAB III PENUTUP


A.

KESIMPULAN Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan; kecelakaan kendaraan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping). Ada beberapa cara untuk mengurangi dampak dari pencemaran tanah, diantaranya dengan remediasi dan bioremidiasi. Remediasi yaitu dengan cara membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Sedangkan Bioremediasi dengan cara proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri).