Anda di halaman 1dari 43

LAPORAN TUTORIAL 12 MODUL PENYAKIT DALAM TRIGGER IV Demam Malaria

Kelompok Tutorial XII


Fasilitator Ketua Sekretaris Anggota : dr. Tati Khairina, M.Biomed,Sp.S : Ongko Setunggal Wibowo (1010070100 212) : Yogi Nopri Anggara (1010070100 111 ) : Widya Isra (1010070100 112 ) Merin Anovil (1010070100 113 ) Rudi Milwan (1010070100 114 ) Rico Afriyanto (1010070100 115 ) Mutiara Sekar Ningsih (1010070100 116 ) Tessa Fafia Utami (1010070100 117 ) Imelda Sari Melani (1010070100 118 ) Fitria suhaini (1010070100 119 ) Shinta Lisseva (1010070100 120 )
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BAITURRAHMAH PADANG 2012

MODUL PENYAKIT DALAM


TRIGGER IV : Demam Malaria Udin 35 th karyawan pemda timika datang ketempat

mertuanya yang tinggal di padang. Setelah 2 hari d padang dia


mengeluh sakit kepala,demam tinggi disertai menggigil. Istrinya membawa udin ke puskesmas. Dari anamnesa di ketahui udin

baru pulang dari timika. Pada pemeriksaan fisik TD 110/80 mmHg,


nadi 110x/menit, suhu 39,5c, kesadaran compos mentis. Dari sedian darah tepi didapat plasmodium falsifarum. Dokter menyampaikan udin menderita malaria, dan memberi obat. Bagaimana anda menjelaskan penyakit yang terjadi pada udin?

STEP 1 : Clarify unfamiliar terms


1. Compos mentis : keadaan dimana tingkat kesadaran pasien penuh dapat di ajak komunikasi/melakukan anamnesa. 2. Plasmodium falciparum : spesies yang menyebabkan malaria falciparum yang di tandai tropozoit bentuk cincin stempel yang tipis dan gamet yang berbentuk bulan sabit. 3. Malaria : penyakit infeksi yang d sebabkan oleh plasmodium yang menyerang eritrosit dan ditemukan bentuk aseksual dalam darah yang di keluarkan oleh nyamuk genus anopheles

STEP 2 : Define the problems


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Apa yang menyebabkan udin sakit kepala, demam tinggi di sertai menggigil? Apa ada hubungannya perpindahan udin dari timika ke padang dengan penyakit yang di alaminya? Apa saja gejala dari penyakit malaria? Apa saja pemeriksaan fisik & penunjang yg dapat d lakukan untuk diagnosa penyakit yang d derita udin? Apa alasan dokter mendiagnosa udin menderita malaria? Bagaimana cara penularan penyakit malaria dari gigitan nyamuk ke manusia? Apa saja diagnosa banding dari penyaki malaria? Bagaimana pelaksanaan dari penyakit yang di derita udin? Apa saja pencegahan penyakit malaria?

STEP 3 : Brainstrom possible hypothesis or explanation 1. Karena terjadi infeksi yang d sebabkan plasmodium
falsifarum. 2. Karena daerah timika termasuk daerah endemik malaria.

3.- sakit kepala -demam tinggi d sertai menggigil -splenomegali -ujung2 ekstremitas teraba dinggin

-frekwensi denyut nadi meningkat


-pucat/ hb rendah

4. Pemeriksaan fisik

-tekanan darah -frekwensi nadi -temperature/suhu tubuh -pemeriksaan hepar dan lien

pemeriksaan penunjang
-sedian darah tepi -sedian darah tipis dan tebal

5. 1. udin berkunjung dari timika ke padang

2. dari gejala malaria ( demam tinggi,menggigil,frekwensi nadi tinggi) 3. hasil pemeriksaan penunjang d dapat plasmodium falsifarum pada sendian darah tepi. 6. Nyamuk anopheles betina yang mengandung plasmodium falsifarum dalam bentuk sporozoit >> menggigit manusia yang belum terinfeksi>>aliran darah>>jaringan parenkim hati(berkembang secara aseksual)terbentuk skizon>>skizon pecah menggeluarkan merozoit>>sirkulasi darah>>menyerang eritrosit. 7. Dbd chikungunya 8. lo

9. Membersihkan lingkungan

terapi profilaksis bagi yang berkunjung ke daerah endemis

STEP 4 : Arrange explanation into tentative solution


Anopheles Betina Menggigit Manusia Anamnesa -Sakit Kepala -Demam Tinggi -Menggigil -Riwayat asal dari daerah Endemis

Pemeriksaan Penunjang -sediaan darah tepi -sediaan darah tipis & tebal
Malaria Klasifikasi Patofisiologi

Fisik -Tekanan darah -Temperatur

Komplikasi

penataklaksanaan

pencegahan

10

STEP 5 : learning object


1.

Malaria

Defenisi Etiologi Patofisiologi Manifestasi Klinis Penatalaksanaan Komplikasi Klasifikasi Pencegahan DD

2. Daur hidup anopheles betina

11

STEP 6 : PRIVATE STUDY

12

STEP 7 : share the result of information gathering and pivate study

1.

Definisi malaria adalah penyakit infeksi parasit yang disebabkan oleh plasmodium yang menyerang eritrosit dan di tandai dengan di temukannya bentuk aseksual di dalam darah. Infeksi malaria memberikan gejala berupa demam, menggigil, anemia, dan splenomegali. Dapat berlangsung akut ataupun kronik. Infeksi malaria dapat berlangsung tanpa komplikasiataupun mengalami komplikasi sistemik yang di kenal sebagai malaria berat.

13

ETIOLOGI

Penyebab infeksi malaria ialah plasmodium, yang selain menginfeksi manusia juga menginfeksi binatang seperti golongan burung, reptil dan mamalia. Termasuk genus plasmodium dari famili plasmodidae. Plasmodium ini pada manusia menginfeksi eritrosit (sel darah merah) dalam mengalami pembiakan aseksual di jaringan hati dan di eritrosit. Pembiakan seksual terjadi pada tubuh nyamuk yaitu anopheles betina secara keseluruhan ada lebih dari 100 plasmodium yang menginfeksi binatang (82 pada jenis burung dan reptil dan 22 pada binatang primata

14

Pada manusia plasmodium terdiri dari 4 spesies yaitu plasmodium falciparum, plasmodium vivax, plasmodium malariae dan plasmodium ovale. Plasmodium falciparum merupakan penyebab infeksi berat bahkan dapat menimbulkan kematian. Keempat spesies plasmodium yang terdapat di indonesia yaitu plasmodium falciparum yang menyebabkan malaria tropika, plasmodium vivax yang menyebabkan malaria tertiana, plasmodium malarie yang menyebabkan malaria kuartana dan plasmodium ovale yang menyebabkan malaria ovale.

15

seseorang dapat terinfeksi lebih dari satu jenis plasmodium, dikenal dengan infeksi campuran/ majemuk. Pada umumnya 2 jenis plasmodium yang paling banyak di jumpai adalah campuran antara plasmodium falciparum dan plasmodium vivax atau plasmodium malariae. Kadang kadang di jumpai 3 jenis plasmodium sekaligus, meskipun hal ini jarang sekali terjadi. Infeksi campuran biasanya terdapat di daerah dengan angka penularan tinggi.

16

PATOFISOLOGI
Malaria disebabkan infeksi parasit, malaria pada

manusia mulai bila nyamuk anopeles betina yang


mengandung sporozoit menggigit manusia dan nyamuk akan melepaskan sporozoit di dalam pembuluh darah, sebagian besar dalam 45 menit menuju ke dalam sel hati (hepatosit) skizogoni ekstra eritrositer skizon matang dan pecah

(aseksual di dalam hati) (ruptur) merozoit

17

Merozoit

masuk ke dalam sirkulasi

RES di

dalam limpa dan mengalami fagositosit serta filtrasi, merozoit yang lolos dari filtrasi sikulasi darah

skizogoni intra eritrositer (aseksual di dalam

darah)
Eritrosit yang mengandung parasit (EP) inilah bentuk

aseksual parasit dalam eritrosit yang menyebabkan


malaria pada manusia

18

Manifestasi klinis Secara klinis gejala malaria infeksi tunggal pada pasien non imun terdiri atas bebrapa serangan demam dengan interval tertentu (paroksisme) yang di selingi oleh suatu periode (laten) bebas demam. Sebelum demam biasanya pasien merasa lelah, nyeri kepala, tidak ada nafsu makan, mual dan muntah. Periode paroksisme terdiri dari 3 stadium: stadium dingin 2. Stadium demam 3. Stadium berkeringat
1.

19

1.

Stadium dingin diawali dengan gejala menggigil/ perasaan yang sangat dingin. Gigi gemeretak dan pasien biasanya menutupitubuhnya dengan segala macam pakaian dan selimut. Nadi cepat tetapi lemah, bibir dan jari pucat/ sianosis, kulit kering dan pucat, pasien mungkin muntah dan pada anak terjadi kejang. Stadium ini berlangsung antara 15 menit 1 jam

20

2. Stadium demam

setelah merasa kedinginan pada stadium ini pasien merasa kepanasan, muka merah, kulit kering dan terasa seperti terbakar, nyeri kepala serimg kali terjadi mual dan muntah, nadi menjadi cepat kembali. Biasanya pasien merasa sangat haus dan suhu badan menigkat sampai 41 derajat celcius / lebih. Stadium ini belangsung 2 12 jam. Demam disebabkan karena pecahnya skizon dalam sel darah merah yang telah matang dan masuknya merozoit darah ke dalam aliran darah

21

3. Stadium berkeringat

tidak selalu ada pada setiap pasien tergantung pada spesies parasit, berat infeksi dan usia pasien. Pada keadaan ini suhu badan menurun dengan cepat kadang kadang sampai di bawah normal. Gejala klinis yang berat biasanya terjadi pada malaria tropikayang disebabkan oleh adanya kecenderungan parasit bentuk skizon dan tropozoit untuk berkumpul pada pembuluh darah organ tubuh tertentu seperti otak, hati dan ginjal. Black water fever yang merupakan koplikasi berat kenapa munculnya hemogobin pada urin sehingga menyebabkan warna urin menjadi tua/ kehitaman

22

PENATALAKSANAAN Malaria harus dilakukan diagnosis dan tindakan secara cepat dan tepat untuk malaria berat:
Tindakan umum/ perawatan Pemberian obat anti malaria

23

Tindakan perawatan umum


Pertahankan fungsi vital : sirkulasi, respirasi,

kebutuhan cairan dan nutrisi Monitoring : suhu tubuh, nadi, tensi tiap jam. Awasi ikterus dan pendarahan Perhatikan warna dan suhu Pemberian cairan : oral , infus

24

Pemberian obat anti malaria Malaria ringan tanpa komplikasi dapat dilakukan pengobatan secara rawat jalan atau rawat inap sebagai berikut:

25

1.

Klorokuin basa diberikan total 25 mg/kgbb selama 3 hari, dengan perincian sebagai berikut:
Hari 1 : 10 mg/kgbb (maksimal 600 mg basa) 6 jam kemudian : 10 mg/kgbb (maksimal 600 mg basa) 24 jam : 5 mg/kgbb (maksimal 300 mg basa) atau hari 1 dan 2 masing masing 10 mg/kgbb dan hari 3 5 mg/kgbb. Pada malaria tropika di tambah primakuin 0,75 mg/kgbb, 1 hari Pada malaria tersiana di tambahkan primakuin 0,25 mg/kgbb/hari, 14 hari

26

2. Bila dengan pengobatan butir 1 ternyata pada hari IV

masih demam atau hari VIII masih dijumpai parasit dalam darah maka diberikan:

Kina sulfat 30 mg/kgbb/hari dibagi dalam 3 dosis, selama 7 hari atau Fansidar atau suldox dengan dasar pirimetamin 1 1,5 mg/kgbb atau sulfadoksin 20 30 mg/kgbb single dose (usia di atas 6 bulan). Obat ini tidak digunaka pada malaria tersiana.

27

3. Bila dengan pengobatan butir 2 pada hari IV masih

demam atau pada hari VIII masih di jumpai parasit maka di berikan:

Tetrasiklin HCl 50 mg/kgbb/kali, sehari 4 kali selama 7 hari + fansidar / suldox bila sebelumnya telah mendapat pengobatan butir 2a, atau: Tetrasiklin HCl + kina sulfat bila sebelumnya telah mendapat pengobatan butir 2b. Dosis Kina dan Fansidar/Suldox sesuai butir 2a dan 2b (tetrasiklin hanya diberikan pada umur 8 tahun atau lebih)

28

KOMPLIKASI 1. Malaria Serebral Gejala malaria serebral dapat ditandai dengan koma yang tak bisa di bangunkan, bila dinilai dengan GCS (Glasgow Coma Scale) ialah di bawah 7 atau equal dengan keadaan klinis soporous. Sebagian penderita terjadi gangguan kesadaran yang lebih ringa seperti apati, samnolen, delirium dan perubahan tingkah laku (penderita tidak mau berbicara). Diduga dalam malaria serebral terjadi sumbatan kapiler pembuluh darah otak sehingga terjadi anoksia otak.

29

2. Gagal ginjal akut (GGA)

gangguan ginjal diduga disebabkan adanya anoksia karena penurunan aliran darah ke ginjal akibat dari sumbatan kapiler 3. Hipoglikemia hipoglikemi dilaporkan sebagai keadaan terminal pada binatang malaria berat. Hal ini disebabkan karena kebutuhan metabolik dari parasit telah menghabiskan cadangan glikogen dalam hati sehingga terjadi hipoglikemia

30

4. Edema paru

sering terjadi pada malaria dewasa dan jarang pada anak. Edema paru merupakan komplikasi yang paling berat dari malaria tropika dan sering menyebabkan kematian. Edema paru dapat terjadi karena kelebihan cairan atau adult respiratory distress syndrome.

31

KLASIFIKASI 1. Malaria tropika (P. Falciparum) merupakan bentuk yang paling berat ditandai dengan panas yang irreguler, anemia, splenomegali dan sering terjadi komplikasi. Masa inkubasi 9 14 hari. Malaria ini menyerang segala bentuk eritosit disebabkan oleh p.falciparum yang berupa ring/ cincin kecil berdiameter 1/3 eritrosit normal dan merupakan satu satunya spesies yag memiliki kromatin.

32

2.

3.

Malaria kwartana (P. Malariae) mempunyai tropozoit yang serupa dengan p.vivax lebih kecil dan sitoplasma lebih compax. Tropozoit mempunyai granula coklat tua sampai hitam dan kadang kadang mengumpul sampai berbentuk pita. Skizon p.malariae mempunyai 8 10 merozoit yang tersusun seperti kelopak bunga. Malaria ovale (P. Ovale) skizonnya mempunyai 8 merozoit dengan masa pigmen hitam di tengah. Bentuk mirip p.malariae bentuk eritrosit yang terinfeksi biasa ovale/ ireguler dan fibriated. Masa inkubasi 11 16 hari walaupun periode latennya sampai 4 tahun. Serangan paroksimal 3 - 4 hari dan jarang terjadi > 10x walau tanpa terapi dan terjadi pada malam hari.

33

4. Malaria tersiana (P.Vivax)

biasanya menginfeksi eritrosit muda yang diameternya > dari eritosit normal. Entuknya mirip dengan P.Falciparum namun seiring dengan maturasi, tropozoit vivax berubah menjadi amoeboid. Gametosit berbentuk oval hampir memenuhi seluruh eritrosit, kromatin eksentris, pigmen kuning. Puncak demam setiap 72 jam.

34

PENCEGAHAN Tindakan pencegahan infeksi malaria sangat penting untuk individu yang non imun, khusunya pada turis nasional maupun internasional. Kemo-profilaktis yang dianjurkan ternyata tidak memberikan perlindungan secara penuh.

35

Oleh karenanya masih sangat dianjurkan untuk mengindari gigitan nyamuk dengan cara:
Tidur dengan kelambu sebaiknya dengan kelambu

impregnated (dicelup peptisida: pemethrin atau deltamethrin). Menggunakan obat pembunuh nyamuk Mencegah berada di alam bebas dimana nyamuk dapat menggigit atau harus memakai proteksi, nyamuk akan menggigit diantara jam 18.00 sampai jam 6.00, nyamuk jarang pada ketinggian di atas 2000m Memproteksi tempat tinggal/ kamar tidur dari nyamuk dengan kawat anti nyamuk

36

Diagnosa Banding Malaria Demam merupakan salah satu gejala malaria yang menonjol, yang juga dijumpai pada hampir semua penyakit infeksi, seperti infeksi virus pada sistem respiratorius, influenza, bruselosis, demam tifoid, demam dengue, dan infeksi bakterial lainnya seperti pneumonia, infeksi saluran kencing, tuberkulosis. Pada daerah hiper-endemik sering di jumpai penderita dengan imunitas yang tinggi sehingga penderita dengan infeksi malaria tetapi tidak menunjukan gejala klinis malaria.

37

Pada malaria berat diagnosa banding tergantung manifestasi malaria beratnya. Pada malaria dengan ikterus, diagnosa banding ialah demam tifoid dengan hepatitis, kolesistitis, abses hati, dan leptospirosis. Hepatitis pada saat timbul ikterus biasanya tidak di jumpai demam lagi. Pada malaria serebral harus di bedakan dengan infeksi pada otak lainnya seperti meningitis, ensefalitis, tifoid ensefalopati, tripanososmiasis. Penurunan kesadaran dan koma dapat terjadi pada gangguan metabolik (diabetes,uremi), gangguan serebrovaskular (strok), eklampsia, epilepsi, dan tumor otak

38

Siklus hidup anopheles Sebagai vector penyakit yang disebabkan oleh protozoa, yang terpenting yang berperan sebagai vector penyakit malaria adalah genus anopheles. diseluruh dunia genus anopheles ini diketahui jumlahnya kira-kira 2000 spesies , yang sudah diketahui sekitar 60 spesies sebagai vector malaria, sedangkan di Indonesia sudah diketahui sekitar 80 spesies dan 16 spesies telah dibuktikan sebagai vector malaria, yang berbeda-beda dari satu daerah ke daerah lain tergantung pada beberapa faktor seperti : iklim penyebaran geografi dan tempat perindukan dari anopheles tersebut.

39

Siklus hidup anopheles : Anopheles bermetamorfosis sempurna yaitu telur berubah menjadi larva yang bertukar kulit 4 kali, lalu menjadi pupa yang kemudian berubah menjadi nyamuk dewasa jantan dan betina. Waktu yang dibutuhkan untuk mulai bertelur sampai menjadi dewasa 2-5 minggu yang dapat bervariasi tergantung pada spesies, makanan yang tersedia dan suhu tempat perindukannya.

40

Tempat perindukan anopheles terdiri dari 3 zone yaitu zone pantai, zona pedalaman, serta zone kaki gunung. Pada zone pantai dengan tanaman bakau, rawa dan empang yang terdapat di sepanjang pantai di temukan anopheles sundaicus, anopheles subpictus Pada zona pedalaman yang ada sawah, rawa, empang dan saluran air irigasi ditemukan An. Acoinitus, An.barbirostris,An.subpictus,An.niggerimus dan An.sinensis Pada zone kaki gunung dengan perkebuanan atau hutan ditemukan An. Balaba censis sedang di daerah gunung ditemukan An. Maculatus.

41

Kesimpulan
malaria adalah penyakit infeksi parasit yang disebabkan oleh plasmodium yang menyerang eritrosit dan di tandai dengan di temukannya bentuk aseksual di dalam darah. Infeksi malaria memberikan gejala berupa demam, menggigil, anemia, dan splenomegali. Dapat berlangsung akut ataupun kronik. Infeksi malaria dapat berlangsung tanpa komplikasi ataupun mengalami komplikasi sistemik yang di kenal sebagai malaria berat.

42

TERIMA KASIH
43