Anda di halaman 1dari 62

TERAPI ACNE

QURITAAYUN ZENDIKIA L. ATHIRA SARAH M.

102010101023 102010101054

Acne (Jerawat) adalah


Penyalit kulit yang terjadi akibat peradangan menahun folikel pilosebasea yang ditandai dengan adanya komedo, papul, pustul, nodus, dan kista pada tempat predileksinya
Konsentrasi terbesar kelenjar pilosebesea : wajah, dada, dan punggung

Djuanda, Adhi. 2007. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta : FK UI

PATOFISIOLOGI

Plewig G, Kligman AM. Acne and Rosacea. 3rd ed. New York: SpringerVerlag; 2000.

Acne dapat berupa


Komedo terbuka (blackhead) : (+) melanin Komedo tertutup (whitehead) : (-) melanin karena letaknya lebih dalam Dapat pula disertai infeksi jerawat bernanah

KLASIFIKASI

PEMILIHAN TERAPI

TOPICAL RETINOIDS

TOPICAL RETINOIDS

Menghambat pembentukan dan mengurangi jumlah mikrokomedo (lesi precursor) Mengurangi komedo matur Mengurangi lesi inflamasi Merangsang deskuamasi normal dari epitel folikular Beberapa bisa menjadi anti inflamasi Dapat meningkatkan penetrasi obat lain Dapat mempertahankan remisi dari akne dengan menghambat pembentukan mikrokomedo dan menghambat lesi baru

TOPICAL RETINOIDS

INDIKASI
Target : mikrokomedo (precursor dari hampir semua lesi akne) Digunakan sebagai first line therapy untuk inflamasi akne hingga akne dengan komedo dari ringan ke sedang Merupakan agen terpilih untuk maintenance therapy meminimalisir penggunaan antibiotik

TOPICAL RETINOIDS

Topical retinoid yang kini ada : tretinoin, adapalene, tazarotene di beberapa negara : isotretinoin topical, metrotinide retinaldehyde, dan beta-retinoyl glucoronide.

TOPICAL RETINOIDS

OPTIMALISASI TERAPI Sebaiknya tidak diberikan pada pasien dengan akne komedo predominan Aplikasi terbaik : berikan pada onset terapi bahkan bila pasien terdapat akne inflamatori predominansebaiknya ditambahkan antibiotik topikal/oral untuk menghasilkan efek yang lebih baik dan lebih cepat.

TOPICAL RETINOIDS

Cont Strategi yang efektif : menggunakan retinoid topical pada waktu yang sama dengan antibiotik oral atau topical lanjutkan hingga lesi inflamasi bersih hentikan antibiotik dan lanjutkan retinoid topikal (mencegah kembalinya komedo dan lesi inflamasi dengan mencegah pembentukan mikrokomedo) Pilihan terapi pada pasien dengan kulit yang lebih gelap meningkatkan dan mencegah hiperpigmentasi yang terjadi karena lesi inflamasi

ANTIMICROBIAL THERAPY

Antimicrobial Therapy

INDIKASI Antibiotik sistemik


- Inflamasi akne sedang sampai berat - Tetrasiklin, makrolid, kotrimoksazol, trimethoprim

Antibiotik topikal dan benzoil peroksidase


- Inflamasi akne ringan sampai sedang - Asam azelaic biasanya diindikasikan untuk akne dengan komedo dan papulopustul ringan

ANTIBIOTIK ORAL

Antimicrobial Therapy

Eritromisin dan tetrasiklin : pilihan yang aman dengan efficacy baik Sulfametoksazol / trimethoprim (SMX/TMP) merupakan lini ketiga dalam terapi akne, namun biasanya digunakan untuk yang resisten dengan tetrasiklin dan eritromisin Efek klinis : 4-8 minggu

ANTIBIOTIK TOPIKAL

Antimicrobial Therapy

Klindamisin dan eritromisin : sering dipakai efektif mengatasi inflamasi akne dengan konsentrasi 1-4% dengan atau tanpa zinc Tidak digunakan sebagai monoterapi Efek samping : eritema, pengelupasan, gatal, kering, dan panas.

BENZOIL PEROKSIDASE

Antimicrobial Therapy

Konsentrasi berkisar antara 1-10% Biasanya pada remaja dimulai dengan dosis rendah Diaplikasikan pada seluruh wajah Memiliki efek bakteriostatik yang cepat Dapat menyebabkan dermatitis kontak iritan berupa eritema, skuama, gatal

COMBINATION THERAPY

Antimicrobial Therapy

OPTIMALISASI TERAPI

Gunakan pada akne sedang sampai berat Hindari monoterapi dengan antibiotik saja Kombinasi dengan retinoid topikal Tambahkan benzoil peroksidase bila penggunaan antibiotik lebih dari 2 bulan Durasi terapi minimal : 6-8 minggu, maksimal : 12-18 minggu

COMBINATION THERAPY
ANTIBIOTIK

TOPIKAL RETINOID

Antibiotik yang digunakan: Tetrasiklin Macrolid Trimetroprim

Membersihkan lesi inflamasi dan komedo lebih cepat Bisa mengenai pada beberapa target patofisiologi Topikal retinoid membantu penetrasi agen antimikroba

3 Major area dari patofisiologi acne yang dipengaruhi oleh terapi kombinasi Hiperkornifikasi duktus

Proliferasi P.acnes

Inflamasi

COMBINATION HATI-HATI ! THERAPY Penggunaan antibiotik sebagai terapi lini pertama bisa meningkatkan resiko: 1. Resistensi P. acnes 2. Meningkatkan jumlah resisten organisme lain, termasuk Staphylococcus aureus. Untuk menguranginya, digunakan kombinasi dengan agen lain yang mempunyai aksi mekanisme yang lain

Pengaruh Topikal Retinoid

COMBINATION THERAPY

mempengaruhi permeabilitas kulit dengan cara melemahkan lapisan barier tanduk keratinosit pada lapisan kulit menjadi longgar dan jumlah lapisan selnya berkurang sampai 50% peningkatan turnover sel pada epitel folikular antibiotik lebih bisa ditransport ke dalam kanal tempat P.acnes berada.
Meningkatkan potensi antibiotik

Membantu penetrasi antibiotik

Menurunkan potensi resistensi


Mensupres populasi P. acnes

Mempercepat kerja antibiotik

Durasi kerja antibiotik dibatasi

HORMONAL THERAPY

HORMONAL THERAPY

Antiandrogen:
Cyproterone acetate Chlormadinone acetate Spironolactone Drospirenone Desogestrel Flutamide

HORMONAL THERAPY

INDIKASI
Pilihan tepat bagi wanita terutama yang ingin menggunakan kontrasepsi oral Pasien wanita dengan:
Jenis wajah berminyak (severe seborrhea) Androgenic alopecia Seborrhea/acne/hirsutism/alopecia (SAHA) syndrome Late-onset acne (acne tarda) Proven ovarian/adrenal hyperandrogenism

Cont Agents that block ovarian/adrenal androgen production:


Estrogen Kontrasepsi oral Cyproterone acetate Agonis gonadotropin-releasing hormone (GnRH) Glukokortikoid dosis rendah

HORMONAL THERAPY

Inhibitor enzim yang terlibat dalam metabolisme androgen di kulit dalam penelitian

HORMONAL THERAPY

Peran Androgen Pada Acne Etiologi acne multifaktorial, terutama peningkatan produksi sebum karena androgen Prepubertal: glandula adrenal menghasilkan dehydroepiandrosterone sulfate (DHEAS) dapat dimetabolisme menjadi androgen poten di kulit pembesaran glandula sebacea dan peningkatan produksi sebum

HORMONAL THERAPY

SCREENING PENYAKIT ENDOKRIN


Terutama pada wanita berjerawat yang:
Terbukti resisten dengan terapi konvensional Onset mendadak dari jerawat berat Hirsutism, periode menstruasi iregular, sindroma SAHA Relaps segera setelah menjalani terapi isotretinoin

Meliputi: serum DHEAS, testosteron total, free testosterone, LH/FSH ratio, prolaktin, 17hydroxyprogesterone dilakukan 2 minggu sebelum menstruasi

ORAL RETINOIDS

ORAL RETINOIDS

INDIKASI
Acne nodular yang berat Acne sedang atau berat yang tidak responsif terhadap terapi topikal Acne sedang sampai berat dengan scar fisik dan psikologis Acne yang meradang yang resisten terhadap terapi konvensional Acne kronis yang cenderung muncul lagi Juga digunakan pada folikulitis gram negatif, facial pioderma, dan acne rosacea yang berat.

ORAL RETINOIDS

DOSIS Dosis oral isotretinoin antara 0,1 2 mg/kgBB, dosis >1 mg/kgBB/hari jarang digunakan Untuk meminimalkan efek samping, kebanyakan ahli kulit memberikan dosis tidak lebih dari 0,5 mg/hari pada bulan pertama Jika pasien tidak memiliki masalah tolerabilitas, dapat diikuti 1 mg/kgBB/hari untuk sisa 16-20 minggu terapi

ORAL RETINOIDS

EFEK SAMPING Bibir kering dan pecah-pecah, mata dan kulit kering Infeksi sekunder oleh S.aureus terapi dengan antiseptik topikal atau antibiotik oral. Nyeri otot, sakit punggung, dan sakit kepala ringan pada awal terapi Epistaksis dan kerapuhan kulit

ORAL RETINOIDS Cont Sakit kepala hebat, penurunan penglihatan malam, atau tanda kejiwaan (perubahan mood, depresi), dan isotretinoin segera dihentikan Profil lipid dalam darah sebaiknya diperiksa secara rutin Berpotensi teratogen tidak boleh digunakan pada wanita hamil Penggunaan jangka panjang : perubahan struktur tulang seperti osteoporosis dan pembentukan osteofit.

SKIN FACIAL
Pengangkatan sel kulit mati dan komedo/jerawat yang menyumbat pori-pori Jenis perawatannya berdasarkan jenis kulit :
kulit berminyak kulit berkomedo / berjerawat

Berdasarkan instrumennya:
manual dengan teknologi

ADJUNCTIVE THERAPIES

SKIN FACIAL

Manual
Alat yang digunakan: - Sendok unna - Pinset - Kuas masker - Spons - Waslap

Dengan Teknologi
Mobile Skin Treatment, terdiri dari : vaporizer, high frequency, ultrasonic, vibrator, vacuum suction, galvanic, frimator dan lainnya

SKIN FACIAL

Frimator
Menggunakan energi listrik / baterai gerakan mekanik berupa rotasi ringan pada kulit wajah Berguna untuk pembersihan mendalam (deep cleansing)

SKIN FACIAL

Galvanic
Menggunakan arus searah yang berdaya guna ionisasi untuk meresapkan kosmetik yang berbentuk ekstrak

SKIN FACIAL

High Frequency
Menggunakan frekuensi tinggi yang berdaya guna mengubah energi listrik menjadi energi cahaya yang mengandung anti bakteri untuk mensterilkan jerawat

SKIN FACIAL

Pulverisator
Mengaplikasikan kosmetik penyegar melalui teknik penyemprotan penyegar dapat berubah menjadi partikel yang lebih halus, tersebar keluar dan lebih mudah masuk ke dalam pori-pori kulit.

SKIN FACIAL

LANGKAH-LANGKAH
1.Pembersihan wajah 2. Pemijatan wajah 3. Penguapan wajah 4. Pengelupasan / peeling / scrubbing

SKIN FACIAL

Pembersihan Wajah

SKIN FACIAL

Pemijatan Wajah
Ada berbagai teknik: a) Effleurage (Strocking movement) b) Petrisage (Kneading movement) c) Friction d) Tapotage (Tapotement) e) Vibration (Shaking movement)

SKIN FACIAL

Penguapan Wajah
Agar pori-pori membuka lebih lebar mudah dirawat Lama penguapan untuk kulit kering dan sensitif maksimal selama 3 menit, kulit normal 5 - 7 menit, dan kulit berminyak selama 8 11 menit Alat yang digunakan :
a. Air panas dalam waskom & handuk b. Facial steamer / vapozone

SKIN FACIAL

Facial steamer / vapozone

Pengelupasan / peeling / scrubbing

SKIN FACIAL

mengangkat sel kulit mati yang sudah siap mengelupas di lapisan epidermis membantu mengangkat komedo menipiskan bekas jerawat yang sudah kering merangsang pertumbuhan sel kulit baru

SKIN FACIAL

Cont Kulit kering dan sensitif antara 7 - 14 hari sekali Kulit normal 5 hari sekali Kulit berminyak 3 - 5 hari sekali Pastikan tidak ada luka atau infeksi pada wajah Jangan melakukan peeling terlalu sering agar kulit memiliki kesempatan regenerasi.

SKIN FACIAL

Manual (cont)
Pengeluaran komedo menggunakan sendok unna/sendok komedo yang didisinfeksi dengan alkohol. Komedo diambil dengan gerakan berputar di tempat dengan sedikit menekan dan mengangkat

SKIN FACIAL

Teknologi - Facial Oksigen (cont)


Merupakan perawatan kulit wajah yang menggunakan oksigen, mampu merangsang pernafasan kulit: - metabolisme tubuh akan terangsang untuk menghilangkan racun dan radikal bebas - dapat memperlancar regenerasi sel - mengatasi jerawat, flek, stress, lelah, dan susah tidur.

COMEDO EXTRACTION - ELECTROCAUTERY


Perbaikan terlihat cepat diharapkan oleh pasien Menggunakan anestesi topikal untuk menyingkirkan komedo tertutup Keuntungan dari acne surgery dibantu dengan penggunaan topikal retinoid menghindari perkembangan lesi baru + komedo menghilang (topikal retinoid memfasilitasi ekspulsi/pengeluaran komedo)

COMEDO EXTRACTION ELECTROCAUTERY

Komedo terbuka diekstraksi dengan penekanan halus sekitar pori-pori Komedo tertutup bisa diinsisi menggunakan jarum ukuran besar atau bisturi no 11isinya akan keliatan Pembatasan ekstraksi komedo diantaranya : incomplete extraction, refilling, resiko kerusakan jaringan

CHEMICAL PEELS
Mengkoreksi scar permukaan dan hiperpigmentasi Sebaiknya dilakukan bila jerawat sedang dibawah kontrol Peeling agents: Glycolic acid (alpha-hydroxy acids) Asam salisilat efek anti inflamasi

PHOTODYNAMIC THERAPY
Menggunakan sinar UV Penggunaan jangka panjang (UV-A) menambah comedogenesis dan kerusakan kulit Target: P. acnes. Penggunaan pada pasien acne mild-moderate lesi berkurang secara signifikan setelah 4-12 minggu: blue light (puncak 415 nm) mixed blue light + red light (puncak 415 nm dan 660 nm)

PHOTODYNAMIC THERAPY

MESOTERAPI
Penyuntikan mikro bahan-bahan ekstrak tumbuhan alami, bahan homeopati dan vitamin ke dalam kulitmengaktivasi kulit yang mengalami kelainankulit dapat pulih sendiri dan kembali menjadi normal, muda dan bercahaya. Aman, waktu relatif singkat, tidak memerlukan tindakan anetesia / pembiusan umum

Mesoterapi

MANFAAT TERAPI
1. Skin Rejuvenation (peremajaan kulit) a. Pencerahan warna kulit b. Mengencangkan kulit untuk : Face lift, keriput halus, kantong mata (Eye bags) c. Melasma d. Jerawat e. Bopeng akibat jerawat atau cacar air f. Jaringan parut akibat kecelakaan atau operasi 2. Cellulite reduction (pengurangan selulit)

Mesoterapi Cont 3. Meso sculpting (pengobatan pembentukkan) wajah dan badan a. Dagu (Double chin) b. Badan (Penimbunan lemak yang berlebihan di bahu, lengan atas, pinggul, perut, bokong, paha, lutut dan lipoma) 4. Alopesia (Kebotakkan) 5. Paska liposuction 6. Skar hipertrofi 7. Stretch mark

CORTICOSTEROIDS
Skin atrophy Rebound dermatitis Papulopustular flares

Delayed side effect topical c.s

Steroid rosasea

Perioral dermatitis

Corticosteroids
Penggunaan 7-10 hari severe acne untuk mengontrol bisa untuk terapi acne conglobata (topikal) injeksi intralesi untuk lesi besar mengobati granuloma pyogenicum-like berguna untuk acne fulminans(oral)

harus terlokalisir pada lesi setelah terapi isoretioin