Anda di halaman 1dari 24

Kelompok 4A

Risqa Aulia

Nura Ulfa
Nahlazaimah Jainuddin Iva Astriva Ahmad Cok Erly Merlin Fuad Try Khalas Amelia Rosiana Andi Muldiani Dwi R.

Andi Muldiana Dwi R.


Amalia Dwi Ananda K. sanrang

1102100002 1102100012 1102100001 1102100151 1102110152 1102100124 1102100032 1102100136 1102100137 1102100099

SKENARIO Seorang wanita, usia 22 tahun P1A0 datang ke puskesmas dengan keluhan keputuhan sejak 2 bulan yang lalu. Cairan yan keluar dari vagina berwarna putih dan menggumpal disertai gatal dan kemerahandi daerah skita kelamuan. Saat ini menggunakan kontrasepsi suntikan 12 minggu.

Keputihan

: Leukorea (keputihan) adalah nama gejala yang diberikan kepada cairan yang dikeluarkan dari alat-alat genital yang tidal berupa darah Kontrasepsi : Pencegah Konsepsi atau Kehamilan (dorlan,2002)

Wanita 22 tahun

P1A0
Keluhan keputihan 2 bulan yang lalu Cairan keluar dari vagina berwrna putih dan

menggumpal disertai gatal dan kemerahan pada daerah kemaluan Sedang menggunakan kontrasepsi suntikan 12 minggu

1. 2.
3.

4. 5. 6.
7. 8. 9.

Sebutkan flora normal vagina? Jelaskan faktor-faktor predisposisi yang dapat menyebabkan gejala pada skenario? Jelaskan mengenai keputihan fisiologis dan keputihan fisiologis beserta patomekanismenya? Jelaskan patomekasime dari gejala yang menyertai pada skenario! Jelaskan penyakit-penyakit dengan gejala keputihan! Apakah hubungan keputihan dengan penggunaan kontrasepsi dan riwayat partus? Sebutkan apa sajakah langkah-langkah diagnosisnya? Jelaskan mengenai penatalaksanaan, penceghan serta komplikasi dari keputihan Jelaskan prespektif islam dalam menangani keputihan

a.

b.
c. d.

e.
f. g.

Flora normal dalam vagina Lactobacillus spp Bacteroides vaginalis Streptococcus spp Gardnerella vaginalis Clostridium spp Uroplasma ureoliticum

a. Candidiasis
1.

2.
3. 4. 5.

Peningkatan pH Obat penekan imun seperti kortikosteroid Terapi antibiotik jangka lama Menggunakan produk pencuci vagina Pakaian dalam yang ketat, konstriktif, sintetik sehingga menimbulkan lingkunganyang hangat dan lembab.

b. Bakterial vaginalis
Pasangan seksual ganti-ganti 2. Hubungan seksual diusia muda 3. Penggunaan IUD 4. Menggunakan pembersih vagina
1.

c. Trichomoniasis
Haid 2. Kehamilan 3. Menggunakan produk pencuci vagina 4. Pasangan seksual ganti-ganti
1.

Kriteria diagnostik

Normal / Fisiologik

Patologik Vaginosis Bakterial 4,5 tipis, homogen, putih, abu-abu, lengket, seringkali tambah banyak keputihan, bau busuk (mungkin tambah tidak enak setelah senggama), kemungkinan gatal. Vaginosis Trikomonas 4,5 kuning hijau, berbuih, lengket, tambah banyak Vulvovaginitis kandida 4,5 ( usually ) putih, seperti keju kadangkadang tambah banyak Gatal/Panas, Keputihan

Ph vagina Cairan vagina

3,8 4,2 putih, jernih, halus

Gejala

tidak ada

Keputihan Berbuih, Bau Busuk, Pruritus vulva, disuria

Buku Ilmu Kandungan Edisi Ketiga. Halaman 224

Vagina memiliki mekanisme pertahanan terhadap infeksi Kelenjar pada vagina & serviks menghasilkan sekret yang berfungsi sebagai sistem perlindungan alami & sebagai lubrikan saat berhubungan seksual.

Pada keadaan Normal

Jumlah sekret dapat meningkat seperti saat menjelang ovulasi, stres emosional dan saat terangsang seksual.

Terdapat flora normal basil doderlein yg berfungsi dlm keseimbangan ekosistem pada vagina sekaligus membuat lingkungan bersifat asam (pH 3,5-4,8) sehingga memiliki daya proteksi yg kuat terhadap infeksi.

Ketika terjadi perubahan hormonal pada kehamilan, penggunaan pil KB, obatobatan seperti antibiotik dan hubungan seksual yg tidak sehat .

1. Jamur (Candida albicans) 2. Parasit (Trichomonas vaginalis) 3. Bakteri (Gardnerella vaginalis)

Keputihan yang tidak normal.

Simbiosis G.vaginalis ; kuman anaerob+ bakteri fakultatif dlm vagina

Mengubah asam amino amin

ph sekret vagina

sekret vagina berbau

menambah pelepasan sel epitel

Amin : menyebabkan iritasi kulit,

PENYAKIT Bacterial vaginosis (Bakteri)

PENYEBAB Gardnerella vaginosis ( Gram negatif, bersifat anaerob, coccobasil, bergranul, kapsul (-), motil (-), Bhemolitikus)

GEJALA KLINIS Duh yang berbau amis (fishy odor), gatal, rasa terbakar, kemerahan dan edema pada vulva, nyeri abdomen, dispareunia.

Diagnosis Pewarnaan Gram

Gonore (Bakteri)

Neisseria gonorrhoeae (Gram negatif, diplococcus berbentuk biji kopi) Trichomonas vaginalis (Flagellata berbentuk filiformis, memp. 4 glagella anterior, motil (+), seperti buah pear, anaerob).

Kuning kental, panas seperti terbakar, disuria, gatal.

Pewarnaan gram Kultur (medium transport dan medium pertumbuhan) Pemeriksaan dengan pewarnaan Giemsa Gram.

Trikomoniasis (Parasit)

Sekret seropurulen (kuningkehijauan), bau tdk enak (malodorous), berbusa, granulasi merah (strawberry appearance). Peradangan, penyumbatan pembuluh darah. Infeksi pada ibu hamil (lahir mati, gangguan neourologis). Sekret putih, encer, jumlahnya banyak, buang air kecil terasa panas, gatal dan kemerahan.

Toxoplasmosis (Parasit)

Toxolplasma gondii (Trofozoit: seperti bentuk perahu/bulan sabit, dinding tebal; dan kista terdiri dari ribuan bradyzoit) Candida albicans (Sel-sel ragi bertunas , clamydospora, pseudohifa, hifa sejati dan berkoloni).

Pemeriksaan mikroskopis: hapusan dan irisan dengan Pewarnaan Giemsa.

Candidiasis (Jamur)

Pewarnaan gram, pemeriksaan kerokan kulit dengan ditetesi larutan KOH 10%.

Riw. Partus

Kontrasepsi

Infeksi

KB Sntikan

KEPUTIHAN

Anamnesis
Sejak kapan? Berapa banyak keluar cairan? Berbau atau tidak? Beangaimana kekentalannya? Bagaimana warna secret vagina yang keluar? Ada keluhan lain yang dirasa menganggu (gatal, perih, terbakar)? Riwayat penyakit terdahulu. Riwayat kebiasaan? (memakai celana dalam terlalu ketat, pembersih alat kelamin, Riwayat pengobatan Riwayat keluarga Riwayat penggunaan kontrasepsi

Pemeriksaan fisis
Pemeriksaan organ genitalia eksterna Pemeriksaan kelenjar bartolini Setelh inspeksi vulva di lakukan pemeriksaan dengan menggunakan spekulum

Pemeriksaan penunjang :
Pemeriksaan apusan vagina, urethral dan cervix Melakukan pewarnaan Gram Pemeriksaan whiff test dengan menggunakan larutan KOH 10% kultur bakteri Pemeriksaan darah untuk mengetahui ada tidaknya sepsis Pemeriksaan getah kanalis servikalis (gonorhea)

Pola hidup sehat

diet yang seimbang, olah raga rutin, istirahat cukup, hindari rokok dan alkohol serta hindari stres berkepanjangan.
Setia kepada pasangan

Hindari promiskuitas atau gunakan kondom untuk mencegah penularan penyakit menular seksual.
Selalu menjaga kebersihan daerah genitalia

menjaganya agar tetap kering dan tidak lembab, hindari pemakaian celana terlalu ketat, mengganti pembalut/ pantyliner pada waktunya untuk mencegah bakteri berkembang biak.

membasuh dengan cara yang benar tiap kali buang air yaitu dari arah

depan ke belakang.
Penggunaan cairan pembersih vagina sebaiknya tidak berlebihan karena

dapat mematikan flora normal vagina. Jika perlu, lakukan konsultasi medis dahulu sebelum menggunakan cairan pembersih vagina.
Hindari penggunaan bedak talkum, tissue atau sabun dengan pewangi

pada daerah vagina karena dapat menyebabkan iritasi.


Hindari pemakaian barang-barang yang memudahkan penularan, tidak

duduk di atas kloset di WC umum

Parasit trikomonas vaginalis metronidazol 3x250 mg peroral selama 10 hari. klotrimazol 1x100 mg intravaginal selama 7 hari Jamur kandida albikans mikostatin 10.000 unit intravaginal selama 14 hari itrakonazol 2x200 mg peroral dosis sehari Bakteri Gonokokkus tetrasiklin 4x250 mg peroral/hari selama 10 hari kanamisin dosis 2 gram IM. Sefalosporin dosis awal 1 gram selanjutnya 2x500 mg/hari selama 2hari wanita hamil eritromisin 4x250 mg peroral/hari selama 10 hari spektinomisin dosis 4 gram IM.

Cont.

Gardnerella vaginalis clindamycin 2x300 mg peroral/ hari selama 7 hari metronidazole 3x250 mg peroral/hari selama 7 hari (untuk pasien dan suaminya)
Klamidia trakomatis tetrasiklin 4x500 mg peroral/hari selama 7 10 hari. Treponema pallidum Benzatin Penisilin G 2,4 juta unit IM dosis tunggal Doksisiklin 2x200 mg peroral selama 2 minggu.

Cont Virus Virus Herpes tipe 2 neutralred 1% atau larutan proflavin 0,1%. Human papiloma virus: Vaksin Kondiloma akuminata suntikan interferon suatu pengatur kekebalan podofilin 25% atau podofilotoksin 0,5% ditempat dimana kutil berada. Kondilom besar : kauterisasi.

menyebar ke traktus reproduksi bagian atas -> penyakit lain yang

lebih serius -> infertilitas


toxic shock syndrome Polip servikalis -> infertilitas pada waktu berkembang sangat besar

Komplikasi berhubungan dengan kehamilan seperti kelahiran

prematur, ruptur membrane yang prematur, BBLR, dan endometritis paska kelahiran.

Keputihan ini umum dialami oleh wanita. Dalam kitab shahih Bukhari

disebutkan, suatu ketika ada beberapa sahabat perempuan datang bertanya kepada Aisyah radhiallahu anha tentang batasan berakhirnya haidh. Beliau menjawab : Jangan kalian tergesa-gesa (menetapkan akhir haidh) hingga kalian melihat cairan putih Ibnu Hajar al-Asqolani dalam kitabnya fathul bari menjelaskan bahwa cairan putih sebagaimana di sebut hadits di atas menjadi salah satu tanda akhir masa haidh.

Dalam khazanah Islam, keputihan jenis ini biasa disebut dengan cairan putih

kekuningan (sufrah )atau cairan putih kekeruhan (kudrah ). Terkait dengan kedua hal ini, di kitab shahih Bukhari disebutkan bahwa Sahabat bernama Ummu Athiyyah radhiallahuanhaberkata Kami tidak menganggap al-kudrah (cairan keruh) dan as-sufrah (cairan kekuningan) sama dengan haidh

Dorland, W. A. Newman. 2002. Kamus Kedokteran

Dorland Ed.29. Jakarta : EGC. Manuaba, Ida Bagus Gde. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC. Djuanda, Adhi. Prof. Dr. dr. dkk. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Jakarta : FKUI. 2005. Murtiastutik, Dwi. 2008, Buku Ajar Infeksi Menular Seksual Ed.1, Surabaya: FK UNAIR Cunningham,F.Gary, dkk. 2005. Obsetri Williams edisi 21 vol.1. Jakarta : EGC