Anda di halaman 1dari 5

JENIS KEPUTUSAN DAN JENIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN

JENIS-JENIS KEPUTUSAN
Keputusan yang diprogram Keputusan yang diprogram merupakan keputusan yang bersifat rutin dan dilakukan secara berulang-ulang sehingga dapat dikembangkan suatu prosedur tertentu. Keputusan yang diprogram terjadi jika permasalahan terstruktur dengan baik dan orang-orang tahu bagaimana mencapainya. Keputusan yang tidak diprogram Keputusan yang tidak diprogram Keputusan yang tidak diprogram adalah keputusan baru, tidak terstrutur dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Tidak dapat dikembangkan prosedur tertentu untuk menangani suatu masalah, apakah karena permasalahannya belum pernah terjadi atau karena permasalahannya sangat kompleks dan penting.

JENIS-JENIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN


Pengambilan keputusan karena ketidak sanggupan memberikan kajian berlalu, tanpa berbuat apa-apa Pengambilan keputusan intuitif bersifat segera keputusan yang paling tepat dalam langsung diputuskan Pengambilan keputusan yang terpaksa sesuatu yang harus segera dilaksanakan karena sudah kritis Pengambilan keputusan yang reaktif sering kali dilakukan dalam situasi marah atau tergesa-gesa Pengambilan keputusan yang ditangguhkan diarahkan pada orang lain, memberikan orang lain yang bertanggungjawab

Pengambilan keputusan secara berhati-hati dipikirkan baik-baik, mempertimbangkan berbagai pilihan

LANGKAH-LANGKAH PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG BAIK


Identifikasi kondisi yang dihadapi oleh klien Susunlah daftar kehendak atau pilihan keputusan Untuk setiap pilihan, buatlah daftar konsekuensinya (POSITIF dan NEGATIF)

HAL-HAL YANG PERLU DITEKANKAN KEPADA KLIEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN


Hati-hati dan bersikap bijaksana dalam pengambilan keputusan karena berkaitan dengan masalah kehamilan, persalinan dan masa nifas. Pengambilan keputusan dibuat setelah klien diberi informasi secukupnya untuk menimbang pilihan sesuai dengan situasinya Bantu klien dalam pengambilan keputusan dengan memberikan saran yang sesuai dengan riwayat kesehatannya, keinginan pribadi dan situasi

Keputusan merupakan hak dan menjadi tanggung jawab klien Konseling bukan proses informasi, melainkan informasi setelah konselor memperoleh data atau informasi tentang keadaan dan kebutuhan klien dan informasi yang diberikan sesuai dengan kondisi klien dan kebutuhannya