Anda di halaman 1dari 25

PROLAPS UTERI

Pembimbing: Dr. Wahyu Jatmika, SpOG


Disusun oleh : Olivia Novianty Loei 112011176
Fakultas Kedokteran UKRIDA Kepaniteraan Klinik Obstetri & Ginekologi Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus Periode 02 Juli s/d 08 September 2012

DEFINISI
Prolapsus uteri adalah turunnya uterus dari tempat yang biasa oleh karena kelemahan otot atau fascia yang dalam keadaan normal menyokongnya. Atau turunnya uterus melalui dasar panggul atau hiatus genitalis.

KLASIFIKASI

FREKUENSI

ETIOLOGI
Dasar panggul yang lemah oleh kerusakan dasar panggul pada partus (rupture perinea atau regangan) atau karena usia lanjut
Menopause, hormon estrogen telah berkurang sehingga otot dasar panggul menjadi atrofi dan melemah

Tekanan abdominal yang meninggi karena ascites, tumor, batuk yang kronis atau mengejan (obstipasi atau strictur dari tractus urinalis)
Partus yang berulang dan terjadi terlampau sering

Partus dengan penyulit


Tarikan pada janin sedang pembukaan belum lengkap

Ekspresi menurut creede yang berlebihan untuk mengeluarkan placenta

PATOLOGI
Prolapsus uteri terdapat dalam berbagai tingkat, dari yang paling ringan sampai prolapsus uteri kompleta atau totalis. Sebagai akibat persalinan, khususnya persalinan yang susah terdapat kelemahankelemahan ligament yang tergolong dalam fascia endopelvika dan otot-otot serta fasiafasia dasar panggul. Dalam keadaan demikian tekanan intraabdominal memudahkan penurunan uterus, terutama apabila tonus oto-otot berkurang.

GEJALAGEJALA KLINIK

Perasaan adanya suatu benda yang mengganjal atau menonjol di genitalia eksterna Rasa sakit dalam panggul dan pinggang (backache). Biasanya jika penderita berbaring keluhan hilang atau berkurang Pengeluaran serviks uteri dari vulva mengganggu penderita waktu berjalan dan bekerja. Gesekan portio uteri terhadap celana dapat menimbulkan lecet sampai luka dekubitus pada poertio uteri Leukorhea karena kongesti pembuluh darah vena daerah serviks dan area infeksi serta luka pada portio uteri Coitus terganggu Infertilitas karena servicitis Incontinentia urine jika sudah terjadi cystokele oleh karena dinding belakang urethra tertarik sehingga faal spingter kurang sempurna Kesukaran defekasi pada rektokel

DIAGNOSIS
Friedman dan Little (1961) Penderita dalam posisi jongkok disuruh mengejan dan ditentukan dengan pemeriksaan dengan jari, apakah portio uteri pada posisi normal, apakah portio dibawah posisi normal, apakah portio sampai introitus vagina, apakah serviks uteri sudah keluar dari vagina.

BENTUK-BENTUK
Introitus Menganga : mudah dimasuki empat jari. Cystocele : dinding depan vagina menonjol, dalam tonjolan ini terdapat dinding belakang kandung kemih sehingga dapat menimbulkan inkontinensia urine.

Enterokel : biasanya berisi usus halus atau omentum dan mungkin menyertai uterus turun ke dalam vagina Rectocele : dinding belakang vagina menonjol beserta dinding depan ampula recti menimbulkan kesukaran pada defekasi

Prolapsus Uteri : portio tampak dalam introitus. Prolapsus Uteri Totalis (Procidentia) : uterus tergantung diluar badan, terbungkus oleh vagina. Pada bentuk ini selaput lendir vagina menebal dan sering terjadi ulcus decubitus.

TERAPI
A. Terapi Kuratif atau Non Operatif Yang termasuk pengobatan tanpa operasi: 1) Latihan-latihan otot dasar panggul 2) Latihan ini sangat berguna pada prolaps yang ringan yang terjadi pasca persalinan yang belum lewat 6 bulan. Tujuannya adalah untuk menguatkan otot dasar panggul atau otot uang mempengaruhi mictio. Latihan ini dilakukan selama beberapa bulan.

3) Caranya: penderita disuruh menguncupkan anus dan jaringan panggul, seperti biasanya setelah BAB, atau penderita disuruh membayangkan seolaholah sedang mengeluarkan air kencing dan tiba-tiba menghentikannya. 4) Latihan ini biasa menjadi lebih efektif dengan menggunakan perineometer menurut Kegel. Alat ini terdiri dari obsturator yang dimasukkan ke dalam vagina dengan selaput pipa dihubungkan dengan suatu manometer. Dengan demikian kontraksi otot-otot dasar panggul dapat diukur.

5) Stimulasi otot-otot dengan alat-alat listrik 6) Kontraksi otot-otot dasar panggul dapat ditimbulkan dengan alat listrik, elektrodenya dapat dipasang dalam pessarium yang dimasukkan dalam vagina. 7) Pengobatan dengan Pessarium

8) Pengobatan dengan pessarium sebetulnya hanya bersifat paliatif, yakni menahan uterus di tempatnya selama dipakai. Jika Pessarium diangkat timbul prolaps lagi. Prinsip pemakaian pessarium ialah bahwa alat tersebut mengadakan tekanan pada dinding vagina bagian atas sehingga bagian darik vagina tersebut beserta uterus tidak dapat turun dan melewati vagina bagian bawah. Kerugian pessarium ini adalah perasaan rendah diri dan pessarium harus dibersihkan sebulan sekali. Untuk penanganan prolapsus uteri selama awal kehamilan, uterus harus direposisi dan dipertahankan dalam posisinya dengan pessarium yang sesuai.

B.Terapi 1. Ventrofiksasi Operatif

2. Hysterektomi vagina 3. Manchester Fothergill

4. Kolpocleisis ( Neugebauer Le Fort ) 5. Operasi transposisi dari Watkins ( interposisi operasi dari Wertheim )

PROFILAKSIS
Untuk mencegah terjadinya prolaps uteri : Kandung kemih hendaknya kosong pada waktu partus terutama dalam kala pengeluaran. Robekan perineum harus dijahit legeartis. Kala pengeluaran hendaknya jangan terlalu lama supaya dasar panggul jangan lama teregang. Pergunakan episiotomi jika diperlukan. Memimpin persalinan dengan baik, agar dihindarkan penderita meneran sebelum pembukaan lengkap betul. Menghindari paksaan dalam pengeluaran plasenta (perasat Crede).

KOMPLIK ASI

1. Keratinisasi Mukosa Vagina dan Portio Uteri 2. Dekubitus 3. Hipertrofi Serviks Uteri dan Elongasio Koli 4. Gangguan miksi dan stress incontinensia 5. Infeksi Saluran Kemih

6. Kemandulan
7. Kesulitan Pada Waktu Partus 8. Haemorhoid 9. Inkarserasi Usus Halus

Batu Saluran Kemih


DEFINISI Batu di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) adalah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran kemih atau infeksi.

PENYEBAB
Terbentuknya batu bisa terjadi karena air kemih jenuh dengan garam-garam yang dapat membentuk batu atau karena air kemih kekurangan penghambat pembentukan batu yang normal

GEJALA
nyeri di perut bagian bawah nyeri punggung atau kolik renalis (nyeri kolik yang hebat dan hilang timbul) mual dan muntah perut menggelembung demam menggigil dan darah di dalam air kemih

DIAGNOSA
gejala kolik renalis, disertai dengan adanya nyeri tekan di punggung dan selangkangan atau nyeri di daerah kemaluan tanpa penyebab yang jelas
Analisa air kemih mikroskopik bisa menunjukkan adanya darah, nanah atau kristal batu yang kecil.

pengumpulan air kemih 24 jam dan pengambilan contoh darah untuk menilai kadar kalsium, sistin, asam urat dan bahan lainnya yang bisa menyebabkan terjadinya batu
Rontgen perut bisa menunjukkan adanya batu kalsium dan batu struvit urografi intravena dan urografi retrograd

PATOGENESIS DAN KLASIFIKASI


Pembentukan batu saluran batu kemih memerlukan keadaan supersaturasi dalam pembentukan batu. Inhibor pembentukan batu dijumpai dalam air kemih normal. Batu kalsium oksalat dengan inhibor sitrat Dan glikoprotein. Beberapa promotor (rekatan) dapat memacu pembentukan batu sepeti asam urat, memacu batu kalsium oksalat .

Pengobatan

Batu kecil,biasanya tidak perlu diobati, dengan minum yang banyak

Kolik renalis bisa dikurangi dengan obat pereda nyeri golongan narkotik. Batu di dalam pelvis renalis atau bagian ureter paling atas yang berukuran 1 sentimeter atau kurang seringkali bisa dipecahkan oleh gelombang ultrasonik (extracorporeal shock wave lithotripsy, ESWL) Kadang sebuah batu diangkat melalui suatu sayatan kecil di kulit (percutaneous nephrolithotomy, nefrolitotomi perkutaneus) yang diikuti dengan pengobatan ultrasonik. Batu kecil di dalam ureter bagian bawah bisa diangkat dengan endoskopi

Batu asam urat kadang akan larut secara bertahap pada suasana air kemih yang basa, Batu asam urat yang lebih besar, yang menyebabkan penyumbatan, perlu diangkat melalui pembedahan
Adanya batu struvit menunjukkan terjadinya infeksi saluran kemih, karena itu diberikan antibiotik

TERAPI
Terapi non farmakologis1. Batu kalsium : kurangi asupan garam dan protein hewani2. Batu urat diet rendah asam urat3. Minum yang banyak (2,5 lt perhari) bila fungsi ginjal baik Farmakologis1. Anti spasmodik bila ada kolik2. Anti mikroba bila ada infeksi3. Batu kalsium kalium sitrat4. Batu asam urat dengan alopurinol.