Anda di halaman 1dari 20

Learning Organization

Tinjauan Penerapan Disiplin Pembelajaran Organisasi Mental Models di PT Pos Indonesia

Oleh :
Asri

Pancari Gabriel Febrianti M. Deo Saputra Nur Astarnif J.

1006713195 1006713264 1006713384 1006713472

Pendahuluan
Keberadaan

suatu organisasi tidak terlepas dari masalah-masalah yang berkembang didalamnya, masalah yang timbul tersebut berasal dari internal maupun eksternal organisasi Usaha dalam mengatasi permasalahanpermasalahan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai langkah, salah satu langkahnya adalah dengan melakukan pembelajaran organisasi

pendahuluan
Menurut

1. 2. 3. 4. 5.

Senge, terdapat 5 pilar disiplin dalam menjadikan suatu organisasi pembelajar yaitu personal mastery (penguasaan pribadi) mental model (model mental) shared vision (misi bersama) team learning (belajar dalam tim) dan system thinking (berpikir sistematis).

Pendahuluan

Salah satu organisasi di Indonesia yang telah menerapkan pembelajaran organisasi adalah PT Pos Indonesia Pembelajaran dilakukan karna perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi yang begitu pesat, PT Pos Indonesia mulai ditinggalkan banyak konsumennya yang telah beralih menggunakan alat komunikasi yang lebih cepat, seperti telepon, handphone, dan internet

Kerangka Teori

Organisasi pembelajaran: Menurut Peter Senge (1990), organisasi pembelajaran adalah organisasi di mana orang-orangnya secara terus-menerus mengembangkan kapasitasnya guna menciptakan hasil yang benar-benar mereka inginkan, di mana polapola berpikir baru dan berkembang dipupuk, di mana aspirasi kelompok diberi kebebasan, dan di mana orang-orang secara terusmenerus belajar mempelajari (learning to learn) sesuatu secara bersama

Kerangka Teori
Mental

Model : menurut Peter Senge, mental model adalah Semua asumsi, generalisasi, bahkan gambar yang tersimpan kuat dalam pikiran dan perasaan sehingga mempengaruhi segala tindakan, perilaku dan pandangan tentang kehidupan dan dunia pada umumnya

Kerangka teori
faktor yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan disiplin mental model di suatu organisasi, antara lain: a. Perencanaan (Planning) b. Keterbukaan (Openness), c. Merit d. Membangun Ketrampilan (Building Skills) Membangun ketrampilan dapat didasarkan beberapa hal dibawah ini: 1. Leap of abstraction 2. Left-hand column, 3. Balancing inquiry and advocacy,

Kerangka teori
Gaya

kepemimpinan : Menurut William H.Newman (1968) dalam Miftah Thoha (2003;262) kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi perilaku orang lain atau seni mempengaruhi perilaku manusia baik perorangan maupun kelompok

Gambaran umum PT POS Indonesia

PT. Pos Indonesia (Posindo) berdiri pada 26 Agustus 1746 dan berstatus Perseroan Terbatas pada tahun 1995 PT Posindo yang bergerak di bidang telekomunikasi, pos, dan paket merupakan perusahaan yang berstatus badan usaha milik negara (BUMN). Pada 2009, Menteri BUMN pada saat itu, Sofyan Djalil mengambil langkah dengan merombak direksi PT Posindo dan menempatkan I Ketut Mardjana sebagai Direktur Utama

Pembahasan
terkait Teori Mental Model Berdasarkan teori yang diungkapkan oleh Peter Senge, terdapat empat faktor yang digunakan dalam mengoptimalkan disiplin mental model yaitu perencanaan, keterbukaan, merit, dan membangun ketrampilan.
Analisis

Pembahasan
1. Perencanaan Perencanaan yang dilakukan antara lain 1.Transformasi infrastruktur, 2.Memperluas usaha bisnis 3.Utilisasi properti dan 4.membangun jaringan sistem online

Pembahasan
Pemikiran

dan inovasi baru yang dilakukan oleh Ketut mengindikasikan bahwa sebagai individu ia telah dapat mengelola mental model dalam dirinya karena ia melihat bagaimana pengaruh lingkungan sekitar terhadap keberhasilan organisasi yang ia pimpin, tidak hanya mengutamakan melalui pemikiran dan kemampuan yang ada dalam dirinya

Pembahasan
2. Keterbukaan (Openness) Keterbukaan internal yang dilakukan oleh Ketut Mardjana adalah dengan meminimkan jarak antara dirinya sebagai pemimpin dengan para karyawan PT Posindo, salah satu cara yang dilakukan adalah melakukan roadshow Sedangkan keterbukaan secara eksternal ditunjukkan dengan banyaknya kerjasama yang dilakukan PT Posindo terhadap perusahaan asing dan perusahaan lokal maupun asing.

Pembahasan
3. Merit Langkah awal dari suatu perubahan, 2009-2010 dimulai dengan program empowerment and modernization. Dalam program ini ditekankan pada desentralisasi pengambilan keputusan dimana keputusan tidak hanya bisa diambil oleh pusat namun kantor-kantor yang ada di daerah pun dapat mengambil keputusan.

Pembahasan
4. Membangun Ketrampilan (Building Skills)

Leap of abstraction Left-hand column Balancing inquiry and advocacy

Penutup
A. Kesimpulan Salah satu organisasi di Indonesia yang telah menerapkan pembelajaran organisasi adalah PT Pos Indonesia. salah satu dari ke lima pembelajaran yang dilakukan dan menjadikan focus dalam makalah ini adalah mental model, dimana Mental model ini melihat bagaimana seseorang menggunakan pikirannya dan mengimplementasikannya kedalam suatu tindakan atau aktivitas dalam berorganisasi. Hal ini diterapkan dengan baik oleh PT Pos Indonesia dimana pihak yang paling berperan adalah seorang pemimpin, pemimpin yang sangat inovasi membangun kembali PT Pos Indonesia adalah I Ketut Mardjana sebagai Direktur Utamanya.

Penutup

Mardjana menerapkan sesuai dengan teori yang diungkapkan oleh Peter Senge Perencanaan (Planning), Keterbukaan (Openness),Merit (pembuatan keputusan berdasarkan kepentingan yang terbaik) , Membangun Ketrampilan (Building Skills) dengan baik sehingga bisa mengidentifikasi masalah dan mempunyai solusi untuk mendapatkannya dengan mengikutsertakan semua individu yang ada dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi

Penutup
B. Saran 1. Tidak melakukan kesalahan yang sama dalam menjalankan PT Pos Indonesia. lebih baik berseifat mencegah daripada mengobati 2. Membuat inovasi selangkah lebih maju dari pada perusahaan lain agar bisa bertahan 3. Mempersiapkan regenerasi yang berkualitas terutama pemimpin untuk membawa organisasi kearah kemajuan.

Anda mungkin juga menyukai