Anda di halaman 1dari 67

KONSELING, INTERVENSI KRISIS, DAN PSIKOTERAPI

Maria Supriyati Sinde I11108059 KEPANITERAAN MUDA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA 2012

Pendahuluan
Saat ini semakin banyak orang yang memiliki masalah dalam hidupnya yang mengganggu fungsi seseorang sehari-hari. Sehingga seringkali dokter dalam menjalankan prakteknya pun akan menghadapi berbagai macam keluhan sebagai pernyataan penderitaannya. Hal ini mempengaruhi mekanisme daya tahan mental yang dapat menyebabkan terjadinya neurosis, yaitu suatu gangguan jiwa yang secara struktural tanpa kerusakan organik dan dapat mempengaruhi kepribadian pasien. Hal ini memunculkan peranan dari terapi alternatif seperti konseling, intervensi krisi dan psikoterapi.

KONSELING
Kegiatan yang dipikirkan untuk membantu seseorang menyelesaikan masalahnya.

Asas Konseling
Asas kerahasiaan Asas kesukarelaan Asas keterbukaan Asas kekinian Asas kemandirian Asas kegiatan Asas kedinamisan Asas keterpaduan Asas kenormatifan Asas keahlian Asas alih tangan kasus Asas tut wuri handayani

Prinsip Konseling
Konseling diperuntukan bagi semua individu. Konseling bersifat individu Konseling menekankan hal yang positip Konseling merupakan usaha bersama Pengambilan keputusan merupakan hal yang esensial dalam konseling Konseling berlangsung dalam berbagai setting (adegan) kehidupan.

Fungsi Konseling
Fungsi pemahaman Fungsi preventif Fungsi pengembangan Fungsi penyembuhan Fungsi penyaluran Fungsi adaptasi Fungsi perbaikan Fungsi fasilitasi Fungsi pemeliharaan

Tujuan Konseling
Membantu memecahkan masalah, meningkatkan keefektifan individu dalam pengambilan keputusan. (Pieter, 2010) Membantu kebutuhan klien, seperti menghilangkan perasaan menekan, mengganggu, dan mencapai kesehatan mental. (Pieter, 2010) Mengubah sikap dan tingkah laku yang negatif menjadi positif dan yang merugikan klien menjadi menguntungkan klien. Perubahan sistem, memperkenalkan perubahan dengan cara beroperasinya sistem sosial, contohnya keluarga.

Tujuan Konseling
Penguatan, berkenaan dengan keterampilan, kesadaran dan pengetahuan yang akan membuat klien mampu mengontrol kehidupannya Restitusi, membantu klien membuat perubahan kecil terhadap perilaku yang mrusak. Repruduksi dan aksi sosial, mengispirasi dalam diri seseorang hasrat dan kapasitas untuk peduli terhadap orang lain, membagi pengetahuan dan mengkontribusikan kebaikan bersama melalui kesepakatan politik dan kerja komunitas.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Konseling


Faktor Internal
Di pihak konseli/ klien Di pihak konselor

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Konseling


Faktor Eksternal
Lingkungan fisik dan tempat wawancara berlangsung. Penataan ruangan Bentuk bangunan ruang Pembicaraan Konselor berpakaian rapi Kerapian dalam menata barang-barang yang terdapat di ruang dan di atas meja konselor Penggunaan sistem janji Konselor tidak memasang rekaman atas pembicaraannya dengan konseli

Tahapan Dalam Konseling


Tahap awal (tahap mendefinisikan masalah) Tahap inti (tahap kerja)
Tahap akhir (tahap perubahan dan tindakan)

INTERVENSI KRISIS

Krisis
Krisis suatu respons subyektif terhadap suatu peristiwa hidup yang menekan atau traumatik atau sederet peristiwa-peristiwa yang dirasakan oleh seseorang sebagai hal yang berbahaya, mengancam, atau amat mengganggu, yang tidak terpecahkan menggunakan metodametoda penanggulangan tradisional.

Suatu krisis diawali atau diprakarsai melalui suatu kombinasi atau gabungan dari tiga faktor yang saling terkait, yakni:
Suatu peristiwa yang menekan atau berbahaya Persepsi individu tentang peristiwa tersebut Kesanggupan dari mekanisme-mekanisme dan sumber-sumber penanggulangan individu untuk mengatasi peristiwa tersebut.

Fase Krisis Yang Dialami Individu


Fase pra krisis Fase impact (pengaruh yang kuat) Fase krisis Fase resolusi Fase post krisis (setelah krisis)

Jenis-Jenis Kritis
Krisis situasional Krisis maturasional Krisis adventisius

Gejala Umum Individu Yang Mengalami Krisis


Gejala fisik: Keluhan somatik (misalnya, sakit kepala, gastrointestinal, rasa sakit); gangguan nafsu makan (misalnya, peningkatan atau penurunan berat badan yang signifikan); gangguan tidur (misalnya, insomnia, mimpi buruk) gelisah; sering menangis; iritabilitas. Gejala kognitif: Bingung, sulit berkonsentrasi, pikiran yang kejar mengejar, dan ketidakmampuan mengambil keputusan.

Gejala Umum Individu Yang Mengalami Krisis


Gejala perilaku: Disorganisasi, ledakan kemarahan, manarik diri dari lingkungan sosial. Gejala emosional: ansietas, marah, merasa bersalah, sedih, sedih, depresi, putus asa, tidak berdaya.

Intervensi Krisis
Intervensi krisis metode pemberian bantuan terhadap mereka yang tertimpa krisis, di mana masalah yang membutuhkan penanganan yang cepat dapat segera diselesaikan dan keseimbangan psikis yang dipulihkan.

Tujuan Intervensi Krisis


Memutus serangkaian peristiwa yang mengarah pada gangguan kenormalan/keberfungsian seseorang. Mengembalikan individu ke tingkat fungsi sebelum krisis. Mendukung/menolong individu-individu membangun kembali kemampuankemampuan penanggulangan dan pemecahan masalah.

Tujuan Intervensi Krisis


Memberikan suatu kesempatan bagi pertumbuhan dan perkembangan pribadi dengan cara membangkitkan kekuatankekuatan lama, sumber-sumber dan keterampilan-keterampilan.

Prinsip Intervensi Krisis


Tujuan intervensi krisis adalah mengembalikan individu ke tingkat fungsi sebelum krisis. Penekanan intervensi ini adalah memperkuat dan mendukung aspek-aspek kesehatan dari fungsi individu. Dalam intervensi krisis, pendekatan pemecahan masalah digunakan secara sistematis (serupa dengan proses keperawatan)

Prinsip Intervensi Krisis


Kerangka kerja Hierarki Maslow tentang kebutuhan dapat membantu menentukan prioritas intervensi. Petugas intervensi krisis.

Tahapan Dalam Intervensi Kritis


Merencanakan dan melakukan penilaian krisis dan biopsikososial (lethality) Membuat laporan dan dengan cepat menetapkan hubungan Mengidentifikasikan dimensi-dimensi dari masalah-masalah yang ada sekarang Menjelajahi perasaan-perasaan dan emosi-emosi

Tahapan Dalam Intervensi Kritis


Membangkitkan dan menjelajahi alternatifalternatif Membuat dan merumuskan suatu rencana aksi Menindaklanjuti rencana dan kesepakatan.

Kelebihan Intervensi Kritis


Metode singkat yang difokuskan secara khusus untuk mengurangi krisis situasi dan membantu orang meningkatkan mengatasi mereka, keyakinan dan kemampuan memecahkan masalah. Karena sifat singkat intervensi krisis, metode ini dapat digunakan dalam hubungannya dengan teori-teori dan metode lainnya.

Kelemahan Intervensi Kritis


Tidak selalu mampu mengatasi masalah mendasar yang mungkin berkontribusi terhadap masalah yang diajukan, seperti diskriminasi, penindasan dan/ atau kemiskinan. Sulit untuk diterapkan kepada klien yang tidak menerima dengan keterlibatan pekerja sosial.

PSIKOTERAPI
Psikoterapi terapi yang dirancang untuk mempengaruhi perilaku dengan cara verbal atau nonverbal dan mencakup teknik yang bervariasi seperti pengakuan, penentraman, hipnosis, psikoanalisis, dan pencucian otak.

Prinsip Umum Psikoterapi


Psikoterapi dilakukan dengan cara percakapan atau wawancara (interview) Dalam suatu wawancara, tidak dapat dipisahkan antara sifat terapeutik dan penegakan diagnosis. Dalam melakukan wawancara, hendaknya kita juga melakukan observasi secara menyeluruh dengan teliti.

Prinsip Umum Psikoterapi


Dalam berhadapan dengan pasien, dokter atau terapis mempengaruhi pasien dengan sikap dan perkataannya, dari menit ke menit, saat ke saat. Wawancara bukan hanya menghasilkan pengaruh dokter atau terapis atas pasien, namun juga pengaruh pasien terhadap dokternya.

Prinsip Umum Psikoterapi


Agar tujuan terapeutik tercapai, hendaknya senantiasa diusahakan agar dokter dapat menciptakan dan memelihara hubungan yang optimal antara dokter dan pasien . Dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada pasien, senantiasa harus dipertimbangkan bilamana dan bagaimana kita akan menanyakan hal tersebut.

Tujuan Psikoterapi
Menguatkan daya tahan mental yang telah dimilikinya, dengan kata lain membuat seseorang itu bahagia dan sejahtera. Mengembangkan mekanisme daya tahan mental yang baru dan yang lebih baik untuk mempertahankan fungsi pengontrolan diri, ataupun membuat seseorang tahu dan mengerti tentang dirinya. Meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap lingkungannya.

Pengetahuan Dan Ketrampilan Yang Perlu Dimiliki Oleh Seseorang Yang Ingin Melakukan Psikoterapi
Mempunyai pengetahuan mengenai dasar-dasar ilmu psikologi dan psikopatologi serta proses-proses mental. Dapat menarik suatu konklusi tentang keadaan mental pasien yang telah diperiksa. Terampil dan berpengalaman dalam menerapkan teknik dan metode penanganan fungsi-fungsi mental pasien. Kepribadian Pengalaman

Tingkatan Psikoterapi
Tingkat support (memulihkan keseimbangan pasien) Tingkat insight (tujuan reedukatif) Tingkat insight therapy (tujuan rekonstruktif)

Tahap-Tahap Psikoterapi
Wawancara awal Proses terapi Mengakhiri terapi

Jenis Psikoterapi
Psikoanalisis Psikoterapi Psikoanalisis Psikologi Kelompok Terapi Jenis Individual Psikoterapi Kombinasi Individual Dan Kelompok Psikodrama Terapi Keluarga Psikoterapi Jenis Prilaku Terapi Kognitif Hipnoterapi Narkoterapi

Psikoanalisis
Psikoanalisis adalah sebuah model perkembangan kepribadian, filsafat tentang sifat manusia, dan metode psikoterapi.

Psikoanalisis
Tujuan utama psikoanalitik adalah membentuk kembali struktur karakter individual dengan jalan membuat kesadaran yang tak disadari di dalam diri klien. Lama Terapi Psikoanalisis membutuhkan waktu antara tiga dan enam tahun, kadangkadang lebih lama. Sesion biasanya dilakukan empat atau lebih dalam seminggu masingmasingnya selama 45 sampai 50 menit.

Psikoanalisis
Metoda terapi meliputi:
Asosiasi bebas Perhatian mengalir bebas (free-floating attention) Aturan abstinensi

Psikoanalisis
Indikasi terapi :
Indikasi utama psikoanalisis adalah konflik psikologis yang berlangsung lama yang telah menimbulkan gejala atau gangguan. Efektif mengobati gangguan kecemasan tertentu, seperti fobia dan gangguan obsesif-kompulsif, gangguan depresif ringan (gangguan distimik), beberapa gangguan kepribadian, dan beberapa gangguan pengendalian impuls dan gangguan seksual.

Psikoanalisis
Kontraindikasi terapi: Usia Pasien juga harus cukup cerdas untuk mengerti prosedur dan untuk bekerja sama dalam proses. Klinisi dan peneliti percaya bahwa pasien dengan gangguan kepribadian anti sosial adalah prediktor paling negatif dari respon psikoterapi. Pada pasien dengan keterbatasan waktu dapat dipertimbangkan terapi lain. Analisis dengan sifat hubungan teman, saudara dan kenalan di kontraindikasikan karena mengganggu transferensi dan objektifitas ahli analisis.

Psikoterapi Psikoanalisis
Psikoterapi psikoasialitik adalah terapi yang didasarkan pada rumusan psikoanalitik yang telah dimodifikasi secara konseptual dan teknik.

Psikoterapi Psikoanalisis
Teknik terapi :
Psikoterapi psikoanalitik dapat terentang dari wawancara suportif tunggal, memusatkan pada masalah yang sekarang dan menekan, sampai terapi selama bertahun-tahun, dengan satu sampai tiga wawancara dalam seminggu dengan lama yang bervariasi.

Psikoterapi Psikoanalisis
Tipe
Psikoterapi berorientasi tilikan Psikoterapi suportif

Psikologi Kelompok
Psikoterapi kelompok adalah terapi di mana orang yang memiliki penyakit emosional yang telah dipilih secara cermat ditempatkan ke dalam kelompok yang dibimbing oleh ahli terapi yang terlatih untuk membantu satu sama lainnya dalarn menjalani perubahan kepribadian.

Psikologi Kelompok
Bentuk Terapi Kelompok
Gaya Kepemimpinan Pemilihan Pasien Psikoterapi Kelompok Rawat Kelompok rawat Jalan lawan rawat inap Kelompok Menolong Diri Sendiri

Terapi Jenis Individual


Psikoterapi wawasan (atau genetik dinamik) (insight psychotherapy) dibagi menjadi psikoterapi reedukatif dan psiktoerapi rekonstruktif.

Terapi Jenis Individual


Psikoterapi reedukatif
Untuk mencapai pengertian tentang konflikkonflik yang letaknya lebih banyak di alam sadar, dengan usaha berencana untuk menyesuaikan diri kembali, memodifikasikan tujuan dan membangkitkan serta mempergunakan potensi kreatif yang ada.

Terapi Jenis Individual


Psikoterapi rekonstruktif
Untuk mencapai pengertian tentang konflikkonflik yang letaknya di alam tak sadar, dengan usaha untuk mendapatkan perubahan yang luas daripada struktur kepribadian dan perluasan daripada pertumbuhan kepribadian dengan pengembangan potensi penyesuaian diri yang baru.

Psikoterapi Kombinasi Individual Dan Kelompok


Terapi kombinasi adalah suatu modalitas terapi yang khusus. Rencana yang berkelanjutan di mana kelompok mngalami interaksi yang penuh arti dengan sesion individual dan di mana umpan balik timbai balik membantu membentuk pengalaman terapetik yang terintegrasi.

Psikodrama
Psikodrama adalah metoda psikoterapi kelompok dimana susunan kepribadian, hubungan interpersonal, konflik, dan masalah emosional digali dengan menggunakan metoda dramatik spesifik.

Psikodrama
Dramatisasi terapetik masalah emosional adalah termasuk :
Pelaku utama atau pasien, orang yang memerankan masalah dengan bantuan Peran pembantu (auxiliary egos), orang yang memerankan berbagai aspek pasien Sutradara, psikodramatis, atau ahli terapi, orang yang membimbing drama tersebut dalam mencapai tilikan.

Psikodrama
Teknik:
Psikodarma dapat memusatkan perhatian pada bidang fungsi tertentu (suatu mimpi, keluarga atau situasi kominitas), suatu peranan simbolik, suatu sikap bawah sadar atau bayangan situasi di masa depan. Teknik lain adalah menggunakan hypnosis dan obat psikoaktif untuk memodifikasi memerankan perilaku dalam berbagai cara.

Terapi Keluarga
Terapi keluarga adalah cukup terkenal sehingga keluarga dengan banyak konflik mungkin memintanya secara khusus. Terapis harus mengeksplorasi setiap pandangan anggota keluarga terhadap masalah, penyelesaian apa yang telah di coba dan hasil apa yang diharapkan dari usaha terakhir untuk perubahan.

Terapi Keluarga
Tujuan :
Untuk memecahkan atau menurunkan konflik dan kecemasan patogenik di dalam matniks hubungan interpersonal Untuk meningkatkan persepsi dan pemenuhan kebutuhan anggota keluarga lain oleh anggota keluarga Untuk meningkatkan hubungan peran yang sesuai antara jenis kelamin dan antara generasi Untuk memperkuat kemampuan anggota individual dan keluarga sebagai keseluruhan untuk mengatasi tenaga destruktif di dalam dan di luar lingkungan sekitamya Untuk mempengaruhi identitas dan nilai-nilai keluarga sehingga anggota terorientasi kepada kesehatan dan pertumbuhan.

Terapi Keluarga
Teknik terapi :
Terapi kelompok keluarga Terapi jaringan kerja sosial (social network therapy) Terapi paradoksikal Konotasi positif

Terapi Keluarga
Frekuensi dan Lama Terapi
Sesion biasanya dilakukan tidak lebih dan satu kali dalam seminggu Masing-masing sesion mungkin memerlukan paling lama dua jam. Lama terapi tergantung pada sifat masalah dan model terapeutik.

Psikoterapi Jenis Prilaku


Terapi perilaku (behavior therapy) berusaha menghilangkan masalah perilaku khusus secepatcepatnya dengan mengawasi perilaku belajar si pasien. Terapi perilaku dapat dilakukan secara individual ataupun secara berkelompok. Indikasi utama ialah gangguan fobik dan perilaku kompulsif, disfungsi sexual (umpamanya impotensi dan frigiditas) dan deviasi sexual (umpamanya exhibisionisme).

Terapi Kognitif
Terapi kognitif adalah terapi terstruktur jangka pendek yang menggunakan kerja sama aktif antara pasien dan ahli terapi untuk mencapai tujuan terapetik. Terapi ini berorientasi terhadap rnasalah sekarang dan pemecahannya. Terapi biasanya dilakukan atas dasar individual, walaupun metoda kelompok juga digunakan.

Hipnoterapi
Pasien yang dalam trance hipnotik dapat mengingat ingatan yang tidak ada dalam kesadaran dalam keadaan nonhipnotik. Ingatan tersebut dapat digunakan dalam terapi untuk memperkuat hipotesis psikoanalitik terlepas dan dinamika pasien atau memungkinkan pasien menggunakan menggunakan ingatan tersebut sebagai katalis untuk asosiasi baru.

Hipnoterapi
Hipnosis telah digunakan untuk mengendalikan obesitas dan gangguan berhubungan zat, seperti penyalahgunaan alkohol dan ketergantungan nikotin. Hipnosis juga telah digunakan untuk menangani gangguan nyeri kronis, asma, kutil, pruritis, aforia, dan gangguan konversi. Relaksasi dapat dicapai dengan mudah dengan hipnosis, sehingga pasien dapat mengatasi fobia dengan mengendalikan kecemasan mereka.

Hipnoterapi
Kontraindikasi :
Pasien yang rapuh atau yang memiliki kesulitan dalam tes realitas. Pasien yang memiliki kesulitan dengan kepercayaan dasar, seperti pasien paranoid atau yang memiliki masalah pengendalian, seperti pasien obsesif kompulsif.

Hipnoterapi
Hipnosa dapat membantu psikoterapi dapat mempercepat pengaruh psikoterapi. Hal yang penting dalam hipnosa ialah sugesti (bukan kekuatan kemampuan terapis hipnotisir). Dalam hipnosa dapat dilakukan analisa konflikkonflik dan sintesa, atau sintesa dilanjutkan sesudah pasien sadar kembali.

Narkoterapi
Secara intravena disuntikkan suatu hipnotikum dengan efek yang pendek (umpamanya penthothal atau amital natrium). Dalam keadaan setengah tidur pasien diwawancara, konflik dianalisa, lalu disintesa. Narkoterapi dengan narkoanalisa dan narkosintesa itu membantu psikoterapi.

Efektivitas Psikoterapi
Dari pelbagai penelitian statistik yang telah dilakukan, ternyata di antara sekian banyak bentuk dan jenis psikoterapi yang ada, tidak satu pun terbukti lebih unggul daripada yang lain. Walaupun ada banyak jenis psikoterapi yang dapat diberikan untuk berbagai problem pasien.

Efektivitas Psikoterapi
Perbaikan terapeutik yang dicapai, ditentukan oleh faktor-faktor:
Tujuan yang ingin dicapai Motivasi pasien Kepribadian dan ketrampilan terapis Teknik yang digunakan

Terimakasih