Anda di halaman 1dari 19

N A R A D E R E P A M I E S T U N A SIS M H A R A D

Oleh: Aprilia Mustiani XI IPA 6

SISTEM PEREDARAN DARAH

Darah
Sistem peredaran darah pada manusia merupakan sistem peredaran darah tertutup, karena darah dalam peredarannya selalu berada dalam pembuluh darah. Darah mempunyai fungsi sebagai berikut: Sebagai alat pengangkut Membunuh kuman-kuman penyakit Melakukan pembekuan darah Menjaga kestabilan suhu tubuh Darah merupakan jaringan kompleks yang terdiri dari beberapa bagian. Sekitar 45% kandungan darah adalah sel-sel darah, sedangkan sisanya adalah plasma darah.

Darah
a m as ah r da
Sel -se l Da rah

Pl

at l A

h a r Da n ra a red e P

Pem b

ulu

hD ara h

a) Plasma darah
Plasma darah terdiri dari atas: 90% air 8% protein darah yang terdiri dari albumin, hormon, globulin, protrombin, dan fibrinogen. Albumin penting untuk menjaga tekanan osmotik darah, hormon penting kerja fisiologi alat tubuh, globulin penting untuk membentuk zat kebal, protrombin dan fibrinogen penting untuk proses pembekuan darah. 0,9% mineral yang terdiri dari NaCl, Natrium bikarbonat, garam kalsium, fosfor, magnesium, dan besi. 0,1% berupa sejumlah bahan organik, yaitu glukosa, lemak, urea, asam urat, asam amino, enzim, dan antigen. Jika plasma darah diendapkan, akan tersisa cairan berwarna kuning jernih yang disebut dengan serum. Di dalam serum inilah terkandung zat antibodi.

b) Sel-sel Darah

(1) Eritrosit
Bentuk eritrosit pipih, dengan garis tengah 7,5 m, cekung di bagian tengahnya, dan tidak berinti. Setiap 1 mm3 darah mengandung 5 juta sel darah merah. Butir darah merah mengandung hemoglobin yang berfungsi untuk mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengedarkannya ke seluruh jaringan tubuh. Sel darah merah dibentuk oleh sumsum merah tulang pipih akan tetapi, saat masih dalam kandungan, eritrosit dibentuk di dalam hati dan limpa. Sel darah merah menjadi usang dan tidak efektif lagi melaksanakan fungsinya setelah berumur lebih kurang 120 hari. Oleh hati dan limpa, sel darah tersebut dirombak. Di hati, hemoglobin akan diubah menjadi zat warna empedu (bilirubin) yang berwarna kehijau-hijauan. Zat warna empedu berguna untuk membentuk emulsi lemak. Zat ini dikeluarkan ke saluran empedu yang bermuara di usus. Zat besi yang terdapat di hemoglobin tidak ikut dikeluarkan, melainkan digunakan lagi untuk membuat eritrosit baru. Penyumbatan saluran empedu dapat terjadi karena infeksi atau karena kerusakan sel-sel hati, yang menyebabkan empedu beredar bersama aliran darah. Inilah yang menyebabkan seseorang menderita kuning. Penyakit kuning dapat disebabkan oleh virus hepatitis atau oleh infeksi lainnya.

(2) Leukosit

Dalam setiap mm3 darah terdapat 8000 sel darah putih. Sel darah putih tidak berwarna, bersifat bening, dan bentuknya tidak tetap. Ukurannya lebih besar dari eritrosit, tetapi jumlahnya lebih kecil. Garis tengahnya antara 9-15 m. Sel ini mempunyai fungsi utama untuk melawan kuman yang masuk ke dalam tubuh dan membentuk zat antibodi. Antibodi adalah zat pelawan benda asing (antigen) yang masuk ke tubuh. Sel darah putih merupakan sel fagosit, apabila ada bibit penyakit, misalnya bakteri, sel darah putih akan memakannya. Tetapi apabila sel darah putih kalah dan rusak, maka sel darah putih bersamasama kuman yang mati akan dikeluarkan dalam bentuk nanah.

(3) Trombosit
Di dalam darah terdapat keping-keping darah atau trombosit. Trombosit bentuknya tidak teratur, tidak berinti, dan berukuran kecil, garis tengahnya 2-4 m. Dalam tiap satu mm3 darah terdapat 250.000-500.000 keping darah. Trombosit berperan dalam proses pembekuan dara. Di dalam trombosit terdapat enzim yang disebut dengan trombokinase. Apabila darah keluar karena terluka, trombosit akan pecah. Enzim trombokinase keluar dari trombosit. Akibat pengaruh ion kalsium dalam darah, enzim trombokinase akan mengubah protrombin menjadi trombin. Trombin akan mengubah protein darah fibrinogen menjadi benang-benang fibrin, Terbentuknya benang-benang fibrin menyebabkan luka tertutup sehingga tidak mengeluarkan darah secara terus-menerus. Protrombin adalah senyawa protein yang dibentuk di hati. Pembentukan senyawa ini dipengaruhi oleh vitamin K. Oleh sebab itu, seseorang yang kekurangan K akan mengalami kesulitan pembekuan darah jika terjadi luka.

a) Jantung

2. Alat Peredaran Darah

Jantung terletak di dalam rongga dada agak ke sebelah kiri. Ukuran jantung kira-kira sebesar kepalan tangan. Jantung manusia berongga dan terbagi menjadi 4 ruang, yaitu serambi kanan, serambi kiri, bilik kanan, dan bilik kiri. Jantung diselubungi selaput ganda yang disebut perikardium. Dinding organ jantung tersusun terutama atas otot jantung. Antara serambi dan bilik dibatasi oleh suatu sekat yang berkatup. Katup sebelah kanan disebut katup trikuspid yang terdiri atas 3 kelopak., dan katup sebelah kiri disebut katup bikuspid yang terdiri atas 2 kelopak. Katup-katup tersebut berfungsi agar darah dari bilik tidak mengalir kembali ke serambi. Otot jantung mampu berkontraksi sehingga jantung dapat mengembang dan mengempis.

Jantung memiliki pembuluh darah yang menuju atau keluar jantung, yaitu: Vena cava, yang mengalirkan darah dari seluruh tubuh, bermuara pada serambi kanan. Arteri pulmonalis, yang mengalirkan darah dari bilik kanan menuju ke paru-paru. Vena pulmonalis, yang mengalirkan darah dari paru-paru ke serambi kiri. Aorta, yang mengalirkan darah dari bilik kiri menuju ke seluruh tubuh. Arteri koronaria,

C) Pembuluh Darah
Berdasarkan fungsinya: (1) Arteri Arteri adalah pembuluh yang membawa darah keluar dari jantung. Letaknya agak dalam, bersembunyi dari permukaan tubuh. Dindingnya kuat dan elastis, terdiri dari tiga lapis. Pembuluh nadi yang keluar dari bilik kiri jantung disebut aorta, yang mengalirkan darah kaya oksigen ke seluruh tubuh. Aorta ini disebut pula pembuluh nadi utama, yang kemudian bercabang menjadi pembuluh nadi ke seluruh tubuh. Semua pembuluh nadi mengalirkan darah yang kaya oksigen, kecuali arteri pulmonalis. Arteri pulmonalis merupakan pembuluh nadi yang keluar dari bilik kanan menuju ke paru-paru. Pembuluh ini bercabang menjadi dua menjadi pembuluh nadi paru-paru kiri dan pembuluh paru-paru ke kanan. Pembuluh nadi ini membawa darah yang kaya CO2. Karbon dioksida dilepaskan oleh darah di paru-paru, sedangkan oksigen ditangkap oleh hemoglobin. Kemudian, darah yang kaya oksigen dialirkan oleh vena paru-paru menuju jantung, yaitu serambi kiri.

(2) Vena
Vena adalah pembuluh yang membawa darah menuju ke jantung. Darahnya banyak mengandung karbon dioksida, kecuali vena pulmonalis. Umumnya terletak dekat permukaan tubuh dan tampak kebiru-biruan. Dinding pembuluhnya tipis dan tidak elastis. Pembuluh vena memiliki katup sepanjang pembuluhnya. Dari seluruh tubuh, vena bermuara menjadi satu pembuluh darah balik yang besar, yang disebut vena cava. Pembuluh darah ini masuk ke jantung melalui serambi kanan.

(3) Pembuluh Kapiler


Pembuluh kapiler hanya tersusun atas satu lapis sel endotelium. Dinding kapiler yang sangat tipis ini memang sesuai dengan fungsinya, yaitu untuk pertukaran zat. Ujung pembuluh nadi yang terkecil dihubungkan oleh pembuluh kapiler. Pembuluh kapiler inilah yang berhubungan langsung dengan sel-sel tubuh. Oksigen dan zat-zat makanan dimasukkan ke dalam sel melalui pembuluh kapiler. Zat-zat ini digunakan sel untuk memperoleh energi dengan cara pembakaran. Selanjutnya, karbon dioksida, air, sisa-sisa pembakaran diambil, untuk diangkut ke paru-paru dan alat pengeluaran lainnya. Pengangkutan zat sisa ini juga dilakukan oleh pembuluh kapiler yang berhubungan dengan pembuluh balik.

3. Macam Peredaran Darah


Sistem peredaran darah manusia merupakan sistem peredaran darah tertutup dan sistem peredaran darah ganda. Setiap kali beredar, darah melewati jantung dua kali. Peredaran darah ganda terdiri atas peredaran darah kecil dan peredaran darah besar. Peredaran darah kecil adalah peredaran darah yang dimulai dari jantung menuju ke paru-paru, kemudian kembali lagi ke jantung. Peredaran darah besar ialah peredaran darah dari bilik kiri jantung ke seluruh tubuh, kemudian kembali ke serambi kanan jantung.

4.Golongan Darah

(1)

Sistem AB0 (baca: a, b, nol)

Orang yang pertama kali menggolongkan darah menurut sistem AB0 adalah Karl Landsteiner. Menurut sistem tersebut, darah dapat digolongkan ke dalam 4 golongan besar yaitu, A, B, AB, dan 0 (nol). Orang yang kehilangan banyak darah memerlukan tambahan darah melalui transfusi darah. Orang yang memberikan darahnya disebut donor, sedangkan orang yang menerima darah disebut resipien. Apabila golongan darah donor tidak sesuai dengan golongan darah resipien, maka resipien akan menolak darah donor. Penolakan ini ditandai dengan penggumpalan darah (aglutinasi) yang dapat berakibat fatal bagi resipien. Darah dapat menggumpal karena adanya aglutinogen dan aglutinin. Aglutinogen adalah zat protein darah yang dapat digumpalkan oleh aglutinin. Aglutinogen A dapat digumpalkan oleh aglutinin (anti A), dan aglutinogen B dapat digumpalkan oleh aglutinin (anti B). Golongan darah A mengandung zat aglutinogen A dan aglutinin . Golongan darah B mengandung aglutinogen B dan aglutinin . Golongan darah AB mengandung aglutinogen A dan B, dan tidak memiliki aglutinin, sehingga dapat disebut sebagai resipien universal (dapat menerima semua golongan darah) Golongan darah 0 mengandung aglutinin dan , dan tidak memiliki aglutinogen, sehingga dapat disebut sebagai donor universal (dapat ditransfusikan ke semua golongan darah). Tapi, harus disadari, bahwa transfusi darah yang baik adalah transfusi yang sejenis.

B. Sistem Peredaran Getah Bening


Sistem transpor di dalam tubuh manusia tidak hanya berupa darah dan peredarannya, tetapi juga berupa sistem peredaran getah bening atau limfa. Sistem peredaran getah bening terdiri dari cairan limfa, pembuluh limfa, dan kelenjar limfa. Sistem peredaran getah bening berperan dalam transpor lemak dan pemberantasan penyakit.

1.

Cairan Limfa

Selama darah beredar dalam kapiler. Terdapat cairan sel darah putih yang merembes keluar dari kapiler darah. Cairan tersebut mengisi ruang-ruang antar sel, kemudian cairan tersebut masuk ke sistem limfatik, yaitu pembuluh getah bening atau pembuluh limfa. Cairan jaringan yang telah berada di dalam pembuluh getah bening ini berubah menjadi cairan limfa. Cairan limfa yang mengandung sel darah putih ini berfungsi mematikan 0kuman penyakit yang masuk ke dalam tubuh kita. Selain itu, cairan limfa juga mengandung lemak. Lemak dari usus tidak diangkut melalui pembuluh darah, melainkan oleh pembuluh limfa. Di usus, pembuluh limfa ini disebut pembuluh kil.

2.

Pembuluh Limfa

Struktur pembuluh limfa mirip dengan vena kecil, tetapi memiliki lebih banyak katup sehingga pembuluh limfa tampak seperti rangkaian manik=manik. Pembuluh ini terletak terutama di sela-sela otot, mempunyai cabang yang halus dengan bagian ujung terbuka. Melalui ujung yang terbuka inilah cairan jaringan tubuh masuk ke dalam pembuluh limfa.

Pembuluh limfa dibedakan menjadi 2 macam, yaitu: a) Pembuluh Limfa Kanan Pembuluh limfa kanan berfungsi menampung cairan limfa yang berasal dari kepala, leher bagian kanan, dada kanan, dan lengan kanan. Pembuluh limfa ini bermuara di vena bawah selangka kanan. b) Pembuluh Limfa Kiri Pembuluh limfa kiri berfungsi menampung limfa yang berasal dari kepala, leher kiri, dada kiri, lengan kiri, dan tubuh bagian bawah. Pembuluh limfa kiri bermuara di vena bawah selangka kiri.

c) Peredaran Limfa Peredaran limfa dimulai dari jaringan tubuh yang berupa cairan jaringan. Cairan ini masuk ke pembuluh limfa halus menjadi cairan limfa. Selanjutnya, pembuluh limfa halus bergabung menjadi pembuluh limfa kecil. Beberapa pembuluh ini bergabung menjadi pembuluh limfa yang lebih besar dan seterusnya. Akhirnya, pembuluh getah bening itu bergabung ke dalam pembuluh limfa besar dan seterusnya. Akhirnya, pembuluh getah bening itu bergabung ke dalam pembuluh limfa besar, yaitu pembuluh limfa kiri bermuara pada vena di bawah di selangka kiri. Sedangkan pembuluh limfa kanan bermuara pada vena di bawah selangka kanan.

3.

Kelenjar Limfa

Di sepanjang pembuluh limfa, terdapat beberapa kelenjar limfa, terutama pada pangkal paha, ketiak, dan leher. Kelenjar limfa atau buku limfa berfungsi untuk menghasilkan sel-sel darah putih dan menjaga agar tidak terjadi penjalaran infeksi lebih lanjut. Di dalam tubuh juga terdapat alat tubuh yang fungsinya sama dengan kelenjar limfa, yaitu: a) Limpa Limpa adalah sebuah kelenjar yang berwarna ungu tua yang terletak di sebelah belakang. Fungsinya: a. Tempat pembentukan sel darah putih b. Tempat cadangan sel darah c. Tempat pembongkaran sel darah merah yang sudah mati d. Tempat membunuh kuman-kuman penyakit. b) Tonsil Tonsil adalah organ limfoid yang paling sederhana. Tonsil berfungsi untuk melawan infeksi pada saluran pernafasan bagian atas dan faring.