Anda di halaman 1dari 23

Kehamilan Ganda

Dr.BW Purnomo Bag.Obstetri & Ginekologi RS Dokter Karyadi/FK UNDIP Semarang 2006

Tujuan Intruksional Umum

Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa akan dapat menjelaskan diagnosis, merencanakan penatalaksanaan dan mengatasi komplikasinya

Tujuan Intruksional Khusus


1. Menjelaskan predisposisi kehamilan

ganda 2. Menyusun diagnosis kehamilan ganda 3. Merencanakan cara persalinannya 4. Merencanakan pengelolaan komplikasi persalinan

Kehamilan Ganda
(Multi Fetal Pregnancy)

Insidensi

1 : 89 ; 892 : 893 Keluarga kembar Multipara Kulit berwarna

Kembar dua
a. Dua telur (binovuler) - 75 % - Ras, umur, paritas b. Satu telur (uniovuler) - 25 % - Tidak tergantung keturunan
Superfetasi : pembuahan pada ovulasi berikutnya Superfecundasi : pembuahan satu telur pada coitus yang berbeda

Morula

: 12 60 blastomer < 3 hari

1. Sebelum inner cell mass terbentuk,

lapisan luar blastokis belum berubah menjadi korion. Kurang dari 72 jam dua embrio, dua amnion, dua korion. 18 36 % Dua placenta atau 1 placenta berfusi

2. Pembelahan antara hari ke 4 8


Setelah inner cell terbentuk Sel karion berdifferensiasi Sel amnion belum berdifferensiasi Diamnion , Monokorion

3. Pembelahan setelah hari ke-8 :


Monoamnion Monokorion

4. Pembelahan setelah diskus

embrionic kembar siam

Diagnosis Anamnesis
Ada turunan kembar Mendapatkan pengobatan infertilitas Uterus cepat besar, TFU > 4 cm dari amenorea Banyak gerakan janin
Pemeriksaan

Klinis

Besar uterus lebih dari amenoreanya Uterus cepat membesar Teraba 2 balotemen Teraba 3 bagian besar 2 DJJ, yang beda 10

Diagnosis (lanjutan)
Pemeriksaan

Penunjang

USG X-Ray
Diagnosis

Pasti

USG dan X-Ray Klinis : - 2 kep, 2 bo, 1-2 punggung - 2 DJJ, yang beda 10
Diagnosis

Banding
Hidramnion Tumor

Janin besar Mola

Pengaruh Kehamilan Kembar Pada ibu


Tekanan pada diafragma Hidramnion tinggi Pre eklampsia berat Anemi BB naik
Pada

Janin

BB kurang Malpresentasi Morbiditas, mortalitas lebih tinggi Resiko janin kedua lebih tinggi Malformasi

Pada persalinan
Partus preterm Ketuban pecah Inertia uteri Perdarahan post partum Tali pusat menumbung

Letak Janin
1. Kep Kep 2. Kep Bo 3. Bo Bo 4. Kep Li 5. Bo Li 6. Li Li

Presentasi Kembar

Presentasi Kembar (Lanjutan)

Presentasi Kembar (lanjutan)

Penatalaksanaan dalam Kehamilan


Banyak

istirahat Hindari perjalanan jauh ANC teratur Atasi anemia Usahakan jangan prematur

Penatalaksanaan dalam Persalinan


Diagnosis

presentasi yang tepat Persiapan mengatasi perdarahan Infus Dextrose 5 % Lahirkan bayi I Periksa presentasi bayi kedua Penatalaksanaan tergantung presentasi bayi kedua

Komplikasi yang jarang terjadi


Collision

: Kontak setiap bag. janin Impaction : Janin yang satu masuk ke dalam permukaan janin lainnya Compaction : Penurunan bag. terendah secara bersama Interlocking : Saling mengunci a. Bo Kep c. Kep Kep b. Kep Lintang d. Bo Bo

Kehamilan Kembar Terkunci

Penanganan Menurut Lokasi atau Tingkat Pelayanan Polindes


Melakukan ANC Menegakkan diagnosis klinis rujuk USG Merujuk bila ada kelainan Pasien inpartu rujuk

Puskesmas
ANC Pastikan diagnosis Tolong persalinan, letak Kep Kep Rujuk yang lain

Rumah Sakit
ANC Persalinan pervaginam Bedah caesar atas indikasi