Anda di halaman 1dari 34

Oleh Djoko Priyanto, drg. Sp. Orth.

MARS

Celah bibir dan celah langit langit termasuk cacat lahir lazim, secara klinis bentuk kelainannya mempunyaivariasi luas dari yang ringan yaitu indentasi bibir uvula bivida dan celah langit langit lunak submukosa sampai yang berat yaitu meluas kehidung sampai langit langit. Celah langit langit terisolir adalah celah langit langit yang hanya terbatas pada uvula saja atau meluas sampai langit langit lunak dan keras sedangkan celah bibir melibatkan bibir atas dan atau bibir atas tanpa meluas kehidung dan langit langit

Celah bibir dan atau celah langit langit terjadi pada sejumlah sindrom yang bisa disebabkan oleh faktor bukan genetic, kromosomal, faktor genetik yang merupakan pewarisan kelainan gen tunggal dan multifaktorial. Anomali pada bibir dan rongga mulut mungkin akan memberikan pengaruh yang besar pada penampilan wajah cara makan bicara kedudukan gigi fungsi pernapasan dan perncernaan. Salah satu akibat nyata yang ditimbulan oleh adanya celah bibir dan celah langit langit adalah adanya gangguan dalam produksi suara atau bunyi sehingga menimbulkan masalah pada kemampuan berbicara.

Celah

bibir dasn langit langit merupakan kelainan yang menggambarkan adanya kegagalan fusi atau bersatunya promeninsia maksilaris dengan promeninsia media nasalis yang diikuti diserupi kedua bibir rahang dan palatun

Diagnosis

celah bibir biasanya mudah ditegakkan segera pada waktu bayi lahir bahkan secara prenatal bisa diketahui dengan menggunakan alat ultrasonografi.

Bibir atas terbentuk antara minggu keempat dan kedelapan kehamilan melalui fusi dari prosesus maksilaris dan prosesus frontonasalis. Faktor yang mengintrupsi proses ini akan menyebabkan timbulnya celah bibir atau komponen dari palatum primer. Penyebab terjadinya celah bibir dan langit langit adalah faktor genetik dan faktor non genetik sedangkan faktor penyebab yang paling sering justru faktor non genetic

a. Infeksi kongenital b. Pengaruh obat obatan/ bahan yang berpotensi mutagenik / teratogenik c. Anti konvulsan d. Corticorticosteroid e. Vitamin A f. Methotrexate dan aminopterin h. Defesiensi asam Folat i. Defesiensi atau kelebihaan metabolit esensial J. Tekanan mekanik

Faktor

genetik ditinjau dari cara pewarisannya ada 3 kategori yaitu gangguan kromosomal, gangguan gen tunggal ( Mendelian Inheritance ) dan Non Mendelian Inheritance , yang terdiri dari gangguan miltifaktorial , gangguan sel sel somatik dan gangguan mitokondrial

EMBRIOLOGI PERTUMBUHAN KEPALA

Otot otot lidah , bibir dan langit langit keras bekerjasama dengan pangkal tenggorokan menghasilkan suara bicara. Suara dihasilkan dari larink / pangkal tenggorokan . Udara lewat melalui rongga hidung, rongga mulut atau keduanya tergantung apakah bibir membuka atau menutup dan juga tergantung pada fungsi fungsi pada langit langit lunak

Sumber energi utama dalam hal terjadinya bunyi bahasa ialah adanya udara dari paru paru dan dihembuskan keluar bersama sama waktu sedang bernafas . Udara yang dihembuskan itu kemudian mendapatkan hambatan diberbagai tempat alat bicara dengan berbagai cara, sehingga terjadilah bunyi bahasa . jika udara tidak mengalami hambatan pada alat bicara maka bunyi bahasa tidak akan terjadi.

1. Langit langit Lunak (Soft Palate, Velum ) Langit- langit lunak beserta bagian ujungnya yang disebut uvula dapat turun naik sedemikian rupa sehingga dalam keadaan bernafas normal maka langitlangit lunak beserta ujung uvula menurun yang mengakibatkan udara dapat keluar masuk melalui rongga hidung . Dalam kebanyakan pembentukan bunyi bahasa, yaitu bunyi non nasal , langit langit lunak beserta anak tekeknya terangkat keatas menutup rongga hidung. Bunyi bahasa ini disebut bunyi Velar . Dalam pembentukan bunyi langit langit lunak sebagai artikulator pasif , sedangkan artikulator aktifnya adalah pangkal lidah . Bunyi yang dibentuk oleh pangkal lidah [ dorsum ] disebut dorsal. Gabungan keduanya disebut dorso velar.

2. Langit- langit keras ( Hard Palate, Palatum )

Dalam pembentukan bunyi bahasa , langit langit keras sebagai artikulator pasif , sedangkan artikulator aktifnya adalah ujung lidah (apex) bunyi yang dihasilkan oleh langit langit keras disebut palatal , Bunyi yang dihasilkan oleh bunyi lidah disebut apikal , bunyi yang dihasilkan oleh hambatan tengah lidah ( medium ) disebut medial Gabungan yang pertama menjadi apiko-palatal , gabungan yang kedua menjadi medio-apikal .

3. Gigi (Teeth, Denta )

Gigi terbagi menjadi dua yaitu gigi bawah dan gigi atas . Walaupun gigi bawah beserta rahangnya dapat digerakan kebawah dan keatas namun dalam pembentukan bunyi bahasa tidak banyak peranan . Yang berfungsi penuh sebagai atikulator atau dasar artikulasi adalah gigi atas bekerjasama dengan bibir bawah atau ujung lidah . Bunyi yang dihasilkan oleh gigi disebut dental . Bunyi yang dihasilkan oleh hambatan gigi atas dengan bibir bawah disebut labio-dental dan yang dihasilkan oleh hambatan gigi atas dengan ujung lidah disebut apiko-dental.

4. Bibir (Lip, Labia)

Bibir terbagi menjadi dua , yaitu bibir atas dan bibir bawah. Fungsi pokok kedua bibir adalah sebagai pintu penjaga rongga mulut . Dalam pembentukan bunyi bahasa bibir atas adalah sebagai artikulator pasif bekerja sama dengan bibir bawah sbg artikulator aktinya. bilabial Dapat juga bibir bawah sebagai artikulator aktif bekerjasama dengan gigi atas bunyi yang dihasilkan oleh gigi disebut labio-dental.

5. Lidah Dalam pembentukan bunyi bahasa, lidah sebagai artikulator aktif mempunyai peranan yang sangat penting. Lidah dibagi menjadi 5 bagian yi: 1. Akar lidah (root), 2. pangal lidah (dorsum), 3. Tengah lidah (medium), 4. Daun lidah (lamina) dan 5. Ujung lidah (apex).

1. Vokal ; bunyi disebut vokal bila terjadinya tidak ada hambatan [ proses artikulasi ] pada alat bicarc Hambatan untuk bunyi vokal hanya pada pita suara . 2. Konsonan ; bunyi disebut konsonan bila terjadinya dibentuk dengan menghambat arus udara pada sebagian alat bicara , jadi ada artikulasi . 3. Semi vokal ; bunyi yang secara praktis termasuk konsonan tetapi karena pada waktu diartikulasikan belum terbentuk konsonan murni dapat juga disebut semi konsonan .