Anda di halaman 1dari 33

Disusun oleh : Asri Widyatama G1A210040

IDENTITAS PASIEN
Nama
Jenis Kelamin Usia

Alamat
Agama Tanggal pemeriksaan

: An. M : Laki-laki : 2 tahun :Tonjong RT 4 RW 1 : Islam : 13 Maret 2012

Keluhan Utama: gatal-gatal di telapak tangan kanan kiri, sela-sela jari tangan kanan dan kiri, dada, ketiak, dan buah zakar bagian bawah.
Riwayat Penyakit Sekarang:

Pasien datang ke poli kulit dan kelamin diantar oleh ibunya dengan keluhan gatal-gatal pada telapak tangan, sela-sela jari tangan kanan dan kiri, dada, ketiak, dan buah zakar bagian bawah. Keluhan berawal dari gatal kemudian timbul bercak-bercak kemerahan yang dirasakan sejak 3 minggu yang lalu. Awalnya merasa gatal hanya di telapak tangan kemudian menyebar sampai ke bagian tubuh yang lain seperti sela-sela jari tangan, dada, ketiak dan buah zakar bagian bawah.

Keluhan gatal dirasakan semakin hebat terutama pada malam hari dan menyebabkan pasien sering terbangun hampir setiap malam. Untuk mengurangi keluhan, ibu pasien biasanya menaburi tubuh pasien dengan bedak salisil tetapi keluhan tidak berkurang. Pasien tinggal bersama orangtuanya serta kakaknya di rumah. Ibu pasien mengaku jika rumah pasien memiliki sirkulasi udara yang baik. Pasien sering diajak bermain dan kadang tidur bersama dengan sepupunya yang juga memiliki keluhan yang sama dengan pasien.
Riwayat Penyakit Dahulu

: -riwayat keluhan yang sama sebelumnya disangkal dan r iwayat alergi disangkal oleh pasien

Riwayat Penyakit Keluarga : sepupu pasien memiliki keluhan

yang sama dengan pasien

PEMERIKSAAN FISIK
STATUS GENERALIS Keadaaan umum Kesadaran Keadaan gizi Vital Sign
: baik : compos mentis : baik : Nadi: 84 x/menit RR : 18 x/menit

STATUS DERMATOLOGIK
Lokasi

: telapak tangan dan sela-sela jari tangan Regio : palmar dextra et sinistra dan intra digiti dextra et sinistra Effloresensi : papul eritema multipel, bentuk bulat berbatas tegas, penyebaran diskrit, vesikel miliar sampai lentikular, bentuk bulat berbatas tegas, penyebaran diskrit

Lokasi

: dada, ketiak, bawah scrotum Regio : thorax, axilla, genital Effloresensi : papul eritema multipel, bentuk bulat berbatas tegas, penyebaran diskrit dan vesikel miliar sampai lentikular, bentuk bulat berbatas tegas, penyebaran diskrit.

DIAGNOSIS KERJA

Skabies

DIAGNOSIS BANDING

Dermatitis Kontak Iritan Prurigo

PENATALAKSANAAN
a. Non farmakologis

Pakaian, handuk dan barang-barang lainnya yang pernah digunakan oleh penderita harus diisolasi dan direndam dengan air panas terlebih dahulu sebelum dicuci. Pakaian dan barang-barang yang berbahan kain dianjurkan untuk disetrika sebelum digunakan . Sprai penderita harus sering diganti dengan yang baru maksimal tiga hari sekali Benda-benda yang tidak dapat dicuci dengan air (bantal, guling, selimut) dijemur di bawah sinar matahari Mengganti pakaian 3x sehari, mengganti clana dalam minimal 4x sehari Jangan menggunakan baju atau celana ketat Menghindari kontak langsung dengan penderita lain (sepupu penderita) seperti berjabat tangan dan tidur bersama. Membiasakan hidup bersih sehat

b. Farmakologis

Permetrin (Scabimite) cream 5% setelah mandi sore dioles ke permukaan kulit seluruh tubuh, kemudian didiamkan minimal 10 jam, setelah itu mandi seperti biasa. Pemakaian hanya 1 kali dalam seminggu. Inerson cream 2 x oles sehari Loratadine (alloris) syrup 2x1 cth

PROGNOSIS

Quo ad vitam Quo ad functionam Quo ad sanationam

: bonam : bonam : bonam

TINJAUAN PUSTAKA

A. DEFINISI
Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh investasi dan sensitisasi terhadap terhadap Sarcoptes scabei var. hominis dan produknya. Nama lain skabies adalah the itch, kudis, budukan dan gatal agogo.

B. EPIDEMIOLOGI

Daerah endemik skabies adalah daerah tropis dan

subtropis. Diperkirakan bahwa terdapat lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia terjangkit tungau skabies.4
Studi epidemiologi memperlihatkan bahwa prevalensi

skabies cenderung tinggi pada anak-anak serta remaja dan tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin, ras, umur, maupun kondisi sosial ekonomi.
Terdapat

bukti menunjukan insiden kejadian berpengaruh terhadap musim dimana kasus skabies lebih banyak didiagnosis pada musim dingin dibanding musim panas.

C. ETIOLOGI
Sarcoptes scabiei merupakan Arthropoda yang masuk ke dalam kelas Arachnida, sub kelas Acari (Acarina), ordo Astigmata dan famili Sarcoptidae. Pada manusia disebut Sarcoptes scabiei var. hominis. Adapun jenis Sarcoptes scabei var. animalis yang kadang-kadang bisa menulari manusia terutama bagi yang memelihara hewan peliharaan seperti anjing.

D.CARA PENULARAN
Penularan skabies pada manusia dapat melalui kontak

langsung dengan penderita (kulit dengan kulit), misalnya berjabat tangan, tidur bersama dan hubungan seksual.
Penularan skabies pada manusia juga dapat secara

tidak langsung melalui pakaian, handuk, sprai dan barang-barang lainnya yang pernah digunakan oleh penderita.

E.PATOGENESIS

Tungau yang berpindah ke lapisan kulit teratas memprodusi substansi proteolitik yg berperan dalam pembuatan terowongan terjadi aktivitas makan dan perlekatan telur pada terowongan tungau akan memakan jaringan-jaringan yang hancur, namun tidak mencerna darah feses tungau akan ditinggalkan di sepanjang perjalanan tungau menuju epidermis membentuk lesi linier terowongan

F.MANIFESTASI KLINIS
Diagnosis skabies dapat ditegakkan dengan menemukan 2 dari 4 tanda cardinal sebagai berikut: 1. pruritus nokturna Artinya gatal pada malam hari yang disebabkan karena aktivitas tungau lebih tinggi pada suhu yang lebih lembab. 2. Sekelompok orang misalnya dalam sebuah keluarga biasanya seluruh anggota keluarga terkena infeksi. Begitu juga dalam sebuah perkampungan yang padat penduduknya

3. terowongan (kanalikulus) Adanya terowongan (kanalikulus) pada tempat-tempat predileksi yang berwarna putih atau keabu-abuan, berbentuk garis lurus atau berkelok, rata-rata panjang 1 cm, pada ujung terowongan itu ditemukan papul atau vesikel. Jika timbul infeksi sekunder, ruam kulitnya menjadi polimorf (pustule, ekskoriasi dan lain-lain). 4. Menemukan tungau Apabila kita dapat menemuan terwongan yang masih utuh kemungkinan besar kita dapat menemukan tungau dewasa, larva, nimfa

G.PEMERIKSAAN PENUNJANG
Kerokan kulit dapat dilakukan di daerah sekitar papula yang

lama maupun yang baru. menyikat dengan sikat dan ditampung pada kertas putih kemudian dilihat dengan kaca pembesar. membuat biopsy irisan, yaitu lesi dijepit dengan 2 jari kemudian dibuat irisan tipis dengan pisau kemudian diperiksa dengan mikroskop cahaya. Dengan biopsy eksisional dan diperiksa dengan pewarnaan Hematoxylin Eosin.

H.PENATALAKSANAAN
Belerang endap (sulfur presipitatum) dengan kadar 4-20%

dalam bentuk salep atau krim.


Emulsi benzyl-benzoas (20-25%) efektif terhadap semua

stadium, diberikan setiap malam selama tiga hari.


Gama Benzena Heksa klorida (gameksan=gammexane) 1%

dalam krim atau losio, termasuk obat pilihan karena efektif terhadap semua stadium, mudah digunakan, dan jarang memberi iritasi.

Krotamion 10% dalam krim atau losio juga merupakan obat

pilihan, mempunyai dua efek sebagai antiskabies dan anti gatal, harus dijauhkan dari mata, mulut, dan uretra.

Permetrin 5% dalam krim, kurang toksik jika dibandingkan

gameksan, efektifitasnya sama, aplikasi hanya sekali dan dihapus setelah 10 jam. Bila belum sembuh diulangi selama seminggu.

I. PENCEGAHAN
Pencegahan skabies pada manusia dapat dilakukan dengan cara menghindari kontak langsung dengan penderita dan mencegah penggunaan barang-barang penderita secara bersama-sama.

J.KOMPLIKASI
Erupsi dapat berbentuk limfangitis, impetigo, ektima,

selulitis, folikulitis dan furunkel jika skabies dibiarkan tidak diobati selama beberapa minggu sampai beberapa bulan. Pemakaian anti skabies misalnya gamma benzena heksaklorida yang berlebihan dan terlalu sering dapat menimbukan dermatitis kontak iritan Terjadi iritasi dalam penggunaan benzyl benzoate sehari 2 kali terutama pada pemakian di genitalia pria Dapat timbul infeksi sekunder sistemik yang memperberat perjalanan penyakit seperti pielonefritis, abses, internal, pneumonia piogenik dan septikemia.

K. PROGNOSIS
Keberhasilan pengobatan skabies dan pemberantasan penyakit tersebut tergantung pada pemilihan efektif, pemakaian obat yang benar, serta menghilangkan faktor predisposisi.

PEMBAHASAN
Pasien dapat didiagnosis menderita penyakit skabies,

dimana hal ini sesuai dengan teori yang ada bahwa dengan ditemukannya 2 dari 4 tanda kardinal skabies maka diagnosis klinis dapat ditegakkan. Dimana tanda kardinal yang ditemukan adalah pruritus nokturna dan adanya orang sekitar pasien yang mengalami keluhan yang sama yaitu sepupu pasien.
Pada status dermatologinya sesuai untuk diagnosis skabies,

dimana didalam teori dikatakan bahwa predileksi terjadinya pada daerah dengan stratum korneum yang tipis, namun karena pada anak-anak lapisan stratum korneum tubuhnya sebagian besar masih tipis maka penyebarannya dapat bersifat atipikal.

Pada pasien ini penatalaksanaan yang dilakukan adalah

dengan memberikan obat secara topikal dan sistemik.


Prognosis dari skabies yang diderita pasien pada umumnya

baik bila diobati dengan benar dan juga menghindari faktor pencetus dan predisposisi, demikian juga sebaliknya. Selain itu perlu juga dilakukan pengobatan kepada keluarga pasien yang mengalami keluhan yang sama.
Bila dalam perjalanannya skabies tidak diobati dengan baik

dan adekuat maka Sarcoptes scabiei akan tetap hidup dalam tubuh manusia karena manusia merupakan host definitive dari Sarcoptes scabiei.

Matur nuwun