Anda di halaman 1dari 36

Nama : Ny.

E Umur : 51 tahun Jenis kelamin : perempuan Alamat : Kepatihan Kidul, Ponorogo Pekerjaan : pengajar Status perkawinan : menikah Agama : Islam Suku : Jawa Tanggal masuk RS : 17 Mei 2013 Tanggal pemeriksaan: 20 Mei 2013

Status Pasien

Deg-degan

Pasien wanita usia 51 th datang ke IGD tanggal 17 mei 2013 dg keluhan degdegan

Disertai dengan sesak nafas dan lemas

Nyeri dada menjalar (-), perasaan tertindih benda berat (-), terbakar (-), pusing (-), batuk (-), mual (), muntah (-). BAB (-) BAK lancar.

Keluhan dirasakan pada saat pasien tidak melakukan aktivitas (istirahat)

Pasien segera ke RS dr. Harjono PO setelah merasakan adanya nadi yang cepat dan tidak teratur

Riwayat Komorbid lain Riwayat Alergi Riwayat Operasi

HT(-), Jantung(+), DM (-), liver(-) disangkal disangkal

Riwayat Opname (+) dengan keluhan serupa Riwayat trauma


disangkal

RIWAYAT PRIBADI
Makan pedas Makan teratur Konsumsi kopi Konsumsi teh Konsumsi jamu Konsumsi obat : disangkal : (-) : disangkal : diakui : disangkal : disangkal

RIWAYAT KELUARGA
Riwayat penyakit serupa: disangkal Riwayat: DM (-), HT (+), Jantung (-), liver (-) Riw. Atopi: disangkal

Pemeriksaan Fisik

Keadaan umum : baik Kesadaran : compos mentis (E4V5M6)

TD N RR S

: 110/80 mmHg (berbaring, lengan kanan) : 68x/mnt [irama irreguler] : 20x/mnt : 36.5C ( aksiler)

KEPALA Mesocephal, simetris, konjungtiva palpebra anemis (-/-), sclera ikterik (-/-), nafas cuping hidung (-), refleks cahaya (+), pupil isokor

LEHER Simetris, deviasi trakea (-), JVP R0, pembesaran kelenjar limfe (-)

PARU Inspeksi : simetris kanan kiri, ketinggalan gerak (-), kelainan bentuk (-) Palpasi : ketinggalan gerak (-) fremitus normal
Normal Normal

Perkusi

sonor

sonor

Auskultasi
Vesikuler (+), Rh(-), wh(-) Vesikuler (+), Rh(-), wh(-)

Inspeksi Ictus cordis tidak tampak

Palpasi

Ictus cordis tidak kuat angkat

Ka-atas: SIC III parasternal dex Perkusi Ka-bawah: SIC IV parasternal dex batas Ki atas: SIC III jantung parasternal sin Ki bawah: SIC V midclavicula sin
SI-SII ireguler, intensitas SI-SII Auskul sama Murmur (-) tasi Tidak ada suara tambahan SIII-IV, gallop (-)

Bentuk: simetris, sejajar dari dinding dada,caput medusa (-), inspeksi venektasi (-), distended (-)

auskul Peristaltik normal tasi

timpani, hepatomegali (-), Perkusisplenomegali (-), pekak beralih(-) supel (+), defans muscular (-), nyeri tekan (-) Palpasi Hepar, lien, ren tidak teraba.

PINGGANG
Nyeri ketok kostovertebra (-/-)

Clubing finger(-)

Oedem ext.inferior (-/-)

EKSTREMITAS
Pitting oedem (-/-)

Akral hangat

Pemeriksaan Penunjang

Frekuensi : 150-166 x/menit Jenis irama: sinus Ritme : ireguler Gelombang P sulit dikenali Interval R-R dan P-P ireguler

RESUME (Daftar Masalah)

Anamnesis

Deg-degan Lemas Sesak nafas Nadi cepat dan tidak teratur

Vital Sign

Tekanan darah 110/80 mmHg Nadi 68x/ menit Respiratory rate 20x/ menit Suhu 36,5 C

S I-II irreguler
Jantung

Laboratorium

Elektrolit : Cl- mengalami sedikit peningkatan yaitu 107.9

Assessment Atrial fibrilasi

P. Diagnosis Anamnesis Klinis pemeriksaan fisik EKG

P. Terapi Balance cairan (infus PZ 12 tpm) O2 3 L/menit Digoxin 1x1 ASA 1x100mg Ramuxal 1 x 5mg Farsik 2-2-2

P. Monitoring Klinis Vital sign pemeriksaan fisik Balance cairan EKG Cek elektrolit

dislipidemia

Takiaritmia supraventrikular yang ditandai adanya aktivitas yang tidak terkoordinasi pada atrium sehingga mengakibatkan perburukan pada fungsi mekanis atrium

Pada EKG : berubahnya gelombang P menjadi gelombang

osilasi cepat (fibrilasi) dengan berbagai derajat ukuran,


bentuk dan waktu

Klasifikasi
Pasien yg menunjukkan AF untuk pertama kalinya = Pasien dengan diagnosis utama AF

AF paroksismal

AF persisten
AF permanen Silent AF

1. Irama : tidak teratur 2. Heart rate : bervariasi dari respon ventrikel a. Cepat (HR > 100) b. Normal (HR 60 100) c. Lambat (HR < 60) 3. Gelombang P : tidak dapat diidentifikasi 4. Interval P-R : tidak dapat dihitung 5. QRS normal

Akibat AF
1. Terhadap miokardium & hemodinamik

2. Tromboemboli

Penatalaksanaan
Mengembalikan irama sinus
1) Terapi farmakologis

2) Kardioversi elektris

Mempertahankan irama sinus

Mengontrol laju irama ventrikel

Pencegahan komplikasi tromboemboli

DAFTAR PUSTAKA
American Heart Association, 2011. Management of patients with atrial fibrillation. USA: American College of Cardiology Foundation
Atwood S, Stanton C & Storrey J. 1998. Pengenalan Dasar Disritmia Jantung. Jogjakarta : FK UGM, pp 44 5

ESC Guidelines. 2010. Guidelines for the Management of Atrial Fibrilation. Diakses 5 Juni 2012 melalui escardio.org/guidelines-surveys/escguidelines/GuidelinesDocuments/guidelines-afib-FT.pdf : European Society of Cardiology.
Nasution SA, Ismail D. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III : Fibrilasi Atrial. Jakarta : FK UI, pp 1522 26. National Institute of Clinical Studies, 2008. Rate or rhythm control for recurrent atrial fibrillation. Canberra: National Health and Medical Research Council