Anda di halaman 1dari 66

Infeksi Menular Seksual

Nova . Indy . Resti

PENDAHULUAN
Penyakit kelamin cara penularan t.u melalui hubungan seksual. Cara hubungan genito-genital, oro-genital, ano-genital kelainan genital dan ekstra genital. Ditularkan alat-alat: handuk, termometer. kepada bayi dalam kandungan.

Veneral Disease: sifilis, gonore, ulkus mole, limfogranuloma venereum, dan granuloma inguinale. ilmu pengetahuan perkembangan peradaban masyarakat
Sexually Transmitted Disease (STD) VD + UNG, kondilomata akuminata, herpes genitalis, kandidosis, trikomoniasis, bakterial vaginosis, hepatitis, moluskum kontangiosum, skabies.

1998: STDSTI (Sexually Transmitted Infection) Kelompok perilaku resiko tinggi: 1. Usia seksual aktif 2. Pelancong 3. PSK atau wanita tuna susila 4. Pecandu narkotik 5. Homoseksual

KLASIFIKASI
Gambaran klinis : 1. Classical STI Major STI :

Minor STI

- Gonorrhoea - Syphilis - Ulcus molle (chancroid) - Lymphogranuloma venereum - Granuloma inguinale

2. Non- classical STI


HIV infection/ AIDS Venereal warts (Cond acuminata) Non GO urethritis Non spesific genital inf candidiosis Molluscum contagiosum Pediculosis - Genital herpes - Hepatitis B, C - Trichomoniasis - Genital

- Scabies

Keberhasilan pengobatan :
1. Curable STI - Gonorrhoea
Ulcus molle (chancroid) Lymphogran venereum Non GO urethritis Non spesific genital inf Pediculosis

- Syphilis - Granuloma inguinale - Trichomoniasis - Genital candidiosis - Molluscum contagiosum - Scabies

2. Non curable STI - HIV infection/ AIDS - Genital herpes - Venereal warts (Condyloma acuminata) - Hepatitis B, C

Risiko penularan HIV :


1. Ulcerative STI meningkatkan risiko tertularnya HIV sebanyak 5-10 kali - Syphilis - Ulcus molle (chancroid) - Genital herpes

2. Non ulcerative STI - STI dengan duh genital meningkatkan risiko tertularnya HIV sebanyak 3-5 kali: - Gonorrhoea
- Non gonococcal urethritis - Non spesific genital infection

STI dengan lesi tumor:


Venereal warts (Condyloma acuminata) Molluscum contagiosum

GONORE
Neisseria gonorrhoeae Gonokokus Gram (-) Masa tunas pada pria 2-5 hari Paling sering Uretritis anterior akuta Keluhan subjektif

Gatal, panas pada distal uretra, disuria, polakisuria, keluar duh tubuh yang kadang disertai darah, nyeri pada waktu ereksi

Pada Pemeriksaan ditemukan

OUE kemerahan, edema, dan ektropion duh tubuh (mukopurulen) beberapa kasus pembesaran KGB inguinal unilateral atau bilateral

WANITA : - Gejala subjektif : jarang ditemukan - Gejala objektif : hampir tidak pernah ada - Berobat bila sudah ada komplikasi : Salfingitis/ PID Infertilitas, KET

DIAGNOSIS
1. Sediaan langsung Pengecatan gram :
Gonokok gram-negatif, intraseluler dan ekstraseluler Bahan pemeriksaan :
fossa navicularis uretra, muara kelenjar Bartholin, serviks, rektum.

2. Kultur (biakan)
- Media transport : a. Media Stuart b. Media Transgrow - Media pertumbuhan : a. Media Thayer- Martin b. Modifikasi Thayer- Martin c. Agar coklat Mc Leod

3. Tes definitif
Tes oksidasi Tes fermentasi Neisseria GO : hanya meragikan glukosa

4. Tes - laktamase 5. Tes Thomson

Chlamydia trachomatis
Penyebab IGNS tersering
Ditemukan pada

25% - 60% kasus pria dengan UNG, 4%35% pria dengan gonore, dan pada 0-7% pada pria dengan uretritis asimtomatis

Gambaran klinis

Koitus suspektus (1-5mg), fenomena pingpong, duh tubuh uretra (jernih sampai keruh), morning drops, disuria (tidak sehebat pada infeksi GO), gatal, perasaan ingin kencing

Non gonococcal urethritis


OUE : edema, eritema berat sampai ringan Duh: serosa, seromukous, mukous, kadang + pus

Chlamydial infection

TRIKOMONIASIS
Infeksi protozoa
Gambaran klinis

Trichomonas vaginalis
Pembawa kuman asimtomatik

Simtomatik

Gambaran klinik ringan: Duh tubuh intermiten, disuria, gatal

Gambaran klinis akut :


Uretritis, prostatitis, epididimitis

PRIA

WANITA: - Sering tidak menunjukkan keluhan/ gejala sama sekali - Duh tubuh klasik: kehijauan + berbusa 10-30% penderita - Gatal & perih pada vulva, dispareunia, perdarahan pasca coitus, perdarahan intermenstrual - Gambaran khas : Strawberry cervix (2% kasus)

Duh tubuh uretra pria (pendekatan sindrom)

Duh tubuh uretra pria + pemeriksaan mikroskop

Duh tubuh uretra pria dengan pemeriksaan mikroskop dan Lab Khusus

PENGOBATAN IMS MENGGUNAKAN PENDEKATAN SINDROM


Untuk duh tubuh uretra pengobatan yang dianjurkan :

Pengobatan untuk gonore tanpa komplikasi DITAMBAH Pengobatan untuk klamidiosis


Penderita dianjurkan untuk pengobatan kembali bilamana gejala tetap ada sesudah 7 hari

Pengobatan uretritis gonore

Pengobatan uretritis non-gonore

Pilihlah salah satu dari beberapa cara pengobatan yang dianjurkan dibawah ini Tiamfenikol* 3,5 mg per oral, dosis tunggal atau Ofloksasin* 400mg per oral, dosis tunggal, atau Kanamisin 2 g i.m. dosis tunggal, atau Spektinomisin 2 g i.m. dosis tunggal Doksisiklin** 100mg peroral,2x1 selama 7hari, atau Azitromisin 1 g per oral, dosis tunggal

Pilihan pengobatan Lain Siprofloksasin 500mg per oral, dosis tunggal, atau Seftriakson 250mg i.m. , dosis tunggal atau Sefiksim 400mg per oral, dosis tunggal Tetrasiklin** 500mg peroral, 4x1 selama 7hari, atau Eritromisin 500mg peroral, 4x1 selama 7hari, (bila ada kontraindikasi tetrasiklin)

* Tidak boleh untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak <12 tahun, remaja ** Tidak boleh untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak <12 tahun Rekomendasi WHO : dosis tunggal utk GO, dosis ganda utk klamidiosis

R/

Sefiksim 100 mg tab No. IV 1 dd tab IV (single dose)

R/

Doksisiklin 100 mg tab No. XIV 2 dd tab I

Duh Tubuh Uretra Persisten/ Rekuren


Persisten : gejala masih ada setelah pengobatan selesai Rekuren : telah dinyatakan sembuh, namun gejala muncul lagi dalam 1 minggu tanpa hubungan seksual Kemungkinan : - Resistensi obat - Kurang patuh minum obat - Reinfeksi - Infeksi Trichomonas vaginalis

Duh Tubuh Uretra Persisten/ Rekuren


Pengobatan uretritis gonore Tiamfenikol* 3,5 mg per oral, dosis tunggal atau Ofloksasin* 400mg per oral, dosis tunggal, atau Kanamisin 2 g i.m. dosis tunggal, atau Spektinomisin 2 g i.m. dosis tunggal Siprofloksasin 500mg per oral, dosis tunggal, atau Seftriakson 250mg i.m. , dosis tunggal atau Sefiksim 400mg per oral, dosis tunggal Pengobatan yang dianjurkan Metronidazol atau Tinidazol 2 g per oral, dosis tunggal Pengobatan uretritis non-gonore Doksisiklin** 100mg peroral,2x1 selama 7hari, atau Azitromisin 1 g per oral, dosis tunggal Pilihlah salah satu dari beberapa cara pengobatan yang dianjurkan dibawah ini

Pilihan pengobatan Lain Tetrasiklin** 500mg peroral, 4x1 selama 7hari, atau Eritromisin 500mg peroral, 4x1 selama 7hari, (bila ada kontraindikasi tetrasiklin)

Pengobatan Trichomonas Vaginalis Pilihan pengobatan lain Metronidazol 400 atau 500 mg per oral, 2x sehari, selama 7 hari, atau Tinidazol500 mg per oral, 2x sehari, selama 5 hari

2 g per oral, dosis tunggal

Limfogranuloma Venereum
LGV : PMS yang mengenai sistim pembuluh limfe dan kelenjar limfe, t.u daerah genital, inguinal, anus, dan rektum.

Etiologi : Chlamydia trachomatis


sbgn sifat bakteri sbgn sifat virus

Gambaran Klinis: - Manifestasi : akut, subakut, kronik - Perjalanan penyakit, dibagi 2 stadium: 1. Stadium dini a. lesi primer genital b. sindrom inguinal 2. Stadium lanjut a. sindrom anorektal b. elefantiasis genital (esthiomene)

lesi primer genital - masa inkubasi: 3-20 hari - lesi primer di genital: tidak khas, tidak sakit, cepat hilang - erosi/ulkus dangkal - papul/kelompok vesikel kecil mirip herpes - uretritis non spesifik

- : sulkus koronarius, frenulum, preputium,


penis, uretra, dan skrotum dapat disertai limfangitis bentuk nodul limfangial/bubonuli - : dinding posterior vagina, portio, bagian posterior serviks dan vulva

Sindrom Inguinal - 2/3 kasus limfadenitis inguinal unilateral. - >> pria daripada wanita - Gejala sistemikdemam, menggigil, nausea, anoreksia, dan sakit kepala - kelenjar limfe perirektal Gerothanyeri pinggang bawah diikuti gejala proktitis dan periproktitis

Kelenjar inguinal membesar perilimfadenitis


Perlekatan antar kelenjar dan dengan kulit Perlunakan kelenjar (fluktuasi) Abses multipel Abses pecah sinus atau fistel multipel involusi massa padat kenyal di inguinal

Beberapa bentuk spesifik: - Sign of groove (Greenblatts sign) : pembesaran kelenjar di atas dan di bawah ligamentum inguinal Pouparti celah - Ettage bubo pembesaran kelenjar femoralis, inguinalis superfisial dan profundus tangga

Sindrom Anorektal - terutama - Gejala awal perdarahan anus duh anal purulen + febris, nyeri saat defekasi, sakit perut bawah, konstipasi dan diare. - Bila tak diobati proktokolitis berat striktura rekti progresif obstruksi total

Sindrom Genital (Esthiomene) : edema vulva sepanjang klitoris anus, terjadi kerusakan saluran dan kelenjar limfe. Fistel akibat ulserasi ke vagina/vesika urinaria jarang elefantiasis skrotum elefantiasis satu atau kedua tungkai.

Diagnosis dan Pemeriksaan Penunjang


1. 2. 3. 4. 5. 6. Gambaran klinis Tes GPR (Gate Papacosta Reaction) Pengecatan Giemsa dari pus bubo Tes Frei Tes Serologi CFT, RIP, dan Micro-IF Kultur jaringan

Penatalaksanaan 1. Kemoterapi. Doksisiklin 2x100 mg/hari selama 14-21 hari. Tetrasiklin HCl atau eritromisin stearat 4x500 mg/hari sampai 14 hari. Kotrimoxazol 3x2 tablet/hari selama 7 hari. Obat lain kloramfenikol, minosiklin, dan rifampisin. 2. Pembedahan. - Abses multipel aspirasi berulang 3. Tindak lanjut.

ULKUS MOLE
Ulkus mole chancroid infeksi genitalia akut, setempat, dapat berinokulasi sendiri gejala klinis khas : ulkus pada tempat masuk disertai supurasi KGB regional Etiologi : Haemophilus ducreyi

Gambaran Klinis
Masa inkubasi : 2-35 hari,rata-rata 7 hari. sukar ditentukan Kuman abrasi, erosi, atau ekskoriasi : preputium, meatus uretra eksternum : fourchette, sekitar meatus uretra dan bagian dalam labia minora

Lesi awal papul kecil eritema ringan bagian


tengah papul berpustulasi erosi ulkus diliputi eksudat nekrotik kuning keabu-abuan

Khas ulkus multipel, sangat nyeri, tepi tidak rata, bergaung, batas tegas, dikelilingi eritema ringan kecuali bila terdapat infeksi sekunder. Dasar ulkus rapuh, kotor, mudah berdarah, nekrotik. Ulkus ke perineum, anus, skrotum, paha, dan abdomen bawah sebagai akibat inokulasi sendiri. Ulkus mole dalam uretra gejala UNG

Pada wanita: - Gambaran bervariasi. - Keluhan disuria, nyeri saat defekasi, dispareunia, atau duh vagina. - Tidak senyeri pada pria. - Lesi pada serviks, perineum, anorektum, orofaring dan ekstragenital (payudara, jari, dalam mulut). - Ulkus lebih banyak dan lebih dalam.

Beberapa variasi kinis ulkus mole: 1. Giant chancroid 2. Ulkus mole serpiginosum 3. Ulkus mole gangrenosum 4. Transient chancroid 5. Ulkus mole foikularis (follicular chancroid) 6. Ulkus mole papular (ulcus molle elevatum)

Komplikasi
1. 2. 3. 4. Adenitis inguinal (bubo inflamatorik). Fimosis atau parafimosis. Fistel uretra. Fistel rektovagina.

Diagnosis dan Pemeriksaan Penunjang


D/ : riwayat pasien, keluhan, gejala klinis, dan pemeriksaan laboratorium Pemeriksaan laboratorium : 1. Pengecatan gram 2. Kultur H.ducreyi. 3. Tes serologi.

Penatalaksanaan 1. Pengobatan sistemik


Seftriakson 250 mg dosis tunggal, im Eritromisin 4x500 mg selama 7 hari. Amoksisilin 500 mg + asam klavulanat 3x125 mg/hari selama 7 hari. Siprofloksasin 2x500 mg selama 3 hari.

2. Pengobatan lokal Ulkus kompres, irigasi, atau rendam dengan larutan salin Bubo 5 cm dengan fluktuasi aspirasi jarum

HERPES GENITALIS
Herpes genitalis : infeksi pada genital dengan gejala khas vesikel berkelompok dengan dasar eritem dan bersifat rekurens.

Etiologi : Herpes Simplex Virus (HSV) atau Herpes Virus Hominis (HVH).

Patogenesis
episode I inf. primer (inisial) episode I inf. non primer inf. Rekurens asimptomatik tidak terjadi infeksi

Terpajan HSV

Episode inisial : virus gabung dgn DNA hospes multiplikasi kelainan kulit. - Antibodi spesifik hospes tidak ada lesi luas dan gejala konstitusi berat. - Virus melalui serabut saraf sensorik gangg. saraf regional (sakral) laten
Episode I non infeksi : infeksi lama tanpa gejala klinik, antibodi spesifik + Faktor pencetus infeksi rekurens

Faktor pencetus antara lain : 1. Trauma 2. Demam 3. Gangguan pencernaan 4. Makanan yang merangsang 5. Koitus yang berlebihan 6. Stres emosi dan kelelahan 7. Alkohol 8. Obat imunosupresif

Gejala Klinis
- Masa inkubasi : 3-7 hari. - Bbrp jam sblm lesi rasa terbakar & gatal timbul lesi + gejala konstitusi lesi: vesikel klmpk, dasar eritema mudah pecah erosi multipel inf. sekunder sembuh 5-7 hari, scar inf. sekunder + lama sembuh, scar +

Infeksi inisial : - gejala lebih berat dan lebih lama (2-4 mgg) - KGB regional membesar, nyeri pada perabaan - servix asimptomatik peradangan difus, ulkus multipel sampai ulkus besar dan nekrotik - uretra&periuretra disuria retensi urin - sakral mielitis&radikulopati retensi urin

Tempat predileksi :

- : preputium, glans penis, batang penis,


uretra dan daerah anal (homoseksual)

- : labia major/minor, klitoris, introitus vagina,


dan serviks

Komplikasi 1. Pada bayi dengan ibu herpes genitalis - trimester 1 : abortus - trimester 2 : prematur - cacat neurologis dan mata : ensefalitis, keratokonjungtivitis, mikrosefali, hidrosefali, koroidorenitis. - hepatitis, infeksi berat, erupsi kulit berupa vesikel herpetiform 2. Orang tua meningitis, ensefalitis, eritema exudativum multiforme.

Pemeriksaan Penunjang
1. Tes Tzank. 2. Pemeriksaan langsung dengan mikroskop elektron. 3. Kultur jaringan 4. Tes imunologi teknik pemeriksaan dengan imunofluoresensi, imunoperoksidase dan ELISA.

Penatalaksanaan 1. Tindakan profilaksis 2. Pengobatan non-spesifik


Pemberian analgetika, antipiretik, dan antipruritus Zat-zat pengering antiseptik Antibiotika atau kotrimoksazol dapat diberikan untuk mencegah infeksi sekunder.

3. Pengobatan spesifik Asiklovir iv : 5 mg/kg BB dengan interval 8 jam oral : 5x200 mg selama 5-10 hari topikal : bentuk krim 5 % Valasiklovir 2x500-1000 mg per hari. Famsiklovir 3x500 mg selama 5 hari.

Penyakit Menular Seksual

Kondiloma Akuminata

Definisi
Infeksi menular seksual yang disebabkan oleh virus papiloma humanus (VPH) tipe tertentu Kelainan berupa fibroepitelioma pada kulit dan mukosa Genital warts, penyakit jengger ayam.

Etiologi
Virus DNA,virus epiteliotropik (menginfeksi epitel ) Famili Papovaviridae. Belum dapat dibiak dalam in vitro 100 tipe HPVmenimbulkan KA sekitar 23 tipe Hubungan infeksi VPH dengan terjadinya karsinoma serviks displasia epitel dan keganasan; low risk : tipe 6 , tipe 11; high risk : tipe 16,18

Manifestasi Klinis
Masa inkubasi KA antara1-8 bulan ( ratarata 2-3 bulan ) Masuk ke dalam tubuh melalui mikrolesi pada kulitKA sering timbul di daerah yang mudah mengalami trauma pada saat hubungan seksual Pada pria : glans penis, sulkus koronarius, frenulum, dan batang penis Pada wanita : fourchette posterior, vestibulum

Bentuk klinis KA
1. Akuminata 2. Papul 3. Datar Yang berhubungan dengan keganasan : 1. Giant condyloma Buschke-Lowenstein 2. Papulosis Bowenoid

Diagnosis
Tes asam asetat Asam asetat, beberapa menit, berubah warna Kolposkopi Pemeriksaan histopatologi papilomatosis, akantosis, rete ridges yang memanjang dan menebal, parakeratosis, dan vakuolisasi pada sitoplasma

Diferensial Diagnosis
Pearly penile papules Kondiloma lata Karsinoma sel skuamosa

Penatalaksanaan
A. Kemoterapi - Tinktura podofilin 15-25% - Podofilotoksin 0,5% - Asam trikloroasetat 50% - Krim 5- fuorourasil 1-5% B. Bedah Skalpel, listrik, beku, laser C. Interferon D. Immunoterapi