Anda di halaman 1dari 66

Benarkah Qta Memang Perlu Melakukan Perawatan????

SO..@Pa Yang @nda Pikirkan..?????

Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa dapat memahami: Definisi luka kanker Penyebab luka kanker Definisi kanker payudara Prinsip perawatan luka kanker Fase penyembuhan luka Faktor- factor yg mempengaruhi proses penyembuhan luka Pengkajian luka Pemilihan aplikasi dressing / balutan

Referensi
Ekaputra, Efandi. 2013. Evolusi Manajemen Luka. Jakarta: CV. Trans Info Media. Olfah, Yustiana, 2013. Kanker Payudara Dan SADARI. Yogyakarta: Nuha Medika Suriadi,2009. Perawatan Luka Edisi I.Jakarta: CV. Sagung Seto

PERAWATAN LUKA KANKER

A. Konsep dasar luka kanker


Definisi kanker Kanker adalah penyakit yang di tandai dengan adanya pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali dan menyebar ke organ lain.

Next
Luka Rusaknya kesatuan/komponen jaringan, dimana secara spesifik terdapat substansi jaringan yang rusak atau hilang.

B. Penyebab luka kanker


Dampak dari adanya lesi Adanya infiltrasi kulit termasuk metastase kanker. Perluasan kanker secara langsung.

Berikut faktor faktor yang menyebabkan terbentuknya kanker:


1. a. b. c. 2. Lingkungan Penyinaran yang berlebihan Merokok Polusi udara Makanan

Sel Kanker yang sedang membelah

Kenapa yg qta Pelajari Kanker Payudara.???

C. Kanker Payudara
Kanker payudara merupakan angka kejadian kanker ke-2 setelah kanker servix, thn 2005 menjadi angka kesakitan ke-1 yang di rawat di rs indonesia. memerlukan perhatian khusus dari dokter, perawat, bidan.

Kanker Payudara
Kanker Payudara Kanker payudara adalah tumor ganas pada payudara atau salah satu payudara, kanker payudara juga merupakan benjolan atau masa tunggal yang sering terdapat di daerah kuadran atas bagian luar, benjolan ini keras dan bentuknya tidak beraturan dan dapat digerakkan.

Etiologi
Kanker payudara terjadi karena adanya kerusakan pada gen yang mengatur pertumbuhan dan diferensiasi sel sehingga sel tumbuh dan berkembangbiak tanpa bisa dikendalikan. (USU Repository,2011)

Next..
Kanker payudara juga terjadi karena adanya pertumbuhan abnormal sel payudara. Organ-organ dan kelenjar dalam tubuh (termasuk payudara) terdiri dari jaringan yang berisi selsel. Umumnya pertumbuhan sel normal mengalami pemisahan dan mati ketika sel menua sehingga dapat digantikan sel-sel baru.

Normal Vs Kanker

Next.
Menurut Smettzer & Bare, (2007) tidak ada satupun penyebab spesifik dari kanker payudara, sebaliknya serangkaian faktor genetik, hormonal, dan kemungkinan kejadian penunjang dapat menyebabkan kanker ini.

Luka Kanker
Luka kanker disebabkan oleh pertumbuhan sel kanker sampai menembus lapisan dermis dan/atau epidermis kulit, sehingga menonjol keluar atau bentuknya menjadi tidak beraturan. Sel kanker yang menonjol keluar kulit umumnya berupa benjolan yang keras, sukar digerakkan, berbentuk seperti jamur atau bunga kol, mudah terinfeksi, jika tersentuh mudah berdarah.

d. Prinsip Perawatan Luka Kanker

E. Berdasarkan Waktu Penyembuhan Luka


1. Akut Luka akut adalah jenis luka dengan masa penyembuhan sesuai dengan konsep penyembuhan yang telah disepakati.

2. Kronis
Luka kronis adalah jenis luka yang yang mengalami kegagalan dalam proses penyembuhan, yang diderita dalam waktu yang sudah cukup lama, menahun dan namun belum juga sembuh-sembuh.

E. Fase penyembuhan luka


Penyembuhan luka adalah suatu kualitas dari kehidupan jaringan yang berhubungan dengan regenerasi jaringan.

Fase Penyembuhan Luka


1
Fase Inflamatory Terjadi segera setelah luka dan berakhir 3-4 hari.
Fase proliferasi Berlangsung dari hari ke 3 atau 4 sampai hari ke 21 setelah pembedahan. Fibroblast yang berpindah ke daerah luka mulai 24 jam pertama setelah pembedahan. Fase maturasi Dimulai hari ke 21 dan berakhir 1-2 tahun setelah pembedahan. Fibroblast terus mensintesis kolagen. Kolagen menjalin dirinya, menyatukan srtuktur yang lebih kuat.

F. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses penyembuhan luka


Proses penyembuhan luka tidak hanya terbatas pada proses regenasi yang bersifat lokal saja pada luka, namun dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik.

Faktor intrinsik
adalah faktor dari penderita yang dapat berpengaruh dalam proses penyembuhan luka, yang cukup berpengaruh pada luka kanker payudara meliputi : usia, status nutrisi dan hidrasi, oksigenasi dan perfusi jaringan, status imunologi penyakit penyerta

faktor Ekstrinsik
faktor yang didapat dari luar penderita meliputi : Pengobatan (kemoterapi), Radiasi, infeksi, Infeksi tidak hanya menghambat proses penyembuhan luka tetapi dapat juga menyebabkan kerusakan pada jaringan sel penunjang, sehingga akan menambah ukuran dari luka itu sendiri, baik panjang maupun kedalaman luka (Potter & Perry, 2008)

G. Pengkajian luka
1. Letak dan luas luka
Pengkajian luka kanker terutama untuk menilai lokasi luka. kemungkinan letak penyebaran. Kemudian ukur besarnya luka meliputi panjang, lebar dan ketinggian karena biasanya luka kanker menonjol /keatas.

2. Warna dasar luka.


Luka kanker memiliki bentuk menonjol sehingga cukup sulit membaginya ke dalam stadium luka. Kemudahan untuk menilai derajat keseriusan luka kanker adalah menilai warna dasar luka. System ini bersifat konsisten, mudah dimengerti dan sangat tepat guna dalam membantu memilih tindakan dan terapi perawatan luka serta mengevaluasi kondisi luka.

a) Red / Merah
Merupakan luka bersih dengan banyak vaskularisasi, karenanya mudah berdarah. - Tujuan Perawatan Luka: Mempertahankan lingkungan yang lembab Mencegah terjadinya trauma atau perdarahan dan infeksi

b) Yellow/Kuning
Warna kuning merupakan jaringan nekrosis Kuning,kuning kecoklatan, kehijauan, pucat Merupakan luka terkontaminasi atau terinfeksi Tujuan Perawatan meningkatkan sistem autolisis debridemen agar luka berwarna merah

Luka dengan dasar warna luka hitam adalah jaringan nekrosis. Tujuan perawatan luka kuning dan hitam: 1.meningkatkan Autolisis Debridemen atau mekanikal debridemen 2.Absorb Exudate 3.Menghilangkan bau tidak sedap 4.Mengurangi/menghilang kan kejadian infeksi

c) Black/Hitam

Stadium Luka
Stadium I: Kulit berwarna merah, belum tampak adanya lapisan Epidermis yang hilang Stadium II : Hilangnya lapisan Epidermis sampai batas dermis paling atas Stadium III: lesi terbuka, penetrasi dalam hingga otot atau tulang

Bentuk dan Ukuran Luka


Panjang luka Lebar luka (dibuat gambar/pola lebih akurat untuk bentuk) Kedalaman luka: 1) Membentuk gua 2) Membentuk sinus / dead space cek dg cara memutar searah jarum jam dengan mengunakan lidi watten

Apa yang diperlukan untuk terjadinya proses penyembuhan luka?


Luka terlindungi dari adanya trauma dan tekanan Terciptanya lingkungan yg lembab, adanya transport oksegen dan nutrisi Tidak terdapat infeksi Penanganan yg baik dan tepat pada saat merawat luka

H. PEMILIHAN APLIKASI DRESSING/BALUTAN..

CONTOH MODERN WOUND THERAPY


DEPTH OF INJURY Partial thickness (loss of skin) To, but not into SUbQ AMOUNT OF DRAINAGE none/dry TYPE OF DRESSING hydrogel (gel form)* hydrogel (sheet form)* film moist absorbent foam hydrocolloid PRODUCTS Solosite (Smith and Nephew) Cutinova Hydro (Jobst-Biersdorf) Comfeel Plus (Coloplast) Allevyn (Smith and Nephew) Duoderm thin (Convatech)

light absorbent (collagen)*


heavy drainage Calcium Alginate** absorbent foam

Fibracol (Johnson and Johnson)


Algisorb (CalgonVestal) Allevyn (Smith and Nephew)

Jenis Dresing

Tipe Luka

Tipe Balutan
Bersih, medium sampai banyak eksudat (epithelialising)

contoh

Paraffin gauze Knitted viscose primary dressing

Bersih, kering, sedikit eksudat (epithelialising)

Vapour-permeable adhesive film dressing

Bersih, exudasi (granulating)

Hidroselosa

Slough-covered

Hirokoloid Hidrogel

hidroselulos a (Aquacel)

Eksudat

Silver Ag Dressing

Bau tidak sedap

Kalsium Alginat

Perdarahan

hidrogel

Gatal

STUDY KASUS
Ny.A dengan kasus ca Mammae, pasca mastektomi dalam chemo therapy terputus akibat penurunan kondisi / keadaan umum yang tidak memungkinkan

Pengkajian Luka
Tampak daerah nekrotik pada bagian tengah, beberapa tempat mudah berdarah, agak berbau

Bersihkan Luka
Karena beberapa tempat memiliki kondisi mudah berdarah, maka pencucian dilakukan dengan menggunakan suatu zat yang memiliki kemampuan sebagai hemostatik (ferachilum)

Penggunaan Topikal Therapy


Untuk tercapai autolisis debridemen, maka pada daerah nekrotik diberi gel sebagai zat yang memiliki kemampuan melisiskan debris tanpa melakukan tindakan yang menimbulkan trauma

Penggunaan topikal therapy


Untuk mengontrol bau yang kurang sedap, diberikan metronidazole powder

Tutup Luka
Tindakan terakhir diberikan secondary dressing yang memiliki kemampuan untuk menyerap ( absorben ) Perawatan luka dilakukan 3 hari sekali / tergantung kondisi luka

Contoh pemakaian calcium alginate pada kanker payudara.....

CARCINOMA OF BREAST

Keuntungan menggunakan calcium alginate.....


Haemostasis Ketika bersentuhan dengan luka, akan berubah menjadi gel, sehingga:
Mudah untuk membersihkan Mengurangi nyeri Tidak memerlukan penggatian yang sering Tidak menimbulkan trauma pada jaringan yang mengalami granulasi / penyembuhan jaringan

Aplikasi Calcium alginate

Aplikasi Calcium alginate

Secondary dressing applied

TESTIMONI.....
Kasus delay wound healing post radikal mastektomy (riwayat penyakit Diabetes Melitus + dalam proses kemoterapi) Perawatan dengan aplikasi Hydrogel+ Calcium Alginate

Setelah 3 hari....

Setelah 7 hari.....

Setelah 2 minggu....

Setelah 3 minggu....

Setelah 4 minggu.....

Setelah 6 minggu....

Mari Simak Video Ini ya..

Kesimpulan
Kanker merupakan salah satu luka kronis yang memerlukan perawatan yang sangat lama tanpa batas waktu yang di sepakati. Perawatan luka kanker berbeda dengan karakteristik luka kanker itu sendiri.

AnY Questions.??

I Have Question 4 You,,