Anda di halaman 1dari 13

Vaksin Karies ; Prospek dan Kekhawatiran

Anggota : 1) Mariam Abdul Rashid 2) Pratiara Syamir Fasa 3) Muhammad Pranandi ???????

DEPARTEMEN GIGI DAN MULUT, RSMH 2013

"WHO telah memperkirakan bahwa lebih dari 5 milyar orang mengalami kerusakan gigi. "

Definisi
Karies berasal dari bahasa Latin yaitu caries yang artinya kebusukan. Karies adalah suatu penyakit jaringan keras gigi yaitu email, dentin dan cementum.

Proses
Proses terjadinya karies gigi dimulai dengan adanya plaque di permukaan gigi, sukrosa (gula) dari sisa makanan dan bakteri berproses menempel pada waktu tertentu yang berubah menjadi asam laktat yang akan menurunkan pH mulut menjadi kritis (5,5) dan akan menyebabkan demineralisasi email berlanjut menjadi karies gigi. Secara perlahan-lahan demineralisasi interna berjalan ke arah dentin melalui lubang fokus tetapi belum sampai kavitasi (pembentukan lubang)

Karies gigi tetap menjadi peneyebab infeksi pada manusia, walaupun dengan adanya kemampuan untuk mencegah seperti adanya suplemen fluoride, perawatan gigi yang teratur, dan pengetahuan terhadap bakteri yang menjadi etiologi dari penyakit.

Peningkatan Angka Karies Gigi Mengapa?


1. Kewaspadaan terhadap makanan menurun, karena kebanyakan masyarakat mempunyai akses kesehatan gigi yang baik. 2. Imigran yang baru datang, perkotaan, dan pedesaan mempunyai kesulitan untuk mendapatkan pelayanan perawatan kesehatan gigi yang baik dengan alasan ekonomi dan/atau infrastruktur. 3. Di negara berkembang, dimana persentase terbesar dari populasi berekonomi rendah, berkontribusi pada masalah karies yang lebih luas.

Pencegahan?
Penyakit infeksi dapat dicegah dengan menciptakan mekanisme pertahanan tubuh melalui imunisasi. Imunisasi aktif maupun pasif telah coba dilakukan untuk mengatasi infeksi yang menyebabkan karies gigi. Streptokokus mutan, merupakan fokus pada pendekatan imunologis ini karena S. Mutan tetap menjadi penyebab utama dalam mengawali penyakit gigi.

Uji Eksperimental
Selama empat dekade terakhir, banyak percobaan dilakukan dengan menggunakan berbagai regimen imun adaptif untuk mengeksplorasi efek perlindungan dari IgA antibodi saliva terhadap S. mutans atau Streptococcus sobrinus . Komponen Streptokokus mutans yang berpartisipasi dalam adhesi, pembentukan glukan atau sintesis dinding sel, telah terbukti dapat menghambat pembentukan karies pada tikus. Perlindungan diamati dengan protein utuh, peptida rekombinan atau sintetis, dan vaksin DNA yang mengkodekan satu atau lebih antigen tersebut atau fragmen.

Jelas, bukti prinsip ada untuk vaksin karies gigi! Pendekatan kekebalan pasif juga telah terbukti menjanjikan. Suplemen diet poliklonal antibodi IgG atau IgY untuk glucosyltransferease, protein glucanmengikat, atau monoklonal atau reagen transgenik yang memiliki kekhususan untuk antigen permukaan sel S. mutans lainnya, masing-masing berhasil mengurangi karies gigi pada hewan percobaan selama infeksi dengan kariogenik streptococci. Uji klinis manusia skala kecil di mana transgenik IgA / G antibodi diberikan telah sukses dalam mencegah mutans recolonization streptokokus dari permukaan gigi setelah pengobatan chlorahexidine.

Meskipun ada banyak bukti eksperimental untuk efektivitas vaksin karies gigi, tetapi belum ada bukti penggunaan pada manusia. Telah ada keengganan entitas komersial untuk menanggung investasi yang dibutuhkan untuk pengembangan vaksin. Dewan persetujuan vaksin pediatrik juga enggan untuk menambah vaksin pada daftar imunisasi anak karena penyakit karies ini dianggap penyakit biasa yang tidak mengancam jiwa.

Ada beberapa kekhawatiran bahwa vaksin berbasis mukosa mungkin tidak menginduksi respon host yang cukup kuat atau mempunyai durasi yang cukup untuk memblokir kolonisasi kariogenik streptokokus. Inti sanggahan terhadap kekhawatiran ini adalah bahwa kita tidak akan tahu sampai kita telah mencoba, karena ada sangat sedikit pengalaman dengan aplikasi imunisasi mukosa manusia menggunakan nonreplicating komponen. Pencarian saat ini untuk mencari adjuvant yang lebih efektif untuk vaksin mukosa harus bermanfaat dalam strategi vaksin karies gigi. Data terbaru juga menunjukkan bahwa saliva IgA antibodi dapat menghambat kolonisasi mutans kariogenik. Hal ini tidak hanya menyarankan bahwa vaksin karies gigi memang mungkin efektif dalam anak-anak, tetapi juga mengidentifikasi jalur potensial untuk peningkatan vaksin.

Sifat bakteri yang mengisi lapisan biofilm yang biasanya ditempati oleh Streptococcus mutans juga telah menjadi masalah perdebatan pada vaksin karies gigi. Ada bukti yang lama dari sebuah studi crosssectional dan longitudinal di Swedia yang menunjukkan bahwa individu dengan tingkat Streptococcus mutans rendah atau nondetectable pada awal kehidupan, memiliki kesehatan gigi yang lebih baik ketika dewasa.

Kesimpulan
Prospek untuk vaksin karies gigi tetap diharapkan sebagai strategi teknologi baru untuk meningkatkan respon host pada tingkat perlindungan dan untuk mencegah infeksi dengan Streptococcus kariogenik.

TERIMA KASIH