Anda di halaman 1dari 60

PERTAHANAN SALURAN NAPAS

Dr. NILAS WARLEM, SpP

Inhalasi udara memungkinkan masuknya debu,partikel iritan dan patogen. Area paru yang luas menyebabkan banyak mengalami kerusakan , lingkungan lembab, hangat kondisi ideal untuk infestasi bakteri,virus tetapi saluran napas mempunyai mekanisme pertahanan yang kuat. Disfungsi mekanisme tersebut mendasari banyak penyakit respirasi.

PENGERTIAN

Saluran napas yaitu organ yang berhubungan dengan dunia luar, yang mempunyai pertahanan yang khusus dalam mengatasi berbagai kemungkinan terjadinya kontak dengan aerogen dalam mempertahankan tubuh.

Sistem imun
Nonspesifik Fisik kulit,selaputlendir,sili a,batuk bersisn. Larut Lisozim,sekresisebas eos, laktoferin Selular Fagosit(MN,PMN), ,selmast,basofil,eosin ofil,

Spesifik Humoral Sel B (IgG,IgA,IgM,IgE,IgD ) sitokin. Selular Sel T(Th1,Th2,Th3)

Antara kedua sistem tersebut terjadi kerja sama yang erat yang satu tidak dapat dipisahkan dari yang lain.

I. Sistem imun nonpesifik

A.

Disebut nonspesifik karena tidak ditujukan terhdap mikroba tertentu. Merupakan pertahanan terdepan dalam menghadapi serangan berbagai mikroba dan dapat memberikan respon langsung. Pertahanan fisik/mekanik Epitel mukosa yang utuh tidak dapat ditembus kebanyakan mikroba. Epitel mukosa yang rusak akibat asap rokok akan meningkatkan resiko infeksi

Tekanan oksigen yang tinggi di paru bagian atas membantu hidup kuman obligat aerob seperti tuberkulosis. B. Pertahanan biokimia - Lisozim melindungi tubuh terhadap berbagai kuman gram positif,karena dapat menghancurkanlapisan peptidoglikan dinding bakteri - Bahan yang disekresi saluran napas (enzim dan antibodi) berperan dalam pertahanan tubuh secara biokimia.

Beberapa mekanisme pertahanan tubuh pada saluran nafas :


1) 2) 3)

4)

Filtrasi udara pernafasan Pembersihan melalui mukosiliaris Sekresi oleh humoral lokal Fagositosis

1.

Filtrasi udara; partikel debu yang masuk melalui hidung dengan : -Lubang hidung dan nasofaring sebagai sawar fisik partikel >10m, transport mukosilier memindahkan partikel ke faring,kemudian ditelan. rongga hidung kaya akan anastomose arteri dan vena yang dapat meningkatkan suhu udara

Rongga hidung sampai laring melakukan 3 fungsi:

Udara pernapasan dihangatkan oleh permukaan konka nasalis dan septum yang luas. Melembabkan udara pernapasan menyaring udara pernapasan

Diameter 5 7 mikron bertahan diorofaring Diameter 0,5 5 mikron sampai di paru Diameter 0,5 mikron sampai dialveoli dan 2/3 akan dikeluarkan bersama sekresi sisanya dikeluarkan oleh magrofag alveolar( asap rokok diameter 0,3 mikron)

2 Mukosilia mukus atau partikel yang terbungkus didalam mukus akan digerakkan oleh silia menuju laring. Keberhasilan dalam mengeluarkan mukus tergantung pada kekentalan mukus, luas permukaan bronkus, aktifitas silia (terganggu oleh iritasi , rokok, hipoxemia, hiperkapnea).

tubuh mempunyai mekanisme pertahanan ( transport mukosiliari)mencegah kuman tidak masuk ke dalam paru. Mekanisme pembersihan tersebut adalah - di saluran napas penghantar( reepitelisasi saluran napas, aliran lendir pada permukaan epitel, bakteri alamiah, kompetisi mikroba setempat, serta reflek bersin dan batuk).

Mekanisme pembersihan di respiratory di respiratory gas exchange airway.

Sekresi jalan napas dan mukus a. Epitel respiratori dilapisi oleh lapisan mukus gelatinosa b. Silia pada sel epitel berdenyut secara sinkron transport mukosilier Banyak hal mengganggu mekanisme ini seperti peningkatan viskositas, penebalan mukus. Transport mukosilier menurun karena merokok, polutan, anestetik dan infeksi

Mukus a. Mukus dihasikkan oleh sel goblet . Unsur utama glikoprotein yang kaya karbohidrat yang memberikan sifat seperti gel pada mukus disebut musin.
b. Mukus mengandung beberapa faktor yang dihasilkan oleh epitel dan sel lain yang berasal dari plasma - Antiprotease alfa 1 anti tripsin menghambat aksi protease yang dilepas dari bakteri dan netrofil yang mendegradari protein

Defisiensi alfa 1 antitripsin predisposisi terjadi gangguan elastin dan pekembangan empisema. - Protein surfaktan A, memperkuat fagositosis - Lisozym bersifat anti jamur dan bakterisidal, memberikan imunitas non spesifik pada saluran napas

- Imunoglobulin A sekretori (Iga) imunoglobulin utama dalam sekresi jalan napas dengan IgM dan IgG mengaglutinasi dan mengopsonisasi partikel anti genik, menahan perlekatan mikroba ke mukosa

Pada inspirasi dan ekspirasi luas alveoli tidak sama, akan terjadi 2 perubahan:

Perubahan pada diameter alveoli itu sendiri Terjadinya aliran udara dalam alveoli.pada ekspirasi terjadi diameter alveoli mengecil maka akan terjadi pengurangan tekanan,supaya tidak mengalami kolaps diperlukan surfaktan

Silia dan surfaktan

Silia berasal dari sel kolumna sitoplasma yang terproyeksi kedalam lumen trakheobronkus dan sel akan membentuk mikrovili yang mengandung fibril yang dilapisi sitoplasma sel.

Silia akan membentuk mikrovilli yang mengandung fibril yang dilapisi sitoplasma sel.Getaran dari silia adalah sebesar 13 Hz secara meksimal akan mempenetrasi dinding dari mukosa.getaran silia ini bersifat otonom dan tidak dipengaruhi oleh syaraf.

SURFAKTAN Adalah : zat yang terdapat pada permukaan alveoli zat ini disebut dengan faktor antiatelektasis. Zat ini dihasilkan aleh pneumonosit yang terdapat pada alveoli Tegangan permukaan dalam alveoli tergantung luas permukaannya. Zat yang berfungsi sebagai protektif bagi alveoli.

Fungsi sufaktan

Merendahkan tegangan permukaan alveoli apabila complian bertambah. Menstabilkan alveoli bila terjadi perpindahan udara dalam alveoli. Mempertahankan tekanan alveoli supaya tetap tinggi,oleh karena cairan ini akan kerongga alveoli,sehingga tegangan permukaan tetap kecil

Ada 4 kelenjer menghasilkan sekresi pada trakea

Kelenjer submukosa

Sel goblet Sel klara Cairan transudat dari jaringan Rata-rata cairan yang diproduksi 10-100 cc. Pada keadaan infeksi dapat mencapai 200-300 cc. Cara mengatasi aktivitas sekresi bronkus mengukur daya pembersihan mukosilier atau lung mucosilliary clearance (LMC)

LMC ini tergantung pada

Integritas dari silia Frekwensi getar silia Sifat dari mukus Konsentrasi dan tebalnya lapisan presiliar

Faktor yang memengaruhi LMC

Fisiologi Patologi Efek Farmakologi Terdapatnya polusi

Yang mengurangi LMC Asma,bronkitis,bronkiektasi mengakibatkan berkurangnya LMC. Virus influensa menyebabkan efektifitaas LMC berkurang Tekanan oksigen tinggi akan mengurangi LMC Aspirasi dan pemasangan instrumen akan mengurangi LMC merokok merusak muccociliary clearance,bulu-bulu getar.

Yang meninggikan LMC


Fisioterapi Kolinergik Beta 2 Agonis Adrenergik Sodium kromoglikat GG dan ambroksol

Faktor-faktor yang mempengaruhi pembersihan mikroba didalam alveoli adalah:


Gerakan mukosilier Faktor humoral lokal Reaksi sel Virulensi dari kuman yang masuk

Pertahanan fisik dan fisiologis


Hidung dan nasofaring berperan sebagai sawar fisik terhadap partikel, dalam bentuk silia dan mukus sebagai tempat perlekatan partikel ( transport mukosilier) dipindahkan kefaring kemudian ditelan. Pada laring,trakea dan bronkus stimulator partikel iritan menyebabkan bersin dan batuk melalui bersihan mukosilier ke mulut.

1. Batuk reflek mekanisme pertahanan saluran napas yang terjadi bila syaraf disaluran napas terganggu atau teriritasi. Saluran napas akan terganggu bila : - Udara kotor atau beracun yang kita hirup - Penyempitan saluran napas spt; asma - Penyumbatan saluran napas spt ; benda asing, tumor - Infeksi saluran napas

2.Reflek bersin

Reflek bersin berlangsung pada rongga hidung. Iritasi mukosa hidung impuls aferennya dibawa melalui nervus trigeminus ke medula oblongata uvula tertekan sehingga sejumlah besar udara mengalir dengan cepat melalui hidung dan juga mulut sehingga membantu membersihkan saluran hidung dari benda asing.

3. Reflek menelan dan reflek muntah,mencegah masuknya makanan dan cairan kedalam trakhea

3. Sekresi humoral lokal


Zat-zat yang melapisi permukaan bronkus : Lisozim, dapat melisis bakteri Laktoferon,suatu zat yang dapat mengikat ferrum dan bersifat bakteriostatik Interferon,suatu protein dengan berat molekul rendah mempunyai kemampuan dalam membunuh virus

4. Fagositosis (menelan semua)

Magrofag adalah fagosit mononuklear mobil ditemukan disepanjang sal napas Sel fagosit berperanan dalam memfagositosis mikroorganisme dan kemudian menghancurkannya. Magrofag yang mungkin sebagai derifat dari monosit berperan sebagai fagositer. Bahan organik di fagosit bahan anorganik dipindahkan ke dalam sel

Epitel alveolar tidak mempunyai silia, makrofag alveolar kunci untuk membuang materi, sebagai bersihan. Protein surfaktan dan supresi respon imun dengan menhasilkan sitokin anti inflamasi Berbagai faktor atau bahan-bahan kimia yang menurunkan daya tahan paru adalah : alkohol,stres,udara dingin, kortikosteroit dan sitostatik

Kelainan respirasi akibat rokok

Gangguan pada saluran napas - kehilangan silia - Hiperplasia kel mukus - Peningkatan jumlah sel goblet - Perubahan epitel - Gangguan pada sal napas perifer - Inflamasi dan atropi - Metaplasia sel goblet - hipertropi otot polos - fibrosis peribronkial

Gangguan pada alveoli dan kapiler - kerusakan pada alveoli peribronkial - pengurangan jumlah arterikecil -Peningkatan aktivasi magrofag dan neutrofil

Gangguan pada sistem imunitas - Peningkatan jumlah leukosit pada sistem perifer - Peningkatan eosinofil pada sistem perifer. - peningkatan jumlah IgE serum - Penurunan respon sistem imun terhadap antigen yang terinhalasi

asap rokok meningkatkan tahanan jalan napas (airway resistance) dan menyebabkan "mudah bocornya" pembuluh darah di paru,juga merusak makrofag. dapat menurunkan respons terhadap antigen sehingga benda asing masuk ke paru tidak lekas dikenali dan dilawan.

OKSIDAN

Oksidan adalah bahan kimia elektrofilik dapat memindahkan elektron dari molekul dgn menghasilkan oksidasi juga sebagai akseptor elektron dapat mengubah protein, lemak dan karbohidrat, dengan cara mengubah komposisi molekul. molekul kehilangan fungsinya.
Oksidan dapat merusak sel tubuh termasuk sel parenkim paru baik sel-sel alveolus maupun matriknya.

Memodifikasi fungsi antielastase saluran napas yang bekerja menghambat elastase netrofil menjadi tidak berfungsi, sehingga terjadi kerusakan pada interstitial alveolus Jenis-jenis oksidan : asap rokok ,polusi nitrogen dioksida, ozon. Oksidan yang dilepaskan oleh sel-sel radang : superoksida anion,hidrogen peroksida, radikal hidroksil, anion hipohalida

ANTIOKSIDAN

Antioksidan yang melindungi paru terdiri dari molekul yang terdapat di dalam sel, pada membran sel dan di luar sel. Antioksidan mempertahankan paru terhadap serangan oksidan.

Antioksidan yang melindungi paru yaitu:

Antioksidan di dalam sel : superoksid dismutase, katalase, sistem glutation. Antioksidan pada membran sel :vitamin E. Antioksidan di luar sel : katalase, glutation, seruloplasmin, alfa 1 antitripsin, vitamin A, metionin.

Respon Imun
lingkungan disekitar kita mengandung berbagai jenis sel patogen seperti: Bakteri Virus Fungus infeksi pada saluran napas Protozoa sistim imun Parasit jarang rusak permanen

Reaksi Inflamasi
Tujuan :

Adalah untuk membawa sel sel darah putih dan trombosit kejaringan dengan tujuan membatasi kerusakan dan mempercepat penyembuhan

proses reaksi inflamasi 1.Peningkatan aliran darah di area infeksi


2.

3.

Peningkatan permeabilitas kapiler akibat retraksi sel sel endotel yang mengakibatkan molekul molekul sel besar dapat menembuskan dinding vaskuler Migrasi leukosit ke luar vaskuler

Reaksi ini terjadi akibat dilepas mediatormediator oleh beberapa jenis sel
Mediator seperti: Histamin dilepas oleh basofil dan mastosit Vasoaktiv amin dilepas oleh trombosit Anafilatoksin oleh basofil dan mastosit. Mediator ini merangsang bergeraknya sel PMN menuju lokasi masuknya antigen.

Sejarah imunologi

T Nicholas Haris dkk menunjukan bahwa limposit dapat membentuk antibodi. David dkk menunjukan bahwa sel T dan B bekerja sama satu dengan lainnya dalam respon imun.

Sistim imun

Sistem imun adalah serangkaian molekul, sel dan organ yang bekerja sama dalam mempertahankan tubuh dari serangan luar yang dapat mengakibatkan penyakit, seperti bakteri,jamur, virus dll Sistem imun menyediakan kekebalan terhadap suatu penyakit yang disebut imunitas.

FUNGSI SISTEM IMUN

Penangkal benda asing yang masuk ke dalam tubuh Untuk keseimbangan fungsi tubuh terutama menjaga keseimbangan komponen tubuh yang telah tua Sebagai pendeteksi adanya sel-sel abnormal, termutasi atau ganas, serta menghancurkannya.

Sel T membantu sel B untuk membuat antibodi dan juga mengeradikasi patogen intraseluler melalui aktivasi makrofag dan membunuh sel yang terinfeksi virus.

II.Sistem imun spesifik

Mengenal benda yang asing oleh Antigen Presenting cel (APC) . Pajanan dapat menimbulkan antigen yang sama dan masuk tubuh untuk kedua kali akan dikenal lebih cepat kemudian dihancurkan. sistem imun spesifik dan non spesifik ada kerja sama seperti, komplemenfagosit-antibodi dan antara magrofag-sel T.

A. Sistem Imun spesifik Humoral

Limposit B atau Sel B, memproduksi antibadi, merangsang pertumbuhan serta differensiasi sel mast dan eosinofil dalam rangka mengeliminasi mikroorganisme patogen. Fungsi utama antibodi ialah pertahanan terhadap infeksi ekstraseluller,virus dan bakteri serta menetralkan toxinnya.

B. Sistem imun Spesifik Selular

Limposit T atau Sel T dibentuk dalam sumsum tulang,proliferasi dan differensisi dalam kelenjer timus. Merupakan limposit dominan 75% dari julah limposit yang punya peranan. Sel t terdiri dari CD4 (T helper) berperan pada mikroorganisme intraseluler dan ekstraseluler dan CD8(T suppresor)

Defisiensi terhadap satu komponen sistem pertahanan baik spesifik maupun non spesifik mengakibatkan lemahnya pertahanan terhadap infeksi pernapasan.

Sub sel dari sel T (CD4,CD8.) Fungsi utama selT pertahanan terhadap bakteri yang hidup intra sellular,virus,jamur parasit dan keganansan

Defisiensi imun usia lanjut yg normal

Netrofil lPenurunan fagossitosis dan aktifitas mikrosida Imunitas selularsel CD3 menurun ,proliferasi limposit menurun, hipersenitifitas lambat menurun,produksi sitokin proinflamasi meningkat.

Imunitas humoralautoantibodi meningkat,respon imun primer menurun