Anda di halaman 1dari 18

ASUHAN KEPERAWATAN KONJUNGTIVITIS

RAMDHANY ISMAHMUDI
DEPARTEMEN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH AKADEMI KEPERWATAN MUHAMMADIYAH SAMARINDA

PENGERTIAN

Konjugtivitis ad/. Peradangan yang terjadi pada konjungtiva dan merupakan salah satu penyakit mata yang banyak diaami oleh setiap orang( Tierne, 1994). Konjungtivitis adalah suatu keadaan dimana terjadinya peradangan dan infeksi pada konjuntiva yang dapat di sebabkan oleh adanya banyak faktor(Lewis 2000).

ETIOLOGI DAN MANIFESTASI KLINIK

KONJUGTIVITIS BAKTERI
Disebabkan oleh bakteri seperti : Stafilococus, streptococus, cornybacterium dipthriae, psudomonas aeruginosa, nissresia gonorrhoea, hemopillsu influneza. Pada Konjungtivitis bakteri ditmukanadanya konjungtiva bulbi hiperemis, lakrimasi, eksudat dengan sekret mukopurulen terutama pada pagi hari, granulasi, terasa seperti berpasir pada mata, limfadenopati peraurikuler. Biasanya dapat menjalar dari satu mata ke mata yang lain, konjungtivitis jenis ini biaanya menular. Biasanya pasien akan mengeluhkan pada saat bagun pagi mata sukar untuk dibuka.

KONJUNGTIVITIS VIRAL
Disebabkan o/. : adenovirus, herpes simpleks, herpes zooster, klamidia, pikorna, dan enterovirus. Tanda dan gejala yang ditemukan meliputi:adanya sedikit kotoran pd mata, lakrimasi, sedikit rasa gatal, injeksi nodus peraurikuler, dapat timbul nyeri atau tidak.terkadang di sertai rasa sakit tenggorokan dan demam. Konjungtivitis karena herpes simplek sering terjadi pada anak kecil dimana di sertai gejala injeksi unilateral, iritasi, sekresi mukoid, nyeri dan photopobia ringan.

KONJUNGTIVITIS ALERGI
Biasanya disebabkan oleh adanya reaksi antibody humoral terhadap alergen atau raski hipesensitivitas tipe cepat/lambat. Manifestasi yang di temukan adalah :mata merah, sakit,bengkak, panas, berair, gatal, dan silau. Sering berulang dan menyertai keadaan rhinitis alergik. Biasanya terjadi atropi di dalam konjungtiva, pada keadaanakut dapat ditemukan adanya kemosis.

KONJUNGTIVITIS SIKA
Disebabkan oleh adanya kelainan fungsi dari konjungtiva, dimana kelainan ini di sebabkan oleh adanya kekeringan pd permukaan konjungtiva akibat berkurangnya sekresi kelenjar lakrimalis. Pada keadaan ini biasanya akan ditemukan : rasa gatal pd mata, mata spt berpasir, silau, penglihatan kadang-kadang kabur, tdp gejala sekresi muskus yg berlebihan, sukar menggerkan bola mata, mata tampak kering, tdp erosi kornea, pada pemeriksaan konjungtiva bulbi edema, hperemis, menebal dan kasar, kadang tdp benang mukus kekuning-kuningan pd forniks konjungtiva bawah.

PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan pd ps konjungtivitis terdiri atas : pemberian antibiotik sistemik dan lokal. agent anti inflamasi. pembersih mata dan kompres hangat.

STUDY DIAGNOSTIK

Pemeriksaan langsung dengan menggunakan pewarnaan gram dan giemsa serta uji sensitivitas. Pemeriksaan sitologi, kultur virus, dan sel mukus intranuklear. Pada Pemeriksaan sekret biasanya di temukan sel-sel eosinofil, pada pemeriksaan darah di temukan adanya eosinofilia dan peningkatan kadar serum IgE.

PENGKAJIAN
Data meliputi data subyektif dan obyektif. KONJUNGTIVITIS BAKTERI.
Pada Konjungtivitis bakteri ditemukan adanya konjungtiva bulbi hiperemis, lakrimasi, eksudat dengan sekret mukopurulen terutama pada pagi hari, granulasi, terasa seperti berpasir pada mata, limfadenopati peraurikuler.

KONJUNGTIVITIS VIRAL.
Tanda dan gejala yang ditemukan meliputi:adanya sedikit kotoran pd mata, lakrimasi, sedikit rasa gatal, injeksi nodus peraurikuler, dapat timbul nyeri atau tidak.terkadang di sertai rasa sakit tenggorokan dan demam. Konjungtivitis karena herpes simplek sering terjadi pada anak kecil dimana di sertai gejala injeksi unilateral, iritasi, sekresi mukoid, nyeri dan photopobia ringan.

KONJUNGTIVITIS ALERGI
Manifestasi yang di temukan adalah :mata merah, sakit,bengkak, panas, berair, gatal, dan silau. Sering berulang dan menyertai keadaan rhinitis alergik. Biasanya terjadi atropi di dalam konjungtiva, pada keadaanakut dapat ditemukan adanya kemosis.

KONJUNGTIVITIS SIKA

Pada keadaan ini biasanya akan ditemukan: rasa gatal pd mata, mata spt berpasir, silau, penglihatan kadang-kadang kabur, tdp gejala sekresi muskus yg berlebihan, sukar menggerkan bola mata, mata tampak kering, tdp erosi kornea, pada pemeriksaan konjungtiva bulbi edema, hperemis, menebal dan kasar, kadang tdp benang mukus kekuning-kuningan pd forniks konjungtiva bawah.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
Resiko perubahan persepsi sensorik penglihatan berhubungan dengan adanya infeksi pada konjungtiva. Gangguan Rasa nyaman: nyeri, berhubungan dengan perdangan pada konjungtiva. GAngguan rasa nyaman : gatal berhubungan dengan adanya peradangan pada konjungtiva. Perubahan citra diri berhubungan dengan adanya nyeri dan peradangan. Kecemasan berhubungan dengan perubahan sttus kesehatan. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurqangnya informasi mengenai perawatan di rumah dan kemungkinan

PERENCANAAN
Mengkaji nyeri yang dirasakan oleh pasien baik verbal maupun non verbal. Menganjurkan pada pasien untuk tidak menyentuh daerah mata yang sakit. Menganjurkan pada pasien untuk menggunakan kompres hangat untuk mengurangi peradangan. Menganjurkan pasien utk menggunakan kaca mata dengan perlingdungan ultra violet. Mengajarkan pasien ttg cara penggunaan obat tetes mata.

Mengkaji kemampuan pasien dlm melihat, dan catat jika ada penurunan lapang pandang. Memberikan kesempatan kepada pasien ujntuk mengungkapkan perasaanya. Mendorong pasien utk mengungkapkan kecemasanya. Menganjurkan pasien untuk bersistirahat seimbang. Pertahankan prosedur isolasi untuk pencegehan transmisi terhadap pasien lain.

EVALUASI

Hasil akhir yang diharapkan pada pasien adalah, pasien mampu :


mengidentifikasi faktor penyebab kecemasan. Mendemonstrasikan respon adaftif terhadap perubahn citra diri. Pasien merasakan tenang dan rileks.

KOMPRES MATA
KOMPRES HANGAT LEMBAB.
Membantu mengurangi nyeri pd psn radang atau benda asing pd mata. Mempercepat penyembuhan. Membersihkan mata. Dilakukan 2 4 kali.

KOMPRES DINGIN LEMBAB.


Mencegah dan mengurangi oedema. Membantu menghentikan perdarahan pd mata setelh injury. Mengurangi nyeri pada psaien peningkatan TIO

Petunjuk pemberian kompres hangat lembab pd mata


Gnk tehnik steril bila ada infeksi atau ulcus. Gnk tehnik bersih bila utk rekasi alergi. Gnk alat scr terpisah utk infeksi bilateral. Cuci tng sblm mengobati mata. Suhu kompres tdk> 49 c atau 120 frnht. Jangan menekan bola mata. Bila diperlukan melindungi kulit sekitar mata gunakan minyak steril. Bila tdk perlu, kompres dpt diberikandgn lap cuci yg bersih.