Anda di halaman 1dari 15

Identifikasi Imidazole

Fauziyah Dwi Utami 1106067601

IDENTIFIKASI UMUM
Serbuk simplisia ditimbang sebanyak 250 mg, kemudian ditambahkan 0,5 mL HCl 2N dan 4,5 mL air. Penambahan HCl 2 N bertujuan untuk menarik alkaloid dari

dalam simplisia. Alkaloid bersifat basa, sehingga dengan


penambahan asam seperti HCl akan terbentuk garam Penambahan air digunakan untuk melarutkan garam

alkaloid yang terbentuk

Reaksi Warna IR
Identifikasi Pilokarpin

KLT

GC

HPLCMS

Identifikasi Warna
1. Identifikasi Pilokarpin
Ekkerts Colour Tests 1 ml 1% larutan pilocarpine hidrokloride + 1 ml larutan Na.nitroprusside 2% dan 1 ml of NaOH 1N (diamkan 6-8 menit) + HCl (diasamkan) merah atau ungu. Jika ditambahkan sedikit lar. Na. Tiosulfat 0,1N ungu. Helchs Violet-Colour Test Pilocarpine berada dalam suasana basa dengan cepat membentuk senyawa berwarna ungu

Pilokarpin nitrat
Pembuatan larutan uji (Larutan S)
Larutkan 2,5 gram pilokarpin nitrat dalam 50 ml aquades bebas CO2. Larutan uji harus jernih dengan pH sekitar 3,5-4,5. Encerkan 0,2 ml larutan S dengan 2 ml air + 0,05 ml larutan kalium bikromat 50g/ml + 1 ml larutan hydrogen peroksida + 2 ml metilenklorida, kocoklartan terbentuk warna violet pada lapisan organik.

Rotasi optic larutan S : +80 sampai +83 Larutan pilokarpin 10% dalam air dicampur larutan ferro sulfat sama banyak + 5 ml larutan H2S cincin coklat di tengah-tengah larutan.

Forms a violet coloured compound when a solution of either the base or its salt is first treated with hydrogen peroxide (H2O2) then with potassium dichromate (K2Cr2O7) in the presence of few drops of dilute sulphuric acid (Helch, 1902). "Bentuk senyawa berwarna ungu ketika larutan baik dasar atau garamnya yang pertama kali diobati dengan hidrogen peroksida (H2O2) maka dengan kalium dikromat (K2Cr2O7) dengan adanya beberapa tetes asam sulfat encer" (Helch, 1902).

2. Identifikasi Isopilokarpin
Sangat larut dalam kloroform Bercampur dengan air dan alkohol Sedikit larut dalam eter Benzen tidak larut dalam petroleum eter.

Isopilokarpin Nitrat (C11H16N2O . HNO3) Titik leleh 159C. Larut dalam 8,4 bagian air dan 350 bagian etanol absolut

Isopilokarpin Hidroklorida Hemihidrat (C11H16N2O2.HCl.H2O)


Titik leleh 127C, dalam bentuk anhidrat nya 161C. Larut dalam 0,27 bagian dan 0,21 etanol. Reduksi Semu Alkaloida klorida + kalomel + sedikit air hitam Tereduksi menjadi logam raksa. Raksa (II) klorida yang terbentuk terikat dengan alkaloid sebagai kompleks.

Isopilokarpin Hidroklorida (Farmakope III, 498)


Kurang lebih 15 mg dilarutkan dalam 2 ml air + 2 tetes asam sulfat encer P + 2 mL Hidrogen peroksida encer P 1 mL benzen P. + 3 tetes larutan Kalium bikromat P 0,35 % b/v, dikocok memisah, lapisan benzen bewarna violet,

lapisan air bewarna kuning.

Identifikasi Alkaloid Imidazole dengan GC


Fase gerak Fase diam Suhu injektor : Gas Nitrogen : SE-30 (non polar) dan XE-60 (semi polar) : 4000 C.

Sampel dilarutkan dalam aseton atau kloroform konsentrasi 0,5-1% Hasil : Pada fase diam SE-30 (suhu injektor 175oC) Rf: 0,40

Pada fase diam XE-60 (suhu injektor 220oC) Rf: 2,20

Identifikasi dengan kromatografi cair kinerja tinggi


Kolom : Inertisil ODS-2 column 250 x 4.6 mm, dengan ukuran partikel 5 m.

Laju alir : 1 mL/menit


Detektor : Electro Spray Ionization-Mass Spectrometry (ESI-MS) Sampel dan standar yang diinjeksikan : 10 L Digunakan eluen gradient biner, yaitu : 97:3 v/v (pelarut A : pelarut B) selama 8 menit 85:15 v/v (pelarut A: pelarut B) selama 20- 23 menit. Pelarut A : Buffer ammonium asetat 0,05 M dengan asam trifluoroasetat, pH = 4,0 Pelarut B : Asetonitril

Identifikasi Alkaloid Imidazole dengan HPLC-MS

A : Ekstrak daun jaborandi B : Residu daun jaborandi setelah diekstrak pilokarpinnya

Identifikasi Pilosine dengan Spektrofotometer IR


Menggunakan alat Equinox/55 (Bruker) Fourier Transformed Infrared spectrometer. Sampel digerus dengan KBr

Identifikasi dengan kromatografi lapis tipis


: silica gel G. : 10 mg sampel dilarutkan dalam 10 ml air. : 10 mg pilokarpin nitrat dilarutkan dalam 10 ml air. : Campuran ammonia:metanol:metilen klorida (1:14:85) Cara Kerja :
Totolkan larutan sampel dan standar pada lempeng sebanyak 10 l Dielusi hingga eluen berjalan 15 cm. Keringkan lempeng pada suhu 100-1050C selama 10 menit, dinginkan Semprot dengan larutan potassium iodobismuthate. Bandingkan ukuran, letak dan warna yang terbentuk pada bercak larutan sampel dengan larutan standar.

Lempeng Sampel Standar Elusi