Anda di halaman 1dari 36

LAPORAN KASUS

DERMATITIS SEBOROIK
Nova Ragilia Mandasari 201020401011117

KEPANITERAAN KLINIK RSUD GAMBIRAN KEDIRI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2012

DEFINISI
Dermatitis Seboroik (DS) adalah suatu dermatosis kronis ditandai dengan eritema dan skuama, terjadi di daerah di mana kelenjar sebasea yang paling aktif, seperti daerah kepala, wajah, badan bagian atas dan di lipatan tubuh

EPIDEMIOLOGI
DS mempunyai 2 puncak umur, pertama pada bayi di 3 bulan pertama kehidupan, dan kedua sekitar dekade 4-7 kehidupan. Insiden dermatitis seboroik terjadi 3-5% dari populasi di Amerika Serikat. Dermatitis seboroik ditemukan pada 85% penderita HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) Insidensinya mencapai puncak pada umur 18-40 tahun

PATOGENESIS
Penyebab dari DS masih belum diketahui. faktor patologi yang mendasari meliputi:
aktivitas abnormal dari kelenjar sebasea infeksi, genetik abnormalitas neurotransmiter obat-obatan Iklim proliferasi epidermal yang berlebihan respon emosional terhadap stres atau kelelahan

GEJALA KLINIK
Kriteria klinis DS skuama kekuningan, eritema ringan hingga berat dan berminyak Distribusi
kulit kepala, alis mata, kumis dan jenggot. dahi, lipatan nasolabial, liang telinga luar dan daerah belakang telinga. daerah presternal dan lipatan-lipatan kulit seperti aksila, pusar, inguinal, infra mammae, dan anogenital.

Bayi
skuama-skuama yang kekuningan dan kumpulan debris-debris epitel yang melekat pada kulit kepala cradle cap Bagian frontal dan parietal berminyak dan sering menjadi krusta yang menebal tanpa eritema. Skuama dapat bervariasi warnanya, putih atau kuning.

Remaja dan dewasa


DS yang ringan (mengenai kulit kepala) skuamaskuama yang halus, mulai sebagai bercak kecil yang kemudian mengenai seluruh kulit kepala pitiriasis sika (ketombe, dandruff). Bentuk yang berminyak pitiriasis steatoides (eritema dan krusta-krusta yang tebal) Pada bentuk yang lebih berat lagi, seluruh kepala tertutup oleh krusta-krusta yang kotor, dan berbau tidak sedap.

DIAGNOSIS
Pemeriksaan hitopatologis
Pada DS didapatkan gamabran dermatitis kronis dan spongiosis yang lebih jelas.

Pemeriksaan KOH 10-20%


Pada DS dapat tampak spora atau blastokondia, tidak terdapat hifa.

Pemeriksaan lampu Wood


Pada DS fluoresen negative (warna violet). Sedangkan pada eritrasma fluoresen merah bata atau merah tembaga.

DIAGNOSIS BANDING
Psoriasis
skuama-skuama putih seperti mika yang berlapislapis, disertai tanda tetesan lilin dan Auspitz. pitting nail

Dermatitis atopik
pada bayi sering pada daerah leher dan wajah, dan daerah sekitar popok, permukaan otot ekstensor Serum IgE pada dermatitis atopik pada umumnya meningkat, sedangkan pada DS normal.

Kandidiasis
terdapat eritema berwarna merah cerah berbatas tegas dengan satelit-satelit di sekitarnya. Pada pemeriksaan sitologi dengan potassium hidroksida kandidiasis menghasilkan pseudohifa.

PENATALAKSANAAN
Sistemik
Isotretinoin untuk mengurangi aktivitas kelenjar sebasea. Dosisnya 0,1 0,3 mg/ kg BB/ hari. Ketokonazol 200 mg satu kali sehari selama 2-3 minggu.

Topikal
Shampoo selenium sulfide. Tar, mempunyai efek anti radang. Preparatnya ada 3, yaitu fosil (iktiol), kayu (oleum kadini/oleum ruski), batubara (liantral, likuor karbonis detergens). Sulfur praesipitatum 4-20% bias digabung dengan asam salisilat 3-6% Kortikosteroid krim. Ketokonazol krim.

PROGNOSIS
Seperti telah dijelaskan pada sebagian kasus yang mempunyai faktor konstitusi penyakit ini agak sukar disembuhkan, meskipun terkontrol.

HERPES ZOSTER

TINJAUAN KASUS

IDENTITAS Px.
Nama : Nn. Siti H. Umur : 19 tahun Jenis Kelamin : Perempuan Alamat : Pondok Pesantren, Bandar Kidul Pekerjaan : Siswa Agama : Islam Suku Bangsa : Jawa No. Rekam Medik : 003412 Tanggal Pemeriksaan : 12 Januari 2012

Anamnesis

DATA BASE

Keluhan Utama: Telinga nyenyek. RPS: Penderita datang ke poli kulit RSUD Gambiran Kediri dengan keluhan telinga nyenyek (basah) di telinga kanan. Ini sudah dirasakan 1 bulan ini.

Bersambung.

Lanjutan.

RPS: Penderita mengatakan awalnya memakai anting baru yang terbuat dari emas, tetapi biasanya penderita memakai anting dari emas dan tidak pernah terjadi seperti sekarang ini. Penderita mengeluh gatal dan telinga menjadi merah serta kulit terkelupas. Penderita mempunyai ketombe pada rambutnya. Riwayat telinga gatal atau keluar cairan dari lubang telinga sebelumnya, disangkal oleh penderita.

RPD: Penderita mempunyai riwayat bersin-bersin dipagi hari. Riwayat asma dan biduran disangkal. RPK Tidak ada anggota keluarga yang menderita sakit seperti ini. Riwayat biduran pada kakak kandung pnderita. R.SOSIAL Tidak ada teman satu kamar atau di lingkungan pondok pesantren yang mempunyai riwayat sakit seperti ini. Penderita mempunyai riwayat seboroik.

PMX.FISIK

DATA BASE
: baik : composmentis/GCS 456 : sesuai status lokalis : dbn : dbn : dbn : dbn
Bersambung.

Status Generalis:
Keadaan umum Kesadaran Kepala Leher Thoraks Abdomen Ekstremitas

Status lokalis:
Regio: auricula dextra Effloresensi: tampak eritema dan skuama putih halus di lobulus auricle dextra dan retro auricle dextra.

Pemeriksaan Penunjang: tidak dilakukan.

PROBLEM LIST
Pruritus Status seboroik Efflo: eritema dan skuama halus di regio auricular dextra

RESUME
Penderita datang ke poli kulit RSUD Gambiran Kediri dengan keluhan telinga nyenyek (basah) di telinga kanan. Ini sudah dirasakan 1 bulan ini. Penderita mengatakan awalnya memakai anting baru yang terbuat dari emas, tetapi biasanya penderita memakai anting dari emas dan tidak pernah terjadi seperti sekarang ini. Penderita mengeluh gatal dan telinga menjadi merah serta kulit terkelupas. Penderita mempunyai ketombe pada rambutnya. Riwayat telinga gatal atau keluar cairan dari lubang telinga sebelumnya, disangkal oleh penderita. Hasil effloresensi, tampak eritema dan skuama putih halus di lobulus auricle dextra dan retro auricle dextra.

ASSESSMENT
Diagnosa: dermatitis seboroik auricula dextra. DD: Dermatitis kontak.

INITIAL PLANNING
Planning diagnosa
Pemeriksaan lampu wood, KOH dan patch test.

Planning terapi
Medikamentosa Cetirizine 1 x 10 mg (diminum malam sebelum tidur). Ketokonazol 1x 200 mg/hari (selama 3 minggu). Topikal Ketokonazol cream 2%.

Monitoring
Keadaan umum keluhan (rasa gatal dan lesi kulit).

Edukasi
Menjaga kondisi badan dan kebersihan diri. Hindari stress emosional. Makan makanan yang rendah lemak. Dan minum obat secara teratur.

FOTO KASUS

PEMBAHASAN
KASUS Penderita, perempuan, 19 tahun, riwayat berketombe TEORI angka kejadian pada dermatitis seboroik mencapai puncak pada umur 18-40 tahun. Penderita mempunya status seboroik sebagai faktor konstitusi.

Lesi berupa eritema dan skuama halus. Dengan daerah predileksi di daerah wajah (telinga bagian depan dan telinga bagian belakang).

Lesi pada DS berupa skuama-skuama yang halus. Predileksi pada wajah (alis mata, kumis dan jenggot. dahi, lipatan nasolabial, liang telinga luar dan daerah belakang telinga)

KESIMPULAN
Pasien perempuan, 19 tahun Keluhan telinga nyenyek (basah) di telinga kanan yang sudah dialami selama 1 bulan ini. Penderita mengeluh gatal. Mempunyai status seboroik. Efloresensi eritema dan skuama putih halus pada regio auricula dextra.

Diagnosis yang ditegakkan ialah dermatitis seboroik, dengan dermatitis kontak sebagai diagnosa bandingnya. Tx.
ketokonazol 1 x 200 mg/hari selama 3 minggu cetirizine 1 x 10 mg diminum malam sebelum tidur (jika gatal) krim ketokonazol 2% sebagai obat topikal Pasien diminta untuk mengurangi makanan berlemak, menghindari stress emosional dan menjaga kebersihan diri untuk mengurangi faktor konstitusi.

Terima Kasih ^^