Anda di halaman 1dari 33

TUBERCULOSIS

DEFINISI
Tuberkulosis

( TB ) adalah suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (MTB)

ETIOLOGI
Mycobacterium

tuberculosis adalah suatu jenis kuman aerobik yang berbentuk batang dengan ukuran panjang 1-4/um dan tebal 0,3-0,6/um terhadap asam terdiri : lipid(tahan asam)
peptidoglikan

tahan

Dinding

Kuman

dapat hidup dalam udara kering maupun dalam keadaan dingin (dapat tahan bertahun - tahun dalam lemari es) Jalan masuk untuk organisme MTB adalah:

saluran pernafasan saluran pencernaan luka terbuka pada kulit

FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEJADIAN PENYAKIT TBC


Status Status Umur

Sosial Ekonomi Gizi

(15-50 tahun)

Jenis

Kelamin

Cara Penularan
Penyakit

tuberkulosis biasanya menular melalui udara yang tercemar dengan bakteri MTB yang dilepaskan pada saat penderita TB batuk. Lingkungan hidup yang snagat padat dan pemukiman di wilayah perkotaan mempermudah proses penularan

Klasifikasi Riwayat Pengobatan sebelumnya


Pasien

baru adalah pasien yang belum pernah mendapatkan pengobatan Tb sebelumnya atau sudah mendapatkan OAT kurang dari satu bulan. Kambuh (relaps) adalah pasien tb yang sebelumnya pernah mendapatkan pengobatan tb dan telah dinyatakan sembuh atau pengobatan lengkap, didiagnosis kembali dengan BTA + (apusan atau kultur)

Pengobatan

setelah putus berobat (default) Pasien yang telah berobat dan putus berobat 2 bulan atau lebih dengan BTA positif Gagal ( failure ) Pasien yang pemeriksaan dahaknya tetap positif atau kembali menjadi positif pada bulan ke lima atau selama pengobatan Pindahan (transfer In) pasien yang dipindahkan dari sarana pelayanan kesehatan yang memiliki register Tb lain untuk melanjutkan pengobatannya

DIAGNOSIS
PEMERIKSAAN FSIK

ANAMNESIS

PEMERIKSAAN PENUNJANG

ANAMNESIS

demam dirasakan malam hari disertai keringat malam, kadang kadang serangan demam seperti influenza yang bersifat hilang timbul Batuk batuk selama lebih dari 3 minggu dapat disertai dengan darah Sesak napas Nyeri dada Malaise (tidak nafsu makan, penurunan BB, sakit kepala, dll )

PEMERIKSAAN FISIK
Pada

pemeriksaan fisik, kelainan yang dijumpai tergantung organ yang terlibat Tb paru, kelainan yang didapat tergantung luas kelainan struktur paru Pada permulaan ( awal ) umum nya sulit sekali menemukan kelainan Kelainan paru terutama di daerah lobus superior, terutama didaerah apeks dan segmen posterior,serta di daerah apeks lobus inferior

Inspeksi

: hemithoraks kanan dan kiri simetris dengan gerakan yang statis dan dinamis, retraksi intercostal negatif kecuali pada TBC kronis akibat dari fibrosis jaringan paru Palpasi : fremitus melemah karena infiltrat atau kavitas Perkusi : redup bila infiltrat yang luas Auskultasi : bervarisi, terdapat juga suara napas tambahan, rhonki basah, kasar

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Laboraturium

darah rutin

LED normal atau meningkat Limfositosis

Foto

thoraks PA dan lateral

Bayangan lesi terletak dilapangan atas paru atau segmen apikal lobus bawah Bayangan berawan atau berbercak Adanya kavitas tunggal atau ganda Kelainan bilateral terutama di lapangan atas paru Adanya kalsifikasi Bayangan menetap pada foto ulang beberapa minggu kemudian Bayangan millier

gambaran berawan pada lapangan paru yang normalnya berwarna hitam. Gambaran berawan ini berarti ada kuman tuberkulosis yang mengisi bagian paru-paru yang biasa disebut infiltrat

Pemeriksaan

sputum BTA BTA sputum positif minimal 2 dari 3 spesimen SPS

Tes

mantoux/Tuberkulin Setelah 48-72 jam: - indurasi 0-5mm =(-) - indurasi 6-9mm = meragukan - indurasi 10-15mm =(+) - indurasi lebih dari 15mm =(+) kuat

Test

mantoux positif artinya

Pernah mendapatkan infeksi basil TBC yang tidak berkembang menjadi penyakit Menderita TBC yang masih aktif Menderita TBC yang sudah sembuh Pernah mendapatkan vaksinasi BCG adanya reaksi silang karena infeksi mycobakterium atipik

Semua

suspek TB diperiksa 3 spesimen dahak dalam waktu 2 hari yaitu; sewaktupagi-sewaktu (SPS) Diagnostik tb paru pada orang dewasa ditegakkan dengan ditemukannya kuman tb (BTA) diagnosis utama

PENATALAKSANAAN
Tujuan

pengobatan penderita TBC :

Menyembuhkan penderita Mencegah kematian Mencegah kekambuhan/timbulnya resistensi terhadap OAT Memutuskan rantai penularan

NON MEDIKAMENTOSA
Diit

TKTP istirahat cukup

MEDIKAMENTOSA Pengobatan TB diberikan dalam 2 tahapan : tahap intensif (awal) penderita mendapat obat setiap hari dan diawasi langsung untuk mencegah terjadinya resistensi terhadap semua OAT terutama rifampisin. Sebgian besar penderita TB BTA positif menjadi BTA negatif pada akhir pengobatan intensif

Pada

tahap lanjutan penderita mendapat jenis obat lebih sedikit namun dalam jangka waktu yang lebih lama.

Program

nasional penanggulangan Tb diindonesia menggunakan panduan OAT yaitu;


Kategori I 2HRZE/4H3R3 Penderita baru BTA + Penderita TBC ekstra paru Ektra paru berat Kategori II Penderita kambuh Penderita gagal terapi Penderita lalai obat 2HRZES/HRZE/5H3R3E3 Dan paduan obat sisipan (HRZE)

Kategori III Penderita BTA + Rontgen paru mendukung aktif Obat sisipan Diberikan apabila pada akhir tahap intensif dari pengobatan dengan kategori I atau II hasil pemeriksaann sputum masih BTA +

2HRZ/4H3R3

Diberikan selama 1 Bulan HRZE

RIFAMPISIN

Ikterus, flu like syndrome, nyeri epigastrik, reaksi hipersensitif, supresi imun

Hipersensitif

INH

Neuritis perifer, ikterus, hipersensitif, mukut kering, nyeri epigastrik, tinitus


Gangguan hati, gout, atralgia, anoreksia, mual, muntah Gatal, nyeri perut, bingung, gangguan penglihatan, halusinasi, malaise, neuritis Gangguan vestibuler, menurunkan fungsi ginjal, hipersensitif

Hipersensitif

Pirazinamide

Gangguan hati, hipersensitif Ganggua ginjal

Etambutol

Streptomisin

Hamil, gangguan ginjal

EVALUASI HASIL PENGOBATAN


Evaluasi

pengobatan dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :


Evaluasi klinis Evaluasi radiologis Pemeriksaan LED

Evaluasi

radiologis dalam 2 3 bulan pengobatan tidak perlu dilakukan secara rutin, kecuali

Pada Tb dengan kelainan radiologis yang nyata atau luas seperti TB millier, efusi pleura atau bronkhopneumonia Tb Pasien Tb millier, foto thoraks perlu diulang setelah 1 bulan untuk evaluasi hasil pengobatan sedangkan pada efusi pleura TB pengulangan foto thoraks dilakukan setelah 2 minggu

Laju

endapan darah dapat digunakan sebagai saran evaluasi bila awal pengobatannya nilainya tinggi

PENCEGAHAN
Imunisasi

BCG Kemoprofilaksis Penyuluhan

KOMPLIKASI
Dini

: pleuritis, efusi pleura, empiema

Lanjut

: obstruksi jalan napas, kerusakan parenkim membran, sindrom gagal napas (ARDS), karsinoma paru

PROGNOSIS
Jika

berobat teratur sembuh total (95%) Jika dalam 2 tahun penyakit tidak aktif hanya 1% yang mungkin relaps

TERIMA KASIH