Anda di halaman 1dari 22

Penyakit Akibat Kerja pada Saluran Pernafasan Oleh : dr.

Wahyudi Sahadi

Definisi :
Penyakit/ gangguan pada saluran pernafasan / Tracturs respiratorius yang disebabkan oleh kontaminan udara ( gas / vapour / dan debu ) yang terhirup oleh tenaga kerja dilingkungan kerja

dr. Wahyudi Sahadi

Dampak Kontaminan udara terhadap saluran pernafasan tergantung reaksi, lokasi / bagian dari stuktur dan sistem saluran pernafasan
Rongga / sinus hidung
Pharynx Larynx

Trackea, bronchus, bronchioli


Alvioli Alviolus kapiler

Gejala PAK Saluran Pernafasan


Gejala gangguan berkaiatan pula dengan : a. Gangguan fungsi dari saluran pernafasan yaitu : - Ventilasi - Transfer gas - Transportasi gas - Darah b. Jenis dan Vapour karakteristik kontaminan partikel - Gas / vapour / kontaminan padat / diameter / partikel - Sifat kimia kontaminan - Senyawa kimia, Iritasi, toksik dll c. Gejala / dampak bervariasi dan dapat berupa gejala - Peradangan akut - Peradangan chronis - Alviolitis - Peneumo Coniosis - Carcinogenik

Peradangan Akut
Disebabkan oleh kontaminan udara, gas, vapour yang sring terdapat dilingkungan kerja industri antara lain : - Amoniak - Chlarine - Sulfure Diaksida ( SOX ) - Nitrogen Oxida ( NOX ) Tahapan gejala berhubungan dengan sifat kimia kontaminan - Iritasi - Reaksi allergi - Kerusakan jaringan ( berhubungan dengan tingkat reaksi / kelarutan kontaminance pada jaringan saluran pernafasan Peradangan yang terus menerus / exposure time tahapan gejala akan menjadi peradangan chronis

Irritasi Kontaminan Udara


Kontaminan udara di lingkungan kerja, tergantung jenis dan senyawa kimia dapat menimbulkan reaksi pada saluran pernafasan baik melalui reaksi alergi maupun kerusakan jaringan mucosa saluran pernafasan Tractus Respiratorius Beberapa gejala / penyakit oleh karena iritasi antara lain : - Rhinitis Akut - Rhinitis Allergica - Sinusitis Akut dan Choronis - Bronchitis Akut dan Choronis - Alveolitis Allergica

Reaksi Allergica Kontaminan Udara


Kelompok penyakit saluran pernafasan akibat kerja yang disebabkan reaksi alergi kontaminan udara ditempat kerja disebut Asma Akibat Kerja Kontaminan udara dilingkungan kerja dapat bersifat sebagai faktor alergi terhadap saluran pernafasan tanpa menimbulkan edema, mucosa, penyempitan bronchus, bronchioli menimbulkan gejala abstruksi saluran pernafasan dengan gejala sesak nafas Beberapa jenis kontaminan : - Toluene Disscyanate - Debu Kapas - Kontaminan udara lainnya menimbulkan individual allergic reaction

Occupational Lung Desease ( OLD ) Penyakit Paru Akibat Kerja


Segolongan penyakit / kerusakan paru akibat disebabkan oleh kontaminan udara ( gas / vapour / debu ) yang terhisap oleh tenaga kerja Penyakit dan gejala tergantung dari kontaminan udara sebagai faktor penyebab

Penyakit Paru Akibat Kerja / PPAK


Beberapa kontaminan udara menimbulkan kerusakan jaringan paru dan dampak yang berbeda misal : a. PPAK Intertial PPAK yang menimbulkan kerusakan jaringan interstial paru misal nya pnemoconiosis, oleh karena asbes, asbestasis, anthracosis, silicosis, pneumonitis, hipersensitif. b. PPAK dengan Edema Paru - Menimbulkan pembengkakan / edema paru - Misal : PPAK oleh karena inhalasi, gas toksik, akut ( amonia, chlorine, NOX dll )

Penyakit Paru Akibat Kerja / PPAK


c. PPAK dengan Kerusakan Pleura PPAK yang menimbulkan kerusakan pada selaput paru / pleura, penebalan pleura dan efusi. Misal : Mesitheleoma, Asbestusis Occupational d. PPAK yang menimbulkan gejala Asthma - PPAK, gejala reaksi allegi dan sesak nafas - Toluen dissocyanate - Debu Kapas - Grain asthma ( Gandum, beras dll ) - Jamur ( Sporotrichosis ) dll e. Ca Bronschus - PPAK dengan penyebab debu uranium, asbes chrom, nikel - Lesi dapat berkembang menjadi carcinoma bronchis / paru

Pneumoconiosis Debu Organik


a. Bagassosis - Penyakit / gangguan pada paru yang disebabkan oleh bagasse ( debu ampas tebu ) - Resiko pada pekerja > Pabrik gula > Perkebunana tebu - Gejala awal, berupa peradangan saluran pernafasan / ISPA, disertai keluhan sesak, batuk, demam, cyanosis dan mual, muntah Sporo trickosis - Penyakit Paru / PPAK yang disebabkan terhirup nya spora, jamur, di rerumpun / semak pohon oleh pekerja - Gejala awal berupa reaksi allergi / rhinitis allergica - Kemudian gejala sesak, berat di dada / gejala asthma - Resiko pekerja pada : > penebang kayu > Perkebunan sawit, teh, karet > Petani ( Padi, Jamur ) > HTI, dll

b.

Grain Asthma
Penyakit Paru / PPAK yang disebabkan oleh debu padi / beras Resiko pada pekerja : > Penggilingan padi > Industri terigu / tepung gandum Fliuar Asthma Penyakit Paru / PPAK yang disebabkan oleh debu tepung halus ( tapioka ) Gejala : Reaksi allergi antara lain yang berkaitan dengan kutu tepung dan bahan dari tepung itu sendiri ( tergantung dari jenis tepung )

Pneumoconiosis Debu Organik


Di bagi dalam : a. Reaksi Hipersensitif pada Tracheo Bronchial misal : - asthma ekstrinsik - aspugillosis allergica ( jamur, sportrickosis, dll ) - byssinosis b. Reaksi Hipersensitif pada Alvioli ( Alviolitis Allergica Extrinsic ) misal : - Farmers Lungs - Mushroom Worker Lung - Bagassosis Potogenese Umum Brocko spasmus Debu menembus sampai alveoli, menimbulkan edema paru Inflamasi Fibrosis Interstitiel

PNEUMOCONIOSIS
Kelompok saluran pernafasan / paru yang disebabkan oleh pengaruhnya

/ reaksi allergia, terkandungnya debu dalam paru Nama penyakit tergantung dari jenis dan senyawa debu sebagai faktor penyebab Gejala yang timbul tergantung dari : - Jenis dan senyawa bahan debu - Diameter debu > debu dengan diameter lebih kecil dari 10 mikron dapat memasuki saluran pernafasan - Mulai dari saluran pernafasan bagian atas sampai permukaan alvioli dan seterusnya tergantung diameter tersebut - Tertimbunya debu melalui mekanisme > Impaksi > Sedimentasi > Diffusi

Beberapa Jenis Pneumoconiosis


1. 2.

3.
4. 5. 6.

Asbestosis disebabkan debu asbes Anthracosis disebabkan debu arang / karbon Silicosis disebabkan debu silika / S1O2 Siderosis disebabkan debu besi / Fe2O3 Stannosis disebabkan debu Stannium / SnO2 Byssinosis disebabkan oleh debu kapas

Debu mempengaruhi dan menimbulkan gejala pada

saluran pernafasan / paru tergantung dari jenis dan senyawa bahan debu serta diameter partikel debu Diameter partikel debu lebih kecil dari 10 mikron dapat memasuki sistem pernafasan

ANTHRACOSIS
Pneumoconiosis yang disebabkan debu arang / karbon Resiko pekerja pada : - pertambangan batu bara

- Industri ban - Industri batu bata Terdapat 3 ( tiga ) gambaran klinis yaitu : a. Anthracosis murni b. Silicoanthracosis c. Tubercolo siliko anthracosis Gejala : - Ssesak nafas, batuk berdahak ( melanoptisis ) - Sesak nafas dengan nyeri ( miner is phtisis ) - Clubbing Fingers

ASBESTOSIS
Pneumoconiosis / PPAK yang disebabkan debu asbes Resiko pekerja pada : > Pertambangan asbes > Pengolahan asbes ( bahan bangunan , peralatan listrik, isolator panas dll ) > NAB 0,1serat / cc udara > Tanda gejala - sesak nafas, batuk, purelent - cyanosis, clubbing finger - asbestos bodies : sesak asbes di dalam disektor, endapan fibrin ( gambaran microscopies ) - Ground Glass Appearance / gambaran RO khas asbestosis titik halus di basis paru

SILICOSIS I
Pneumoconiosis / PPAK yang disebabkan debu silika S1O2 Resiko pekerja pada : - pekerjaan pemecah batu, pebaikan jalan - pekerjaan sand blasting pada industri logam dan perkapalan - industri gelas dan keramik dll - tanda dan gejala > sesak nafas, batuk > emphysema > pada tahap lanjut, terdapat gangguan klinis hypertropi jantung kanan > gambaran Ro : nodul nodul paru dengan konsalidasi masif

SILICOSIS II
Terdapat 4 ( empat ) teori tentang mekanisme terjadinya silicosis : 1) Teori Silikat Debu S1O2 didalam paru bereaksi dengan cairan didalam paru / filtrat kemudian terbentuk silikat, menimbulkan leasi / kerusakan jaringan paru 2) Teori Immunologis Debu / partikel S1O2 di dalam paru berperan sebagai antigen, merangsang terjadinya antibodi yang bereaksi dengan gangguan paru 3) Teori Mekanis Inhalasi debu S1O2, baik melalui mekanisme impaksi, sedimentasi diffusi ke jaringan saluran pernafasan / paru, permukaan runcing debu, menimbulkan laesi pada paru 4) Teori Electro Magnetis Gelombang magnetis yang menyertai inhalasi debu S1O2, sebagai penyebab terjadinya fibrosis paru

SIDEROSIS
Pneumoconiosis / PPAK yang disebabkan debu senyawa Fe2O3 Resiko pada pekerja :
- Pertambangan dan pengolahan biji besi - Industri logam, pengolahan logam, bengkel perbaikan dan pemeliharaan peralatan logam dll - Sering disertai faktor penyebab lain seperti S1O2 - Gejala : hampir mirip dengan gejala PNC lainnya, namun tidak progresif

STANOSIS
Pneumoconiosis / PPAK yang disebabkan debu Sn ( Stannium / timah putih ) Resiko pada pekerja : - Pertambangan timah putih / Sn - Industri pengolahan yang menggunakan timah putih Gejala : > mirip dengan gejala PNC lainnya > namun kurang berbahaya dan tidak progresif > Rontgen : terdapat gambaran berupa corakan nodul dan pelebaran hilus

TERIMA KASIH