Anda di halaman 1dari 25

Presentasi Referat

Manajemen Cairan pada Anak Pre Operasi, Intra Operas, dan Post Operasi

Pembimbing : dr. Jhoni Budhi Satriyo, M. Kes., Sp. An

Latar Belakang
Manajemen atau terapi cairan dalam anestesi atau perioperatif kita mengenal ada tiga macam jenis terapi cairan menurut waktunya: (1) terapi cairan pre operasi (2) terapi cairan pada saat operasi (3) terapi cairan post operasi

Terapi cairan meliputi penggantian kehilangan cairan, memenuhi kebutuhan air, elektrolit, dan nutrisi. Terapi cairan perioperatif pada anak dapat berubah dengan cepat akibat tindakan anestesi, prosedur operasi yang komplek, perubahan suhu tubuh dan lingkungan, metabolisme serta perpindahan cairan antar kompartemen. Tujuan dari pemberian cairan perioperatif adalah untuk memberikan cairan rumatan dan cairan pengganti (kehilangan cairan pre-operatif selama periode puasa; kehilangan cairan, elektrolit, serta kehilangan darah intraoperatif, dan post operatif).

Cairan pra bedah


Status cairan harus dinilai dan dikoreksi sebelum

dilakukannya induksi anestesi untuk mengurangi perubahan kardiovaskuler dekompensasi akut. Penilaian status cairan ini didapat dari : Anamnesa : Apakah ada perdarahan, muntah, diare, rasa haus. Kencing terakhir, jumlah dan warnya. Pemeriksaan fisik. Dari pemeriksaan fisik ini didapat tanda-tanda obyektif dari status cairan, seperti tekanan darah, nadi, berat badan, kulit, abdomen, mata dan mukosa. Laboratorium meliputi pemeriksaan elektrolit, BUN, hematokrit, hemoglobin dan protein.

Defisit cairan dapat diperkirakan dari berat-ringannya dehidrasi yang terjadi.8 Pada fase awal pasien yang sadar akan mengeluh haus, nadi biasanya meningkat sedikit, belum ada gangguan cairan dan komposisinya secara serius. Dehidrasi pada fase ini terjadi jika kehilangan kira-kira 2% BB (1500 ml air). Fase moderat, ditandai rasa haus. Mukosa kering otot lemah, nadi cepat dan lemah. Terjadi pada kehilangan cairan 6% BB. Fase lanjut/dehidrasi berat, ditandai adanya tanda shock cardiosirkulasi, terjadi pada kehilangan cairan 7-15 % BB. Kegagalan penggantian cairan dan elektrolit biasanya menyebabkan kematian jika kehilangan cairan 15 % BB atau lebih.

Cairan preoperatif diberikan dalam bentuk cairan pemeliharaan, ada dewasa 2 ml/kgBB/jam. Atau 60 ml ditambah 1 ml/kgBB untuk berat badan lebih dari 20 kg. Pada anak-anak 4 ml/kg pada 10 kg BB I, ditambah 2 ml/kg untuk 10 kgBB II, dan ditambah 1 ml/kg untuk berat badan sisanya. Kecuali penilaian terhadap keadaan umum dan kardiovaskuler, tanda rehidrasi tercapai ialah dengan adanya produksi urine 0,5-1 ml/kgBB

Berdasarkan fungsinya cairan dapat dikelompokkan menjadi : 1. Cairan pemeliharaan : ditujukan untuk mengganti air yang hilang lewat urine, tinja, paru dan kulit (mengganti puasa). Cairan yang diberikan adalah cairan hipotonik, seperti D5 NaCl 0,45 atau D5W. 2. Cairan pengganti : ditujukan untuk mengganti kehilangan air tubuh akibat sekuestrasi atau proses patologi lain seperti fistula, efusi pleura asites, drainase lambung. Cairan yang diberikan bersifat isotonik, seperti RL, NaCl 0,9 %, D5RL, D5NaCl. 3. Cairan khusus : ditujukan untuk keadaan khusus misalnya asidosis. Cairan yang dipakai seperti Natrium bikarbonat, NaCl 3%.

1. Kristaloid Larutan kristaloid adalah larutan air dengan elektrolit dan atau dextroa, tidak mengandung molekul besar. Kristaloid dalam waktu singkat sebagian besar akan keluar dari intravaskular, sehingga volume yang diberikan harus lebih banyak (2,5-4 kali) dari volume darah yang hilang. Kristaloid mempunyai waktu paruh intravaskuler 20-30 menit. Ekspansi cairan dari ruang intravaskuler ke interstital berlangsung selama 30-60 menit sesudah infus dan akan keluar dalam 24-48 jam sebagai urine.3,7 Secara umum kristaloid digunakan untuk meningkatkan volume ekstrasel dengan atau tanpa peningkatan volume intrasel. 2. Kolloid Kolloid mengandung molekul-molekul besar berfungsi seperti albumin dalam plasma tinggal dalam intravaskular cukup lama (waktu parah koloid intravaskuler 3-6 jam), sehingga volume yang diberikan sama dengan volume darah yang hilang. Contoh cairan koloid antara lain dekstran, haemacel, albumin, plasma dan darah.

Resusitasi cairan pada penderita dengan defisit cairan berat (shock hemoragik) sebelum transfusi tersedia. Resusitasi cairan pada hipoalbuminemia berat, misalnya pada luka bakar.

TOTAL BODY WATER (60%) EXTRACELLULAR FLUID (1/3 TBW) INTRACELLULAR FLUID (2/3 TBW)

INTERSTITIAL FLUID (3/4 ECF)

PLASMA (1/4 ECF)

TRANSCELLULAR FLUID

Accurate for children 6 months of age and older

B o d y C o m p o s i t i o n (%)

90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Preterm Term 6 1 year months Adult Total Body Water Muscle Mass Fat

ASA Fasting Guidelines


Clear liquids Breast Milk Infant Formula Neonates Infants Nonhuman Milk Solids 2 hours 4 hours

4 hours 6 hours 6 hours 8 hours

- cairan 30- 35ml/KgBB/hari, elekrolit( Na ) 1-2 mmol/Kgbb/hari

Holliday Segar

Kebutuhan cairan perjam Berat badan 0-10 10-20 20 4 ml/kgbb/jam 40+2ml/kgbb diatas 10kg 60+1ml/kgbb diatas 20kg

Prabedah

Intrabedah

Puasa insensible losses meningkat

Gangguan fungsi ginjal

Perdarahan cairan lainnya

GFR Reabsorpsi Na di tubulus ADH retensi air +reabsorpsi Na di duktus kolingetes

cairan hipotonis seperti garam fisiologis, Ringer Laktat, dan Dextrose nutrisi enteral atau parenteral

Ekstraseluler loss :

Nutrisi

kurang akibat penyakit nutrisi enteral/parenteral dini


2ml/kgBB/jam

Puasa

Jumlah penggantian cairan = kebutuhan dasar + kehilangan cairan akibat pembedahan

Jenis cairan tergantung prosedur pembedahan dan jumlah darah yang hilang :
Pembedahan kecil cairan rumatan
Usia Dewasa Anak Bayi Neonatus Jumlah Kebutuhan (ml/Kg/Jam) 1,5 2 24 46 3

Pembedahan trauma ringan ( apendiks ) 2ml/kgBB/jam (dasar) +4ml/kgBB/jam( trauma )= 6ml/kgBB/jam Pembedahan trauma sedang 2ml/kgBB/jam (dasar )+6ml/kgBB/jam (trauma ) = 8ml/kgBB/jam. Pembedahan trauma berat 2ml/kgBB/jam (dasar) +8ml/kgBB/jam(trauma) =10ml/kgBB/jam Darah yang hilang kristaloid 3 kali atau koloid 1 kali.

Kebutuhan dasar/harian air, elektrolit dan kalori/nutrisi. Kerusakan jaringan K, stress pembedahan air + Na cairan hipotonis/ garam isotonis. Febris 1C = 15 % cairan Muntah / NGT, hiperventilasi, tracheostomi tanpa humidikasi Melanjutkan penggantian sebelumnya Koreksi gangguan keseimbangan

Untuk pembedahan singkat bayi/anak sehat minum cepat terapi cairan & elektrolit khusus tidak perlu Pembedahan besar/lama atau puasa lama :
rumatan N4 (NaCl 0,225% dalam Dextrose 5%). Perdarahan > 10% Ringer Laktat, Normosol R, dan transfusi darah Perkiraan volume darah (EBV = Estimate Blood Volume) : Neonatus = 90ml/kgBB Bayi-anak 1 tahun = 80ml/kgBB Anak >1 tahun = 70ml/kgBB

Blood loss < 1/3 ABL (masih dapat ditolerir) Ringer Laktat. kehilangan darah >1/3 ABL koloid (albumin 5%) kehilangan darah > ABL (10% EBV) tranfusi darah atau PRC (Packed Red Cell) + koloid volume sama. Cek keadaan umum Cek hematokrit

Perkiraan jumlah sel darah merah (ERCM = Extimated Red Cell Mass) ERCM = EBV x Hematokrit 100 Acceptable Red Cell Loss(ARCL)=ERCM - ERCM pada hematokrit 30% Acceptable Blood Loss (ABL) ARCL x 3

Cannesson M, et al. Crit Care. 2011;15(4):R197.

Kristaloid

Koloid Bertahan lebih lama di intravaskuler Mempertahankan/tekanan onkotik plasma Memerlukan volume yang lebih sedikit Edema perifer minimal Menurunkan TIK

Keuntungan

Murah volume intravaskuler dipilih untuk penanganan awal resusitasi cairan pada trauma atau perdarahan Mengisi volume intravascular dengan cepat Mengisi kekosongan ruang ke3

Kerugian

Menurunkan tekanan osmotic Menimbulkan edema perifer Kejadian edema pulmonal meningkat Memerlukan volume yang lebih banyak Efeknya sementara

Mahal Dapat menimbulkan koagulopati Pada kebocoran kapiler, cairan pindah ke interstitium Mengencerkan factor pembekuan dan trombosit adhesive trombosit bias menimbulkan reaksi anafilaktik dengan dextran dapat menyumbat tubulus renal dan RES di hepar

KESIMPULAN
Pada anak yang akan mejalani operasi, perlu diberikan cairan pengganti puasa. Semua cairan yang hilang selama operasi harus diganti dengan cairan isotonik kristaloid, koloid atau produk darah. Prinsip mendasar yang harus diingat dalam pemilihan jenis terapi cairan yang diberikan pada anak adalah bahwa setiap defisit ataupun ketidakseimbangan mungkin akan membutuhkan cairan dengan komposisi yang berbeda bergantung pada jenis dan derajat gangguan elektrolit ataupun gangguan asam basa yang terjadi. Penggantian cairan problem-problem pre operasi, seperti misalnya dehidrasi dan asidosis metabolik, maka larutan isotonik dengan elektrolit yang seimbang pada umumnya merupakan larutan yang paling reliabel.