Anda di halaman 1dari 16

MOLA HIDATIDOSA

FAKTOR RISIKO
Umur < 20 th, > 35 th Gizi: def. Protein, asam folat, histidin, dan karotene Riwayat Obstetri: pernah mola, gemelli Genetik: balance translocation Gangguan meiosis berupa non dysjunction, terjadi ovum kosong atau inti tidak aktif

MOLA HIDATIDOSA KOMPLIT


ANAMNESA

PEMERIKSAAN FISIK

Amenorea Hiperemesis gravidarum Ballooning 24 minggu Perdarahan, sedikit syok hipovolemik Gelembung mola Riwayat hamil mola

Status generalis Uterus lebih besar dari usia kehamilan Tanda kehamilan (-) BJJ, gerakan janin, ballotemen (-), test sondage Gelembung mola Perdarahan

KOMPLIKASI MOLA HIDATIDOSA


Preeklampsia Hipertiroid tirotoksikosis Emboli paru

MOLA RISIKO TINGGI Umur > 35 th Uterus > 20 minggu Kadar - hCG > 105 Riwayat mola berulang Gambaran PA curiga ganas

MOLA HIDATIDOSA KOMPLIT


LABORATORIUM PEMERIKSAAN PENUNJANG

Darah Lengkap (Hb) - hCG Fungsi tiroid (TSH, T3, T4)

USG Gambaran vesicule di kavum uteri PA Diagnostik Pasti Hiperplasia trofoblast Degenerasi hidropik vili korialis, pembuluh darah (-)

MANAGEMEN MOLA HIDATIDOSA KOMPLIT

Perbaiki KU Anemia tranfusi Hipertensi, hipertiroid medikamentosa Evakuasi Jaringan Kuretase PA HT usia > 35 th, jumlah anak cukup

Profilaksis Mola Risiko Tinggi Histerektomi totalis MTX 20 mg/hari i.m Asam folat 10 mg 3 dd1 Cursil 35 mg 2 dd 1 5 hari Actinomycin D 1 fl/ hari 5 hari

MANAGEMEN MOLA HIDATIDOSA KOMPLIT

FOLLOW UP 3 bulan 2 minggu 3 bulan 1 bulan 6 bulan 2 bulan

Follow up dihentikan - Dalam 1 th pt hamil - Setelah 1 th Keluhan (-), uterus normal, -hCG normal, fx haid normal KURVA REGRESI MOCHIZUKI 4 Minggu 1000 mIU/mL 6 Minggu 100 8 Minggu 20-30 12 Minggu 5

- Perdarahan, batuk, sesak nafas, - Uterus subinvolusi - - hCG

KEHAMILAN PASCA MOLA HIDATIDOSA


Derajat kesuburan tidak berubah Kejadian abortus, prematuritas, dan retensio plasenta agak meningkat

MOLA HIDATIDOSA BERULANG Pengulangan bisa berturut-turut atau diselangi kehamilan non mola Transformasi keganasan lebih besar

KORIOKARSINOMA Keganasan yang terjadi pasca kehamilan mola dan non mola, ditandai sel trofoblas atipik, tanpa vili korialis Klinis bervariasi Derajat keganasan tinggi Metastasis berbagai tempat Prognosis buruk Beberapa kasus dapat mengalami regresi spontan

DIAGNOSIS KORIOKARSINOMA
The great imitator Kriteria HBes Having expelled a product of conception Bleeding Enlargement and softness of the uterus Lab: Peningkatan - hCG, Hb, fungsi tiroid USG: Gambaran massa kompleks di kavum uteri disertai neovaskularisasi, impending perforation uterine perforation PA: Sel trofoblast atipik disertai nekrosis & perdarahan

MANAGEMEN KORIOKARSINOMA
Menghilangkan massa tumor Mempertahankan fungsi reproduksi First line therapy: sitostatika Protokol sitostatika tidak tergantung jauhnya penyebaran penyakit (stadium), melainkan skor prognostik

MTX DOSIS RENDAH, SKOR 1-3


I 20 mg 2 dd 1 2 dd 1 II 20 mg 2 dd 1 2 dd 1 III 20 mg 2 dd 1 2 dd 1 IV 20 mg 2 dd 1 2 dd 1 V 20 mg 2 dd 1 2 dd 1 Cara i.m p.o p.o

OBAT MTX FOLAT CURSIL

MTX DOSIS TINGGI, SKOR 4-6


I 50 3 x1 II 20 3x1 III 50 3x1 IV 20 3x1 V 50 3x1 VI 20 3x1 VIII 50 3x1 VIII 20 3x1 Cara i.m i.m p.o

OBAT MTX FOLAT CURSIL

SKOR 7 EMACO, MAC, EMA, ME, MA

SYARAT PEMBERIAN KEMOTERAPI


Hb minimal 10 gr/dl Leukosit minimal 4000/mm3 Trombosit minimal 100.000/mm3 SGOT/SGPT tidak boleh lebih dari 2 kali lipat dari nilai normal Ureum, kreatinin normal

TERIMA KASIH