Anda di halaman 1dari 33

DATA DAN INFORMASI

DIREKTORAT
PEMBINAAN PENDIDIKAN KHUSUS DAN LAYANAN KHUSUS
Pengertian PK-PLK:

PENDIDIKAN KHUSUS merupakan pendidikan bagi peserta didik yang


memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena
kelainan fisik, emosional, mental, sosial, dan/atau memiliki potensi
kecerdasan dan bakat istimewa.

PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUS merupakan pendidikan bagi peserta


didik di daerah terpencil atau terbelakang, masyarakat adat yang
terpencil, dan/atau mengalami bencana alam, bencana sosial, dan tidak
mampu dari segi ekonomi.

UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 Pasal 32


1
Data dan Informasi
Sekolah Luar Biasa
Perkembangan Sekolah SLB

GRAFIK PERKEMBANGAN SLB • Dari tahun 2014 s.d


2,200 2017 terjadi kenaikan
2,150 jumlah SLB sebesar
2,100 8,25 %.
2,050 • Sampai tahun 2017
2,000 terdapat 2.190 sekolah
1,950

1,900
2014 2015 2016 2017
Sekolah 2,023 2,036 2,188 2,190

GRAFIK PERKEMBANGAN SISWA SLB • Dari tahun 2014 s.d 2017


terjadi kenaikan jumlah
125,000
siswa SLB sebesar 12,64 %
120,000
• Sampai tahun 2017
115,000
terdapat 123.831 siswa
110,000

105,000

100,000
2014 2015 2016 2017
Siswa 109,594 114,085 122,701 123,831 Sumber : Data Dapodik (Januari, 2017)
Data SLB Menurut Bentuk Pendidikan
SMPLB,
SDLB, 122
245 SMALB,
107

SLB
1,800 (SATU
ATAP),
1,600 1,716

1,400

1,200

1,000

800

600 Data SLB per bentuk


400 pendidikan :
200 • SDLB : 245
-
SDLB SMPLB SMALB SLB (SATU ATAP)
• SMPLB : 122
Sekolah 245 122 107 1,716 • SMALB : 107
• SLB : 1.716
• TOTAL : 2.190
Sumber : Data Olahan (Januari, 2017)
5
Data SLB Berdasarkan Status

Satuan Pendidikan
Sekolah Luar Biasa Berdasarkan Status

Status Sekolah :
• Negeri : 564
• Swasta : 1.626
• Total Sekolah : 2.190

Sumber : sumber (dss dapodik, 2017)


6
Data Akreditasi SLB

DATA AKREDITASI
Sekolah Luar Biasa
300

250

Akreditasi SLB :
200
• A : 287
• B : 733
150
• C : 234
• Belum : 937
100

50

A B C BelumSumber : sumber (dss dapodik, 2017) 7


Data SLB per Provinsi
BENTUK PENDIDIKAN TOTAL
NO PROPINSI
SDLB SMPLB SMALB SLB (SATU ATAP) SEKOLAH

1 Prop. Aceh 15 14 9 28 66
2 Prop. Bali 16 16
3 Prop. Bangka Belitung 9 9
4 Prop. Banten 2 1 87 90
5 Prop. Bengkulu 15 15
6 Prop. D.I. Yogyakarta 78 78
7 Prop. D.K.I. Jakarta 5 1 1 80 87
8 Prop. Gorontalo 8 8
9 Prop. Jambi 3 1 14 18
10 Prop. Jawa Barat 2 3 377 382
11 Prop. Jawa Tengah 17 2 3 161 183
12 Prop. Jawa Timur 116 68 50 217 451
13 Prop. Kalimantan Barat 3 18 21
14 Prop. Kalimantan Selatan 10 9 7 12 38
15 Prop. Kalimantan Tengah 3 2 1 17 23
16 Prop. Kalimantan Timur 1 30 31
17 Prop. Kalimantan Utara 4 4
18 Prop. Kepulauan Riau 1 13 14
19 Prop. Lampung 23 23
20 Prop. Maluku 1 12 13
21 Prop. Maluku Utara 2 3 3 14 22
22 Prop. Nusa Tenggara Barat 1 1 40 42
23 Prop. Nusa Tenggara Timur 4 5 11 26 46
24 Prop. Papua 3 2 1 6 12
25 Prop. Papua Barat 2 1 1 1 5
26 Prop. Riau 4 38 42
27 Prop. Sulawesi Barat 23 23
28 Prop. Sulawesi Selatan 2 5 79 86
29 Prop. Sulawesi Tengah 2 1 18 21
30 Prop. Sulawesi Tenggara 17 8 4 35 64
31 Prop. Sulawesi Utara 24 24
32 Prop. Sumatera Barat 15 4 3 126 148
33 Prop. Sumatera Selatan 1 33 34
34 Prop. Sumatera Utara 16 1 34 51
Grand Total 245 122 107 1.716 2.190

Sumber : Data dapodik ( juli, 2017)


`8
Data Siswa SLB Berdasarkan Jenjang Pendidikan

Grafik Siswa SLB


Berdasarkan Jenjang Pendidikan
14,340
26,634

Siswa :
• SDLB : 564
82,700 • SMPLB : 1.626
• SMALB : 2.190

SDLB SMPLB SMALB

Sumber : Data Olahan (Juli, 2017) 9


Data Siswa Menurut Jenis Hambatan
downsyndrome indigo autis kombinasi lainnya tunanetra
1% 0% 7% 3% 1% 3%
Kesulitan belajar wicara Jenis Hambatan Jumlah siswa
1% 0% tunarungu
20% • tunanetra 3.811
hiperaktif • tunarungu 24.920
1% • grahita ringan 33.416
• grahita sedang 35.639
laras • daksa ringan 3.612
2% • daksa sedang 2.274
• laras 2.279
daksa sedang • wicara 408
2% • hiperaktif 713
• Kesulitan belajar 1.887
daksa ringan • indigo 11
3% • Downsyndrome 1.704
• autis 8.758
• kombinasi 3.221
grahita sedang • lainnya 1.178
29% grahita ringan
27% Total Siswa : 123.831

tunanetra tunarungu grahita ringan grahita sedang


daksa ringan daksa sedang laras wicara
hiperaktif Kesulitan belajar indigo downsyndrome
autis kombinasi lainnya

Sumber : Data Olahan (Juli, 2017) 10


Data Guru SLB
Menurut Tingkat Pendidikan
Grafik Guru SLB
Menurut Tingkat Pendidikan

25000

Pendidikan Jumlah
20000
D1 120
D2 1.064
D3 333
15000 D4 29
S1 21.249
S2 1.208
10000
S3 16

5000

0 Sumber : Data Olahan (dss dapodik 2017)


D1 D2 D3 D4 S1 S2 S3 11
Data Sertifikasi Guru SLB

GRAFIK SERTIFIKASI GURU SLB

Data Sertifikasi Guru SLB :


20,000 • Laki-laki : 7.646
18,000
• Perempuan : 18.521
16,000
• Total : 26.167
14,000
12,000
10,000
8,000
6,000
4,000
2,000
-
L P
GURU 7,646 18,521

Sumber : Data Olahan (dss dapodik 2017)


12
Data Kondisi Sarpras SLB

Sumber : Dapodik (Juli, 2017)

13
2
Data dan Informasi
Sekolah Penyelenggara Program Inklusif
Perkembangan Sekolah Inklusif

JUMLAH SEKOLAH • Dari tahun 2014 s.d


2016 terjadi kenaikan
2016
jumlah sekolah
2014 inklusif.
0 20,000 40,000 • Sampai tahun 2016
2014 2015 2016 terdapat 31.724
JUMLAH SEKOLAH 3,610 9,130 31,724
sekolah
• Dari tahun 2014 s.d
JUMLAH SISWA 2016 terjadi kenaikan
jumlah siswa inklusif.
2016 • Sampai tahun 2016
2015 terdapat 159.002
2014 siswa
0 50,000 100,000 150,000 200,000
2014 2015 2016
JUMLAH SISWA 62,960 47,752 159,002 Sumber : Data Olahan (Januari, 2017)
15
Daerah Pembudayaan Pendidikan Inklusif

Jumlah Provinsi : 23 Provinsi


Jumlah Kab/Kota : 73 Kab/Kota dari 20 Provinsi 16
3

Data dan Informasi


Sekolah Luar Negeri (SILN) dan
Sekolah Garis Depan (SGD)
Peta Lokasi SGD
⑪ ⑫


24 ⑨

25

① ③

⑤ ⑮
④ 6 ⑭

21
27
20 22
23




26

Provinsi No Nama Sekolah Provinsi No Nama Sekolah Daftar USB - SGD


1 SD 09 Muntok
14 SD Inpres Tanah Merah
Bangka Belitung 2 SMP Negeri 4 Muntok Papua Provinsi No Nama Sekolah
SLB Muntok 15 SMP Negeri 2 Tanah Merah
3
4 SD Negeri 1 Banda (Naira) 16 SMP Negeri 1 Ende
Kalimantan Barat 25 USB SMA Tayan Hulu
Maluku 5 SMP Negeri 1 Banda Nusa 17 SMK Yos Sudarso
SMK Negeri 1 Banda Tenggara
6 18 SMA Negeri 1 Atambua
Timur Papua barat 26 USB Satap (SLB - SMP)
SD Negeri 09 Tanjung
7 19 SMK Negeri 2 Belu
Merpati
Kalimantan Barat
8 SMP Negeri 1 Kembayan 20 SDS Dinamika Indonesia USB SMA Negeri 2
9 SMA 1 Badau 21 SD Negeri Sumur Batu 2
Nusa Tenggara Timur 27
Tasifeto Barat
10 SD 008 Nunukan
Jawa Barat 22 SMP Negeri 27 Kota Bekasi
11 SMP Negeri 2 Nunukan
Kalimantan Utara 23 SMA Negeri 15 Kota Bekasi
12 SMK Negeri 1 Nunukan
13 SLB Negeri Nunukan 24 SMK Negeri 2 Kota Bekasi
Data dan Informasi
Afirmasi Pendidikan Menengah
(ADEM)
ADEM Papua dan Papua Barat
Penerimaan Siswa
Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) PT Penerima Siswa yang Lolos
500 Tahun 2016 Seleksi ADIK Tahun 2016
Tidak
Mendaftar
480 493 500 500 Politeknik
Program
481 ADIK; 28
16.93%
460 atau 7% Lolos Institut
Seleksi
5.21%
ADIK; 384
siswa atau
93%
Universitas
77.86%

Putus Program ADEM (Siswa)


Tehnik, Ilmu Budaya Lainnya
Komputer dan 2% 1%
Hukum
Adm di MIPA dan
2%
100 69 Politeknik Pedidikan
40
11 Kesehatan17%
dan 34%
50 0 Farmasi
0 5%
Pertanian, Ekonomi
FISIP 12%
Peternakan,
6%
Kehutanan
dan Kelautan
Tehnik dan
15% Komputer di
Univ &
Institut
6%
ADEM Perbatasan dan 3T

Jumlah Sekolah Pelaksana Program 27 Jumlah Siswa Program ADEM


ADEM Wilayah Perbatasan dan 3T Sekolah Wilayah Perbatasan dan 3T 526
Siswa

5 SMA SMA : 60
ACEH 3 SMK 8 Negeri ACEH 99 Siswa
SMK : 39

4 SMA SUMBAR SMA : 115


SUMBAR 8 Negeri 150 Siswa
1 SMK SMK : 35

3 SMA SMA :59 130 Siswa


SULUT 4 Negeri, 2 Swasta SULUT
3 SMK SMK : 71

6 SMA SMA : 100 147 Siswa


NTT 7 Negeri, 2 Swasta NTT
3 SMK SMK : 47
Data dan Informasi
Sekolah Aman Bencana
23

Satuan Pendidikan Aman Bencana

Pra bencana Nasional (Kemdikbud)


Masing-masing
Direktorat Teknis; • Direktorat Pembinaan PAUD
Dit. Pembinaan • Direktorat Pembinaan SD
PKLK leading sector
• Direktorat Pembinaan SMP
• Direktorat Pembinaan SMA
• Direktorat Pembinaan SMK
• Direktorat Pembinaan PKLK

Provinsi
Tanggap
Pasca Bencana Darurat • LPMP di 34 Provinsi
Masing-masing • Dinas Pendidikan
Dit. Pembinaan
Direktorat Teknis PKLK sebagai
leading sector Kabupaten/Kota
• Dinas Pendidikan
Data dan Informasi
Kurikulum Pendidikan Khusus
Skema Integrasi Kurikulum Reguler dan Khusus

Berkebutuhan Khusus
Kelas Inklusi untuk yg tanpa

Pendalamaman
Remedial
hambatan:

Pengayaan
- kecerdasan
- komunikasi dan interaksi
Normal

BI
- perilaku

Sekolah Khusus untuk yg dengan


hambatan:
- kecerdasan
CI
- komunikasi dan interaksi
P P
- perilaku
K Reguler K
Kelas Inklusi
Kelas Khusus
Sekolah Inklusi

Sekolah Khusus
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PK
No Jenjang Kelas Tahun Tahun
Satuan
2014 2015 2016 2017 2018 2019

1 SDLB I
II
III
IV
V
VI
2 SMPLB VII
VIII
IX
3 SMALB X
XI
XII
Tantangan, Strategi, dan
Kebijakan
Tantangan Pendidikan Khusus

1. Data penyandang disabilitas usia sekolah belum tersedia


2. Keterbatasan akses : belum seluruh kabupaten/kota
memiliki SLB
3. Kurangnya kesadaran orangtua ABK tentang penting dan
manfaatnya pendidikan bagi penyandang disabilitas

28
Tantangan Pendidikan Inklusif

1. Keterbatasan sekolah penyelenggara program pendidikan


inklusif.
2. Belum merata dan maksimalnya dukungan pemerintah
daerah provinsi/kabupaten/kota terhadap program
pendidikan inklusif
3. Belum optimalnya pendataan anak ABK di sekolah reguler.
4. Terbatasnya ketersediaan guru pembimbing khusus di
sekolah regular.
5. Belum terealisasinya amanat UU Nomor 8 Tahun 2016
tentang Penyandang Disabilitas  Unit Layanan Disabilitas

29
Tantangan Pendidikan Layanan
Khusus
1. Jumlah anak yang menjadi cakupan layanan sedikit dan
tersebar  geografis, ekonomi, adat, kasus hukum dll.
2. Keterbatasan jumlah SDM (Guru) yang dibutuhkan untuk
mendukung program pendidikan.
3. Faktor kemiskinan yang menyebabkan anak memilih hidup
di jalanan, bekerja atau berpindah-pindah.
4. Belum terpadunya program penanganan Dinas Sosial
dengan Dinas Pendidikan.
5. Kesadaran orang tua terhadap pentingnya pendidikan
masih rendah.
6. Pendidikan belum memberikan jaminan pekerjaan bagi
lulusannya
30
Strategi Pembinaan PK-PLK:

1. Penguatan pendataan PK-LK secara berjenjang dan


sistematis
2. Penguatan program-program peningkatan akses dan
mutu PK-LK
3. Penguatan sosialisasi terkait penting dan manfaat
pendidikan bagi ABK
4. Penguatan jaringan kemitraan K/L dalam pembinaan
PK-LK
5. Peningkatan anggaran dan penguatan SDM
Program Prioritas:
1 Penumbuhan Budi Pekerti dan Literasi
2 Bina Kreasi, Bakat dan Potensi Peserta Didik
3 Pemenuhan Standar Nasional Pendidikan
4 Pendidikan Satuan Pendidikan Aman Bencana
5 Pendidikan Inklusif
6 Pendidikan Layanan Khusus (ADEM, Sek. Terbuka)
7 Kurikulum Pendidikan Khusus
8
Pendidikan vokasi/kemandirian
9
Pelibatan Publik
10 Peningkatan Tata Kelola
TERIMA KASIH