Anda di halaman 1dari 45

SESAK NAFAS

PANDAS 3 Huseikha Velayazulfahd Nor Fatehah Nurul Nurnita Afifah Azman Hakim Sri feliciani Vera octasia

NAMA LAIN DAN DEFINISI


Nafas pendek rasa tidak nyaman di dada ketidaknyamanan bernapas Breathlessness Shortness of breathlessness Lapar udara membutuhkan pernapasan urge to breathe Gejala subjektif untuk meningkatkan upaya udara pernapasan.

ISTILAH
FREKUENSI Eupnea 18x/ mnt, Tachypnoe Bradypnoe morfin) IRAMA Apnoe Kussmaul Biot Cheyne stokes kembali Stridor Wheezing Hyperpnea
gerakan nafas normal (Pria 14wanita 16-20x/mnt) > 20x/mnt (decom cordis) < 14x/mnt ( overdosis

henti nafas nafas cepat dalam nafas tidak teratur kecil, besar, tinggi kemudian apnoe, ke awal seperti ngorok ( obstruksi) ekspirasi seperti siulan kedalaman nafas meningkat

ISTILAH
SIKAP Asfiksia ketidak mampuan bernafas Hypoksia kadar O2 jaringan rendah Ortopneu posisi tidur makin lama makin sesak Paroxysmal nocturnal dyspnea (PND) sesak mendadak waktu tidur Dyspnoe on effort sesak saat aktivitas Platipneu/orthodioxia dalam posisi tegak sesak Trepopneu sesak berkurang disalah satu posisi Intermittent episodes of dyspnea mengeluh sesak nafas tetapi dalam exercise tidak timbul

Diagnosis
1. Melakukan pendekatan terhadap masalah atau sistem organ yang menyebabkan sesak napas 2. Melakukan pendekatan sistematik, atas dasar sesak napas akut, subakut atau kronis.

1. Pendekatan masalah/sistem organ


Kardiak dispnea, Pulmunal dispnea, Ginjal Kelainan Anatomis Metabolik endokrin

Gastrointestinal
Fisiologis (kehamilan) Hematogenous, (asidosis, anemia atau

anoksia,latihan). Neurogenik, (kerusakan pada jaringan otot-otot pernapasan) Lingkungan

2.Pendekatan sistematik/onset
Anamnesis Berapa lama hal tersebut telah

termanifestasi. ? A. Sesak nafas akut (selama beberapa jam sampai 7 hari) Saluran pernafasan serangan akut asma Parenkim paru acute pulmonary edema, proses infeksi akut seperti bakterial pneumonia Rongga pleura pneumotoraks Vaskularisasi paru emboli paru

2.Pendekatan sistematik/onset
B. Sesak nafas subakut (1 hingga 4 minggu) Eksaserbasi penyakit saluran nafas asma atau chronic bronchitis Infeksi parenkimal yang berjalan lambat Pneumocystis carinii, pneumonia pada pasien AIDS, mycobacterial or fungal pneumonia Proses inflamasi non-infeksi yang berjalan relatif lambat Wegeners granulomatosis, eosinophilic pneumonia, bronchiolitis obliterans with organizing pneumonia Penyakit neuro muskular Guillain-Barre syndrome, myasthenia

2.Pendekatan sistematik/onset
C. Sesak nafas kronik (berbulan-bulan hingga bertahun-tahun) penyakit paru obstruksi kronik penyakit paru interstisial kronik penyakit jantung kronik.

Tanda-Tanda Penyakit Dispnea


Batuk peningkatan produksi sputum dyspnea hemoptysis wheezing Stridor chest pain.

Patofisiologi
1. Oksigenasi jaringan

menurun. 2. Kebutuhan oksigen meningkat. 3. kerja pernapasan meningkat. 4. Rangsang pada sistem saraf pusat. 5. Penyakit neuromuskuler.

Oksigenasi jaringan menurun


Transportasi oksigen

abnormal :
Darah
Pembuluh darah

Kebutuhan oksigen meningkat


Infeksi Peningkatan metabolisme

Kerja pernafasan meningkat


Penyakit paru retriksif Penyakit paru obstruktif

Neuromuskuler
Pengaturan nafas

abnormal :
Disfungsi neuron Gangguan ventilasi Gangguan difusi

Reseptormekanik otot , dinding elastisitas dan tegangannya 2. Dispnea tegangan tidak cukup satu panjang otot.
1.

Klasifikasi Sesak Napas


Klasifikasi Sesak Napas Sesak Napas Tingkat I Sesak Napas Tingkat II Sesak Napas Tingkat III Sesak Napas Tingkat IV Sesak Napas Tingkat V

Tidak ada

pembatasan atau hambatan dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

Sesak baru timbul bila

melakukan aktivitas yang lebih berat.

Sesak napas sudah

terjadi pada adl tetapi penderita masih dapat melakukan tanpa bantuan orang lain.

Penderita tergantung

pada orang lain pada waktu melakukan kegiatan sehari-hari.

Penderita harus

membatasi diri dalam segala tindakan atau aktivitas sehari-hari yang pernah dilakukan secara rutin.

Pemeriksaan Penunjang
foto toraks pulse oxymetry

Jantung atau paru

Analisis gas darah arteri

hipoksia, hiperkapnea, hipokapnea, dan asidosis.

jumlah sel darah lengkap, elektrolit, hormon TSH, dan skrining obat

Pemeriksaan Fisik
INSPEKSI

Inspeksi dari depan, samping, belakang


Nilai Bentuk thorax
Normal: Potongan melintang bentuk elips, simetris diameter antero posterior : diameter lateral 5:7. Abnormal: Pectus excovatum funnel chest Pactus carinatum pigeon breast Thorax emphysematicus barrel chest

Normal

Pectus excovatum funnel chest

Pactus carinatum pigeon breast

Thorax emphysematicus barrel chest

Memperhatikan kelainan tulang belakang:

Inspeksi dinding dada Kulit


Warna : sawo matang, tidak ikterik, tidak pucat.

Efloresensi khas spider nevy sirosis hati dan kehamilan roseola/roses spot demam tifoid

inspeksi buah dada


ginekomastia : mungkin pada Chirosis hepatis tumor mamma mengecil pada wanita : hirsutisme

Iga-iga dan sela iga


N: sela iga tidak terlalu lebar dan tidak terlalu sempit,

tidak terlalu horizontal atau terlalu vertikal.


Tulang dada
Normal datar Ada penonjolan atau tidak, ada cekungan atau tidak.

Pulsasi abnormal
di sela iga II di garis steranalis kanan dan di incisura

jugularis sterni Aneurisma aorta. disela iga III kiri dekat sternum Aneurisma, dilatasi a. pulmonalis. di epigastrium Aneurisma aorta abdominalis/ tumor didepan aorta abdominalis.

Iktus cordis
Nsela iga IV, 1-2cm medial garis midclavikularis

kiri

melakukan inspeksi dada pada pergerakan nafas


N simetris, irama teratur, tidak ada daerah yang

tertinggal. Tentukan tipe pernafasan;


thorakoabdominal pada wanita abdominothorakal pada pria

PALPASI

Merasakan perbandingan pergerakan nafas

kanan kiri Membandingkan vocal fremitus suara kiri dan kanan Meraba iktus cordis Menetapkan besar sudut angulus sub costae

PERKUSI THORAX
Timpani amat nyaring pneumothorax.

Hipersonor emfisema.
Sonor normal. Redup cavum pleura berisi cairan (efusi). Pekak tumor yang padat, atelektasis.

PERKUSI THORAX
Perkusi simetris, sistematis kedua hemithorax

menilai keadaan paru dan cavum pleura Menentukan batas paru-hepar Menentukan batas paru- lambung Menentukan batas paru- jantung sebelah kanan Menentukan batas paru- jantung sebelah kiri Menentukan batas atas jantung Menentukan batas atas paru (margin of isthmus kronig)

AUSKULTASI PARU
Suara napas Normal: Suara napas trakeal
Fase Inspirasi : Ekspirasi = 1:3

Suara napas bronkial


Fase Inspirasi : Ekspirasi = 1:2

Suara napas subbronkial/bronkovesikular


Fase Inspirasi : Ekspirasi = 1:1

Suara napas vesikular


Fase Inspirasi : Ekspirasi = 3:1

AUSKULTASI PARU
Suara Napas Abnormal
Suara napas trakeal, bronchial, subronkial, atau

vesicular yang tidak pada tempatnya. Suara napas vesicular memanjang (3:2 atau 3:3) lumen bronkiolus penyempitan. Suara napas mengeraskonsolidasi atau infiltrasi Suara napas lemah empiema, efusi pleura, pneumotorax, obstruksi bronkus.

AUSKULTASI PARU
Suara Napas Abnormal
Suara napas metamorphosing, suara napas inspirasi

yang mendadak berubah:halus kasar, sumbatan bronkus mendadak hilang/lepas. Suara napas amforiklubang/kavitas besar pada bronkus. Seperti suara botol ditiup. Suara napas cog-wheeltersendat sendat pada pleuritis adhesiva Suara napas asmatikekspirasi memanjang, (wheezing)

AUSKULTASI PARU
Suara Napas Tambahan
Krepitasisuara seperti menggesekkan rambut kita

ke telinga
Ronkhi cairan di dalam lumen bronkus. Ronkhi Basah ronchi kering

Pemeriksaan fungsi paru

kelainan paru obstruktif

Kelaian paru restriktif Uji provokasi methacholine (<40 thn)

Bilamana kelainan paru dicurigai tetapi hasil

PFTnya normal.
Elektrokardiografi (EKG) atau pemeriksaan stress

latihan fisik
menskrining adanya aritmia dan kelainan jantung

iskemik.

CT scan

Elektromiogram (EMG)

masalah neuromuskular

Respon terapeutik terhadap antagonis H2


menginformasikan kelainan GERD

Penatalaksanaan
mengatasi masalah yang mendasari timbulnya

gejala mengurangi intensitas gejala dan efeknya pada kualitas hidup pasien program rehabilitasi paru