Anda di halaman 1dari 40

STOMATITIS APHTHOSA APHTHOUSA ULSER REKUREN MOUTH ULCERS

Dr. Tolkha Amaruddin, M.Kes., SpTHT


BAGIAN ILMU PENYAKIT TELINGA HIDUNG TENGGOROK KEPALA - LEHER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2008 1

Definisi
Stomatitis/mouth ulcers : ulkus pada mucosa oral yang dikarenakan beberapa penyebab baik lokal maupun sistemik Aphthousa ulser rekuren: ulserasi pada mukosa mulut nonkeratinisasi yang rekuren, terasa sakit dan tidak diketahui penyebabnya Sinonim : stomatitis aphtosa, canker sore,dyspeptik ulser, habitual ulser, ulser mukosa, mikulicz ulser, ulser nekrotikum mukosa oris, ulser neurotikum mukosa oris
2

Insidensi
Bervariasi, tergantung daerah populasi Tidak ada yang <10%, pada semua daerah. Wanita : Pria = 3 : 2 Dapat mengenai anak-anak, tetapi biasanya mengenai remaja. Makin jarang pada umur >40tahun. Pada wanita ulser terjadi lebih lama dan lebih cepat daripada pria

Etiologi dan Patogenesis


Bawaan Trauma Infeksi Berhubungan dengan gangguan gastrointestinal Berhubungan dengan atopi Pengaruh hormon Faktor Emosi Auto-immunitas Faktor haematologi Komplikasi tindakan radioterapi
4

Manifestasi Klinis
Minor : ukuran kurang dari 1cm, ulserasi putih dengan derah sekitar erithematous Sembuh dalam 7 10 hari tanpa jaringan parut Memberikan rasa seperti terbakar

Manifestasi Klinis
Major (Suttons disease) : ukuran 1- 3 cm Bertahan 6 mingu sampai beberapa bulan Meninggalkan parut

Manifestasi Klinis
Herpetiform : menyerupai herpes tetapi bukan disebabkan karena herpes, dimana pada bentukan ini tidak mengalami stadium vesikuler Ukuran 1 3 mm jumlah 20 200 Sangat nyeri

Diagnosa Banding
Herpangina Squamous sel karsinoma Reaksi obat Eritema multiformis Bechet sindrom Reiter sindrom

LESI UMUM PADA MUKOSA MULUT

Lesi punctata Bintik putih dikelilingi daerah eritem, daerah predileksi mukosa pipi,disamping molar Coplik spot
Membrana mucosa oral warna keputihan/bintik pada bayi

Measless

Candidiasis

Sarkoma Kaposis : lesi macular, papular pada area dengan pemudaran warna (merah,coklat,biru)

AIDS

10

LESI UMUM PADA MUKOSA MULUT

Lesi vesikuler, bulosa atau Herpangina,Kandidiasis,eritema ulserativa pada mukosa oral karena multiforme,Ca sel squamosa, virus,bakteri,fungus,penyakit stomatitis dermatologi,neoplasma, unknown Lesi berpigmen Penggunaan obat, nevus, melanoma maligna, pigmentasi logam berat Lichen planus, Stomatitis akibat nikotin,Kandidiasis

Lesi berwarna putih pada mucosa oral

11

Fisiologis

12

Diagnosa Banding
Disamping Anamnesis perlu pemeriksaan untuk menyingkirkan diagnosa banding : 1. pemeriksaan pada mata, genital dan lesi kulit. 2. pemeriksaan darah rutin 3. pemeriksaan jumlah zat besi dalam serum 4. pemeriksaan haematologi utk melihat adanya anemia makrositik 5. kultur

13

Penanganan
Berhenti merokok Cari kausanya (mis gigi palsu, crohns disease, anemia perniciousa, defisiensi besi) terapi kausatif Higienis oral Antiseptik topikal dan anestesi Larutan kumur antibiotik Steroid topikal Melindungi ulser pada saat ulser sedang mengalami penyembuhansodium karboimetilselulose (orabase) Preparat estrogen/progesteron Levamisol 150mg 2hari/minggu 14

Penanganan Preparat steroid topikal memberikan kesembuhan simptomatik Pemberian glukokortikoid sistemik mungkin diperlukan pada kasus-kasus yang berat. Suspensi oral tetrasiklin dapat mengurangi intensitas ulkus herpetiformis

15

Membakar apthous ulser


Zinc klorid/sulfat,alum: Usaha untuk mempresipitasi protein untuk membentuk lapisan pelindung, ternyata malah menimbulkan rasa sakit dan infeksi. phenol, silver nitrat,policresulen : Dapat menghilangkan ulser dg membunuh jaringan shg akan terbentuk masa nekrotik yang membutuhkan waktu lebih lama utk sembuh. Gentian Violet: tidak begitu berbahaya tetapi kotor dan tidak efektif Kebiasaan membakar apthous ulser sebaiknya dihindari.

16

Prognosa Ulkus sembuh dalam waktu 1-2 minggu tetapi dapat kambuh setiap bulan sekali atau beberapa bulan sekali atau beberapa kali dalam setahun.

17

CANDIDIASIS KANDIDOSIS MONILIASIS

18

Candidiasis
C albican, C. tropicalis, C. parapsilosis, C. krusei, C. Keyyr, C Glabrata, C. guilliermondii. Lokasi : mukosa oral Lesi : vesikuler,bulosa atau ulserativa.berwarna putih.

19

Patofisiologi
Local Factor : Iritasi,nutrisi <, higiene yang buruk, gigi palsu Sistemik : Endokrine,AIDS, Maglinancy, A.B sistemik spektrum luas, radiasi dan kemotherapi Rusaknya lapisan protein ekstracellular (Collagen)

Tumbuh jamur

20

Manifestasi Klinis Tipe pseudomembranosa(trush)


Bercak bercak berwarna putih krem yang menyerupai dadih dan memperlihatkan permukaan yang berdarah serta berwarna merah kalau dikerok

21

Manifestasi klinis Tipe eritematosa


Datar, berwarna kemerahan, kadang kadang terdapat daerah luka, sama pd semua pasien Perjalanan penyakitnya sama seperti tipe pseudomembranosa yaitu memperlihatkan respons yang sangat baik terhadap terapi antifungus

22

Manifestasi klinis Leukoplakia kandida


Penebalan epitel yang berwarna putih dan tidak dapat dihilangkan sebagai akibat dari infeksi candida bercak putih,tidak terangkat dengan menggunakan cotton swab mukosa bucal, palatum dan lidah. Responsif terhadap terapi antifungus yang lama
23

24

Manifestasi Klinis Klilitis angularis


Fisura yang terasa sakit pada sudut mulut. Responsif terhadap preparat topikal antifungus

25

Macam2 Stomatitis

26

Stomatitis herpetika akut primer


Virus Herpes Simplek tipe 1 (umum) Virus Herpes Simplek tipe 2 (jarang) Inkubasi 7 harivirus migrasi dari periaxional menuju ganglion Vesikel-vesikel pd bibir yg kemudian pecah serta membentuk krusta dan vesikel-vesikel intraoral yg dgn cepat mengalami ulserasi;terasa sangat nyeri

27

Stomatitis herpetika akut primer


Menifestasi klinis: ginggivitis, akut, panas, malaise, bau mulut yang busuk, limfadepati servikalis Terutama pada bayi, anak-anak dan dewasa muda Sembuh spontan dalam waktu 10-14 hari kecuali bila mengalami infeksi sekunder.

28

Stomatitis karena preparat besi


Preparat besi : Mercury dan bismuth : gusi tampak berwarna merah dan bengkak serta adanya keterlibatan membran periodontal. Tanda khasnya berupa garis hitam dan keunguan di sekitar perbatasan ginggiva. Terjadi karena garam yang larut dalam pembuluh darah kontak dengan hydrogen sulphide terbentuk selama dekomposisi debris sekitar gigi dan sulphide yang tidak larut dalam besi terdeposit. Jika tidak terobati akan menyebabkan mengelupasnya serta nekrosis dari rahang. Timbal : pathogenesisnya hampir sama dengan mercury serta bismuth akan tetapi bahan ini tidak terdapat pada obat hanya pada pekerja tambang. Emas : sering terjadi pada orang dengan keadaan artritis karena preparat ini banyak terdapat pada obat-obat artritis.

29

Stomatitis karena Obat


Epaneutin : menyebabkan terjadinya hiperplasi pada gusi yang akan menyebabkan peningkatan fibrosa jaringan. Antibiotika : yang paling sering adalah : sulphonamide, chloramphenicol,carbimazole dimana akan menyebabkan gangguan darah berupa agranulositosis. Anti depresan : menyebabkan kering di mulut

30

Bechet Sindrom Lokasi : mukosa oral, mata, genitalia, usus dan SSP Manifestasi Klinis: Ulkus yang multipel dalam mulut, perubahan inflamatorik okuler,lesi ulseratif pada genitalia, penyakit usus inflamatorik dan penyakit SSP. Ulkus dapat bertahan selama beberapa minggu dan sembuh tanpa pembentukan jaringan parut
31

Reiter Sindrom
Terdiri dari arthritis, uretritis dan konjungitivitis, yang menyertai disentri Etiologi : faktor genetik, infeksi shigela. Patofisiologi : Uretritis mungkin merupakan perubahan dari respon imunologi seperti lesi mukosa, uveitis dan arthritis.

32

Manifestasi klinis: arthritis dan urethritis (frekuensi miksi dan dysuria) merupakan gejala yg paling jelas. Terdapat konjungtivitis/uveitis dan ulkus pada mukosa mulut, ulkus pada penis dan lesi pada kulit (hiperkeratosis telapak tangan dan kaki) Komplikasi :neuropati perifer, miokarditis Prognosa :hilang dengan spontan setelah 1-2 bulan, tetapi dapat tetap dapat timbul kembali.

33

Stomatitis karena traumatik


Lokasi : mukosa oral Penyebab : paling sering iritasi kronik oleh gigi palsu didaerah vestibulum oris, tergigitnya mukosa tanpa sengaja, penetrasi benda asing Manifestasi Klinis: Ulkus yang mengalami ulserasi, terlokalisir dan diskrit dengan bagian tepi yang berwarna merah Sembuh dalam 7-10 hari kalau penyebab dihilangkan dan tdk ada infeksi sekunder.

34

Herpangina
Etiologi : virus coxsackie A,B dan echovirus Lokasi : mukosa oral, faring Manifestasi klinis : gejala panas yang timbul mendadak, sakit leher. vesikelvesikel(1-2mm) akan membesar dan mengalami ulserasi di daerah orofaring, berwarna putih kelabu yg dikelilingi areola merah. biasanya usia <4 th.
35

Masa inkubasi 2-9 hari Demam 1-4 hari Periode kesembuhan tidak sama Ulkus biasanya pada palatum mole dan pharyng.

36

Eritema multiforme
Lokasi : terutama mengenai mukosa oral dan kulit tangan serta kaki. Manifestasi Klinis : Bula intraoralruptur, dikelilingi oleh suatu daerah inflamasi. Krusta pada bibir. Lesi iris/target pada kulit. Tanda toksisitas berat Awitan terjadi sangat cepat. Berlangsung 12 minggu.dapat membawa kematian Episode akut responsif thd kortikosteroid.

37

Stomatitis akibat Nikotin


Lokasi : palatum pada perokok pipa Manifestasi klinis : tonjolan noduler berwarna putih pada palatum durum dengan daerah-daerah tengah yg berwarna merah. Biasanya hilang setelah kebiasaan rokok dengan pipa dihentikan.

38

Preparat yang tersedia


Benzocaine&anestesi lokal/lidocaine 1mg (lotion,pasta,lozenges) Carboxymetylcellulose (pasta) Triamcinolone 0,1% atau steroid lain (pasta,pellets) Antiseptic mouthwashes (chlorhexidine,hexetidine, benzydamine HCL, povidone iodine) Antifungal,miconazole (lozenges,paints) Policresulen (pruduk kondensasi dari metacresolsulfonic acid dan methanal)
39

Tantum verde oral rinse : Benzydamine HCL LEMOCIN lozenges Tyrothricin 4mg, Cetrimide 2mg, lidocaine 1mg

40